Terlempar Ke Zaman Kuno

Terlempar Ke Zaman Kuno
Hutan Kembar


__ADS_3

“Kita akan kemana nona?” tanya Tao yang sudah berada di luar Istana Kerajaan Timur.


“Hutan!!, terserah Hutan manapun itu” jawab Azka.


***


Di perjalanan Zhishu tak henti hentinya memaki seluruh Kerajaan Timur dalam hati, lihat saja dia pasti akan membuat perhitungan.


“Zhishu, aku benar benar lelah nanti kalau sudah sampai tolong bangunkan aku” ujar Azka kepada Zhishu.


“Baik istri”


Hanya butuh 5 menit Azka sudah terlelap dalam tidurnya dan kali ini Zhishu benar benar mengambil kesempatan dalam kesempitan.


Zhishu menyenderkan kepala Azka pada dada bidang nya, Zhishu juga mengambil cadar yang menutupi wajah cantik Azka lalu membuangnya, tangannya membelai lembut wajah Azka yang terkena noda darah dan menghapusnya sampai bersih.


Tiba tiba Zhishu merasa hanfu bagian depannya basah, karna penasaran dia pun mengangkat sedikit tubuh Azka dan memeriksanya.


‘Hah bagaimana bisa punggungnya berdarah bukannya aku sudah melemparkan semua orang yang menyerangnya dari arah belakang, ini….. aku pasti kecolongan’ batin Zhishu.


Dia benar benar kaget karna di bagian pundak hingga punggung Azka penuh dengan luka sayatan yang masih baru bahkan darahnya pun masih keluar, lalu Zhishu memeriksa bagian telapak tangan milik Azka dan benar saja disana juga penuh dengan luka goresan.


Kini dugaan Zhishu cuma ada dua yang pertama adalah Azka tidak bisa bermain pedang namun tetap memaksa kan diri, akibatnya telapak tangannya lecet dan tergores beberapa kali, dan juga di bagian pundak dan punggung terkena luka sayatan yang artinya Azka belum bisa mengatur kecepatan ayunan pedangnya sehingga dia hanya melakukannya asal dan terlalu kencang saat mengayunkan pedangnya akibatnya ayunan pedang itu kebablas sampai ke pundak dan punggungnya sendiri.


Lalu dugaan kedua, Zhishu benar benar kecolongan namun itu sangat mustahil melihat dia sudah sangat teliti melakukannya jadi dugaan pertamalah yang paling kuat, namun jika Azka tidak bisa berpedang kenapa harus memaksakan dirinya.


“Tao, apakah masih jauh? punggung istri berdarah” ujar Zhishu mengkhawatirkan Azka.


“Bertahanlah sebentar, aku akan cepat dan jangan lupa pegangan yang kuat” sahut Tao yang di angguki Zhishu.


Bagaikan orang kesetanan Tao berlari dengan cepat menuju Hutan Kembar karna hanya Hutan itu yang paling dekat dengan lokasinya saat ini.


Jika itu binatang biasa mungkin membutuhkan waktu 9 jam untuk sampai ke Hutan Kembar berbeda dengan Tao yang notabenya adalah binatang ilahi, dia hanya membutuhkan waktu 30 menit untuk sampai di tengah Hutan Kembar.


Sesampainya di tengah Hutan Tao mencari tempat yang ada aliran sungainya untuk beristirahat, setelah menemukan tempat yang pas Tao segera memanggil ribuan kunang kunang untuk menerangi sungai karna hari sudah beranjak petang.


“Zhishu tolong bangunkan nona” ujar Tao.


“Istri kita sudah sampai” ujar Zhishu sambil menepuk pelan pipi Azka mencoba untuk membangunkannya.


“Eungghhh… dimana ini?” tanya Azka sambil mencoba membuka matanya walau agak susah.


“Sekarang kita berada di Hutan Kembar nona, sebaiknya nona memulihkan tubuh nona sebentar aku akan memanggil anak anak nona” ujar Tao mencari alasan untuk mengeluarkan Bao yu dan Xiao bai di hadapan Zhishu.


