Terlempar Ke Zaman Kuno

Terlempar Ke Zaman Kuno
118 Para Petinggi


__ADS_3

Oh ayolah dia sangat sibuk!! belum juga selesai mencari Token Iblis, ah jangan kan mencarinya, Rencana matang saja Azka belum membuatnya.


Lah ini, dia mau di ajak pergi begitu saja tanpa menanyakan persetujuannya!!


***


Hari ini kesabaran Azka benar benar di uji sama Guru Hwang, tidak hanya memaksanya untuk pergi ke penjamuan, Guru ini juga menyuruhnya untuk menunggu 5 jam lamanya di sebuah pavilium bersama Guru lain dan juga beberapa Murid lain disana.


Guru Ling bersama dengan Murid perempuannya, Guru Yao bersama Murid gagap yang sebelumnya mengipasi Azka, dan Murid laki laki lain yang tidak diketahui namanya oleh Azka.


Er … Guru Guru ini masih kurang satu, kenapa perginya Guru Fao si ahli berpedang?


“Guru, kira kira ini masih berapa lama lagi?” tanya Azka sambil menguap untuk yang kesepuluh kalinya, untung wajahnya tertutup cadar, jika tidak hancur sudah image anggunnya.


“Shuutt sebentar lagi” jawab Guru Hwang membuat Azka membuang mukanya kesal.


Dua jam yang lalu juga bilang begitu, nyatanya sampai sekarang juga masih belum sampai.


“Ahaahaaa ini lama” gumam Azka dengan nada imutnya sambil menopang wajahnya menggunakan kedua tangannya sendiri.


“Bersabarlah sedikit, para petinggi di sini memang bersikap sedikit misterius” bisik Murid perempuan Guru Ling tepat di telinga Azka akibat posisinya yang berdekatan.


“Ya, aku sedang mencobanya ini” jawab Azka lesu membuat Guru Hwang terkekeh.


“Berapa umurmu? kenapa bisa semenggemaskan ini Muridku?” tanya Guru Hwang yang langsung di angguki oleh Azka.


Ya dia memang imut dan cantik tentunya.


“Heeumm saya masih berusia 15 tahun” jawab Azka sambil kembali duduk tegak saat merasakan seseorang mendekat.


Brakk!!


Sontak semua orang menoleh ke arah pintu pavilium dan mendapati Guru Fao yang sedang berjalan dengan kaki terpincang dan tentunya penuh dengan balutan kain putih.


“Astaga!! Fao’er ada apa dengan kaki mu?” tanya Guru Hwang yang segera beranjak membantu Guru Fao yang langsung di tolak dengan alasan ‘Bisa sendiri’.


Percayalah, yang panik hanya Guru Hwang beserta Murid perempuan di sebelah Azka, sedangkan yang lain? jangan kan membantu mereka sendiri sedang kesusahan untuk menahan tawanya karna baru kali ini melihat Guru arogan itu terluka parah.


‘Ya!! apa ini ulah kalian?’ tanya Azka mencoba berkomunikasi dengan para penghuni ruang dimensi yang kini tengah menari nari atas kemalangan Guru Fao.


Laknat emang.


“Bukan Xiao Bai” sahut Xiao Bai yang langsung mendapat tatapan aneh dari Bao yu dan yang lain.


Tentu saja kecuali Zhishu yang dengan santai memakan buah cery sambil mengawasi Azka dari sini.


“Wahh … jika hal mengejutkan itu bukan ulah si jahil Xiao Bai, apalagi kami!! tentu saja kami tidak memiliki waktu sesenggang itu” sahut Xi Long yang langsung di angguki oleh Tao dan Bao yu.


‘Pasti kamu kan?’ tanya Azka pada Zhishu membuat Zhishu terkekeh.

__ADS_1


“Mata di balas mata, dan gigi di balas gigi, Zhishu hanya mengembalikan apa dia berikan dan tentu saja dengan lebihan yang memuaskan” jawab Zhishu membuat Azka langsung melihat kondisi kaki Guru Fao.


