Terlempar Ke Zaman Kuno

Terlempar Ke Zaman Kuno
Bao Yu


__ADS_3

“Yang benar saja, aku pikir kaum Rubah Berekor Sembilan telah musnah akibat kutukan itu” jawab Fan Fan dengan pose berfikir yang terlihat tampan.


“Kutukan?”


***


“Kau tidak tahu?” tanya Fan Fan sambil menaikkan salah satu alis nya.


“Xiao Bai baru saja menetas jadi belum pernah berkunjung ke Dunia atas” jawab Xiao Bai sambil menautkan jari jarinya.


Benar benar sedang dalam mode anak baik baik.


“Ah…. tapi kamu pasti tahu kan tentang kaum Rubah Berekor Sembilan yang sangat setia pada Tuannya, sampai rela melakukan apapun meski itu harus mengancam keselamatan kaumnya?” tanya Lan Lan yang hanya di jawab dengan anggukan kepala oleh Xiao Bai.


Xiao Bai memang tahu tentang hal itu, maka dari itu dia sangat menghormati Bao Yu serta meganggap ibundanya sangat beruntung karna bisa mendapatkan Bao Yu bersamannya.


“Apa kamu pernah mendengar sesuatu tentang kakak mu yang mengucap kan kata kata tentang Tuannya yang sebelumnya?” tanya Lan Lan lagi yang masih di jawab anggukan kepala oleh Xiao Bai.


Xiao Bai memang pernah mendengar Bao Yu berkata tentang Tuan sebelumnya kepada Azka, bukan hanya tentang lembah kehidupan tapi juga tentang dapur yang berada pada ruang dimensi.


“Kamu tahu kan tentang peraturan, jika Tuan dari kita memutuskan kontrak hidup dan mati secara paksa maka binatang itu akan kehilangan seluruh ingatannya tentang Tuannya yang sebelumnya, jadi pertannyaannya dari mana kakakmu mengetahui tentang Tuan yang sebelumnya?” tanya Lan Lan kembali mencoba memberi petunjuk pada Xiao Bai.


“Dan yang terakhir, kontrak hidup dan mati tidak akan pernah bisa berakhir jika Tuan dari binatang kontrak tidak meninggal atau memutuskan kontrak itu secara paksa, jadi pertannyaannya, kenapa kakak mu masih hidup dan masih mengingat masa lalu Tuannya yang sebelumnya?” tanya Fan Fan menyahuti.


“Jawabannya, mungkin Tuan dari kakak mu yang sebelumnya pernah berada pada ambang kematian jadi dia memilih opsi untuk memutuskan kontrak secara paksa agar kakak mu tidak ikut meninggal, dan kamu pasti tahu akibatnya kan?” tanya Lan Lan kembali memberi petunjuk pada otak sedang Xiao Bai yang di paksa terus berfikir tentang hal hal di luar batasnya.


“Kakak akan kehilangan ingatannya tentang Tuannya yang sebelumnya, tapi…. bagaimana bisa kakak mengingat hal itu, dia bahkan mengatakan pada bunda tentang Tuannya yang sebelumnya yang mencari lembah kehidupan, ini apa apaan!! dan juga apa hubungannya dengan kutukan itu” jawab Xiao Bai yang kini sakit kepala, ngeblank gak karoan.


“Ah aku jadi kasihan sama otak kecilmu yang harus di paksa mengerti tentang hal ini” ujar Lan Lan sambil menggeleng gelengkan kepalanya.


“Yah percuma memberimu petunjuk sampai mulutku berbusa, Lan Lan coba kau ceritakan saja kejadian yang sebenarnya” sahut Fan Fan lalu mengambil posisi duduk bersila di atas rerumputan.


Sedangkan Lan Lan kini dia menyusul posisi Fan Fan dan tidak lupa menarik Xiao Bai yang masih kebingungan dengan fakta fakta yang baru saja dia dengar.


“Fokuslah aku akan mulai bercerita” ujar Lan Lan sambil menarik nafasnya dalam dalam yang hanya di balas anggukan lemah oleh Xiao Bai.


“Jadi dulu ada satu Rubah Berekor Sembilan yang melanggar salah satu peraturan dari pengadilan surgawi, dia melakukan larangan mencuri buah kehidupan yang di jaga ketat oleh anj*ng anj*ng pengadilan surgawi untuk menyembuhkan Tuannya yang waktu itu sedang sekarat akibat terkena serangan petir, Rubah itu berani mengambil resiko apapun hanya demi sang Tuan agar dapat kembali dari masa kritisnya.


