Tawanan Sang Mafia

Tawanan Sang Mafia
TSM Bab 108 - Makin Cinta


__ADS_3

"LIAM!! hihh!!" Rilly kesal kesal kesal sekali, dia sangat malu. Bahkan merasakan dengan jelas Kedua tangan kekar Liam memeluk tubuhnya dengan erat. Skin to skin pertama kali yang mereka lakukan.


Wajah Rilly sudah nampak begitu merah seperti kepiting rebus, sementara jantungnya sudah berdegup tidak karuan dan tak terkendali.


"Tutup mata mu!" titah Rilly kemudian, tapi bukannya memejamkan mata Liam menatap wajah Rilly dengan lekat, bahkan pandangannya terus turun ke bawah dan melihat dengan jelas dua dadda sintal yang menempel di daddanya.


Sekelebat Liam bahkan seperti melihat puncak dadda itu, hingga membuatnya meremang dan tegang di bawah sana.


"HYA!! Jaga mata mu itu!!" kesal Rilly, saking kesalnya Rilly bahkan mulai menggunakan keahlian bela dirinya, Menendang tulang kering kaki Liam sampai pria itu melepaskan pelukan.


"Awh Ril!" pekik Liam.


Tak sampai di sana, Rilly pun mendorong kuat tubuh Liam sampai jatuh terjerembab di atas ranjang, sementara dia buru-buru mengambil kain yang terjatuh itu dan kembali memakainya untuk menutupi tubuh.


"Awas kamu ya!" geram Rilly diantara kedua tangan yang sibuk merapikan diri.


Tapi saat Rilly mendekat kali ini, Liam bergerak lebih dulu untuk mencekal wanita itu. Mereka terlibat sebuah perkelahian kecil, dan berakhir Rilly yang jatuh diatas ranjang dan ditindih oleh Liam.


Hah hah hah, nafas mereka berdua terengah. Pertarungan itu membuat keduanya cukup kehabisan tenaga.

__ADS_1


Liam tersenyum lebar, melawan Rilly seperti ini justru semakin membuatnya cinta.


Makin cinta.


"Sebentar saja," ucap Liam, setelahnya dia mengikis jarak dan menjangkau bibir Rilly, dilumaatnya. begitu lembut sampai tubuh Rilly terasa merinding.


Tadi Rilly bisa menolak semua sentuhan, tapi sekarang setelah mendapatkan ciuman seperti ini dia seolah hilang kendali.


Rilly seperti terhipnotis dan ikut membalas ciuman itu. Bahkan menurut saat Liam mengajaknya untuk bermain lidah.


Dua tangan Rilly telah di cekal di atas kepala dengan 1 tangan Liam. Sementara tangan Liam yang lain mulai menjamah tubuh Rilly dengan perlahan, hingga bersemayam di lembah sana, lembah yang sudah begitu basah.


Dug! Rilly sontak membenturkan kening mereka berdua saat Liam bergerak liar di bawah sana.


"Jaga tangan mu!" sengit Rilly.


Liam terkekeh, susah sekali membobol pertahanan Rilly ini.


"Iya iya maaf, lihat saja nanti, di malam perttama kita aku tidak akan melepaskan mu," balas Liam, akhirnya dengan terpaksa dia melepaskan Rilly. Bahkan membantu wanita itu untuk duduk.

__ADS_1


"Tidak perlu khawatir aku akan kabur, di malam perttama nanti aku lah yang akan menyerahkan diri," goda Rilly.


Liam langsung memasang wajahnya yang masam, disaat dia sudah rela berhenti Rilly malah menggodanya.


Dan wajah Liam yang masam itu justru membuat Rilly tertawa.


Dengan sendirinya Rilly pun mengecup bibir sang calon suami.


"Sana pulang dulu, besok kan kita sudah menikah," titah Rilly.


"Cium sekali lagi," pinta Liam.


"Baik Mas," jawab Rilly patuh.


Rilly bahkan berpindah tempat duduk, yang awalnya duduk di samping Liam kini jadi duduk di atas pangkuan Liam.


Rilly bahkan menarik tangan Liam untuk menyentuh daddanya dan Liam pun merremas cukup kuat. Liam tau saat Rilly melepaskan ciumannya, maka dia pun harus melepaskan pegangannya tersebut.


"Sudah yah, sanah pergih," ucap Rilly, bicara diantara suaranya yang terengah.

__ADS_1


Liam pun mengangguk, dengan bibir yang tersenyum lebar dia keluar dari ruangan spa tersebut.


Kini benar-benar membiarkan Rilly mendapatkan semua pijatannya.


__ADS_2