
Pada akhirnya, mereka memutuskan untuk bermalam dirumah ini, selesai makan malam mereka berkumpul didepan sebuah pintu kamar yang awalnya dibuat khusus untuk Arabella. “Karena kamar dirumah ini hanya ada 2, aku sudah memutuskan untuk Bella tidur di kamar ini dan kau tidur dikamar sana, sedangkan aku akan tidur di sofa luar sambil menonton tv,” jelas James.
Axton mengerutkan keningnya dalam, ia merasa keberatan dengan keputusan yang dibuat. “Bukankah ini rumah ku? Aku yang seharusnya membuat keputusan. Jika ada dua kamar mengapa tidak kau saja yang menempati kamar disana? Aku bisa tidur bersama Bella,” ujar Axton.
James menggelengkan kepalanya pelan, “Aku tidak akan memberikan Arabella sebelum kau menikahinya, ingat Axton, kali ini aku sudah tidak memiliki hutang apapun pada mu,” balas James penuh kemenangan, kapan lagi ia bisa bersikap seperti ini bukan?
Axton yang masih belum menerima ingin kembali protes, namun dengan cepat Arabella menahannya. “Ini sudah malam, lebih baik kita tidur sekarang, bukankah besok kita harus kembali ke Maxico?”
Dengan berat hati Axton akhirnya berjalan menuju kamar yang ada dibagian kiri rumah, masuk dengan tak bersemangat dan duduk di tepi ranjang. “Benar-benar menyebalkan,” gumam Axton, padahal ia ingin tidur bersama Arabella dengan banyak perbincangan yang akan mereka bahas.
__ADS_1
Sebelum tidur, Axton mandi terlebih dahulu untuk menyegarkan tubuh, namun saat ia menatap jendela kamar yang besar sebuah ide melintas. Dengan cepat Axton mengenakan pakaiannya dan bergegas keluar kamar. Disana James sedang berbaring diatas sofa dengan sebuah semilut tipis yang ia kenakan, James tampak asik dengan tayangan acara tv yang tengah menunjukkan acara gulat dalam ring. “Pindahlah ke kemar ku, aku akan menjadi hotel diluar sana,” ucap Axton membuat James menyadari keberdaan Axton dan menoleh kearahnya.
“Kau yakin? Astaga kau memang memiliki hati yang baik, sofa mahal ini terlalu licin, tak nyaman bagi ku,” kekeh James.
“Bagaimana pun kau akan menjadi mertua ku, biar aku yang mengalah dan mencari hotel didekat sini.”
“Ya, aku suka dengan rencana mu, hati-hati lah dijalan, jangan mencari hotel yang terlalu jauh,” pesan James.
Perlahan James membuka pintu rumah dan menutupnya kembali dengan senyuman lebar. Bukannya mencari hotel yang dijanjikan, Axton berjalan dengan langkah mengendap kearah belakang rumah, mencari jendela kamar miliki Arabella yang masih terang.
__ADS_1
tok, tok,
Axton mengangkap bayangan Arabella yang mulai berjalan kearah jendela. “Bukalah, ini aku,” ucap Axton.
“Axton?” Pekik Arabella ketika pintu jendela terbuka, wajah nya tampak kebingungan. “Sedang apa kau disini?” Tanya Arabella berbisik.
“Aku merindukan mu,” jawab Axton, dengan cepat Axton membuka lebar jendela kamar Arabella dan masuk rancananya berhasil, malam ini ia bisa tidur bersama Arabella.
“Bagaimana jika Ayah ku tahu?”
__ADS_1
Axton tersenyum sambil menggelengkan kepalanya. “Tenang saja, dia tidak akan tahu,” ucap Axton, melihat mata Arabella yang semakin menyipit tak percaya Axton dengan cepat merangkul tubuh Arabella dan membawanya ke tepi ranjang. “Ada beberapa hal belum aku tunjukkan, aku pun akan menceritakan masalalu ku dan yang paling terpenting aku ingin memeluk mu sepanjang malam mulai hari ini,” ucap Axton membuat Arabella tersenyum.