Tawanan Sang Mafia

Tawanan Sang Mafia
Bella Junior?


__ADS_3

Bab 2


Malam ini Arabella dan Axton belum tertidur, waktu sudah menunjukkan pukul 12 malam dan hal itu membuat Arabella menghembuskan napasnya perlahan sambil turun dari atas ranjang, ia sudah memaksakan diri untuk tidur namun melihat Axton yang masih saja berdiri dengan ponselnya di balkon membuat Arabella tak tanang, ia tahu Axton masih mengkhawatirkan kejadian tadi, walau pada akhirnya acara pernikahan berjalan kembali lancar hingga selesai, tetapi segala hidangan atau minuman yang akan diberikan pada Arabella harus di seleksi terlebih dahulu oleh Jack.


Arabella membuka pintu kaca penghubungung kamar mereka dengan balkon perlahan, namun hal itu tetap disadari Axton yang langsung menoleh dan memutuskan panggilan yang sedang ia terima. “Mengapa kau belum tidur sayang?” tanya Axton, ia membantu Arabella untuk duduk di kursi yang ada disana.



“Aku tidak bisa tidur jika kau tidak tidur sayang, jangan terlalu mencemaskan hal tadi sayang, siapa tahu itu bukan rajun, mungkin saja Ayah ku hanya salah lihat,” ucap Arabella mencoba untuk menenangkan Axton.



Axton menggelengkan kepalanya cepat, ini yang selalu ia takutkan jika Arabella bersamanya, beberapa kejahatan mengintai mereka. Beberapa orang telah Axton curigai, keluarga Matthew yang datang dan menaruh rasa iri pada Axton menjadi orang yang paling Axton curigai. Bagaimana para rekan? Ada sedikit kemungkinan, namun Axton kini tengah mencari beberapa orang mencurigakan diacara pernikahannya, Jack sudah mendapatkan CCTV dari tempat itu dan belum ada hal mencurigakan yang ditemui.



“Aku sayang mencemaskan mu sayang, haruskan kita mencari tempat tinggal yang jauh lebih aman?” tanya Axton.

__ADS_1



Senyuman halus diberikan Arabella sambil mengusap tangan Axton. “Setiap kejadian yang berbahaya ada diluar sayang, rumah ini sangat aman, lagi pula aku sudah berjanji tidak akan pergi kemana pun, disini ada Dad, Laura dan Sarah yang menjaga ku, rumah ini sudah sangat aman sayang,” ujar Arabella pelan.



Dengan perasaan yang masih penuh kesal dan amarah, Axton mencoba untuk membalas senyum Arabella. “Baiklah, tapi kau harus berjanji untuk tidak kemana\-mana saat aku pergi. Besok ponsel baru untuk mu akan datang, hanya ada nomor ku, Jack, dan Dad. Aku harap kau tidak sembarangan memberikan nomor ponsel baru mu pada siapa pun tanpa sepengetahuan ku, ponsel itu pun bisa memudahkan aku untuk mendapatkan titik lokasi dimana pun kau berada, jadi aku tetap bisa mengawasi mu dari jauh,” ucap Axton.



“Akhirnya aku bisa memiliki barang itu lagi,” kekeh Arabella.




Lagi\-lagi Arabella menganggukkan kepalanya sambil tersenyum. “Aku percaya dan aku akan mengikuti semua peraturan yang kau buat, aku percaya semua yang kamu lakukan tentunya baik untuk ku,” balas Arabella. “Sekarang lebih baik kita tidur, aku tidak bisa tidur tanpa kau disamping ku kau tahu?” kekeh Arabella.

__ADS_1



“Kau sudah mulai berani menggoda ku sekarang,” jawab Axton. Ia berdiri terlebih dahulu dan mengambil tangan Arabella dengan lembut, menuntun Arabella untuk masuk ke dalam kamar mereka kembali.



Setelah mereka berdua masuk, Axton menutup terlebih dahulu pintu kaca dan melepaskan ikatan tirai yang membuatnya menjuntai menutupi semua kaca besar. Arabella berjalan terlebih dahulu kearah ranjang dan membaringkan tubuhnya yang tak lama setelah itu disusul oleh Axton yang langsung memeluknya, mengusap pelan perut Arabella. “Menurut mu siapa yang akan lahir? Axton junior atau Bella junior?” tanya Axton membuat Arabella terkekeh pelan.



“Sepertinya Bella junior, karena dia sangat manja dan selalu ingin dekat dengan mu,” jawab Arabella.



Axton tertawa kecil, ia mencium hidung Arabella dengan gerakan yang cepat. “Itu bukan keinginan bayi, tapi memang kau saja yang selalu ingin dekat dengan ku sayang,” kekeh Axton gemas.


__ADS_1


Fyi Axton belum curiga sama Aurora ya karena Aurora ga dateng ke acara pernikahan.


__ADS_2