
“Baiklah aku sangat tidak sabar menantikan jawaban itu” ujar Zhishu sambil mengeratkan pelukannya dan kembali membenamkan wajah Azka di dada bidangnya.
Karna Zhishu tidak ingin Azka melihat semburat pilu yang tercetak jelas di matanya.
***
Pagi ini Matahari tengah bersinar sangat terik, hingga membuat sinarnya masuk ke sela sela jendela kayu di kamar pavilium milik Azka yang hanya tertutup oleh kain dan bukannya gorden.
“Zhishu … psstt Zhishu ya … bangunlah, yang lain sudah menunggumu di luar untuk sarapan” bisik Azka tepat di telinga Zhishu membuat sang empu sedikit bergerak gusar dari tidurnya.
“Zhishu aku bersungguh sungguh jika kamu tidak segera bangun maka ikan bakar hasil tangkapan Tao akan ludes di makan Xi Long!!” teriak Azka sambil menarik selimut yang menutupi tubuh Zhishu.
“Aihhh … istri, sebentar lagi” gumam Zhishu sambil menarik Azka untuk tertidur di sampingnya.
Cup.
Sontak mata Zhishu terbuka dengan sangat lebar saat mendapati bibirnya tengah di kecup Azka dengan singkat, membuatnya membalik posisi menjadi menindih sang gadis.
“Istri kau tahu, sangat tidak bagus melakukan hal ini kepada laki laki di pagi hari” ujar Zhishu membuat Azka terkekeh.
“Memangnya kau mau apa hmm? aku kan hanya mencoba membangunkanmu” tanya Azka sambil mencoba keluar dari kungkungan Zhishu, namun.
Cup. Cup. Cup. Cup
Tidak itu bukan Azka.
Melainkan Zhishu yang tengah mengecup bibirnya berkali kali dengan gemas, hanya kecupan biasa namun efeknya luar biasa untuk Azka yang lagi lagi lupa caranya bernafas.
“Shttt… jangan lupa nafas” bisik Zhishu tepat di telinga Azka lalu segera berlari keluar meninggalkan Azka yang masih mematung di atas ranjang.
“Ayahanda!! kemarilah untuk makan sebelum mereka mengambil jatah ayahanda dan ibunda” teriak Xiao Bai sambil melindungi dua piring berisi ikan bakar dari tangan tangan jahil Xi Long.
“Oh ayolah Xi’er aku kan hanya ingin mencicipinya” ujar Xi Long sambil terus menggapai ikan bakar yang kini di lindungi Formasi pelindung tingkat tinggi oleh Xiao Bai yang sudah pegal memeluk piring piring itu.
“Ya!! paman kan punya sendiri!!” maki Xiao Bai membuat Xi Long menarik tangannya sedangkan Bao Yu dan Tao hanya bisa terkekeh melihat tingkah dua orang beda spesies di depannya ini.
“Tidak tidak, mereka terlalu lucu jadi aku tidak sanggup mencubitnya, oh ayolah Nona tidak akan marah jika aku mencicipi dagingnya sedikit” ujar Xi Long membuat Xiao Bai mendecih.
“Imut apanya!! bilang saja jika paman tidak ingin ikan paman berkurang sedikitpun bahkan jika itu hanya secuil” sahut Xiao Bai yang memang benar adanya.
“Ishh … yaudah aku minta punya Tao saja” ujar Xi Long sambil mendekat kearah Tao namun di cegah oleh Bao Yu.
“Jangan coba coba menindas paman kita, lihat dia yang menangkapnya untuk kita dan dengan tidak berperasaannya binatang iblis sepertimu mau mengambilnya juga” ujar Bao Yu membuat Xi Long menghentak hentakkan kakinya namun terhenti saat mendapati Azka yang keluar dari kamar dengan wajah memerah sempurna.
__ADS_1
“Nona, apa kamu sakit?” tanya Tao sambil mendekati Azka yang sama sekali tidak di hiraukan dan langsung mengambil tempat duduk di samping Xiao Bai yang masih menjaga formasinya.
“Heumm … apa ini demam? tapi dahi ibunda tidak panas” sahut Xiao Bai yang baru saja mengecek suhu tubuh Azka.
“Apa karna cuaca hari ini yang terbilang cukup panas? paman Tao bisa mendinginkannya” sahut Bao Yu yang langsung di angguki Tao lalu mulai membuat salju kecil kecilan di dalam pavilium membuat pagi yang panas beralih menjadi pagi yang dingin.
“Heumm … sepertinya bukan karna itu deh” sahut Xi Long sambil menatap intens Azka yang kini sudah beralih menatap Xi Long menyelidik.
Begitupun dengan Bao Yu, Xiao Bai dan Tao.
“Apa Nona habis mendapat ciu – Mphh” lanjut Xi Long namun segera di potong oleh bekapan tangan kecil Azka.
“Long Long, kamu bisa memilih antara kehilangan pita suara atau salah satu kepalamu?” tanya Azka sambil berbisik dengan nada mengancam membuat Xi Long sontak terdiam.
“Anj*ng pintar” ujar Azka sambil menepuk bahu Xi Long yang masih terkejut.
“Tao hentikan salju salju itu, dan Xi Long kembali lah ketempat dudukmu sebentar lagi Zhishu akan selesai dengan urusannya” ujar Azka yang langsung di patuhi mereka berdua.
