Terlempar Ke Zaman Kuno

Terlempar Ke Zaman Kuno
83 Kerajaan Iblis


__ADS_3

“Kenapa baru bilang ha!!!” teriak Haechan lalu segera melesat pergi ke ruang dimensi.


“Aku kan juga lupa”


***


Kembali kepada suasana di meja makan yang saat ini sedang ada dua orang yang merayakan keberhasilannya.


Orang itu tidak lain adalah Zhishu dan juga Xiao Bai yang tengah ber tos ria, karna rencana mereka berhasil, di tandai dengan terdengarnya jeritan pilu dari seorang Hua Haechan membuat Zhishu Dan Xiao Bai merasa bangga.


Xiao Bai memang sengaja membuat formasi kedap suara yang tidak sama di setiap sisinya, alhasil orang di dalam kamar itu tidak mampu mendengar suara dari luar namun orang yang di luar mampu mendengar suara dari dalam.


Kenapa begitu? tentu saja karna Xiao Bai ingin mendengar jeritan Bombay dari seorang penguasa Datataran Dong Fang.


“Xi’er lepaskan Tetua ketiga dan masuklah bersama yang lain untuk makan” sahut Azka yang tiba tiba datang sambil membawa 1 nampan besar berisi beberapa makanan.


Hari ini Azka terlihat cantik dengan balutan hanfu laki laki bewarna merah maroon bersulam burung pipit bewarna emas di bawahnya, rambut panjang Azka seperti biasa hanya di kucir tinggi tinggi menggunakan pita bewarna emas tanpa hiasan apapun, tidak lupa cadar bewarna maroon yang terpatri indah di wajah cantiknya.


“Baik ibunda” ujar Xiao Bai patuh sambil meNonaktifkan formasinya dan menarik ular ular api miliknya lalu mengajak Bao Yu dan Tao untuk segera ke ruang dimensi.


“Dan kau Zhishu, mandi sana!!” usir Azka sambil menata makanan di atas meja.


“Istri kamu masih marah?” tanya Zhishu hati hati.


“Tentu saja!!! maka dari itu cepat mandi dan kembali untuk makan bersama temanmu itu” jawab Azka membuat Zhishu tersenyum senang.


Setidaknya meski marah Azka masih memperhatikannya, benar bukan.


“Siapa yang Nona maksud teman si idiot itu?” tanya Haechan yang tiba tiba keluar dari kamar tidak terpakai yang mungkin akan menjadi kamarnya selama mengungsi.


“Istri…. Zhishu tidak ingin mandi” rengek Zhishu tanpa menganggap keberadaan Haechan yang kini berjalan mendekati meja makan dan duduk di depan Azka sedangkan Zhishu dia terduduk di samping Azka dengan rambut yang masih acak acakkan serta pakaian tidur bewarna hitam yang masih melekat indah di tubuh menawan miliknya.


Mana mau dia meninggalkan calon istrinya berduaan dengan saingannya.


“Aishhh terserah, aku akan menemui guru” ujar Azka lalu segera melangkah pergi meninggalkan Pavilium Khusus namun sebelum itu.


“Istri tidak makan?” tanya Zhishu tepat saat Azka akan menutup pintu.


“Jangan hiraukan aku, aku sudah makan tadi sebelum menghampirimu” jawab Azka sambil melambai lambaikan tangannya lalu melesat pergi meninggalkan suasana canggung antara Zhishu dan Haechan.


“Mau kemana kau?” tanya Haechan saat melihat Zhishu mengambil jatah makannya lalu beranjak pergi tanpa memakannya di tempat.


“Apa itu penting bagimu?” bukannya menjawab Zhishu malah kembali bertanya dengan nada ketus.


“Cih, kau mungkin memang bisa memenangkan hati Nona Azka, tapi ini baru permulaan aku Hua Haechan tidak akan menyerah begitu saja” sahut Haechan lalu menyendokkan sup daging buatan Azka kedalam mulutnya.


“Terserah aku tidak mendengar apapun” ujar Zhishu sambil terus melanjutkan perjalanannya menuju kamar miliknya.


“Ah ini enak” gumam Haechan setelah mengincipi sup buatan Azka.


