
Pintu lift terbuka, mereka berjalan menuju kamar dan Arabella hanya mengekor saat Axton membuka pintu kamar. "Aku sudah menyiapkan baju tidur untuk mu disana," ucap Axton sambil berlalu begitu saja masuk ke dalam kamar mandi.
Arabella berjalan kearah sebuah paper bag yang entah sejak kapan berada disana. Dengan gugup ia membuka peper bag tersebut, pikirannya sudah sangat yakin jika pakaian yang dipilihkan tidak akan jauh dari yang ada dirumah Axton. Namun sangat tak disangka, didalam paper bag tersebut terdapat baju tidur yang cukup tertutup, berlengan panjang dan juga celana panjang berwarna merah maroon. Seketika senyum Arabella pun mengembang, itu artinya Axton tidak akan memaksanya untuk malam ini.
Tak berapa lama, pintu kamar mandi terbuka, Axton mengenakan kaos putih dengan celana pendeknya berjalan kearah ranjang dan langsung menghempaskan dirinya sendiri. “Aku harap malam ini kau tidak menggoda ku Bella, hari ini cukup melelahkan bagi ku,” gumam Axton yang kini sudah memejamkan matanya, ia tidur menghadap kearah jendela, pria itu terlihat benar-benar kelelahan.
Arabella yang mendengar ucapan Axton menoleh tak percaya kearah Axton, kapan ia pernah menggoda Axton? “Aku tak pernah menggoda mu,” gerutu Arabella pelan, ia langsung masuk ke dalam kamar mandi dan mengganti pakaiannya dengan baju tidur yang disiap kan Axton.
-
“Tidak!”
__ADS_1
Sekitar tengah malam, Axton tiba-tiba
terbangun, nafasnya terengah dan keringat dingin teras dikedua tangan Axton. “Ada apa?” Tanya Arabella yang tampaknya baru saja bangun dari tidurnya, Arabella cukup terkejut dengan suara teriakan Axton yang kencang, tatapan Axton begitu terlihat ketakutan.
Arabella dengan cepat mengambil gelas yang berada di atas nakas, ia memberikannya pada Axton. “Minumlah, kau berteriak sangat kencang,” ucap Arabella panik.
Axton menerima gelas itu dan menghabiskan air putih yang ada didalamnya, nafasnya mulai kembali beraturan, ia kembali dihantui masa lalunya, ia merasa hanya seorang diri, tak ada yang membantunya dari pukulan membabi buta dari dua orang bertubuh besar. “Kau mimpi buruk?” Tanya Arabella yang lagi-lagi menyadarkan Axton dari ingatan kelam itu.
Arabella yang masih mengantuk pun tak terlalu memaksa Axton untuk bercerita, ia kembali membaringkan tubuhnya memunggungi Axton sambil menarik selimut hingga menutupi bahunya.
Axton yang merasa tarikan selimut pun menoleh kearah belakang, Arabella sudah kembali tidur dan memunggunginya, rambut panjang wanita itu terurai dengan indah. Perlahan Axton pun membalikkan tubuhnya, ia mendekatkan tubuhnya pada Arabella dan memeluk tubuh ramping Arabella dari belakang.
__ADS_1
Terasa tubuh Arabella terkejut pelan, tubuh itu hendak berbalik namun dengan cepat Axton mengunci pelukannya. “Tidurlah Bella, aku hanya takut mereka datang lagi,” bisik Axton pelan, dalam keadaan setengah sadar ia kembali tidur.
Arabella membuka matanya perlahan, ia merasakan tubuh Axton memeluknya dengan kuat seolah tak ingin melepaskan Arabella. Dengan sangat pelan Arabella menarik nafasnya dalam, terlalu banyak rahasia dalam hidup Axton, ia seakan baru melihat Axton yang ketakutan seperti itu, entah apa masa lalu yang pernah dihadapi Axton, entah siapa mereka yang di maksud Axton. Pikirannya kembali melayang pada percakapan bersama pria tua tadi, Axton jelas-jelas mengatakan harga dirinya pernah diijak, siapa yang pernah menginjak harga diri seorang Axton yang angkuh ini?
—
Masa lalu Axton aku jelasin full mendekati akhir cerita ya, sedih banget🥲
Btw takut kangen sama gantengnya babang Axton nih aku kasih ya
__ADS_1