Terlempar Ke Zaman Kuno

Terlempar Ke Zaman Kuno
139 Penginapan


__ADS_3

“Kamu bisa memberiku apa jika aku menerimamu menjadi pengikutku?” tanya Azka yang kini memiliki rencana bagus di otak nya.


“Nyawa”


***


“Eheyyy jangan membicarakan hal hal menyeramkan begitu dong, nyawa itu berharga” ujar Azka santai sambil membantu si pemilik kedai berdiri.


‘Cih seseorang yang sangat menghargai nyawa, nyatanya pernah meratakan sebuah Kerajaan hanya karna melindungi pria idiot’ ejek Bao Yu yang benar benar merasa geli dengan sifat rendah diri Azka.


‘Shutt diam lah!! orang ini bisa di jadikan tambang emas untuk kita’ batin Azka membuat Bao Yu langsung diam dan tersenyum.


Yah setidaknya ide Azka benar benar menguntungkan.


“Lantas Master ini menginginkan apa?” tanya pemilik toko itu hati hati.


“Menghianati Kerajaan Iblis saja bagaimana?” tanya Azka enteng tanpa memikirkan beban kedepannya.


“Mm- meng – menghianati?” tanya pemilik toko itu kembali memastikan.


“Kenapa? apa kamu keberatan?”


“Bahkan jika harus menyerahkan seluruh kekayaan hamba, hamba akan dengan senang hati melakukannya” jawab pemilik toko membuat Azka tersenyum secerah matahari.


“Bagus, siapa nama mu?”


“Han Ji Myung, Master bisa memanggil hamba pak tua Han” jawab pak tua Han.


“Jangan pergi kemana mana karna besok orang bertato mawar di tangannya akan mendatangimu, jadi tepatilah janji mu saat itu” ujar Azka sambil menunjukkan tato ruang dimensi mawar hitam di pergelangan tangannya.


“B-baik Master”


‘Wahhh … ibunda benar benar jago menindas orang’ ujar Xiao Bai dari ruang dimensi saat Azka sudah pergi dari toko untuk mencari penginapan terdekat.


“Ck, apa itu pujian?” tanya Azka sedikit meringis dengan keantusiasan Xiao Bai.


‘Tentu saja, ibunda bahkan mengalahkan Xiao Bai dalam bidang itu' jawab Xiao Bai jujur membuat Azka sontak di tertawakan Bao Yu dan Xi Long.


Ah berbicara tentang Xi Long, Azka jadi mengingat telur hitam yang dia dapatkan dari pelelangan.


“Kira kira cara menetaskan telur ini bagaimana ya?” tanya Azka sambil memainkan telur yang baru saja dia ambil dari ruang dimensi.


‘Mudah saja, Nona hanya perlu meletakkannya di tempat tinggi dan dia akan menetas saat petir menyambar’ jawab Xi Long membuat perhatian Azka tersita.


“Petir menyambar? apa ini semacam hewan berelemen petir?” tanya Azka beruntun membuat Xi Long mengangguk semangat.


‘Heumm … itu telur seekor burung yang memiliki elemen petir’ jawab Xi Long percaya diri.


“Bagaimana kamu tahu?” kali ini pertanyaan Azka cukup membuat Xi Long terkekeh.

__ADS_1


‘Dia binatang iblis sama sepertiku’ jawab Xi Long membuat Azka tersentak.


Jadi sama seperti Long Long, lantas jika Long Longnya benar benar berkhianat apa burung ini juga akan mengikuti jejaknya.


Jika iya maka hanya bencana membawa sesama spesiesnya bersama.


“Baiklah nanti aku taro dia di atap gazebo ruang dimensi dulu, nanti saat cuacanya udah mendukung aku akan membawanya keluar” ujar Azka membuat Xi Long menghela nafasnya lega.


Setelah memberi jawaban pada Xi Long kini Azka mematikan Koneksinya dengan ruang dimensi dan sukses membuat Tao nyerocos mengomentari sikap aneh Xi Long.


‘Apa Nona benar benar akan menetaskan telur aneh itu?’ tanya Tao lewat telepati.


“Yah … setidaknya aku perlu mencari tahu berapa jumlah musuh, kekuatan musuh serta peluang kemenangan saat akan mulai berperang” jawab Azka asal.


‘Perang apasih?! dan lagi Nona tolong berbicaralah lewat telepati, orang orang menatap mu aneh’ tegur Tao membuat Azka kini menyadari sekitarnya.


Dan benar saja, mungkin sudah sejak tadi dirinya di bicarakan karna sering berbicara sendiri, namun lagi lagi Azka hanya acuh pada tanggapan orang orang gak penting itu.


Tidak membutuhkan waktu yang lama kini Azka sudah sampai di kamar penginapan dengan Tao yang sudah kembali ke wujud manusianya, Azka sendiri saat sampai langsung tertidur di ranjang tanpa perlu mandi, menghapus make up abal abal nya atau bahkan memakan makanan.


Hal itu benar benar membuat Tao khawatir.