“Tunggu saja, akan aku pastikan kamu akan membuatkan aku makanan seperti ini untukku setiap pagi” lanjunya lalu segera menghabiskan sarapannya agar bisa cepat cepat menemui Azka di Pavilium Atas Awan.


Sesuai rencana, tepat setelah menghabiskan sarapannya Haechan segera berlari menuju Pavilium Atas Awan tanpa menghiraukan beberapa murid yang membungkuk untuk memberikan salam kepadanya.


Yah setidaknya dia harus cepat sebelum Zhishu mendahuluinya.

__ADS_1


Sedangkan di lain tempat tepatnya di Pavilium Atas Awan Azka sedang membuka QnA untuk gurunya sambil bermain pedang.


“Guru menurutmu dimana letak sebenarnya dari lembah kehidupan?” tanya Azka sambil terus menahan serang demi serangan dari Ketua Akademi.


Striingg…. string….


“Benua Xifang” jawab Ketua Akademi santai.


“Perhatikan gerakan teknik pedang yang baru saja aku ajarkan, karna hal ini bisa untuk memperkuat pertahanan saat terdesak, cepat serang aku!!” pinta Ketua Akademi yang langsung di lakukan Azka.


Sesuai perintah Azka mulai gerakan menusuk serta menyebet leher Ketua Akademi, dengan lincah Ketua Akademi langsung kayang untuk menghindari sebetan pedang Azka, tidak menyerah begitu saja Azka menggunakan kesempatan ini untuk menyebet kaki Ketua Akademi, dan.


String!!!!


Azka salah ternyata Ketua Akademi bukan hanya melakukan gerakan kayang namun membalik tubuhnya hingga kakinya menendang gagang pedang Azka sampai terpental jauh.


Tidak berhenti di situ Ketua Akademi langsung memukul punggung Azka yang masih dalam posisi membungkuk hingga Azka jatuh tengkurap mencium tanah, merasa ada kesempatan akhirnya Ketua Akademi hendak menekan punggung Azka dengan kakinya namun sayangnya kakek tua itu masih kalah gesit dengan Azka yang langsung menggelinding ke arah kanan dan bangkit kembali.


“Tidak buruk” ujar Ketua Akademi lalu memasukkan kembali pedangnya ke dalam cincin ruang serta menggantikannya dengan air minum.


“Aku tahu” jawab Azka santai lalu terduduk di atas rerumputan halaman Pavilium Atas Awan.


“Meski letak lembah kehidupan berada di Benua Xifang namun hanya beberapa orang yang memiliki token iblis yang bisa memasuki lembah itu” sahut Ketua Akademi melanjutkan jawabannya tadi tentang lembah kehidupan.


“Token iblis? apa itu di jual?” tanya Azka penasaran.


“Memangnya untuk apa kamu mencari lembah itu?” bukannya menjawab Ketua Akademi malah kembali bertanya.


Dia merasa muridnya ini punya sesuatu yang berhubungan dengan lembah kehidupan, tapi apa? memang benar sih di dasar lembah itu terdapat beberapa harta karun, namun untuk masuk kesana akan sedikit sulit tentunya.


“Hanya ingin” jawab Azka santai membuat Ketua Akademi mengerutkan dahinya.


“Terakhir, kamu juga pasti tahu bukan jika Kerajaan Iblis adalah kerajaan terkuat nomor dua setelah Kerajaan Kegelapan, tapi mengingat beberapa Binatang Iblis yang menjaga kerajaan itu serta betapa licik orang orang di dalamnya mungkin akan sedikit sulit, bahkan jika itu orang hebat sekalipun dengan Kultivasi tingkat langit akhir dia akan tetap kewalahan, apalagi kamu yang hanya berada pada tingkat emas Akhir” lanjut Ketua Akademi mencoba menakut nakuti Azka agar tidak berani menyentuh Kerajaan Iblis yang begitu kejam.


“Entahlah” jawab Azka dengan wajah pasrah.


Namun yang namanya Azka pasti tetap tidak akan menyerah begitu saja, jauh di lubuk hatinya dia sedang merencanakan rencana rencana yang akan di anggap gila oleh beberapa orang.


Apa dia harus merampok anggota inti Kerajaan Iblis?


