
Mendekati jam 8 pagi, pintu utama Ballroom pun telah di tutup. Acara sakral akan segera dimulai. Nanti pintu itu hanya akan terbuka saat calon pengantin memasuki tempat acara.
Oma Putri, kakek Agung dan semua orang tua dari keluarga besar Aditama mulai duduk di kursi mereka masing-masing di Ballroom tersebut.
Namun Nia, Gerald dan Sean masih sibuk berlarian. Entahlah, Gerald sedikitpun tidak ingin duduk, bocah laki-laki berusia 3 tahunan itu maunya berlari terus.
"Ya ampun mbul, emangnya kamu nggak capek apa?" tanya Nia, nama panggilan Gerald adalah Gembul.
Sean tertawa saja melihat tantenya tersebut.
"Tante, lebih baik kita bermain di belakang saja, kalau di depan nanti salah lagi," ajak Sean.
Nia tidak punya pilihan lain selain mengangguk.
Keluarga yang harusnya berada di kursi paling depan kini tidak berlaku untuk ketiga orang tersebut, mereka memilih tempat yang paling belakang dan mencari tempat cukup luas untuk bermain.
Tapi ternyata ketika di sana mereka justru bertemu dengan om Louis dan seorang anak perempuan cantik.
__ADS_1
Baby Gerald sepertinya sangat menyukai anak cantik itu, sampai baby Gerald terus mendekati Elsa dan memegang-megang pipi.
"Om Louis," sapa Nia dengan menundukkan kepala memberi hormat.
Louis hanya tersenyum dan membalas menatap gadis itu, melihat dengan jelas kening Nia yang sudah basah dengan keringat. Menandakan bahwa gadis ini telah cukup lelah menjaga Gerald.
"Ambilah minum dulu, biar Gerald aku yang pegang," ucap Louis, meski mereka baru beberapa kali bertemu namun hubungan keduanya baik, meski terasa cukup canggung.
"Tidak perlu Om, terima kasih," jawab Nia yang merasa tak enak hati, meski sebenarnya dia memang haus sekali. Jadi hanya menelan ludahnya sendiri.
Lalu menghapus keringat di kening menggunakan tangan kosong.
Astaga, apa yang aku pikirkan. Batin Louis, saat makin lama menatap Nia dan dia merasa gemas.
Jadilah kedua orang itu saling canggung-canggungan di sana.
Dan tepat di jam 8 pagi, akhirnya pintu ballroom itu pun kembali dibuka, Liam adalah yang pertama kali masuk. Dia tidak hanya jalan sendirian, tapi juga didampingi oleh pakde dan bude Rilly juga Frans, Dansel dan beberapa anak buah Black Venom.
__ADS_1
Ketampanan Liam hari itu benar-benar menghipnotis semua orang, semuanya tersenyum lebar dan terus mengikuti pergerakan pengantin pria sampai duduk di kursi Ijab Kabul.
Tak lama setelah Liam duduk di sana, kini Giliran Rilly yang hadir. Dia pun diapit oleh kedua orang tuanya yang telah menunggu di dekat pintu masuk, juga semua saudara mengiringi.
Rilly sangat cantik dengan gaun berwarna putih itu.
Akhirnya seluruh anggota Black Venom bisa takjub dengan kecantikan gadis tersebut, hari ini tidak nampak aura pembunnuh dari Rilly Aditama.
Bahkan Liam sampai tak berkedip melihat kedatangan sang calon istri. Sampai Rilly duduk di sampingnya Liam tetap setia memandang.
Sampai Reza menepuk pundaknya baru lah Liam tersadar, membuat semua orang tertawa malu-malu melihat sepasang pengantin itu.
Dan jadi haru saat akhirnya Liam mengucapkan ijab Kabul untuk mempersunting Rilly.
"Saya terima nikah dan kawinnya Rilly Aditama binti Agung Aditama dengan mas kawin tersebut dibayar tunai!"
"SAH?"
__ADS_1
"SAH!!"
ALHAMDULILLAH.