
“Istirahat lah di kamar mu, aku harus mengunjungi beberapa tempat dulu,” ucap Axton saat mereka baru saja masuk ke dalam rumah.
Arabella menganggukan kepalanya, ia tidak mungkin bertanya kemana Axton akan pergi karena pria itu akan menjawab sesuatu yang mengesalkan. “Dan satu lagi, aku sudah menyiapkan satu ruang untuk menemani rasa jenuh mu, Sarah akan mengantarkan mu,” ucap Axton.
Mata Arabella pun berbinar mendengar itu, rasanya ia tak sabar melihat ruangan apa yang di maksud. “Boleh aku kesana sekarang juga?” Tanya Arabella begitu antusias.
“Tidak, Bella. Istirahat lah dulu, aku tahu selama diperjalanan kau tidak nyaman saat tidur,” jawab Axton. Tanpa menunggu lama Axton pun berbalik dan keluar dari dalam rumah. Pria itu sepertinya benar-benar sibuk dan tak kenal lelah.
Arabella menoleh kearah Sarah yang belum pergi meninggalkannya, “Bisa kau mengantarkan aku ke ruangan yang di maksud?” Tanya Arabella semangat.
__ADS_1
Sarah tersenyum lembut. Ia menganggukkan kepalanya. “Tentu saja Nona, tapi setelah aku tunjukkan aku harap kau langsung kembali ke kamar mu sesuai perintah Tuan Axton,” ujar Sarah dengan nada seperti seorang ibu yang tengah memberi tahu anaknya.
Arabella pun dengan semangat menganggukkan kepalanya, “Aku berjanji,” jawab Arabella. “Apakah sesuatu yang menyenangkan?” Tanya Arabella kembali saat mereka mulai berjalan kearah tangga dan menaik satu persatu anak tangga dengan pelan.
“Mungkin bagi Laura cukup menyenangkan, karena aku tak bisa menggunakannya,” kekeh Sarah pelan.
Mereka mulai berjalan kearah sayap kanan lantai 2, lalu berhenti pada sebuah ruangan yang selama ini selalu terlihat dikunci. “Ini ruangan khusus mu Nona,” ucap Sarah sambil mengeluarkan kunci dari dalam saku dress nya, ia membuka pintu itu pelan dan mata Arabella berbinar seketika.
“Apa kau yang mengusulkan ini Sarah?” Tanya Arabella, ia pernah bercerita tentang kesukaannya pada Sarah, dan Arabella yakin Sarah memberitahu Axton jika dirinya selalu bosan setiap harinya.
__ADS_1
Namun Sarah menggelengkan kepalanya, bahkan Sarah sedikit kebingungan menatap Arabella. “Tidak Nona, aku sama sekali tidak pernah mengusulkan apapun pada Tuan Axton, dia tiba-tiba menyuruh ku membereskan ruangan ini dan beberapa orang datang membawa box berisikan barang-barang ini,” jawab Sarah. Lalu terlihat raut ragu dari wajah Sarah saat menatap Arabella. “Aku melihat hubungan mu bersama Tuan Axton sangat membaik Nona, apa kalian sudah menjalin hubungan yang lebih—“
“Tidak Sarah, aku tidak memiliki hubungan apapun bersama Axton, jangan pernah berpikir yang tidak mungkin,” potong Arabella dengan cepat, bahkan wajahnya bersemu merah mendapatkan ucapan seperti itu.
Sarah hanya tersenyum lembut, “Aku sudah lama bersama Tuan Axton, baru kali ini aku melihat ia begitu perhatian pada mu,” ucap Sarah sambil terawa kecil.
Arabella menggelengkan kepalanya cepat, “Aku ingin istirahat Sarah, besok pagi aku akan mencoba lukisan pertama ku disini,” ujar Arabella sambil berjalan terlebih dahulu keluar dari ruangan, ia tak bisa lebih lama lagi membahas tentang Axton, rasanya terlalu mendebarkan walau hanya mendengar namanya saja.
__
__ADS_1
Jangan lupa like, komen ya.