Terlempar Ke Zaman Kuno

Terlempar Ke Zaman Kuno
77 Runtuh


__ADS_3

Bukannya menjawab Haechan segera melesat pergi kesamping bangunan Pavilium Puncak Bambu miliknya lalu meninju Pavilium itu hingga runtuh membuat beberapa murid yang berlalu lalang segera berlari menghampiri puing puing bangunan yang runtuh tanpa sebab itu.


‘Tuan apa yang kamu lakukan!!!’ teriak Jia Li dari ruang dimensi.


***


“Tolong gempa bumi!!!!” bukannya menyahuti Jia Li, Haechan malah berlari lari menghampiri murid Akademi sambil meneriakai gempa bumi hasil karyanya sendiri.


“Tetua tenanglah, ini bukan gempa bumi karna hanya pavilium Puncak Bambu saja yang roboh” sahut Xu Kai yang juga berada di sana.


“Ya Dewa!! beneran!!” tanya Haechan kaget, yahh sangat bagus bukan aktingnya.


“Ada apa ini- ASTAGA!!! bagaimana ini!!” teriak Ketua Akademi saat melihat kerusakan di depannya.


“Ketua tenang saja karna Tetua ketiga baik baik saja” sahut murid lain mencoba menenangkan Ketua Akademi yang mungkin akan menghawatirkan Haechan.


“Pavilium ku…… harta kuu…..” ujar Ketua Akademi meratapi nasib bangunan Akademi miliknya yang telah hancur tanpa sebab.


“Sial!!” maki Haechan saat mengetahui Ketua Akademi malah mengkhawatirkan bangunan tua itu di banding dirinya.


“Chan’er apa yang sebenarnya terjadi?” tanya Tetua pertama Han Su Kai yang ikut datang menghampiri Haechan.


“Entahlah, sebenarnya tadi saat aku akan memasuki pavilium tiba tiba saja pavilium itu runtuh, untungnya aku belum sempat menginjakkan kakiku kedalam, ya Dewa!! aku harus tidur dimana malam ini” jawab Haechan meratapi nasib yang dia rangkai sendiri.


“Tetua Han tolong kamu urus kekacauan ini serta carikan pekerja untuk membetulkan Pavilium Puncak bambu secepatnya, dan kau Tetua Hua ikut aku” sahut Ketua Akademi sambil menunjuk Haechan lalu berlalu pergi menuju pavilium Atas Awan di ikuti Haechan dari belakang.


Tidak berselang lama akhirnya mereka berdua sampai di pavilium Atas Awan dengan Ketua Akademi yang terlihat memikirkan sesuatu dengan serius.


“Kau sengaja?” tanya Ketua Akademi sembari menatap tajam Haechan.


“Darimana Ketua bisa menyimpulkan hal itu?” bukannya menjawab Haechan malah kembali bertanya.


“Pertama kamu mencari informasi tentang kedua muridku dari aku, lalu kedua kamu mengakui perasaanmu terhadap Nona Azka kepadaku, ketiga sebelum pergi kamu sempat menanyakan asrama Nona Azka dan aku menjawabnya berada di pavilium khusus, keempat, bisa tidak kamu cari alasan yang masuk akal selain ‘saat akan memasuki pavilium tiba tiba pavilium itu roboh’ dan yang terakhir sepertinya kamu tahu mengenai pavilium khusus yang punya 3 kamar tidur di dalamnya” jawab Ketua Akademi membuat Haechan terkekeh pelan.


Karna semuanya benar!!

__ADS_1


“Jadi tujuanmu semakin jelas dengan merobohkan pavilium Puncak Bambu, apa sebegitu inginnya kamu dekat dengan muridku?” tanya Ketua Akademi membuat kekehan Haechan semakin terdengar jelas.


“Oh ayolah Ketua, aku kan hanya ingin memperjuangkan cinta ku saja” jawab Haechan enteng tanpa ada rasa bersalah sedikitpun.


“Sayangnya aku tidak akan mengizinkan mu untuk tinggal di pavilium khusus, kamu tahu sendiri bukan mereka berdua adalah sepasang kekasih jadi jangan ganggu HUBUNGAN mereka!!!” teriak Ketua Akademi sambil menekan kata HUBUNGAN di akhir.