‘Wahh … remuk, seperti habis tertimpa sesuatu yang amat berat’ ujar Azka saat melihat betapa menyedihkan kondisi kaki Gurunya, sepertinya dia perlu sedikit berbaik hati.


“Itu tandu Kerajaan” sahut Zhishu membuat Azka tersenyum di balik cadarnya.


‘Jinja daebak!! bagus sekali, Zhishu aku padamu’ sahut Azka sambil tertawa senang membuat hati Zhishu menghangat.


“Ehemm … Guru Fao, apa kaki mu habis tertimpa gunung?” tanya Guru Yao sambil bersusah payah menahan tawanya membuat Guru Fao mendecih.


“Jangan menahan diri, bicaralah saja jika kamu ingin mengucapkan selamat pada kakiku” sahut Guru Fao membuat Guru Yao semakin tertawa.


“Haiss … sudahlah ada Murid lain yang melihat tingkah kekanak kanakkan kalian berdua” sela Guru Ling membuat tawa Guru Yao terhenti.


“Bukannya begitu, tapi kenapa Guru Fao tidak meminta pil penyembuhan saja dari Guru Ling?” tanya Guru Yao lagi semakin membuat Guru Fao enggan menjawab.


Oh ayolah mereka berdua habis beradu argument, mana mau Guru Fao menjatuhkan harga dirinya hanya untuk sebutir pil yang mungkin akan dia dapatkan setelah dia menjual beberapa pedang buatannya.


“Haisshh … sebenarnya dari mana sih datangnya tandu Kerajaan?” tanya Guru Fao sambil mencoba duduk selonjoran di samping Murid laki laki nya.


“Memangnya kenapa? apa kaki mu habis kesandung tandu Kerajaan?” bukannya menjawab Guru Yao malah balik bertanya membuat Azka semangat mendengarkan jawabannya.


“Tidak, ini lebih parah” jawab Guru Fao membuat Guru Yao langsung tertawa.


“Hahahahaha jangan jangan tertimpa ya!!” ujar Guru Yao sambil tertawa cekikikkan melupakan sikapnya yang anggun.


“Mereka datang!!” teriak Guru Hwang yang tadinya mampir untuk mengintip di pintu setelah membantu Guru Fao.


Mendengar itu sontak semua orang menunduk kecuali Guru Hwang yang sedang berlari terbirit birit mendekat ke arah Azka dan Azka yang hanya menatap Gurunya dengan tatapan malas.


Apa semua Guru tua itu lupa umur, kenapa Azka sering melihat mereka berlarian seperti anak kecil tanpa mengkhawatirkan tulang nya.


“Gadis, menunduklah” ujar Guru Hwang sambil menundukkan kepala Azka lalu menundukkan kepalanya sendiri.


“SALAM KEPADA KETUA SHEN, TETUA MING DAN TETUA GU” ujar mereka bersamaan kecuali Azka yang hanya ikut ikutan karna tidak tahu nama mereka.


Sebenarnya hal ini sedikit membuat Azka pangling, bagaimana tidak biasanya Tetua itu ikut berbaur dengan para Guru, sedangkan Ketua adalah orang yang terbilang cukup jarang keluar.


Tapi disini para Tetua juga ikut ikutan jarang keluar, mungkin mereka ikutan berbaur dengan Ketua Akademi hingga membuat kemisteriusannya tertular.


“Bangunlah” ujar seorang pria muda berambut putih sama seperti Zhishu namun untuk ukaran wajahnya jelas masih tampanan Zhishu lah.


‘Aaa… itu pasti Tetua’ batin Azka yang menerka nerka.


“Guru Fao ada apa dengan kaki kiri mu?” tanya seorang wanita, dengan wajah yang mungkin lebih tua dari umurnya namun tetap cantik meski masih kalah jauh dengan Azka.


