
"ini cek 200 juta, setelah berhasil Aku beri sisanya. Tapi jika kamu tak mau, kamu pun tak bisa keluar dari sini dengan mudah".
Namira pun diam ber fikir, apa ini? bagaimana Aku bisa menjadi istri ketiga. Tiba-tiba di luar terjadi keributan, mereka tersentak kaget. kemudian disusul suara tembakan.
dor... dor... dor
Tante Sheila meraih pistol di laci mejanya dan berlari ke pintu. ku lihat dia menguncinya.
"Ayo ikut Aku, kamu harus sembunyi".tante Sheila menarik tangan namira dan memasukannya ke dalam lemari.
"Jangan keluar sebelum benar-benar aman".pesannya
Namira hanya mengangguk. Gemetar itu lah yang dirasakan, detak jantung Namira berdebar cepat.
ya ampun... apa ini akhir dari segala nya. Aku belum membalas budi baik ibu panti.
Entah berapa lama Namira tertutup di lemari, kakinya terasa kram karena lama tertekuk. belum lagi napasnya, sesak.
Hening tak ada suara dari luar. Namira hampir saja keluar ketika tiba-tiba pintu ruangan di buka paksa dari luar.
"Periksa seluruh ruangan". terdengar seseorang memerintahkan.
"Baik bos".
Namira menahan napas, ditutup nya mulutnya seakan takut bersuara.
Ya Tuhan tolong aku..
__ADS_1
Suara langkah kaki semakin mendekat, dan tiba-tiba pintu lemari di buka.
"Ada seseorang di dalam lemari bos". sambil menodongkan senjatanya.
" tolong jangan sakiti aku" suara namira bergetar menahan tangis.
Seseorang pun mendekat, laki-laki itu menunduk kan tubuhnya.
"siapa kamu?" sambil tangan nya mencekal lengan Namira.
"Na.. Namira".jawabnya.
" Seperti nya dia bukan anggota disini bos. jawab salah satu anak buahnya.
"bawa dia". perintah seseorang yang di panggil bos, dia adalah Rudolf tangan kanan Damian sang mafia terbesar di negara Y
"lapor Tuan, kami tak menemukan Alex. Bahkan istrinya juga tak ada di dalam. Tapi ada seorang gadis yang kami temukan". lapor Rudolf pada Damian.
" Siapa dia? bawa lemari".kata Damian
"baik Tuan" panggilan pun terputus.
Seketika itu mobilpun berjalan meninggalkan rumah mewah itu.
Sementara itu Sheila yang terkena luka tembak dan bersembunyi akhirnya setelah keadaan aman dia pun keluar.
Dengan tertatih dia menuju ruang kerjanya.
__ADS_1
"****,... mereka membawa gadis itu". umpatnya.
Baru kali ini 2hari berturut-turut Sheila terkena luka tembak. Untung dia masih bisa selamat. peluru tak Menembus organ vital.
" Hallo... Sayang, anak buah Damian menyerbu rumah ku. Aku terluka cepat lah kemari". Sheila melakukan panggilan ke alex suaminya.
Beberapa menit kemudian,
"Sheila.. Sheila.. kamu dimana? teriak alex.
" sayang Aku disini". teriak Sheila dibalik meja bar mini rumah nya.
Segera alex menuju bar, diliatnya Sheila meringis kesakitan menahan sakit, wajah nya pucat.
"Ayo kita ke rumah dokter Rudi".seraya menggendong tubuh istrinya.
Alex pun menghubungi dokter Rudi.
...---------------------...
Sementara di tempat lain, Namira yang belum sadarkan diri di masuk kan sebuah ruangan sempit, seperti mirip sebuah gudang.
" Apa kalian tak menemukan Sheila? tanya Damian.
"Kami tak menemukan nya Tuan, menurut salah satu informan Sheila masuk ruang kerja. Tapi saya hanya menemukan gadis itu." Rudolf menjelaskan.
" Siapa dia, kenapa bisa ada di ruangan sheila? "
__ADS_1
Semua diam tak ada yang bisa menjawab pertanyaan Tuan mereka. Karena menurut informasi gadis itu juga baru hari itu ada di Sana.