Terlempar Ke Zaman Kuno

Terlempar Ke Zaman Kuno
137 Pasar Gelap


__ADS_3

Damn it!!


Bagaimana bisa Tao menjawab pertanyaan semenyakitkan itu.


***


“Aaaa ibunda Xiao Bai mau pipis!!!” rengek Xiao Bai yang tiba tiba datang sambil menjambak rambut Bao Yu membuat Tao mendesah lega sekaligus memandang prihatin Rubah itu.


“Heoll!! Yu’er kenapa kamu tidak melawan?” tanya Azka sambil memberikan pil penyembuhan beserta air surgawi untuk Bao Yu.


Rubah sombongnya kini berubah menjadi Rubah gembel dengan pakaian compang camping sobek sana sini, dan jangan lupakan muka tampannya yang penuh bekas pukulan serta tangan punggung yang penuh cakaran Xiao Bai.


Xiao Bai sendiri hanya terluka di bagian punggung tangannya, dan tentu saja bisa di lihat itu bukanlah luka pukulan namun luka karna terlalu banyak memukul.


Kasihan sekali Bao Yu.


“Menyerang yang lebih lemah benar benar menghancurkan citra mulia ku” jawab Bao Yu dengan lancar karna lukanya sudah menghilang.


“Cih sejak kapan kamu mementingkan citra” ejek Azka yang tahu betul jika Bao Yu tidak akan mungkin memukul Xiao Bai.


Bahkan jika itu Tao nya Bao Yu hanya akan membully menyuruh ini itu dan bukannya memukul.


Kalau Xiao Bai mah beda lagi, Naga kecil itu sedikit sulit mengontrol emosinya.


“Aaa ibunda ini sudah di pucuk Xiao Bai tidak tahan lagi” rengek Xiao Bai sambil memegangi ‘itu’ nya di balik Hanfu membuat Azka bergegas bangun dan mengendong Xiao Bai kesemak semak.


“Ini sudah cukup jauh, kamu ingin mengatakan apa?” tanya Azka yang tahu betul gelagat aneh Xiao Bai.


Oh ayolah Xiao Bai nya bukan tipe anak kecil dengan penuh sopan santun, jadi kalau pengen kencing mungkin tinggal kencing di hadapan mereka, buat apa susah susah menahan hanya untuk mencari tempat sepi.


“Ibunda memang yang paling mengerti Xiao Bai” sahut Xiao Bai sambil menunjuk tato mawar hitam di pergelangan tangan Azka.


“Iya aku juga sudah mematikan komunikasi dengan Ruang Dimensi” ujar Azka yang mengerti kemana arah pembicaraan Xiao Bai.


“Sebenarnya Xiao Bai sedikit kecewa dengan ibunda” ujar Xiao Bai sambil menunduk membuat Azka gemas sendiri.


“Kecewa kenapa heumm?” tanya Azka sambil menurunkan Xiao Bai dari gendongannya lalu mensejajarkan tubuhnya dengan Xiao Bai.


“Kenapa ibunda menanyakan hal kejam seperti itu pada paman Tao? apa bunda tidak tahu apapun tentang perasaan paman?” tanya Xiao Bai beruntun membuat Azka menghela nafasnya.

__ADS_1


Sudah dia tebak.


“Anu … meskipun Xiao Bai sering menindas paman Tao, tapi Xiao Bai tetap menghormatinya, Xiao Bai sedikit kagum dengan paman Tao yang mampu menahannya sendirian” lanjut Xiao Bai membuat Azka tersenyum.


“Jadi menurutmu apa bunda harus meninggalkan Zhishu dan lebih memilih bersama Tao?” tanya Azka lembut yang langsung di jawab gelengan kepala oleh Xiao Bai.


“Tidak bukan begitu … setidaknya ibunda jangan mengatakan hal kejam untuk menyakiti perasaannya” jawab Xiao Bai si pakar cinta yang benar benar sukses di usia 100 tahunnya.


“Lantas haruskah ibunda memberinya harapan palsu?” tanya Azka membuat Xiao Bai sontak terdiam.


“Xi’er terkadang tamparan lebih baik dari pada harapan yang tidak akan pernah datang” lanjut Azka membuat Xiao Bai mengangguk lemah.


“Bunda tahu sejak kapan?” tanya Xiao Bai sedikit ragu.


“Entahlah sejak tadi ibunda masih ragu namun setelah mendengar penjelasanmu sepertinya ibunda tidak perlu ragu lagi” jawab Azka sambil mengelus kepala Xiao Bai sayang.


Iblis kecil nya tidak sepenuhnya seperti iblis kok.


“Pokoknya ibunda tidak boleh terlalu kasar pada paman Tao” ujar Xiao Bai membuat Azka terkekeh.


See Iblis kecilnya masih punya hati kecil yang bersih.