‘Aaaa dia pasti Tetua juga’ batin Azka lagi lalu beralih menatap pria tua yang sedari tadi diam seperti sedang memikirkan sesuatu.


“Tertimpa tandu Kerajaan, Guru Fao apa kamu merasa menyinggung seseorang yang tidak seharusnya?” tanya pria tua yang sedari tadi diam.

__ADS_1


‘Dia tahu, apa mungkin dia Ketuanya’ batin Azka lagi namun langsung buyar saat mendapat sahutan dari Bao Yu.


“Hilangkan semua pemikiran acak Tuan, yang berwajah tua itu Tetua 1 Ming Yao, sedangkan yang pria muda itu Ketua Akademi Shen Li, dan yang wanita itu sebenarnya berusia lebih dari 50 tahun, namun wajahnya masih terlihat berumur 20 an, namanya Gu Mei, dia Tetua ke 2” sahut Bao Yu dari ruang dimensi yang langsung di angguki oleh Azka.


‘Wahh baru kali ini dia melihat Tetua wanita, dan lagi 20 an apanya!! jelas jelas itu 30’ batin Azka lagi.


“Saya tidak merasa menyinggung siapa pun, hanya saja ini memang sedikit aneh” ujar Guru Fao membuat Azka mendengus kesal.


Tidak menyinggung siapa pun katanya.


Jelas jelas dia menyinggung Zhishu karna telah membuat calon istri masa depannya cedera.


“Beraninya!! tenang saja aku pasti akan menemukan pelakunya dan membuat kakinya merasakan hal yang lebih parah dari kaki Guru Fao” ujar Tetua ke 2 sambil mencengkram pinggiran kursi.


“Ayahanda, wanita tua itu sedang membicarakanmu apa perlu Xiao Bai mematahkan lehernya?” tanya Xiao Bai yang langsung di angguki oleh Zhishu.


“Patahkan saja dan Akademi ini akan gempar” sahut Xi Long membuat Xiao Bai mendecih.


“Cih … hanya wanita tua, gempar apanya!!” ujar Xiao Bai tidak terima membuat Azka tersenyum di balik cadarnya.


‘Kalian ini sudahlah’


“Sudah jangan di perpanjang Tetua Gu, minumlah ini dan kau akan sembuh” ujar Ketua Akademi sambil memberikan Botol Porselen sang isinya pil Penyembuhan tingakat 7.


“Terimakasih Ketua Shen” ujar Guru Fao sambil beranjak mengambil pil itu meski dengan ekstra usaha akibat kondisi kakinya.


“Ketua kita tidak bisa membiarkan pelaku itu lolos begitu saja!” proter Tetua Gu yang masih tidak terima.


“Diamlah!!” balas Ketua Akademi membuat Tetua Gu langsung terdiam.


“Psstt … Guru apa wanita itu adalah ibu dari Guru Fao, dia terlihat sangat khawatir” bisik Azka pada Guru Hwang.


“Maksudmu? Tetua Ke 2 belum menikah” balas Guru Hwang sambil berbisik pula.


“Lantas? apa hubungan mereka? kenapa terlihat begitu mengkhawatirkan Guru Fao?”


🐣🐣🐣


Anyeong hello epribadeh👋, maaf ya 3 hari ini author gak up, sebenernya 2 hari kemarin author sakit jadi gak bisa up, gak bisa bales komen, gak bisa nonggol di grup juga😖😖 sedangkan kemarin malam author niatnya mau up novel ini setelah Young Mother X Mafia, tapi di tengah perjalanan mengetik author ketiduran🙈.


Maaf ya🙏, sebagai gantinya hari ini author bakalan double up😊, dan untuk hari hari kedepan kalo gak ada kendala pasti up setiap hari kaya biasanya.


Sekali lagi maaf ya🙏🙏


See You💃💃.


TBC.


Jangan lupa tinggalkan jejak vote, like, komen dan rate 5nya ya guys❤❤ biar author makin semangat ngetiknya💪💪

__ADS_1


__ADS_2