Apa nonanya ini kecapek an?


Atau sakit?


Atau memang hanya mengantuk?


30 menit berlalu dan Azka benar benar tidak merasa terusik dengan perlakuan Tao yang mulai melangkah lebih jauh.


Tidak!! jangan mikir yang aneh aneh dulu.


Tao sangat mencintai Azka jadi dia tidak akan melakukan hal hal menyimpang untuk menghancurkan kepercayaan Azka terhadap dirinya.


Tao hanya memijit kakinya dengan pelan, setelah itu mengambil air hangat sebaskom beserta handuk kecil yang dia dapatkan dari pelayan penginapan, tidak lupa Tao juga memasukkan wewangian mawar hitam yang agak mahal harganya karna memang tergolong wewangian langkah.


Yah berhubung Azka menyukainya jadi urusan bayaran bisa belakangan.


Kini Tao mulai mencelupkan handuk itu kedalam baskom, lalu mulai membersihkan sisa make up abal abal Azka hingga membuat wajah cantik nona nya kembali seperti semula.


Tao sendiri tengah berusaha mati matian menahan untuk tidak menjerit histeris karna wajah Azka yang mampu membuat darah nya berdesir hebat.


“Arrghhh sial!!” erang Tao frustasi lalu segera keluar dari kamar penginapan Azka.


Azka? oh jangan di tanya, bahkan gempa sekalipun tidak akan membangunkannya yang tengah bermimpi indah bersama sang kakak.


Kalian para readers tidak lupa kan? Kakak tampan Azka, Na Hyunjin yang juga merangkap sebagai gebetan author.


...🌤🌤🌤...

__ADS_1


“Matahari bersinar terang … binatang kecil naik kepohon tinggi … hujan turun binatang turun lagi … sruutttt”


“Shitt … nyian cempreng siapa sih ganggu aja” erang Azka sambil menendang selimutnya karna merasa terganggu dengan nyanyian anak anak di pagi hari yang tempatnya berada persis di sebelah kamarnya.


“Huhuhuhu Ujin Oppa Azka kangen” rengek Azka sambil mengacak ngacak rambutnya frustasi tanpa menyadari Tao yang sedang menatapnya sendu.


Ya tao tau siapa itu Ujin Oppa, namun dia tidak akan membiarkan Azka bertemu lagi dengan kakak tercintanya karna jika itu terjadi maka otomatis mereka akan terpisah.


Egois memang!! tapi tidak boleh kah Tao egois sekali saja, meski dia tidak mendapatkan hati Azka namun setidaknya dia masih bisa melihat gadis yang dia cintai selama sisa hidupnya.


“Apa nona terganggu? haruskan aku membunuhnya?” tanya Tao membuat mata Azka terbelalak.


“Tidak perlu mereka hanya anak anak” jawab Azka masih dengan suara seraknya membuat Tao buru buru mengambil air minum yang sebelumnya sudah dia siap kan di atas meja kecil.


Percayalah Tao tidak tidur, meski Azka sempat memasang formasi pelindung di sekitar kamarnya namun dia tetap tidak bisa membiarkan nonanya dalam keadaan bahaya.


“Kamu gak tidur? Xiao Bai sama yang lainnya mana?” tanya Azka beruntun sambil mengelus wajahnya.


“Nona masih bel – ”


“Woahh daebak!! make up abal abal gue udah ilang!!” teriak Azka sambil membelai wajahnya yang semakin hari semakin halus saja.


“Anu – maaf Nona, aku telah lancang menghap – ”


“Tidak masalah kamu melakukan nya dengan baik” puji Azka yang lagi lagi memotong pembicaraan Tao.


“Terimakasih nona” jawab Tao tersenyum senang.


“Mandi gih, aku mau buatkan makanan terlebih dahulu buat kalian” ajak Azka yang kembali membuka koneksinya dengan ruang dimensi.


Namun sebelum masuk tiba tiba saja Xiao Bai sudah keluar duluan dan langsung jatuh kepelukan Azka.


Tenang … Azka gak kaget kok, udah kebal sama tingkah absurt Xiao Bai.


“Ibunda tega banget ngunciin Xiao Bai berhari hari di ruang dimensi, kirain ibunda udah ninggalin Xiao Bai buat senang senang sama paman Tao” cicit Xiao Bai merasa sedih.


“Senang senang?” tanya Azka sedikit bingung.


“Haeum … bukannya ibunda punya rencana buat ngerampok orang?” tanya Xiao Bai kembali memastikan membuat Azka sukses menepuk dahinya.


Astaga mana ada ngerampok di bilang senang senang.


“Ya belum lah, bunda kan belum dapat informasi dari pak tua Han” jawab Azka enteng membuat Xiao Bai tersenyum senang.


“Jadi kapan ibunda berencana mengunjungi pak tua Han?”


“Nanti habis sarapan”


TBC.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak vote, like, komen dan rate 5nya ya guys❤❤ biar author makin semangat ngetiknya💪💪


__ADS_2