Terlempar Ke Zaman Kuno

Terlempar Ke Zaman Kuno
100 Melanjutkan Perjalanan


__ADS_3

“Kau benar, aku akan membersihkan ini jemputlah dia” sahut Azka saat merasakan aura Zhishu yang sangat khas memasuki rumah kosong.


Sepertinya Zhishu sengaja tidak menekan auranya agar mereka semua mengerti kedatangannya.


***


Kini Azka sudah berada di dapur kembali, dia mencuci piring piring itu dengan riang, entahlah suasana hatinya pagi ini benar benar bagus.


Greepp.


“Istri, Zhishu kembali” ujar Zhishu tiba tiba sambil memeluk pinggang Azka dari belakang.


“Menjauhlah leherku geli karna nafasmu itu” sahut Azka santai, namun hatinya sudah gak karu karuan.


‘Apa apaan ini dateng dateng langsung begini! bikin deg degan aja’ batin Azka dengan detak jantung yang sudah tak terkontrol lagi.


“Apa istri tidak merindukanku? sudah seharian penuh loh aku meninggalkan istri” tanya Zhishu dengan posisi yang masih sama, bahkan sekarang dia sengaja menerpakan nafas hangatnya di permukaan kulit leher putih Azka yang terekspose.


“Ya!! bisa minggir tidak” bukannya menjawab kini Azka di buat semakin gelisah, dengan segera Azka mambalik tubuhnya menghadap ke arah Zhishu dengan mata yang menatap tajam ke arah pria tampan yang kini sedang tersenyum manis kearahnya.


“Lihatlah suami tampanmu ini, masa sih di abaikan begitu saja” lanjut Zhishu sambil mengedipkan sebelah matanya membuat Azka menganga.


“Apa kamu meninggalkan otakmu di Kerajaan Kegelapan?” tanya Azka tidak percaya.


“Tidak, aku senantiasa membawanya karna di dalamnya terdapat istriku yang memenuhinya” jawab Zhishu masih dengan gombalannya.


“ZHISHU KEMANA KAMU MEMBAWA TANGAN MU ITU HAH!!! MAU KU TEMBAK BIAR BOLONG SEKALIAN!!” teriak Azka hiteris saat tangan nakal Zhishu mulai membelai leher bagian belakangnya dan semakin membuat Azka takut.


‘Jangan jangan ini bukan Zhishu?’


‘Atau Zhishu sedang di guna guna?’


‘Atau yang lebih parah lagi, Zhishu di rasuki hantu mesum!!’


‘Oh tidak!! atau otaknya sedikit geser akibat terlalu lelah menghadapi masalah’


Cup … Cup …

__ADS_1


“Jangan berfikir yang aneh aneh, ini adalah hukuman karna kamu dengan berani memperlihatkan asetku di depan 4 pria sekaligus” ujar Zhishu sambil mengecup bibir dan leher Azka membuat tubuh Azka menegang.


“Siapa laki laki dengan pakaian terbuka yang sedang makan cemilan di gazebo?” tanya Zhishu sambil melepaskan cepolan Azka lalu menyisirnya menggunakan tangannya.


“Dia Xi Long, Anj*ng berkepala tiga yang membuat masalah disini” jawab Azka dengan patuh membuat senyum Zhishu merekah.


“Kenapa kamu bisa jadi bertambah cantik sih kalau sedang menurut?” tanya Zhishu lagi sambil menguncir rambut Azka tinggi tinggi.


“Ck … balik balik bukannya bikin seneng kamu malah bikin aku kesel” jawab Azka lalu memalingkan wajahnya membuat tangan Zhishu mengikuti gerak kepala Azka.


“Jangan bergerak atau aku akan menciummu lagi” sahut Zhishu sambil menghadapkan kepala Azka kembali.


“Sebenarnya aku ingin menggerai rambutmu, namun kamu makin kelihatan super duper cantik, jadi aku mengikatnya saja seperti biasanya saja, dan hal itu juga semakin cantik, ah aku benar benar bingung” lanjut Zhishu sambil memakaikan Azka jepit rambut emas berbentuk anak panah kecil dengan hiasan berbentuk bunga mawar yang tergantung di pangkal anak panahnya.


“Aku tahu, aku cantik” jawab Azka sambil tersenyum senang.


Gak jadi marah kan.


“Bagaimana apa kuciran rambutku sudah bagus?” tanya Zhishu sambil melepaskan kedua tangannya dari rambut Azka dan beralih menatap hasil karyanya yang sangat indah untuk di lewatkan.


“Ah aku benar benar ingin mengurungmu saja, aku tidak ikhlas jika laki laki lain melihat kecantikanmu” lanjut Zhishu namun tidak di hiraukan sama sekali oleh Azka.


