Tawanan Sang Mafia

Tawanan Sang Mafia
Mafia?


__ADS_3

Arabella mengepalkan tangannya kuat, ia tak bisa berbaur dengan orang-orang yang saling memojokkan seperti ini, dan ucapan wanita tadi benar-benar terdengar merendahkannya. Orang-orang yang mengelilingi mereka pun hanya tertawa renyah seakan semua itu adalah sebuah bercadaan yang tak perlu diindahkan.


Arabella membasahi bibir bawahnya yang seakan kering lalu tersenyum pada Ambara. “Apa maksud perkataan mu?” Tanya Arabella, membuat beberapa orang yang tengah mengelilingi mereka terdiam bersamaan, bahkan membuat para wanita lainnya menatap Arabella dengan terkejut. “Mungkin lebih tapatnya ‘dan semoga saja Axton tak mengalami nasib yang sama’, apa kau memiliki kata-kata yang lebih jelas?” Lanjut Arabella.


“Oh? Tidak, tentu saja tidak, aku hanya mengatakan apa yang aku pikirkan, tidak bermaksud menyinggung mu sama sekali,” ucap Ambara dengan senyuman yang seakan mengejek Arabella. Benar-benar wanita pemilik lidah menyebalkan.


“Tenang saja, aku tak merasa tersinggung sama sekali. Aku sudah terbiasa dengan berbagai wanita yang iri pada ku,” ucap Arabella pada akhirnya, ia memutuskan untuk tidak memperpanjang urusan bersama wanita angkuh itu.


“Ha! Aku iri pada mu? Apa yang harus aku iri dari wanita berpenampilan biasa seperti diri mu? Kau hanyalah wanita yang pintar menggoda seorang pria di atas ranjang,” desis Ambara, ia tampak terlihat kesal dan menatap Arabella dengan penuh ketidak sukaannya.

__ADS_1


Senyum Arabella semakin mengembang, “Maaf, aku hanya mengatakan apa yang aku pikirkan, aku tidak bermaksud menyinggung mu sama sekali,” ucap Arabella tenang, mengulang ucapan yang pernah wanita itu katakan, dan Arabella berjanji akan membalas kata-kata Ambara yang mempermalukannya itu. Bahkan sudah jelas, wanita seperti Ambara yang selalu menggoda para pria!


“Sudahlah Ambara, sambut kekasih Axton diawal pertemuan kalian, jangan membuat perdebatan seperti ini,” sahut salah seorang pria.


Ambara mengepalkan tangannya kuat dan mendelik pada Arabella, “Aku rasa aku harus menyambut yang lainnya.” Ia berbalik dan di ikuti 2 wanita yang berjalan menjauhi tempat mereka, sedangkan satu wanita lagi hanya menggelengkan kepalanya pelan sambil memeluk tangan pria berumur 50 tahun tadi. Kening Arabella mengerut samar, apakah ia seorang anak dan ayah? Namun pikirannya teralihkan pada seorang pria yang datang dari belakang mereka, ia tampak lebih muda dari Axton dan bahkan terlihat lebih licik dalam pandangan Arabella.


“Aku cukup terkejut melihat wanita mu yang begitu berani melawan Ambara,” kekehnya pelan.


“Ya, sangat cocok, kau juga harus mendapatkan pasangan yang berani Noah, seorang Mafia tidak cocok dengan waniya lemah, itu hanya akan menjadi kelemahan dan ancaman bagi musuh kita,” ucap seorang pria berumur 50 tahun itu.

__ADS_1


Arabella seketika terdiam, ia cukup terkejut dengan ucapan tersebut, atau ia salah mendengar kata-kata yang pria itu ucapkan? Mafia? Apakah ia sedang berada dilingkungan Mafia?


“Itu hanya candaan Bella, jangan terlalu dipikirkan.” Bisikan pelan itu membuat Arabella menoleh kearah Axton, pria itu sudah kembali tertawa kecil bersama dengan yang lainnya, namun apakah hal seperti itu bisa dijadikan sebuah bercadaan? Bukankah Mafia adalah organisasi rahasia yang berisikan sekelompok orang jahat?


Arabella pun mencoba untuk tertawa kecil dan mengikuti pembicaraan yang mulai kembali baik, perbincangan mengenai bisnis juga hal makanan yang Arabella tak cukup mengerti.


\~


Jangan ada yg nanya kenapa Arabella belum tau wkwk

__ADS_1


Kan Arabella taunya Axton renternin wkwkwk


__ADS_2