
Azka hanya tersenyum lalu beralih menatap Zhishu yang sedang terdiam menatap semua mayat di depannya.
“Kenapa? apa sekarang kau takut padaku?” tanya Azka santai kepada Zhishu.
***
“Istri kau sangat keren” jawab Zhishu kagum menatap Azka dengan mata berbinar.
Azka “..….”
“Apa ada yang sakit?” tanya Azka mendekati Zhishu.
Ah… Azka baru sadar kalau separuh topeng Zhishu hancur, ternyata wajahnya baik baik saja tidak buruk rupa malah terlihat tampan tapi sayang seperempat wajahnya masih tertutup.
“Tidak istri, mereka belum sempat menyentuh ku” jawab Zhishu riang lalu berdiri dari tempatnya.
“Belum sempat apanya, setengah topengmu sampai hancur gitu” ujar Azka menunjuk kepingan topeng Zhishu yang terlepas.
“Ah iya tadi mereka sempat melempar pisau ke arah wajah Zhishu tapi meleset kena topeng ini makanya hancur” jelas Zhishu panjang lebar.
“Sudahlah, maafkan kan aku karna sedikit terlambat” ujar Azka sambil mengelus pucuk kepala Zhishu.
Tao dan Xiao Bai yang melihat Azka meminta maaf sontak menjatuhkan rahangnya.
“Istri apa Zhishu boleh memeluk istri?” tanya zhishu sambil merentangkan kedua tangannya.
“Kau mau mati!!!” teriak Azka membuat Zhishu mengurungkan niat nya.
“Huh apa kau tidak kaget akan perubahan Tao?” tanya Azka lagi.
“Awalnya Zhishu kaget tapi setelah itu Zhishu merasa senang” jawab Zhishu.
“Kenapa?” tanya Tao was was semoga Zhishu tidak ingin menjadikannya hewan peliharaan, awas saja kalau iya.
“Karna saingan Zhishu sudah berkurang” jawab Zhishu senang.
“Saingan!!” beo Tao, Azka serta Xiao Bai bersamaan.
“Iya…. kamu kan macan maka istri tidak mungkin mencintaimu, jadi saingan Zhishu sudah berkurang satu” jawab Zhishu lalu tersenyum sangat lebar.
“Uhukk…uhukkk” seketika Tao tersedak air liurnya sendiri mendengar penjelasan Zhishu.
Xiao Bai sontak menepuk dahinya sedangkan Azka? uhh kepalanya benar benar pusing menghadapi sifat kekanak kanakan Zhishu tangannya memijat kedua pelipisnya.
“Istri apa kamu sakit?” tanya Zhishu cemas.
__ADS_1
Brakk!!!!
“Tuan!!! kau benar bena- astaga!!!! pemandangan apa ini” teriak Bao Yu dengan suara khas anak anak yang tiba tiba masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
Bao Yu sedikit kaget dengan pemandangan di depannya, ada banyak mayat yang sudah tidak berbentuk, darah dimana mana lalu Tao yang sedang terbatuk di bantu Xiao Bai yang menaiki meja untuk menyamakan tingginya.
Dan yang paling mencengangkan adalah Tuannya alias Azka yang sedang memijit pelipisnya dengan zhishu yang memijit bagian pundaknya dan jangan lupakan topengnya yang tinggal setengah memperlihatkan wajah mulus Zhishu yang sebelumnya tertutup.
“Ini ... Tuan apa kau sakit?” tanya bao yu mendekati azka.
“Siapa yang sakit!! singkirkan tanganmu!!” ujar Azka ketus Zhishu hanya menuruti perintah Azka.
“Aku … aku yang sakit” teriak Tao mellow.
“Ahh hanya kau saja yang penting bukan Tuan” ujar Bao Yu lalu memeluk kaki Azka.
Poor Tao.
“Memangnya di bagian mana paman sakit?” tanya Xiao Bai yang sedari tadi mengelus punggung Tao saat terbatuk.
“Hati ku” jawab Tao lebay dengan kesal xiao bai memukul pundak Tao.
“Ahkk kenapa kau memukulku” Tao mengeluh sambil mengelus pundaknya sendiri yang habis di pukul xiao bai.
“Bunda sepertinya obat paman sudah habis” ujar Xiao Bai sambil turun dari atas meja.
Ahh… wajah sangar Tao sangat tidak cocok dengan tingkahnya kalo lagi ngambek.
“Ah iya Tuan, soal i-”
“Masuk kekamar mu terlebih dahulu nanti aku susul setelah itu baru ngomong, ah iya ajak Xiao Bai sekalian” ucapan Bao Yu terpotong dengan sahutan Azka.
“Baik Tuan” jawan Bao Yu patuh lalu menggandeng tangan Xiao Bai keluar namun tidak menuju kamar penginapan melainkan ruang dimensi.
Sepeninggalan Bao Yu serta Xiao Bai Azka beralih membakar semua mayat mayat itu menggunakan elemen apinya sampai tak tersisa.
“Sepertinya keluarga Feng tidak akan melepaskanmu begitu saja” ujar Azka sambil membersihkan darah yang berceceran menggunakan elemen airnya.