Xi Long sendiri langsung berpindah tempat yang semula duduk di samping Xiao Bai kini menjadi duduk di samping Tao yang jauh dari Azka.
Oh ayolah dia masih menyayangi kepala serta suara merdunya.
“Apa aku ketinggalan sesuatu?” tanya Zhishu yang tiba tiba datang dari kamar mandi dengan pakaian yang berbeda.
Hanfu laki laki bewarna kuning ke emasan dengan motif burung phoenix bewarna hitam di bawahnya.
“Heum istri tidak menciumnya, aroma tubuhku sangat wangi lalu kenapa aku harus mandi?” bukannya menjawab Zhishu malah balik berdanya membuat Azka mengeluarkan ekspresi ingin muntah.
“Terserah, kemarilah” ujar Azka sambil menatakan sarapan pagi ini, tidak lupa dia juga menyuruh Xiao Bai untuk melepaskan formasinya terlebih dahulu.
Akhirnya mereka berenam mulai menyantap sarapannya dengan khidmad.
Ah … suasana sarapan yang berlangsung setiap pagi hari, siapa yang tahu kalau seandainya akan berakhir suatu hari nanti.
Itulah yang selalu terngiang ngiang di kepala Azka dan akan terasa menyakitkan di dalam hatinya.
Haruskah dia pergi, atau tidak pergi?
Hanya waktu yang mampu menjawabnya.
“Hari ini jadwal Nona akan belajar formasi bersama Guru Hwang, apa Nona benar benar akan pergi?” tanya Tao tiba tiba membuka suara saat sarapan pagi itu selesai.
“Bisakah aku tidak pergi saja?” bukannya menjawab Azka malah balik bertanya dengan nada memelas.
__ADS_1
“Tentu saja jika Nona mau berpur pura sakit perut, atau pingsan, atau trauma karna di tindas Guru Fao semalam” jawab Xi Long membuat Azka geleng geleng kepala.
“Tidak tidak, sepertinya itu rencana yang buruk aku bisa di anggap lemah nantinya” sahut Azka sambil memakai cadarnya dan segera memperbaiki penampilannya yang masih menggunakan hanfu laki laki dan bukannya memakai seragam.
“Kenapa Tuan tidak pernah memakai seragam Akademi ini?” tanya Bao Yu membuat aktifitas Azka terhenti.
“Yah … aku belum sempat belajar bagaimana cara memakainya” jawab Azka lalu segera melesat pergi meninggalkan pavilium hutan bambu.
Sebenarnya ini bukan tentang sudah belajar atau belum, hanya saja Azka belum selesai menjahit hanfu merepotkan itu untuk menjadi hanfu keren dan tentu saja tidak ribet saat di pakai.
Tidak membutuhkan waktu yang lama kini Azka sudah sampai di kelas Formasi atas arahan dari Bao Yu, namun suasana kelas itu benar benar membuat Azka tercengang, tidak ada seorang pun selain dirinya dan Guru Hwang.
Apa kelasnya sudah selesai? tapi ini masih begitu pagi.
Atau dia yang terlalu pagi datangnya? tapi kenapa Guru Hwang sudah berada di kelas.
Lalu apa yang sebenarnya terjadi?
“Ohohoho Muridku akhirnya kamu datang juga” ujar Guru Hwang sambil mempersilahkan Azka masuk ke ruangan yang lebih bisa di sebut labirin.
“Guru kemana Murid Murid yang lain?” tanya Azka kebingungan.
“Hari ini kelas Formasi libur” jawab Guru Hwang santai membuat Azka melotot.
“Libur!! kenapa tidak ada pemberitahuan” protes Azka, tau gini mungkin Azka masih bisa tiduran, atau dia bisa langsung saja memanjat tembok pembatas untuk keluar dari akademi dan beralih mencari tahu tentang Token Iblis.
“Karna hanya kamu yang tidak libur” ujar Guru Hwang membuat pertanyaan pertanyaan muncul di kepala Azka.
“Apa? gimana?” tanya Azka sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
“Ya aku sengaja meliburkan mereka agar bisa mengajakmu untuk menemui Ketua dan Tetua Akademi” jawab Guru Hwang.
Dia harus apa? kenapa tiba tiba Gurunya mengajaknya untuk menemui para petinggi Akademi? apa dia baru saja membuat kesalahan?
“Apa saya melakukan sebuah kesalahan?” tanya Azka hati hati.
“Tidak, hanya saja Akademi ini mendapat undangan penjamuan di Kerajaan Bulan, dan masing masing Guru bisa membawa satu Murid bersamanya jadilah kakek tua ini berencana mengajakmu” ujar Guru Hwang membuat Azka tidak henti memaki di dalam hati.
“Kenapa harus saya?” tanya Azka dengan wajah memelas.
Oh ayolah dia sangat sibuk!! belum juga selesai mencari Token Iblis, ah jangan kan mencarinya, Rencana matang saja Azka belum membuatnya.
Lah ini, dia mau di ajak pergi begitu saja tanpa menanyakan persetujuannya!!
__ADS_1
TBC.
Jangan lupa tinggalkan jejak vote, like, komen dan rate 5nya ya guys❤❤ biar author makin semangat ngetiknya💪💪