
"Ma, kamu lihat ponsel ku tidak?" tanya Reza pada sang istri.
Ajeng yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi segera menggelengkan kepalanya, dia tidak tahu apa-apa tentang ponsel suaminya tersebut.
"Tadi perasaan ku letakkan di meja tapi kenapa sekarang tidak ada," ucap Reza pula, seraya terus mengingat-ingat di mana terakhir dia meletakkan benda pipih itu.
Sekarang sudah hampir jam 08.00 sudah saatnya dia pergi ke kantor tapi ponselnya malah tidak ditemukan.
"Coba cari yang benar Mas, Sean juga sudah pergi sekolah tidak mungkin ada padanya kan?" tanya Ajeng pula, dia yang baru selesai mandi segera memakai baju.
Sementara Reza sibuk sendiri mencari ponselnya, pria itu tidak tahu jika benda itu saat ini sedang digunakan oleh sang adik untuk menghubungi calon suaminya.
Rilly bahkan tidak merasa bersalah sedikitpun saat menggunakan ponsel kakaknya itu.
Dan kabar tentang pernikahan Rilly dan seorang pria bernama Liam akhirnya pun didengar juga oleh Louis.
Meski kini Louis telah tinggal di Servo, tapi tetap saja dia selalu mengetahui semua kabar tentang Rilly. Baginya Rilly masihlah poros hidup dia, selama Rilly belum menikah maka baginya masih selalu saja ada harapan bahwa mereka akan kembali bersama.
__ADS_1
Namun setelah mengetahui kabar ini maka runtuhlah semua harapan dia.
Meski Louis telah bebesar hati untuk menjadi ayah bagi baby Elsa, namun tetap saja dia tidak bisa membuka hatinya untuk Casandra.
Penyesalan atas Rilly telah membuatnya mati rasa, seumur hidup rasanya hanya akan dia gunakan untuk meratapi diri sendiri.
"Gadis itu akan menikah, apa kamu akan datang ke Indonesia?" tanya Casandra.
Pagi tadi baby Elsa merengek ingin bertemu dengan Louis, dan akhirnya Casandra membawa sang anak ke kantor. Dia pun sebenarnya sudah berusaha untuk menjauhkan anaknya dengan sang adik ipar, tapi nyatanya tetap seperti ini hasilnya.
Elsa tetap saja menjadikan Louis sebagai daddynya.
"Hem, aku akan datang. Apa kakak mau ikut juga?" tanya Louis. sejak dulu hingga saat ini panggilan Louis dengan Casandra tidak berubah, kakak, mengisyaratkan bahwa Casandra tetaplah kakak iparnya.
"Benarkah aku boleh ikut?" tanya Casandra pula, mendengar tawaran itu dia pun tersenyum lebar. Rasanya bukan hanya sekedar akan menghadiri sebuah pesta pernikahan tapi juga sekaligus liburan.
"Tentu saja, Elsa pasti menangis ingin ikut denganku, kalau dia ikut artinya kakak juga harus ikut."
__ADS_1
"Baiklah, tapi apa aku boleh mengajak Fredly?" tanya Casandra dengan malu-malu, Fredly adalah pria yang saat ini sedang dekat dengan Casandra.
Elsa memang cukup dekat pula dengan pria itu, tapi tetap saja daddynya hanyalah Daddy Louis.
"Tidak apa-apa, kita akan pergi sehari sebelum pesta itu digelar," putus Louis.
"Oke, kalau begitu aku akan pulang sekarang, lagi pula Elsa sudah tidur," balas Casandra.
Louis hanya menganggukkan kepalanya setuju.
Dan ketika baby Elsa beserta kakak iparnya meninggalkan ruangan ini, sepi kembali merayapi hati pria itu.
Louis membuka ponselnya dan melihat masih banyak foto kebersamaan dengan Rilly.
Saat mereka terus bersama di belakang semua orang, cinta yang sembunyi-sembunyi namun begitu indah.
Kini saatnya Louis benar-benar melupakan semua kenangan itu.
__ADS_1
Dengan hati yang terasa begitu berat, akhirnya Louis menghapus foto itu satu per satu.