
Baru saja anak buah Axton melepaskan ikatan di tangan Leon, sebauh ide melintas di pikiran Axton. “Kau sudah memberitahu orang itu jika tugas yang kau kerjakan gagal?” Tanya Axton tiba-tiba membuat beberapa pasang mata menatap kearah Axton dengan gerakan halus.
Leon menggelengkan kepalanya lemah, ia menarik napas dalam dan menatap Axton. “Aku takut mereka mengambil kembali uang yang sudah mereka berikan, jadi aku hanya mengatakan jika semuanya berjalan dengan lancar,” gumam Leon.
Axton yang mendengar itu seketika tersenyum, jika memang dalang di balik ini semua adalah Aurora, ia akan membuat jebakannya sendiri. “Bagus, aku senang mendengar itu,” ucap Axton.
\~
Arabella terbangun dari tidurnya, ia menatap jam dinding sudah menunjukkan pukul 2 malam. Suara pintu yang terbuka membuat Arabella terusik dalam tidurnya.
__ADS_1
Kening Arabella mengerut samar saat ia menyadari Axton tak berada di sampingnya. Arabella pun turum dari atas tempat tidur dan mengenakan jubah tidurnya dengan cepat, ia berjalan kearah pintu dan membukanya dengan perlahan. “Dad?” Gumam Arabella pelan. “Dad!” Panggil Arabella sambil menuruni setiap anak tanggan dengan cepat.
“Bella? Kau tidak tidur?” Tanya James sedikit terkejut, di tengah malam seperti ini Arabella masih terjaga.
“Kau dari mana Dad? Ini sudah sangat malam, jangan keluar malam sembarangan, disini sangat berbahaya,” ucap Arabella.
“Tenang sayang, aku hanya berjalan-jalan disekitaran taman untuk mencari udara, aku tidak bisa tidur malam ini,” jawab James berbohong, ia sudah membicarakan hal ini bersama Axton untuk menutupi tentang pencarian mereka mengenai racun tersebut, mereka tak ingin Arabella terbebani pikirannya. “Tidurlah Bella, tidak baik untuk kesehatan kandungan mu.”
Jamas bingung seketika, saat mereka sudah sampai di halaman Axton sudah terlebih dahulu masuk ke dalam rumah dan James sendiri tidak tahu dimana keberadaan Axton kini. “Aku tidak tahu sayang,” jawab James jujur.
__ADS_1
Arabella hanya tersenyum kecil dan tidak bertanya lebih jauh lagi. “Mungkin ada di kamar mandi, aku langsung mengecek keluar kamar tadi,” jawab Arabella. “Kalau begitu aku kembali ke kamar ku Dad, tidur lah.”
Arabella pun berbalik dan kembali menaiki anak tangga, ia membuka pintu kamar dan benar saja, Axton sudah ada di dalam kamar dan tampaknya baru saja menutup pintu lemari. “Kau dari kamar mandi sayang?” Tanya Arabella.
Axton yang baru saja menaruh kembali jas nya hanya bisa tersenyum sambil menganggukkan kepalanya, ia berjalan kearah Arabella dan memeluk lembut tubuh Arabella. “Ya, dan saat aku kembali kau tidak ada di atas ranjang, jadi aku mencari mu di lemari,” kekeh Axton.
Tawa Arabella seketika muncul, ia memukul pelan lengan Axton. “Astaga, kau ini sejak kapan senang membuat lelucon seperti itu,” ucap Arabella.
Mereka pun kembali menaiki ranjang dan Axton menaruh selimut diatas tubuh Arabella dengan begitu pelan. “Tidurlah, aku akan menjaga mu,” ucap Axton.
__ADS_1
Arabella tersenyum lembut, ia mengusap pelan jemari Axton yang ada di perutnya. “Terima kasih sayang,” jawab Arabella, perlahan kelopak matanya tertutup dan mengantarkan Arabella menuju mimpi indahnya.