Mendengar itu Kaisar Dewa marah besar dan akhirnya mengutuk semua kaum Rubah agar selalu teringat masa lalu yang di miliki Tuannya, baik itu Tuannya yang sekarang maupun Tuannya yang sebelum sebelumnya.


Dan karna kesetiaan yang di miliki para kaum Rubah pada akhirnya mereka tidak kuat melihat kematian demi kematian dari para Tuannya jadilah mereka bunuh diri karna saking depresinya, maka dari itu aku sedikit heran jika masih ada kaum rubah di dunia ini” cerita Lan Lan panjang lebar.


“Kenapa Kaisar Dewa begitu sentimental sih, itu kan hanya buah!! bisa bisanya dia mengutuk kaum kakak, mereka kan hanya mengabdikan kesetiaan pada Tuannya” sahut Xiao Bai tidak terima.


Bagaimana bisa Bao Yu hidup dengan melihat kematian kematian dari orang orang yang menjaga serta menyayanginya.


“Kamu ini gimana sih, ya wajar lah Kaisar Dewa marah besar! buah kehidupan itu memiliki manfaat untuk memanjangkan umur dan bahkan mampu membuat seseorang yang sekarat kembali hidup” sahut Lan Lan tidak terima dengan Xiao Bai yang mengentengkan keputusan dari Kaisar Dewa.


Yah meskipun Lan Lan dan juga Fan Fan sangat membenci kaum para Dewa tapi tetap saja mereka tidak suka jika kebenaran akan tertutup dengan kesalah pahaman.


“Lah terus apa hubungannya?” tanya Xiao Bai mulai deh songongnya.


“Hidup dan mati sesorang sudah di atur para Dewa, lalu jika ada seseorang yang melampaui batas kehidupannya akan dapat mengakibatkan ketidak seimbangan alam serta pekerjaan para Dewa yang menumpuk” sahut Lan Lan mencoba menjelaskan dengan perlahan.


“Ish… jadi penasaran siapa sih yang memakan buah itu? apa dia masih hidup? dan juga Rubah yang mana yang sampai merelakan kemakmuran kaumnya demi sang Tuan?” tanya Xiao Bai beruntun namun hanya di balas gelengan kepala oleh kedua seniornya itu.


“Jadi apa kami sudah menjawab semua pertannyaan mu?” tanya Fan Fan.


“Sudah, tapi masih ada satu pertannyaan lagi” Jawab Xiao Bai membuat kedua seniornya bertannya tanya.


“Apa?” tanya mereka berdua bersamaan.

__ADS_1


“Kenapa kalian terlihat tidak menyukai Dewi Perang?, dan kenapa pula kalian berdua terlihat panik jika seandainya ibunda adalah Dewi Perang?” tanya Xiao Bai beruntun.


“Untuk yang itu kami tidak akan menjawabnya karna ini adalah bagian dari masa lalu kelam Tuan, tapi yang perlu kamu ketahui hanyalah selagi Nyonya besar bukan Dewi Perang, maupun Reinkarnasi Dewi Perang atau apapun itu yang berhubungan dengan Dewi Perang maka semuannya akan baik baik saja” jawab Fan Fan namun masih menimbulkan banyak pertanyaan di benak Xiao Bai.


Kenapa harus Dewi Perang?


Meski Xiao Bai tidak pernah melihat Dewi Perang karna memang tugasnya hanya menjaga Pedang Naga sewaktu Dewi Perang sudah tidak terlihat lagi, tapi tetap saja dia merasa yakin jika Dewi Perang adalah sosok bijaksana dan baik hati sama persis dengan rumor.


Tapi kenapa dengan kedua seniornya ini yang terlihat tidak menyukai Dewi Perang.


“Jangan terlalu banyak berfikir, kasihan otak kecilmu itu bisa bisa nanti terbakar” ujar Fan Fan lalu tanpa aba aba membawa pergi Xiao Bai kembali ke ruang dimensi di ikuti Lan Lan dari belakang.


“Senior terimakasih, aku harus segera kembali” sahut Xiao Bai setelah sampai di ruang dimensi kembali.


Lalu dengan songongnya pergi begitu saja meninggalkan ruang dimensi Zhishu tanpa menawari es teh kek es serut untuk para seniornya yang sedari tadi dia suruh bercerita.