Atau membegalnya saat di jalan?


Atau menyelinap masuk ke istananya?


Tidak tidak merampasnya lebih baik, karna itu merupakan tindakan berani dan bukan pengecut seperti mencuri.


Tapi satu hal, kali ini Azka butuh informasi tentang identitas identitas pemilik token Iblis, dan orang yang harus dia gali informasinya adalah Jendral Fang yang pernah bekerja sama dengan Kerajaan Iblis.


Tapi aki aki itu udah mati! gimana dong nasib Azka.


Ya!!! itu dia! Fang Lian, dia pasti tahu sesuatu.


“Semoga bocah itu masih hidup” gumam Azka pelan.


“Istri sedang memikirkan sesuatu?”

__ADS_1


“Astaga!!!” teriak Azka kaget saat mendapati Zhishu yang tiba tiba muncul di sebelahnya dengan pakaian yang sudah rapi.


“Sejak kapan kamu di sini?” tanya Azka sembari mengatur nafasnya yang mobat mabit akibat di kagetkan Zhishu.


“Sejak istri membabat habis rumput rumput itu” jawab Zhishu santai sambil menunjuk tumpukan rumput maha karya dari Azka yang tangannya suka kemana mana saat sedang berfikir dengan serius.


“Ah ternyata kebiasaan buruk ku saat berfikir tidak hilang” gumam Azka sambil melihat telapak tangannya yang kotor terkena tanah.


“Apa terjadi sesuatu?” tanya Ketua Akademi sambil menunjuk Haechan yang sedang berlari ke arah mereka bertiga.


“Entahlah” jawab Azka acuh sambil membersihkan telapak tangannya dengan air surgawi.


Sedangkan Zhishu dia hanya mengendikkan bahunya acuh.


“Dasar murid boros” sahut Ketua Akademi sambil menatap sayang kearah genangan air surgawi yang sudah tercemar tanah dan kuman kuman dari tangan Azka.


“Guru mau?” tanya Azka santai sambil menyodorkan satu botol sisanya untuk Ketua Akademi.


“Tidak perlu”


“Sial!! sejak kapan kamu berada di sini?” tanya Haechan kepada Zhishu yang sekarang duduk menyender di bahu Azka.


“Minggir minggir!!!” lanjutnya sambil menarik narik rambut Zhishu agar menjauh dari pundak Azka.


“Apasih!! istri aja enggak keberatan, kenapa Tetua ketiga yang sewot” sahut Zhishu tidak terima dan malah memegang erat tangan Azka sebagai tumpuan.


“Kasian Nona Azka jadi pegal gara gara kamu”


“Enggak tuh, buktinya istri diam saja”


“Nona Azka diam mungkin karna terlalu lelah”


“Lah apa hubungannya”


“Ishh gak mau tahu cepat minggir!!!” teriak Haechan final sambil terus menjambak rambut putih Zhishu.


“Yah sepertinya aku tidak di anggap disini” gumam Ketua Akademi meratapi nasibnya yang terabaikan.


“Bisa diam tidak!! aku sedang berfikir!!!”


🐣🐣🐣


BONUS PICT🥳🥳🥳



Sumber pinterest


Foto imut Bao Yu❤ maaf ya jika tidak sesuai dengan ekspektasi kalian🙏😁.


Bao Yu Rubah Berekor Sembilan yang menyimpan banyak sekali rahasia tentang masa lalu Azka dan tentang dirinya sendiri yang nyatanya masih ada di dunia ini meski kaum Rubah Berekor Sembilan telah musnah.


Jika Bao Yu adalah penunggu Ruang Dimensi mawar hitam, lalu apa mungkin Terlemparnya Jiwa serta Raga Azka ada hubungannya juga dengannya? bukankah dia yang menyarankan Azka untuk melompat ke jurang? apa dia punya maksud lain selain membantu Azka melarikan diri?


Mau tahu jawabannya? hohoho ikutin terus Terlempar Ke Zaman Kuno, dan dapat kan jawabannya di chapter chapter yang selanjutnya😅😅.

__ADS_1


TBC.


Jangan lupa tinggalkan jejak ya guys😁❤


__ADS_2