“Setuju!! ayo segera pergi ini sudah terlalu lama untuk di sebut pipis” sahut Azka lalu menggendong Xiao Bai yang kini memeluknya sangat erat.


“Tanda pengenal” ujar si penjaga gerbang Kerajaan Iblis tepat saat Azka sampai di depan Gerbang.


Kini Tao di buat ketar ketir, dia benar benar lupa memberitahu Nona nya tentang Kerajaan Iblis yang sangat mementingkan tanda pengenal.


Berbeda dengan Azka yang dengan santainya merogoh lengan hanfunya lalu mengeluarkan tanda pengenal dengan nama Wu Yi Fan membuat Tao melongo.


‘Wu Yi Fan?’ tanya Tao penasaran.


‘Heumm aku membuatnya dengan nama salah satu idolaku dari china’ jawab Azka membuat Tao menghela nafasnya lega.


‘Bagaimana Nona tahu jika tanda pengenal sangat di butuhkan di Kerajaan Iblis?’


‘Sebenarnya aku sudah menyiapkan ini sejak lama, dan ternyata sekarang berguna, huh … jika begini rasanya aku ini berdosa banget sama uri Kris, masa nama kerennya aku sewa dengan tampang bapak tua mesum’ jawab Azka membuat Tao menahan tawanya.


‘Eitss tenang saja, setelah dari pasar aku akan berubah menjadi pria tampan agar nama tampan uri Kris tidak tercoreng’ lanjut Azka yang hanya di angguki oleh Tao.

__ADS_1


“Masuk” ujar penjaga gerbang itu judes namun tidak di hiraukan sama sekali oleh Azka.


Dengan cepat Azka mengambil tanda pengenalnya kembali lalu menyuruh Tao untuk cepat cepat menuju pasar Kerajaan Iblis.


Suasana Kerajaan Iblis benar benar berbeda dengan Kerajaan lain yang pernah Azka kunjungi, Suasana mencekam di dalamnya lebih mendominasi, apalagi beberapa orang yang berkeliaran terlihat benar benar tidak ramah, dan tentunya tingkat kultivasinya tinggi tinggi.


Mungkin lebih rendah tingkat berlian dan paling tinggi mendekati master.


Wah wah … Azka benar benar minder. sayangnya keselamatan para binatang kontraknya lebih di utamakan dari pada rasa mindernya.


‘Di depan sana sudah pasar Kerajaan iblis, dan oh … itu juga ada Pasar gelapnya apa Tuan berniat pergi kesana dan membeli sesuatu yang bermanfaat’ ujar Bao Yu dari ruang dimensi.


“Oke let’s go!!” ajak Azka sambil menepuk nepuk punggung Tao dengan semangat.


Tidak membutuhkan waktu yang lama kini Azka sudah sampai di dalam Pasar Gelap.


‘Mungkin inilah kenapa pasar ini di namakan Pasar Gelap, lihat mereka lebih mementingkan Koin Emas dari pada identitas’ ujar Azka yang baru saja kehilangan sekantung koin emasnya sebagai tiket masuk ke pasar gelap.


‘Tidak tidak koin sebanyak itu sepertinya pasar ini sedang membuka pelelangan’ sela Xi Long yang sedikit mengerti seluk beluk Kerajaan Iblis beserta isinya.


“Pelelangan? sepertinya akan seru” gumam Azka senang.


‘Apa Nona memilih Kelas Atas?’ tanya Xi Long yang merasa biaya masuknya terlalu mahal.


‘Tidak itu akan terlalu mencolok, aku mengambil kelas menengah’ jawab Azka membuat Xi Long mengernyit heran.


‘Kenapa tarifnya mahal sekali’


Sesuai aturan pasar gelap kini Azka meninggalkan Tao binatang kontraknya di luar sedangkan Azka mengambil ruangan di kelas menengah yang terletak di lantai dua, 1 lantai di bawah kelas atas, atau kita lebih nyaman menyebutnya VIP.


“Pelelangan ke 125 telah di mulai!!!” teriak seorang wanita yang memandu pelelangan kali ini.


“125 apa pasar gelap ini masih baru?” tanya Azka penasaran.


‘Tidak, pasar ini memang sangat jarang mengadakan pelelangan, dari segi umur mungkin sudah berusia 50 tahun lebih’ jawab Xi Long yang ikutan nimbrung lewat ruang dimensi.


“Baiklah mari kita nikmati pelelangan kali ini” gumam Azka sambil menyandarkan kepalanya di sandaran kursi.


Yah dia hanya berharap semoga tidak ada keributan yang menimpanya seperti sebelum sebelumnya.

__ADS_1


TBC.


Jangan lupa tinggalkan jejak vote, like, komen dan rate 5nya ya guys❤❤ biar author makin semangat ngetiknya💪💪


__ADS_2