
Dibawa nya aku ke belakang istana ini sebuah pondok kecil terlihat, cukup bersih seperti terawat. Hanya disamping rumah banyak ditumbuhi tanaman gantung yang lebat.
"masuk... tunggu saja disini, nyonya nanti akan memanggilmu".sambil di dorongnya aku masuk ke dalam.
segera pintu ditutup, ku dengar suara kunci seperti nya di kunci dari luar.
"hei.... apa maksud mu? buka pintu nya aku mau pulang".ku gedor- gedor pintu,
ah.. aku terkurung disini. apa maksudnya aku di kurung disini. siapa sebenarnya wanita itu.
ku edarkan pandangan ku, ada tempat tidur ada juga dapur mini. Sederhana tapi nyaman juga. kubasuh wajah ku. ikatan rambutku ku lepas. rambut ku memang panjang tapi aku lebih sering mengikatnya.
kruk...kruk..
Perut ku berbunyi, aduh aku lapar lagi. oh iya ku buka tas kecil ku, sepotong roti yang kubawa dari kontrakan. Lumayan pengganjal perut sambil ku minum sisa air mineral yang di minum wanita tadi. waktu sudah hampir sore. Ingin mandi tapi aku takut tiba-tiba ada yang masuk.
Ada kursi panjang dari kayu. aku pun duduk- dikursi kayu itu sambil mendekap tas ku, karena lelah lama-lama aku pun Ter tidur.
Terasa sesak dadaku kuhirup oksigen dalam-dalam. ku buka mataku perlahan, rupanya hari sudah malam. ruangan gelap pantas saja aku merasa sesak. ku cari saklar lampu dan kunyalakan, sebenarnya aku takut gelap. Jadi ingat saat di panti bila lampu padam, aku lah yang paling kuat berteriak apa lagi kalau lagi sendirian.
__ADS_1
Suara kunci pintu dibuka, dengan cepat kuikat rambutku.
Pintu pun terbuka "Ayo keluar, ikuti aku".
Tanpa suara aku mengikutinya. Rupanya kami masuk lewat pintu depan. Kulihat wanita tadi pagi sudah duduk di kursi ruang tamu.
"Duduk lah, aku ingin bicara? sambil menunjuk kursi di depan nya.
" apa kau mencari pekerjaan. Apa kau punya skill? tanya nya
aku pun menggeleng.
"aku hanya lulusan Menengah Atas. Tak punya keahlian apapun nyonya.
" ehm... apa itu tan.. te? tanya ku.
"ikut aku ke ruang kerja ku".katanya, aku pun mengikutinya dari belakang.
Ruangan kerja dengan unsur modern didesain dengan warna putih justru menampakkan kesan yang luas.
__ADS_1
Dia pun menyuruhku duduk.
" Aku sudah menikah hampir 7tahun. Itu foto suami ku". sambil menunjuk foto di ujung ruangan.
Tampak sebuah foto pernikahan yang laki-laki gagah dengan jas hitam nya menambah ketampanannya. Tante pun dengan gaun putih leher sabrina, sungguh sangat cantik.
"7 tahun menikah kami belum dikaruniai momongan, bahkan suami ku pun menikah menjalin hubungan dengan wanita lain. tapi sama juga belum punya anak". panjang lebar wanita itu menjelaskan.
" terus apa hubungan nya dengan ku tante?, aku bingung apa hubungan nya dengan ku.
Akhirnya tante Sheila menjelaskan pada ku, yang intinya dia ingin aku mengandung anak suami nya.
"a... pa tante, maksud tante aku jadi istri yang ketiga? kataku setengah berteriak.
"ya seperti itu, kecuali kamu ingin hanya teman ranjang saja".
aku menggeleng, " gak tante aku gak mau".
"Hanya 1 tahun saja Aku yakin kamu bisa memberikan anak, Aku kasih 500 juta jika kamu bersedia". sambil bersedekap tangan di dada.
__ADS_1
kulihat dia menulis sesuatu, apa itu.
" ini cek 200 juta, setelah berhasil Aku beri sisanya. Tapi jika kamu tak mau, kamu pun tak bisa keluar dari sini dengan mudah".