
Keduanya kini menatap langit-langit kamar, waktu sudah semakin larut, namun Axton tak henti-hentinya memeluk Arabella dengan sesekali mengusap perut ratanya. “Baru sebesar apa dia di dalam sana?” tanya Axton.
Arabella terkekeh kecil dan menyimpan tangannya di atas jemari Axton. “Entahlah, mungkin sebesar biji jeruk,” jawab Arabella. Ia menoleh perlahan pada Axton dan kembali merasakan semua ini seperti mimpi. “Jadi, kapan kau akan menikahi ku?” Tanya Arabella. Masalah Daniel Arabella sudah tak memikirkan hal buruk apapun lagi, yang terpenting kini ia sudah mendapatkan jawaban keraguan hatinya pada Daniel selama ini. Bukan tanpa alasan, Arabella memang merasa ada yang aneh antara Edlyn dan Daniel yang entah mengapa seakan saling menjaga jarak dari beberapa bulan yang lalu, namun hal itu seakan mengingatkan Arabella dengan ucapan Daniel yang mengatakan sedang mengalami hari buruk akibat tamu cafe yang mengungkapkan isi hatinya melalui pesan singkat, hal itu membuat Daniel tak nyaman dan memarahi wanita itu ditelepon, saat itu Arabella hanya membantu menenangkan Daniel dan menghibur kekasihnya. Keesokan harinya Arabella melihat Edlyn yang selalu murung dan seakan menjaga jarak saat Daniel menjemput Arabella di Toko, saat itu Arabella tak menaruh curiga sama sekali, namun hari ini semua kejanggalan itu seakan terpecahkan, apakah Edlyn sejak saat itu menaruh perasaan pada Daniel?
“Arabella!” Teriakan tertahan itu membuat Arabella tersadar dari lamunannya, ia menatap Axton yang sudah terlihat sedikit kesal.
“Ya? Kau mengatakan sesuatu?” Tanya Arabella bingung, ia benar-benar bodoh dan mencari mati memikirkan pria lain dihadapan Axton. “Maaf aku—“
“Apa yang sedang kau pikirkan sayang? Aku sudah menjawab pertanyaan mu dan memanggil mu dengan lembut, tapi sepertinya kau sedang asik dengan pikiran mu sendiri,” gerutu Axton pelan, pria itu duduk dan bersandar pada kepala ranjang.
__ADS_1
“Apa jawaban mu?” Tanya Arabella tanpa menjawab ucapan Axton.
Axton menatap Arabella dengan sedikit malas dan mengangkat bahunya. “Sudah aku jawab,” ucap Axton. “Kau memikirkan mantan kekasih mu?” Tebak Axton secara tiba-tiba, membuat Arabella seakan merasa terpojok akibat tebakannya yang begitu benar.
“Tidak, tentu saja tidak. Aku hanya sedang memikirkan teman-teman ku yang lainnya, termasuk Edlyn,” jawab Arabella. “Sudah, ayo kita tidur. Sini, biar aku memeluk mu,” ucap Arabella mencoba membujuk Axton.
Tak berapa lama, Axton mengubah posisi tidurnya menjadi menghadap kearah Arabella. “Jangan menggoda ku dengan tangan ini lagi sayang, kau ingin aku kehilangan kendali dan menyakiti anak kita,” ucap Axton dengan kilat mata menggoda seperti malam-malam yang sebelumnya.
Arabella tersenyum kecil, ia berusaha keras menahan tawanya. “Kalau begitu beritahu aku kapan aku akan menikahi ku?” Tanya Arabella. “Apakah seminggu lagi?”
__ADS_1
Axton menggelengkan kepalanya pelan. “Coba kau tebak, aku sudah mengatakan dengan sangat jelas tadi,” balas Axton sambil tersenyum kecil.
Hal itu membuat Arabella cemberut, ia tak mendengar sedikit pun apa yang dikatakan Axton. “Beberapa minggu lagi?” Tebak Arabella.
“Dua hari lagi,” jawab Axton.
\~
Kita manis-manis dulu ya, sebelum Aurora muncul lagi hihi.
__ADS_1