Tawanan Sang Mafia

Tawanan Sang Mafia
TSM Bab 121 - Tatto Naga


__ADS_3

Tentang Frans dan Zena.


Frans adalah yang bertanggung jawab untuk mengurus biaya rumah sakit Zeon. Awalnya Frans pun merasa enggan untuk direpotkan oleh pria koma tersebut.


Meski telah ikut andil dalam selamatnya sang Boss dalam tragedi Bom waktu itu, namun tetap saja tak bisa mengubah fakta bahwa Zeon adalah musuh bebuyutan Black Venom.


Bahkan Zeon adalah seseorang yang telah melenyapkan semua keluarga Liam.


Namun lambat laun Frans jadi terbiasa untuk selalu datang ke rumah sakit dan memastikan keadaan pria itu, terbiasa pula bertemu dengan Zena.


Sampai entah bagaimana caranya tiba-tiba mereka berdua terhubung saling ketergantungan satu sama lain sampai akhirnya sepakat untuk bersama.


Untuk pertama kalinya akhirnya Frans bisa merasakan apa itu jatuh cinta.


Emang sebelum meresmikan hubungan mereka berdua tentu saja Frans membutuhkan persetujuan Liam. Dan alangkah senangnya pria itu ketika Liam pun tak menghalangi.


Dan keduanya telah menyusun rencana untuk segera menikah setelah Zeon sadar.


Zena sangat menyayangi sang kakak dan dia ingin Zeon hadir di hari pernikahannya. Di hari paling bersejarah dalam hidup Zena.


Tapi ternyata semuanya berjalan di luar rencana, semalam Zeon sadar dan pagi ini pria itu sudah tidak berada di ruang rawatnya.


Zeon di culik.


"Bagaimana ini Frans? Ayo kita lapor polisi, jangan diam saja, ayo kita cari kakakku!" rancau Zena yang sudah tidak bisa tenang.

__ADS_1


Menggunakan baju dinasnya sebagai guru, Zena hendak langsung berlari mencari sang kakak.


Namun Frans dengan cepat menahan.


"Lepas Frans! Lepas! di luar salju turun! dia pasti kedinginan! Lepas!" pekik Zena yang pikirannya makin kacau, meski sang kakak sudah sadarkan diri Tapi tetap saja kondisinya belum stabil.


Zeon masih harus tetap mendapatkan perawatan yang intensif.


"Tenang lah Zena, tunggu sebentar, sebentar saja. Tuan Liam pasti akan segera datang," balas Frans, dia memeluk erat tubuh sang kekasih, tak peduli meski Zena terus meronta dan menangis.


"Aku mohon tenang lah, beri aku waktu untuk berpikir," mohon Frans.


Dia tak bisa seperti ini, tak bisa berpikir jernih disaat Zena ringkih.


Di saat keadaan sedang kacau begitu, tiba-tiba ada seseorang yang menghampiri mereka di ruang rawat Zeon. Itu adalah pihak keamanan rumah sakit.


Frans hanya bisa mengangguk, dengan terus memeluk Zena di sampingnya mereka berjalan menuju ruang keamanan rumah sakit.


Dengan sesenggukan dan kedua mata yang terus mengeluarkan air mata, Zena pun melihat secara lengkap rekaman CCTV itu, saat ada beberapa orang pria yang menggunakan baju serba hitam masuk ke dalam ruangan sang kakak dan membawa Zeon pergi.


Zena seketika lemas tubuhnya, pandangannya mendadak berputar dan akhirnya dia jatuh tak sadarkan diri.


Frans mencoba tenang dalam keadaan sekacau itu, dia bahkan masih memeluk Zena yang tak sadarkan diri di dalam dekapannya.


"Stop!" ucap Frans ketika wajah salah satu penculik itu nampak jelas di kamera CCTV. Dia meminta rekaman itu untuk di pause.

__ADS_1


Pria itu memang menggunakan masker, namun tatto naga di lehernya nampak jelas.


Dragon. Mereka jelas anak buah Dragon.


Batin Frans.


Namun belum sempat berpikir lebih jauh, ada seseorang yang mengetuk pintu ruang keamanan tersebut.


Saat dibuka, ternyata yang datang adalah Dansel dan tuan Liam.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Rekomendasi bacaan baru, jangan lupa mampir ya, dijamin ngakak ...


Judul : The Red Moon


By : Dhevis Juwita



Blurb :


Sebagai sword master, Arnette Bavaria bertanggung jawab atas invasi iblis menyerupai monster yang akan menghancurkan wilayahnya.


Arnette melakukan perjalanan lintas waktu untuk mencari anak yang lahir di bulan merah dan bertemulah dia dengan sosok Agam yang ternyata mempunyai stigma iblis.

__ADS_1


"Aku mau menikah asal kau bisa memberiku 400 anak sapi, 900 kambing, 100 uang perak, 300 lembar kain sutra, dan 2 kotak harta karun!" tegas Agam.


__ADS_2