Tawanan Sang Mafia

Tawanan Sang Mafia
Terjebak


__ADS_3

Semenjak Aurora menemukan dirinya sudah berada di atas ranjang dengan Sam, ia menjadi sangat canggung berada di dekat asistennya sendiri.


Amarah Aurora saat itu benar-benar tinggi, ia hampir saja memecat Sam, namun yang ucapan Sam yang menjelaskan semuanya sungguh membuatnya malu, ia sendiri tak mengerti dengan apa yang ia lakukan saat itu, benar-benar bodoh dan ceroboh! 'Kau sangat mabuk Nona, kau yang memaksa ku untuk melayani mu, bagaimana pun aku ini pria normal.'


"Arghhh!" Pekik Aurora keras, seharian kemarin ia berdiam diri di dalam kamar dan tidak ingin melihat wajah Sam sedikit pun, apa yang akan di katakan orang-orang jika ada yang mengetahui Aurora baru saja tidur bersama asistennya sendiri, benar-benar memalukan.


Sebuah pesan masuk kembali berbunyi, Aurora mengambil ponselnya dengan malas, siapa lagi jika bukan Ayahnya yang selalu saja menanyakan perkembangan mendekati Axton.


Kening Aurora mengkerut samar, ia membaca dengan teliti apa yang sudah ia baca tadi, bukan kah seperti mimpi? Aurora baru saja mendapatkan sebuah pesan singkat dari Axton!


[Hai Aurora, bisakah kita bertemu hari ini? Perasaan ku sedang benar-benar kacau saat ini. Axton.]

__ADS_1


"Apakah aku bermimpi?" gumam Aurora, seketika ia bersemangat dan turun dari atas ranjang, ia menatap diri dari pantulan cermin. "Astaga, aku harus segera menata rambut ku," ucap Aurora kemudian.


Kakinya melangkah kearah balkon dan duduk menikmati pemandangan yang disuguhkan. “Ayo Aurora pikirkan apa yang akan kau ketik terlebih dahulu,” gumam Aurora bersemangat, ia tak pernah menyangka rencana balas dendamnya malah mengantarkan Axton untuk kembali padanya. Saat ini Axton pasti sedang hancur dengan keguguran Arabella, menganggap wanita itu tidak becus dalam menjaga kandungannya.


Senyum Aurora semakin mengembang saat ia menyadari jika Axton tidak benar-benar mencintai Arabella, ia hanya melakukan tanggung jawab pada bayi yang dikandung Arabella.


[Apa ada sesuatu yang buruk? Mari kita bertemu dan ceritakan semuanya agar kau tenang.]


Tak berapa lama, balasan Axton kembali muncul.


Ingin rasanya Aurora berteriak saat ini juga, tak ada rasa senang yang melebihi rasa senangnya kali ini. Dengan cepat Aurora menghubungi Sam, ia sudah tak memperdulikan apapun lagi saat ini, yang terpenting ia harus mempersiapkan diri secantik mungkin untuk bertemu dengan Axton.

__ADS_1


\~


Semantara di sana, Axton tersenyum kecil, firasat yang ia miliki rupanya benar, Aurora dalang di balik ini semua. Saat ia sampai di Casino, Jack memberikan hasil informasi jika nomor yang ada di ponsel Leon adalah milik Samuel, setelah di selidiki lebih jauh rupanya Samuel adalah asisten Aurora.


Axton akan mempersiapkan kejutan kecil sekaligus pelajaran untuk keduanya. Pandangan Axton tertuju pada sebuah map yang berisikan semua bukti dan hasil test kandungan racun hingga informasi Sam dan Aurora.


“Ayo kita bersiap-siap,” Axton membuat Jack yang ada di hadapannya menganggukkan kepalanya patuh.


Sam, apa hukuman yang cocok untuk pria itu? Dia hanya menerima perintah dari Aurora, tetapi Axton tetap tak akan puas jika pria itu di diamkan begitu saja.


“Jack,” panggil Axton, Jack menghentikan langkahnya dan langsung berbalik menghadap Axton.

__ADS_1


“Ya Tuan?”


“Aku ingin kau menculik Sam saat aku berbincang dengan Aurora di dalam ruangan,” ujar Axton kemudian.


__ADS_2