Azka segera turun dari punggung Tao di ikuti Zhishu, setelah itu Tao pergi ke semak semak untuk sekedar mencari alasan, begitu pun Xiao bai yang langsung melepaskan lilitannya di tangan kanan Zhishu lalu pergi menyusul Tao.


“Istri ini semua salah Zhishu, maafkan Zhishu karna hanya menjadi beban untuk istri” ujar Zhishu sambil menundukkan kepalanya.

__ADS_1


“Kau ini bicara apa sih, aku tidak pernah menganggapmu beban jadi apakah kau terluka?” tanya Azka sambil membolak balikkan tubuh Zhishu lalu menemukan bercak darah di hanfu bagian depan milik Zhishu.


“Ini kenapa bisa ada darah!!!” lanjut Azka mengeram marah dia mengira darah itu keluar dari tubuh Zhishu.


“Itu tadi waktu istri tidur punggung istri berdarah dan darah itu mengenai hanfu Zhishu, istri tidak perlu khawatir sebaliknya istri harus mengkhawatirkan luka istri sendiri” sahut Zhishu panjang lebar.


“Hanya luka kecil tak perlu heboh” ujar azka menyepelekan luka di tubuhnya.


“Tidak bisa begitu” sahut Zhishu lalu dengan cepat menyobek hanfu bagian depannya lalu melilitkan pada pundak sampai punggung Azka begitupun dengan telapak tangan azka.


Zhishu sangat berhati hati dalam melakukan hal itu bahkan Azka sampai tidak merasa sakit, lilitannya juga sangat rapi layaknya professional sangat membuat Azka curiga.


“Dari mana kau belajar hal ini?” tanya Azka sambil menatap tajam ke arah Zhishu.


“Emm… tubuh Zhishu dulu sering berdarah karna cambukan dan pukulan dari paman dan sepupu namun tidak ada yang mau membantu Zhishu untuk mengobatinya jadi Zhishu belajar sendiri untuk membalutnya, meskipun tidak ada obat namun setidaknya darahnya dapat berhenti” jawab Zhishu panjang kali lebar sambil memainkan telapak tangan milik Azka.


“Zhishu kau harus tau hal ini, semenjak aku memutuskan untuk membantumu di desa waktu itu disitu aku sudah menjadikan mu milikku jadi kau harus ingat hal itu” ujar Azka tiba tiba melenceng dari pembahasan sambil menatap tajam mata Zhishu.


“Ibunda!!!!” teriak Xiao bai tiba tiba dengan wujud bocah berumur satu tahunnya yang sedang berada di gendongan Tao dengan wujud pria dewasanya, lalu di depannya terdapat Bao yu dengan wujud bocah nya memimpin jalan dengan gaya angkuh.


“Kenapa cepat sekali?” tanya Zhishu polos melihat kedatangan kedua anak anak Azka.


“Itu karna aku adalah binatang hebat jadi tidak perlu lama lama untuk menjemput mereka berdua” ujar Tao yang sudah sampai di depan Azka dan Zhishu.


Langsung saja Xiao bai melompat lalu membolak balikkan tubuh ibundanya dengan raut wajah cemasnya.


“Kakak bukannya kau bilang semua orang yang mencoba menyerang dari arah belakang tubuhnya terlempar lalu kenapa punggung bunda bisa terkena sayatan” lanjut Xiao bai meminta kejelasan sambil menyuruh bundanya meminum air surgawi untuk menyembuhkan luka lukanya.


“Itu karna tuan sangat payah dalam berpedang dan tidak bisa mengatur kecepatan laju ayunan pedangnya sendiri akibatnya karna terlalu kencang membuat pedang tuan juga mengenai pundak beserta punggungnya.


“Jika nona belum pandai berpedang kenapa nona memaksakan diri kenapa tidak menyuruh Bao yu yang BISA SEGALANYA itu” ujar Tao sambil menakan kata ‘BISA SEGALANYA’ untuk mengejek Bao yu.


“Ka…kauu dasar macan tua!!” teriak Bao yu tidak terima.


