
"Apa kau sakit?" Tanya Axton cukup khawatir, ia menatap wajah Arabella yang sedikit memerah.
Arabella menggelengkan kepalanya dengan cepat, “Tidak, hanya saja bau wine kali ini cukup menyengat,” jawab Arabella.
Kening Axton berkerut samar, ia menatap gelas yang ada ditangannya. “Menurut ku sama saja,” gumam Axton pelan lalu kembali menoleh pada Arabella. “Kau ingin kembali pulang sekarang juga?” Tanya Axton kembali.
“Tidak, aku bisa menahannya, sepertinya aku sedikit tidak enak badan,” ucap Arabella.
__ADS_1
Namun, tanpa menunggu lebih lama, Axton menaruh gelas diatas kursi samping tubuhnya. Tangannya dengan sigap memegang bahu Arabella. “Kita kembali sekarang saja, kau harus diperiksa Bella.”
Arabella menahan tangan Axton yang mengajaknya untuk bangkit, ia merasa tak enak jika harus membuat Axton meninggalkan acara lebih cepat dari pada seharusnya. “Tidak perlu Axton, aku hanya mual saja, tidak perlu diperiksa,” tolak Arabella secara halus, namun Axton tetaplah Axton yang keras kepala, ia tak menerima saran Arabella sedikit pun.
“Jangan menolak, Bella. Aku sudah berjanji pada ayah mu untuk menjaga mu dengan baik, lebih baik sekarang kita pulang, lagi pula acara inti sudah selesai, hanya perbincangan kecil yang membosankan sampai sore,” jelas Axton.
Arabella pun menggigit bibir bawahnya, tetap saja ia merasa terlalu merepotkan Axton hanya karena rasa mual yang tak bisa Arabella tahan. Pada akhirnya Arabella menghembuskan nafasnya pelan, ia pun mengganggukkan kepalanya. “Baiklah, tapi aku tetap tidak ingin di periksa, aku hanya sedikit tidak enak badan sepertinya.”
__ADS_1
Setelah percakapan singkat itu, mereka pun berjalan masuk ke dalam gedung, menghampiri beberapa orang yang ada disana dan berpamitan dengan alasan kesehatan Arabella. Jack yang biasanya selalu sigap menghampiri Axton kini di gantikan dengan seorang pria yang Arabella tak kenal, ia membantu Axton membukakan pintu mobil dan hal ini cukup berlebihan bagi Arabella, ia tak sesakit yang dibayangkan Axton.
“Apakah benar tak apa-apa kau meninggalkan acara ini?” Tanya Arabella ketika mereka sudah masuk ke dalam mobil dan Axton sudah berada disampingnya.
Axton menoleh pelan dan tersenyum, “Tentu saja, aku tidak bisa mengajak mu berkeliling gedung jika keadaan mu sedang tidak stabil, beristirahatlah, aku akan membangunkan mu jika kita sudah sampai,” ucapan Axton benar-benar lembut, bahkan ia menepuk bahu sebelah kirinya untuk menandakan Arabella tidur di sandaran bahu pria itu.
Senyum Arabella pun mengembang, ia menyandarkan kepalanya dan memeluk tangan Axton dengan lembut, mencoba memejamkan matanya dan tidak ingin mendengar ucapan Axton yang menyuruhnya selama dua kali untuk beristirahat. “Terima kasih,” ucap Arabella pelan.
__ADS_1
Tak ada ucapan yang Axton berikan, hanya sebuah tepukan ringan di bahunya yang cukup nyaman bagi Arabella. “Tidak perlu berterima kasih Bella, aku akan menjaga mu selama aku bisa,” jawaban itu terdengar seperti sebuah bisikan yang manis, membuat Arabella kembali memejamkan matanya dan bersandar dengan nyaman pada bahu Axton.
Mobil pun mulai melaju dengan perlahan, meninggalkan halaman gedung yang masih tampak ramai, dan Arabella baru menyadari lagi-lagi gedung itu pun cukup tertutup dengan gerbang tinggi yang mengelilinginya.