
"Ah rupanya ini kau Bella, ya, Dad akan ke Los Angeles, Dad sedang di perjalanan bersama yang lainnya."
"Bagaimana dengan pekerjaan mu? Sudah menemukan teman yang nyaman?" Tanya Arabella kembali, ia ingat James pernah mengatakan jika dirinya tak memiliki teman diwaktu istirahatnya, bahkan James mengatakan jika hanya dirinya lah yang sudah cukup berumur.
Terdengar tawa kecil dari ponsel, "Ya, aku sudah menemukan satu orang yang cukup baik hati menjawab jika aku mengajaknya berbicara," kekeh James pelan. "Dan kau, apa sangat bosan disana? Pria itu benar-benar tidak menyakiti mu bukan?"
"Tidak Dad, aku tidak akan bisa menghubungi mu jika dia menyakiti ku disini, bahkan hari ini aku akan menemaninya ke Casino," ucap Arabella.
Axton yang baru selesai berpakaian melihat kembali penampilannya melalui cermin besar dihadapannya. Setelah merasa cukup ia pun menghampiri Arabella yang tampaknya masih asik dengan James. "Bella, kita berangkat sekarang," ucap Axton mengingatkan Arabella dan terlihat jelas Arabella langsung berpamitan pada James dan memutuskan panggilan tersebut.
Mereka pun keluar dari dalam kamar dan memulai sarapan dengan cepat, tak ada percakapan panjang jika suka berada diluar seperti ini, Axton cenderung lebih banyak bercerita di waktu malam, sebelum mereka tertidur. “Jangan mencoba untuk kabur disana, Bella,” peringat Axton saat mereka baru masuk ke dalam mobil.
__ADS_1
Arabella memutarkan matanya pelan, apakah ia memiliki keberanian sebesar itu? Meninggalkan seorang pria yang ia cintai dan juga meninggalkan ayahnya yang berada di bawah kendali Axton? “Tidak mungkin, kau akan mengancam ayah ku jika aku melakukan hal itu,” jawab Arabella kemudian.
Axton mengangguk senang, ia cukup bahagia mendapatkan Arabella yang menjadi penurut seperti sekarang. Selama diperjalanan, Axton hanya bertanya beberapa kata dan Arabella menjawab dengan seadanya, pria itu terlalu fokus pada tab di tangannya dan memperhatikan sebuah kurva.
Supir yang mengantar mereka pun seakan sudah biasa dengan kesunyian, ia tak menyalakan musik dari radio yang biasa saja ia putar untuk memecahkan rasa sunyi ini. Bagi Arabella terlalu banyak hal membosankan sebulan ini, namun Axton selalu merubah pikirannya jika tak selamanya ia merasakan kebosanan itu.
Sesampainya di sebuah gedung yang besar, Arabella dan Axton pun keluar dari dalam mobil, mereka hendak berjalan masuk ke dalam, namun sebuah panggilan di depan pintu membuat langkah mereka berhenti. “Bella!” Pekik pria tersebut.
Daniel memberontak pada dua orang bertubuh besar yang menahannya, “Lepaskan aku!”
“Usir saja, aku tak ingin ada pengganggu dipagi hari,” ucap Axton membuat Arabella langsung tersadar dari renungannya.
__ADS_1
Arabella menoleh kearah Axton yang tampak kesal, kedua alisnya bertaut menembah kesan sombong yang ia tampilkan. Arabella merasa jika Axton sudah mengetahui Daniel. “Ayo Bella, kita masuk,” ucap Axton kemudian, namun dengan cepat Arabella menahan tubuhnya sendiri membuat Axton menoleh tak suka.
“Bolehkan aku berbicara dengannya? Ada sesuatu yang harus aku sampaikan, aku berjanji tidak akan lama dan—“
“Bella!” Ucap Axton dengan nada memperingati.
“Aku mohon,” bisik Arabella pelan dengan raut wajah ketakutannya.
Axton menarik nafasnya dalam dan membuangnya dengan keras. “Aku beri kau waktu 10 menit, lebih dari itu, ayah mu yang menerima hukuman,” desis Axton, ia berjalan dengan langkah lebarnya dan berhenti di sebelah penjaga yang menahan Daniel. “Awasi mereka, bawa wanita itu 10 menit lagi ke ruangan ku,” ucap Axton sambil melemparkan tatapan tajam pada Daniel yang tengah menatapnya seakan muak dan benci.
—
__ADS_1
Hayoloh..