
Arabella menatap Axton dengan senyuman manis, ia mangusap pelan rambut yang selalu tertata rapi itu. “Jadi, apa yang sebenarnya dilakukan Ayah ku hingga membuat mu memilih siap menjadi seorang Ayah?” tanya Arabella.
Axton membalas senyuman itu yang dengan perlahan menghilang. “James mengatakan aku akan merasakan sakit jika melihat anak ku tumbuh bersama pria lain yang dianggapnya Ayah. Dan aku sangat tidak ingin anak ku kelak memanggil Daniel dengan sebutan Daddy, percayalah Bella, Daniel tidak sebaik yang kalian pikir,” ucap Axton.
Kening Arabella sedikit berkerut, senyumnya mulai pudar dan kini wanita itu menghela nafasnya. “Tidak, dia pria yang baik, aku sudah memilih mu, jadi berhentilah mengatakan Daniel pria yang tidak baik. Kau tahu? Aku selalu merasa bersalah sudah mengkhianatinya, namun aku rasa cinta ku lebih berat kepada mu.”
Axton mengeluarkan ponselnya dengan cepat, ia menarik bahu Arabella untuk semakin merapat padanya. “Aku ada 2 bukti yang mugkin saja akan mengejutkan mu, jadi bersiaplah dari sekarang, aku sebenarnya tidak ingin memberitahu mu masalah ini, namun aku takut membuat kesalahan dan membuat mu berbikir untuk kembali pada pria itu.”
__ADS_1
“Hei, apa yang kau pikirkan? Aku tidak akan pernah berpikir mencari pria lain, lebih baik aku bekerja seorang diri untuk—“
“Dan aku tidak akan membiarkan hal itu sayang. Mari ubah panggilan yang lebih manis untuk kita?” tawar Axton yang sukses membuat senyum Arabella kembali muncul.
“Ya, kita kau menginginkan itu,” kekeh Arabella. “Oh ya, apa yang ingin kau tunjukkan? Aku tak sabar apa yang kau maksud.” Arabella mengalihkan pandangannya pada ponsel Axton yang menunjukkan sebuah Email.
Arabella tak bisa berkata, ia melihat dengan jelas jika di dalam foto tersebut memanglah Daniel dan Edlyn. “Ya, itu adalah sahabat ku, namun menurut ku itu sangat wajar, Daniel merasa sakit dan menjadi seseorang yang membuatnya tenang, Edlyn sosok wanita yang—“
__ADS_1
“Oh ayolah Bella, jangan terlalu mempercayai orang, aku sangat yakin kedua orang ini sudah bermain sejak lama dibelakang mu. Aku sebagai pria tidak mungkin mendatangi wanita yang statusnya adalah sahabat dari kekasih ku, aku akan mendatanginya hanya jika bersama mu, dan orang yang aku datangi pertama disaat aku hancur yang pasti adalah sahabat ku sendiri, alih-alih sahabat kekasih ku yang tidak terlalu aku kenal, benar? Atau memang benar Daniel sedekat ini dengan Edlyn jika di depan mu?” Tanya Axton.
Arabella menggelengkan kepalanya pelan, “Tidak, Daniel dan Edlyn seakan menjaga jarak mereka selama beberapa bulan ini. Tapi aku sangat yakin Axton—“
“Sayang,” ralat Axton membuat Arabella memutarkan bola matanya malas.
“Tapi aku sangat yakin sayang, Daniel dan Edlyn benar-benar baru dekat saat aku menghilang, mungkin saja mereka selalu bersama dalam mencari ku—“
__ADS_1
Axton yang sudah tak tahan dengan Arabella yang selalu membela Daniel, pada akhirnya menunjukkan sebuah foto keduanya yang tegah bermesraan di dalam rumah Edlyn. “Lalu menurut mu mereka akan saling jatuh cinta disaat kehilangan mu? Semudah itu melupakan mu dalam waktu satu bulan dan pada akhirnya mereka bebas melakukan kontak fisik? Sayang ku, aku sangat yakin jika ini bukanlah pertama kali untuk mereka, buka lah mata mu dan yakinkan Ayah mu jika sewaktu-waktu dia masih menghubungi pria ini.” Axton menatap Arabella dalam. “Aku tak senang jika ada seseorang yang mengkhianati ku, dan aku tak senang saat Ayah mu selalu menghubungi Daniel dimana pun Ayah mu berada.”