“Selama zhishu bersama istri zhishu akan baik baik saja” sahut zhishu dengan tatapan penuh keyakinan.
Azka hanya diam tidak menanggapi, awalnya dia akan membeli sebuah kediaman mewah beserta pelayannya untuk Zhishu lalu meninggalkannya pergi berpetualang mencari lembah kehidupan.
Namun melihat Zhishu begitu percaya padanya entah mengapa membuat Azka mengurungkan niatnya.
Azka menghela nafas kasar, huh biarlah kita ikuti saja alurnya.
__ADS_1
“Tadi aku membelikan mu beberapa pakaian dan aksesoris namun aku tidak membelikan mu topeng, aku benar benar tidak menyangka kalau hal ini akan terjadi dan membuat topengmu rusak” ujar Azka sambil mengeluar tumpukan hanfu yang sangat tinggi dia juga mengeluarkan kotak ukaran sedang yang didalamnya terdapat banyak sekali aksesoris pria.
“Aku tidak ingin tahu alasan kau menutup sebagian wajahmu padahal wajah itu baik baik saja, namun aku akan mencoba belajar membuatkan mu topeng sebagai ganti milikmu yang rusak, pergi bersihkan tubuhmu lalu beristirahatlah” lanjut Azka sambil memakaikan Zhishu cincin ruang untuk penyimpanan yang tadi di belinya di pasar bersama Tao lalu pergi meninggalkan Zhishu.
“Ah aku lupa, cincin itu namanya cincin ruang kau bisa memasukkan semua barang barang mu kedalam cincin itu, dan juga aku hanya ingin bilang jika semua barang barang itu berkualitas tinggi termasuk cincin itu” ujar Azka tiba tiba berhenti di depan pintu.
“Zhishu menggunakan topeng karna ada bekas luka di sekitar mata kiri Zhishu” sahut Zhishu tiba tiba saat Azka bersiap menutup pintu.
Azka hanya tersenyum di balik selendangnya saat mendengarkan penjelasan Zhishu yang sedari tadi diam mendengarkan celotehannya.
Tanpa membalas perkataan Zhishu Azka segera menutup pintu penginapan lalu menyusul anak anaknya ke ruang dimensi.
Sedangkan di dalam kamar Zhishu tersenyum sangat lebar melihat tumpukan hanfu berkualitas tinggi pemberian Azka.
“Punya 4 elemen sekaligus atau bahkan lebih, lalu memiliki 3 hewan kontrak tingkat ilahi, istri kau benar benar penuh kejutan” gumam Zhishu pelan.
“Salam hormat tuan” tiba tiba 2 orang berpakaian hitam turun dari atap bersujud di hadapan Zhishu.
“Bagaimana?” Tanya Zhishu dingin lalu mengambil posisi duduk di atas ranjang, dua orang berpakaian hitam itu langsung bangkit dari sujudnya.
“Keadaan keluarga Feng saat ini sedang mengalami perseteruan antara para Tetua dengan Perdana Mentri Kiri, sekarang keadaan di kediaman itu benar benar kacau akibat memperebutkan 3 botol Holy Water yang di berikan Nona Azka lal-”
“Panggil dia Nyonya besar” dengan cepat Zhishu memotong perkataan salah satu orang berpakaian hitam itu yang sebenarnya adalah tangan kanan serta penjaga bayangan milik Zhishu.
“Baik, mereka memperebutkan 3 botol Holy Water dari Nyonya besar, Perdana Mentri yang sangat menginginkan kesembuhan anaknya pun memilih merebut 3 botol itu dari para Tetua, namun ketiga Tetua itu malah menyalahkan anak sulung perdana mentri karna telah menyinggung Master besar, akhirnya ketiga Tetua itu lebih memilih untuk meminumnya sendiri di banding memberikan kepada cucu mereka akhirnya keluarga Feng mengalami perang dingin” jelas tangan kanan Zhishu panjang lebar.
“Hahaha aku yakin dia pasti sengaja melakukan itu” sahut Zhishu sambil tersenyum senang.
“Tapi Tuan masih ada satu yang membuat kami berdua heran” ujar pengawal bayangan Zhishu.
“Apa?” tanya Zhishu acuh.
“Setelah para Tetua minum Holy Water tubuh mereka benar benar menjadi kuat sampai sampai mereka bertiga langsung menerobos akan tetapi tepat setelah mereka bertiga selesai makan malam tiba tiba kultivasi mereka semua hancur sampai ketitik tidak berguna, tubuh mereka bertiga juga langsung sakit sakitan, dalam hal ini mereka bertiga memfitnah Perdana Mentri Kiri telah memberi mereka racun dengan alasan tidak terima mereka bertiga menghabiskan Holy Water pemberian Nyonya besar, jadilah keluarga Feng benar benar terpecah belah saat ini” jelas penjaga bayangan itu panjang lebar.
“Hahahahaha semakin kesini membuatku semakin tertarik padamu azka, atau istri masa depanku” ujar Zhishu tertawa puas.
.
.
.
.
TBC.
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak vote, like, komen dan rate 5nya ya guys❤❤ biar author makin semangat ngetiknya💪💪