
Setelah acara itu selesai, Arabella dan Axton bangkit dari duduknya, namun sebelum mereka berhasil keluar dari ruangan itu seorang pria berumur seperti James datang menghampiri mereka. “Hai Axton, sudah lama sekali aku tak melihat mu,” sapanya dengan senyum yang begitu ramah, Arabella menoleh kearah Axton, raut wajah itu tak membalas sedikit pun keramahan yang diberikan pria tadi, Axton justu menambilkan wajah angkuhnya yang menurut Arabella menyebalkan. “Aku dengar kau menjadi pembisnis sukses di Mexico, melihat kau yang sekarang cukup mengejutkan, kau benar-benar sempurna.”
“Tentu saja, seseorang akan selalu bangkit jika harga dirinya sudah di injak,” sindir Axton, raut wajahnya tak menunjukkan kekesalan, bahkan ia masih tampak santai dan angkuh.
Suara tawa renyah yang dikeluarkan pria didepannya cukup membuat Arabella ketakutan, sepertinya akan ada pertempuran yang cukup sengit malam ini, entah itu sindiran atau meluapkan emosi mereka masing-masing, yang jelas Arabella yakin kedua orang ini tidak memiliki hubungan yang baik. “Itu sudah sangat lama Axton, mari kita lupakan saja, lagi pula tidak ada seorang ayah yang menginginkan anaknya kesusahan. Lihatkan Aurora, sekarang dia menjadi wanita yang hebat, ia wanita cantik yang pintar, kau sangat beruntung karena anak ku masih mencintai mu sedari dulu hingga sekarang,” ujar pria itu.
__ADS_1
“Tidak, aku sangat beruntung karena kau memisahkan aku dengan Aurora, karena aku menemukan pengganti yang jauh lebih baik dari anak mu, kekasih ku sangat cantik dan tak kalah hebat, dia setia dan tak pernah melihat latar belakang ku,” jawab Axton, Arabella menelan salivanya dengan keras, apa Axton tidak akan malu jika pria itu mengorek informasi tentang Arabella yang sebenarnya? Arabella hanya seorang waiter, jauh lebih hebat Aurora yang memiliki bisnis besar seperti ini.
Pria itu terdiam, senyumnya menjadi masam dan menatap Arabella dari atas hingga bawah. “Oh ya? Dia sangat cantik, siapa nama mu? Dari keluarga besar mana?” Tanya pria itu, Arabella hanya bisa mengedipkan matanya beberapa kali, ia tak bisa menjawab apapun, dengan cepat Arabella menoleh kearah Axton, pria itu membuat Arabella itu terjebak dalam kebohongan ini, apa yang harus Arabella jawab.
“Ada apa sayang? Kau sepertinya terlalu risih,” ucap Axton tampak begitu santai dan Arabella benar-benar kesal dengan sikap Axton yang membawanya dalam masalah pribadi Axton. “Maaf, dia terlalu risih dengan orang yang baru ia temui, Bella sangat tertutup dan terjaga, keluarganya tak pernah mengenalkan Bella pada siapapun, jadi aku tak bisa memberitahu mu tentang keluarganya,” jawab Axton.
__ADS_1
“Tentu saja sayang,” jawab Axton yang berhasil membuat pikiran Arabella menjadi geli dengan sendirinya. Axton mengangkat alisnya pelan dan menatap pria tadi. “Kami harus segera pergi, masih ada lagi acara yang harus kami datangi,” ujar Axton.
Setelah selesai dengan perpisahan yang memuakan itu mereka akhirnya berjalan keluar ruangan, Axton dan Arabella masuk ke dalam lift. “Apa kau tidak takut jika pria tadi mencari informasi ku? Jika dia tahu kau berbohon kau sendiri yang akan malu Axton!” Ujar Arabella
Axton menarik sudut bibirnya pelan, lalu membalikkan badannya menghadap Arabella. “Tidak usah dipikirkan, dia hanya manusia tidak penting yang selalu menyobongkan harta yang tidak seberapa itu, orang seperti itu memang pantas untuk di bohongi. Kau tahu, mereka hanya bisa menyewa hotel ini, sedangkan aku bisa membeli hotel ini jika aku mau.”
__ADS_1
Arabella menarik nafasnya dalam. Lihatlah, kesombongan ini tak akan pernah hilang dan Arabella tak bisa berharap lebih pada pria ini. Axton bisa memiliki apapun yang ia inginkan, bahkan jika Axton bosan sekalipun pada Arabella ia bisa membuang Arabella kapan pun yang ia mau. Sedangkan Arabella, hanya wanita tak berharga yang sudah mengkhianati kekasihnya sendiri hanya karena terperangkap oleh pesona Axton.