
Tak hanya itu yang membuat Axton sampai menggelengkan kepalanya, kali ini tingkah yang di lakukan Arabella sunggu menguji diri Axton, jika ia bisa memilih lebih baik Axton mendapatkan permintaan yang aneh-aneh dari Arabella dari pada harus melihat sang istri yang kini tengah berdiri dengan pakaian tipis yang menyambutnya saat keluar dari kamar mandi.
Axton yang sudah cukup lama tak menyentuh Arabella hampir mengerang kesal melihat lekukan tubuh Arabella yang tampak lebih menggoda, tubuh Arabella kini terlihat berisi dengan perut besarnya yang sudah memasuki kehamilan tua. "Apakah stock baju tidur mu sudah habis sayang?" Tanya Axton, ia berjalan terlebih dahulu melewati Arabella, berbaring di atas ranjang dan mencoba meredam keinginan yang ada didalam kepalanya.
"Apakah aku semakin jelek dengan baju ini?" Tanya Arabella sedih, ia berjalan mendekati Axton yang dengan tiba-tiba berbalik memunggunginya.
"Kau selalu cantik sayang tapi aku sangat lelah," jawab Axton yang tengah berusaha keras memejamkan matanya.
Baru saja ia akan bernapas lega ketika merasakan Arabella menjauh, namun rupanya Arabella melakukan hal yang lebih gawat. Istrinya kini tidur dan menghadap Axton dengan gerakan jemari yang halus mengusap wajah Axton. "Apa kau tidak merindukan aku sayang?" Ucapan Arabella terdengar seperti sebuah ajakan yang menggoda, jika Arabella hanya melakukan semua ini untuk mengerjai Axton itu benar-benar keterlaluan, bagaimana jika Axton tak bisa menahan dirinya?
__ADS_1
Axton mencoba untuk megabaikan godaan dari Arabella, ia tetap memejamkan matanya dengan desiran halus di mana jemari indah itu masih memberikan percikan yang membangunkan keinginannya. "Yah, sayang sekali, padahal aku sangat merindukan mu," gumam Arabella.
Jemari Arabella sudah mulai menjauh dari wajahnya, ia pun merasakan pergerakan samar dan mengintip dari kelopak mata yang terbuka pelan. Arabella sudah memunggunginya dan mulai menarik ujung selimut sampai ke bahu.
Axton yang kembali merasa tak tega akhirnya memeluk Arabella dari belakang, ia mencium lembut rambut Arabella. "Jangan menggoda seperti ini lagi sayang, aku takut kehilangan kendali," bisik Axton. "Tidurlah, besok aku mulai berada di rumah hingga kau melahirkan sayang," lanjut Axton.
Arabella membalikkan tubuhnya, ia menatap tepat kedalam mata Axton, jemarinya lagi-lagi mengusap halus rahang Axton. "Tapi aku merindukan mu sayang," ujar Arabella.
“Dokter mangatakan tidak masalah jika kita berhubungan di usia kehamilan tua sayang,” bisik Arabella.
__ADS_1
Seketika Axton membuka matanya, “Kau serius? Jangan bercanda tentang hal ini sayang,” protes Axton, ia tak ingin menyakiti bayi mereka dan lebih memilih menahan diri untuk menunggu bayi mereka lahir terlebih dahulu.
“Aku serius,” jawab Arabella. “Semua akan baik-baik saja jika kau melakukannya dengan lembut,” tambah Arabella.
Seketika raut wajah Axton tampak bersemangat, dirinya seakan terpanggil untuk menyambut hangan undangan kerinduan yang diberikan Arabella. “Kalau begitu aku akan melakukannya dengan sangat lembut,” bisik Axton. Tangan kokoh itu dengan bersemangat menepis selimut tebal yang menutupi tubuh mereka, matanya mulai menikmati pemandangan indah yang terhalangi sehelai kain.
“Kau tahu sayang? Kau terlihat lebih cantik dan menggoda,” ujar Axton, ia membuka dengan perlahan setiap kancing yang ada pada baju tidurnya.
Arabella tersenyum dan mengalungkan tangannya pada leher Axton, mencium terlebih dahulu Axton dan menarik Axton perlahan hingga kepala Arabella menyentuh bantal. Sebelah tangan Axton menarik sebuah tali pada lampu tidur dan mematikan pencahayaan terakhir mereka.
__ADS_1
\~\~
Selamat malam minggu