“Sudah sudah lagi pula aku baik baik saja kok, dan juga aku tidak bisa memperlihatkan Bao yu dan Xiao bai pada dunia luar begitu saja itu bahaya” ujar Azka melerai pertengkaran Bao yu dan Tao.


“Memangnya kenapa bisa bahaya?” tanya Zhishu yang sedari tadi diam.


“Karna mereka berdua masih kecil” jawab Azka bohong.


“Sudahlah Zhishu bersihkan tubuh mu di sungai itu aku akan membuatkan mu pelindung” ujar Azka memberi perintah kepada Zhishu.


“Kenapa harus membuatkan Zhishu pelindung bukankah ada istri disini?” tanya Zhishu polos.


“Aku akan mengajak mereka berburu untuk kita makan malam, jadi menurutlah” jawab Azka.


“Baik istri” ujar Zhishu lalu pergi menuju sungai untuk mandi, segera Azka menyuruh Xiao bai membuat formasi pelindung untuk Zhishu.

__ADS_1


Setelah itu Azka menyuruh Tao untuk berburu sedangkan dia dan kedua anaknya menuju ruang dimensi.


Sesampainya di ruangan dimensi Azka segera mandi untuk membersihkan tubuhnya dan dia baru sadar kalau cadarnya menghilang entah kemana.


Bertepatan saat Azka selesai membersihkan tubuhnya Tao sudah kembali dengan membawa 4 ekor rusa sekaligus.


“Cepat sekali” ujar Azka sambil keluar dari istana, kali ini Azka hanya memakai hanfu laki laki polos bewarna hitam sangat sederhana namun harga hanfu itu terbilang sangat mahal.


“Hanya menangkap semut kenapa harus berlama lama” ujar Tao sombong.


Wah wah ternyata sifat sombong Azka kini telah menular kepada Tao.


“Iya iya… Tao yang hebat sekarang bersihkan tubuhmu biar aku yang urus ini” ujar Azka sambil menerbangkan 4 ekor rusa itu ke arah dapur menggunakan elemen anginnya.


“Baik nona” jawab Tao senang karna di puji.


Tidak membutuhkan banyak waktu Azka sudah kembali bersama Bao yu dengan nampan yang penuh makanan lalu meletakkannya di atas meja gazebo.


“Kenapa kita meletakkannya disini apa paman Zhishu tidak ikut makan bersama?” tanya Xiao bai yang tiba tiba datang dari arah istana.


“Kita akan makan bersama tapi sebelum itu mari bahas orang yang ikut campur dengan urusan kita terlebih dahulu” ujar Azka lalu duduk bersila di atas rumput di ikuti Bao yu, Xiao bai dan juga Tao yang habis mandi.


“Jadi sebelumnya aku berniat untuk memanggil Xiao bai saat tuan akan di hujami anak panah namun hal aneh terjadi semua anak panah yang mengarah pada tuan langsung berbalik menuju si pemanah awalnya aku hanya diam karna mereka tidak berniat menyakitimu” jelas Bao yu panjang lebar.


“Lalu untuk para pengawal yang terlempar itu bagaimana?” tanya Xiao bai penasaran.


“Aku pun masih belum tahu, tubuh mereka tiba tiba terlempar begitu saja saat pedang mereka akan mengenai tuan tapi setelah itu aku merasakan aura yang begitu kuat di sekitar aula dan aku tidak tahu persis itu sekutu atau musuh jadi aku menyuruh kalian untuk mundur” jawab Bao yu menjelaskan apa yang dia lihat saat kejadian itu.


“Kira kira siapa yang bisa melakukan hal itu tanpa menyentuhnya” gumam azka memikirkan orang misterius itu


Sedangkan di lain tempat terlihat seorang pria tampan memasuki gerbang Istana Kerajaan Timur di ikuti kedua bawahannya, setiap langkah kakinya menciptakan bunyi ledakan lalu di susul beberapa bangunan Istana yang hancur.


.


.


.


.


TBC.


Jangan lupa tinggalkan jejak, vote, like, ⭐5, dan komen.


Terimakasih sudah membaca😊.


Salam dari “Terlempar Ke Zaman Kuno”

__ADS_1


__ADS_2