“Kamu dapat dimana jepit rambut ini?” tanya Azka sambil melihat dengan teliti jepit rambut emas yang kini bertengger manis di rambut panjangnya.


Azka fikir Zhishu hanya menjepitnya dengan jepit rambut miliknya, namun Azka tidak merasa pernah membelikan Zhishu dengan bentuk seperti ini.


“Aku membelinya saat di perjalanan, apa kamu menyukainya?” tanya Zhishu membuat Azka menaruh cerminnya di pinggiran pantry sambi mematikan kran air yang lupa belum dia matikan tadi.


“Sangat!! kamu beli di mana? jepit ini sepertinya sedikit sulit untuk di dapatkan?” tanya Azka beruntun membuat Zhishu mengingat kejadiannya.


Zhishu mendapatkan jepit rambut cantik itu saat pelelangan di Dataran tetangga, jepit itu di buat langsung oleh ahli pedang nomor satu di Dataran itu, kenapa ahli pedang dan bukannya ahli jepit?


Zhishu sengaja mencarikan Azka jepit yang juga bisa di buat menjadi senjata, mengingat Azka yang sangat suka memakai jepit rambut untuk memotong leher musuhnya.


“Hanya didekat sini” jawab Zhishu santai sambil membawa Azka kedalam pelukannya lagi.


“Terimakasih” ujar Azka sambil membalas pelukan Zhishu dengan erat.

__ADS_1


“Ah aku benar benar meridukan aroma tubuhmu” ujar Zhishu sambil mencium pundak Azka membuat Azka terkekeh.


Tentu saja Azka juga merindukan aroma cendana yang menenangkan dari tubuh Zhishu.


“Apa kamu sudah makan? mau aku buatkan sesuatu?” tanya Azka.


“Tidak aku mau seperti ini saja” jawab Zhishu santai sambil menggendong tubuh Azka menuju kursi dapur lalu mendudukkan gadisnya di atas pangkuannya dan memeluknya lagi.


“Aku akan memelukmu seperti ini selama seharian penuh, ini sebagai ganti rugi karna seharian kemarin aku tidak melihatmu sama sekali” lanjut Zhishu sambil mengeratkan pelukannya membuat Azka terkekeh.


“Hei jika kita seperti ini terus maka kita tidak akan bisa melanjutkan perjalanan ke Benua Tengah” ujar Azka sambil melepaskan pelukan Zhishu lalu mengelus surai Zhishu perlahan.


Prianya ini benar benar tampan, Azka jadi tidak ikhlas jika seandainya Zhishu akan di tatap perempuan lain.


“Ke Benua Tengah? sekarang? apa istri tidak ingin menangkap Pemimpin Kerajaan Anyelir terlebih dahulu?” tanya Zhishu beruntun.


“Tidak perlu, lagi pula aku sudah tahu identitas dari pemimpin itu, dan juga si pembuat onar (Xi Long) sudah tertangkap, jadi aku hanya perlu membunuh si pemimpin yang sebenarnya agar semua anak buahnya juga mudah di atasi” jawab Azka sambil terus mengelus surai Zhishu membuat Zhishu benar benar merasa nyaman.


Jika sudah begini apa nantinya dia akan sanggup jika Azka meninggalkannya.


“Apa itu Kaisar Iblis?” tanya Zhishu.


“Kau sudah tahu? Pemimpin Kerajaan Anyelir adalah anaknya, jadi kita hanya perlu membereskan ibunya untuk menyelesaikan semuanya” jawab Azka, sebenarnya dia sedikit kaget namun langsung mengerti dengan sendirinya.


Menurutnya dengan identitas sehebat itu, masalah sepele seperti ini mana mungkin dia tidak tahu.


“Kenapa kamu sangat ingin menghabisi Kaisar Iblis?” tanya Zhishu lagi.


“Kau tahu Kaisar Iblis adalah komplotan dari Jendral Fang, dan juga dia yang menyediakan prajurit untuk Jendral Fang jadi aku sangat membencinya, dan juga-”


“Dan juga?”


“Dan juga entah kenapa aku merasa harus melenyapkan Kaisar itu, meski sebelumnya aku belum pernah bertemu tapi saat mendengar nama dan kejahatan yang telah di lakukannya aku benar benar ingin menghabisinya” jawab Azka jujur membuat senyum Zhishu merekah sepenuhnya.


“Kamu memang tidak pernah melepaskan musuhmu begitu saja” sahut Zhishu lalu mengecup kening Azka lama.


“Baiklah sekarang ayo pergi ke Benua Tengah”

__ADS_1


TBC.


Jangan lupa tinggalkan jejak vote, like, komen dan rate 5nya ya guys❤❤ biar author makin semangat ngetiknya💪💪


__ADS_2