Dasar bocah gak ada akhlak.


Xiao Bai sendiri sudah tidak memikirkan apapun di otaknya selain untuk segera menemui Bao Yu dan meminta penjelasan tentang identitas sang bunda yang seharusnya di ketahui oleh Rubah itu.


Kita kembali kepada Azka yang kini sudah berada didalam Akademi, dan tidak lupa dia juga mengembalikan uang saku yang tadi di berikan oleh para penjaga gerbang. Azka bahkan menampahkan beberapa kepingan emas membuat para penjaga itu mengucapkan banyak terimakasih kepada Azka.


“Hei hei kamu sudah dengar bukan jika Tetua ketiga telah kembali dari kultivasi pintu tertutupnya loh”


“Hah benarkah, ah aku sungguh tidak sabar untuk mendapatkan pelajaran baru darinya”


“Heh alasan, tapi benar juga sih”


“Tapi sepertinya kepulangannya kali ini mungkin sedikit tidak menguntungkan bagi kita, akibat pemberontakan para penghianat mungkin Tetua ketiga akan sedikit sentimental”


“Ah kau benar, sayang sekali, Tetua ketiga adalah seseorang yang sangat membenci penghianat”


Sebenarnya Azka benar benar tidak ingin kembali ke Akademi mengingat pertengkarannya dengan Zhishu kemarin, tapi apa boleh buat tidak mungkin kan Azka kabur dari Akademi dengan alasan tidak punya muka jika bertemu dengan Zhishu.


‘Nona tidakkah kamu penasaran dengan Tetua ketiga yang sedang di bicarakan para gadis di Akademi?’ tanya Tao dari ruang dimensi.


‘Bukan personil EXO kenapa aku harus heboh’ jawab Azka enteng lalu mempercepat jalannya agar segera sampai di Pavilium Khusus.


Tao sendiri tidak berniat menyahuti lebih lanjut, dia sudah kebal dengan Nonanya yang terkadang mengeluarkan kata aneh yang tidak diketahuinnya.


Krieettt……


Perlahan tapi pasti Azka membuka pintu pavilium khusus dengan hati hati, takutnya terdengar Zhishu atau apapun itu.


“Istri!!!”


Gubrakkk!!!!.....


“Oh Tydack istri!!!” teriak Zhishu heboh saat mendapati Azka yang terjungkal saat dia dengan semangat memanggil Azka yang baru saja melangkahkan kakinya masuk kedalam pavilium.


Dengan cepat Zhishu berlari menghampiri Azka lalu membantunya untuk berdiri kembali, tapi tunggu dulu sepertinya Zhishu mengingat sesuatu.


“Apa pertemuan istri dan Xu Kai berjalan dengan lancar?”


“Sial!!” umpat Azka saat mendengar pertanyaan Zhishu yang membuatnya kesal setengah mati.


“Siapa Xu Kai?” bukannya menjawab Azka malah balik bertanya seperti orang yang kehilangan ingatannya.


“Istri lupa? baiklah lupakan orang tidak penting itu karna istri hanya boleh mengingat diriku seorang” jawab Zhishu yang melenceng dari pembahasan.


“Apa sih kok jadi gombal!!! lagian ini tuh salah kamu, coba bilang sedari awal kalau Fan Fan itu Naga jadi kan aku gak perlu marah marah” sahut Azka masih tidak terima.

__ADS_1


“Memangnya kenapa? aku suka jika istri cemburu karna itu tandanya istri mencintaiku” ujar Zhishu menggoda Azka.


“Ehem ehem, dimana anak anak?” tanya Azka mengalihkan pembicaraan biar Zhishu berhenti ngegombal.


“Entahlah, tadi aku melihat Xiao Bai yang datang datang langsung mencambak Bao Yu lalu melesat pergi begitu saja” jawab Zhishu santai sambil berjalan mendekati meja makan.


“Ini tidak baik, sepertinya mereka berdua bertengkar” ujar Azka menyimpulkan.


“Lalu kenapa kau masih santai santai saja ha!! gimana kalo mereka berdua baku hantam” lanjut Azka meneriaki Zhishu yang kini tengah asik memakan anggur yang entah dari mana asalnya.


“Lagian itu dua tuyul masih kecil kenapa ribut ribut sih” gumam Azka ngedumel sambil menarik Zhishu untuk dia ajak pergi mencari kedua anak asuhnya.


Sedangkan di lain tempat tepatnya di dalam gua dekat air terjun hutan pinus tempat favorite Azka, terdapat dua makhluk berbeda jenis yang kini sedang jambak jambakkan.


Eh salah, lebih tepatnya hanya salah satu yang menjambak karna lelah sudah sedari tadi menannyakan hal yang sama namun tidak di jawab oleh si korban yang di jambak.


“Kakak sekali lagi aku bertanya, jika tidak kamu jawab maka aku akan mencabuti gigi gigi kecilmu itu secara paksa” ujar Xiao Bai yang masih setia menjambaki rambut Bao Yu lawan bicarannya dengan brutal.


“Siapa ibunda? apa identitas ibunda? bagaimana masa lalu ibunda? dan yang terakhir apa bunda punya hubungan dengan Dewi Perang?” tanya Xiao Bai beruntun membuat Bao Yu hanya menghela nafasnya kasar sambil menahan perih di kulit kepalanya akibat jambakan dari sang adik.


“Xi’er, lepaskan dulu tanganmu dari kepalaku” ujar Bao Yu dengan nada dinginnya membuat nyali Xiao Bai perlahan menciut, namun Xiao Bai tidak akan pernah menyerah demi ibundannya.


“Tidak mau!!! nanti jika di lepas kakak akan kabur!!” teriak Xiao Bai dengan suara cemprengnya yang menggema di goa membuat telinga Bao Yu sedikit berdengung.


“Awalnya aku juga sama sepertimu yang mengira Tuan adalah reinkarnasi dari Dewi Perang!!” teriak Bao Yu mulai emosi membuat Xiao Bai perlahan melepaskan tangan mungilnya dari rambut putih Bao Yu.


“Da- dari mana kakak tahu jika aku pernah mengira bunda adalah reinkarnasi dari Dewi Perang?” tanya Xiao Bai sedikit gugup.


“Bahkan bayi dari dunia atas pun tahu jika orang yang mampu mengontrak pedang naga hanyalah Dewi Perang ataupun Reinkarnasinya” jawab Bao Yu sambil merapikan anak rambutnya yang berantakan.


“Jadi bunda benar benar Reinkarnasi dari Dewi Perang?” tanya Xiao Bai tidak percaya.


“Ya awalnya aku juga berfikir begitu, tapi itu tidak berlaku saat aku mengetahui jika Tuan memiliki darah Ashura yang mengalir di tubuhnya” jawab Bao Yu.


“Ashura?”


“Ya!! kau tahu bukan tentang Tuan yang memiliki darah yang kebal terhadap segala jenis racun, itulah darah Ashura, dan perlu di ketahui jika Dewi Perang tidak memiliki darah itu di tubuhnya” jawab Bao Yu yakin.


“Di tambah dengan masa lalu Tuan yang tidak memiliki kejanggalan apapun selain kebangkitan kembali kakaknya yang bunuh diri, membuat ku semakin yakin kalau seandainya Tuan bukanlah reinkarnasi dari Dewi Perang” lanjut Bao Yu membuat pertannyaan pertanyaan aneh mulai muncul di kepala Xiao Bai.


Ibundanya punya kakak?


Kenapa kakaknya bunuh diri?


Apa itu ada sangkut pautnya dengan masa lalu kelam bundanya?


“Ah kepalaku” sahut Xiao Bai sambil memegangi kepalanya yang kini terasa pusing.


Kasihan otak kecilnya yang di paksa berfikir 5 kali lipat dari biasannya.


“Tapi tidak bisa di pungkiri, kenapa aku merasa jika bunda punya hubungan dengan Dewi Perang” lanjut Xiao Bai sambil memijit pelipisnya.


“Heh, itu adalah tugas kita untuk menyelidikinya, karna aku sendiri tidak tahu secara detail tentang masa lalu Tuan, ingatan Tuan hanya di mulai ketika dia sudah berumur 3 tahun dan sudah di rawat di tempat penampungan anak (panti asuhan), untuk yang sebelumnya benar benar masih buram” ujar Bao Yu sambil menepuk pundak Xiao Bai.


“Buram?”


“Ya!! sepertinya ada seseorang yang dengan sengaja menyegel ingatan Tuan untuk dua tahun setelah kelahirannya”


TBC.


Jangan lupa tinggalkan jejak ya guys😁.

__ADS_1


__ADS_2