“Tidak mau!! dan tidak akan!! sebenarnya Ketua berada di pihak siapa sih?” tanya Haechan sewot, yah setidaknya dia harus mencari sekutu bukan sebelum berperang cinta dengan Zhishu.


“Tentu saja di pihak kedua murid kesayanganku” jawab Ketua Akademi yakin membuat Haechan hanya mampu tersenyum kecut.


“Silahkan pilih antara aku akan tidur bersama mu atau harus tidur di kamar nomor tiga pavilium khusus” sahut Haechan memberi pilihan yang tentunya akan di jawab.


“TIDAK!!! paviliumku hanya punya satu kamar tidur dan aku tidak mungkin tidur sekamar dengan mu selama pembangunan” jawab Ketua Akademi membuat senyum Haechan mengembang sempurna.


Tebakannya benar!!


“Tapi aku juga tidak akan membiarkanmu untuk mengganggu hubungan mereka berdua” lanjut Ketua Akademi membuat Haechan mengeluarkan senyum smirk yang biasa dia tampilkan saat akan melakukan hal gila.


“Terserah, apa saat ini Ketua Akademi yang terhormat ingin hubungan persaudaraan kita renggang hanya karna seorang murid, ah apa Ketua lupa jika Hua Haechan sangat membenci penghianat” sahut Haechan membuat pertahanan Ketua Akademi perlahan hilang, yah dia mengingat seberapa besar pengaruh serta bantuan yang selama ini Haechan berikan pada Akademi miliknya.


Kali ini Haechan tidak akan menyia nyiakan kesempatan ini begitu saja.


Sedangkan di tempat lain tepatnya di pavilium Khusus, seperti biasa Tao adalah sumber informasi yang sedikit bisa di andalkan sedang menggosip ria perihal pavilium Puncak Bambu yang tiba tiba roboh.


“Paman Tao kamu yakin informasi itu benar adanya?” tanya Xiao Bai yang mencoba tidak ingin percaya.


“Yakin seratus persen, karna sebelum kesini aku sudah melihatnya sendiri dan itu benar adanya” jawab Tao yakin membuat Bao Yu angkat suara.


“Xi’er apa kamu sepemikiran dengan ku?” tanya Bao Yu kepada Xiao Bai.


“Tentu saja, kakak melihatnya bukan? tatapan Tetua itu mengambarkan cinta penuh ambisi terhadap ibunda” jawab Xiao Bai yang kini beralih menatap Azka yang sedang tertidur dengan mesra di pangkuan Zhishu.


Yah Azka tertidur dengan alasan masih mengantuk akibat bangun terlalu awal pagi ini.


Jadi posisinya Xiao Bai, Bao Yu dan Tao sedang bergosip di depan pintu pavilium sambil duduk melingkar, sedangkan Zhishu dan Azka mereka berdua berada di sofa panjang yang sengaja Azka ambil dari ruang dimensi untuk di taruh di dekat meja makan dangan posisi menghadap pintu.

__ADS_1


“Kalian yakin jika hal ini adalah murni runtuh biasa” sahut Bao Yu membuat Xiao Bai mengangguk sedangkan Tao masih belum sampai IQ nya pada pembahasan kali ini.


“Cih, Tetua itu pasti sedang merencanakan sesuatu dan aku akan selalu siap untuk menggagalkan rencana busuk itu” sahut Xiao Bai yang langsung di setujui oleh Bao Yu.


Sedangkan Zhishu? apa dia sedari tadi mendengar pembicaraan ketiga binatang kontrak milik Azka? maka jawabannya adalah iya!! lantas kenapa dia masih diam saja.


Karna sesungguhnya hanya tuhan yang tahu jika Zhishu sedari tadi sedang sekuat tenaga menahan amarah dengan cara mengelus lembut alis tebal Azka yang masih tertidur dengan nyenyak di pangkuannya.


Azka gadis yang mampu membuatnya jatuh cinta berkali kali hanya dengan tatapan kelam namun menghanyutkan miliknya.


Tatapan yang mengandung arti dalamnya penderitaan serta kehangatan secara bersamaan membuat Zhishu betah menatap mata itu berlama lama meski sedang terpejam.


“Kalian berdua ini sedang membicarakan apa sih, bukannya ini tentang pavilium roboh kenapa harus membawa tatapan cinta dan rencana segala?” tanya Tao kebingungan sukses mendapat tatapan malas dari Xiao Bai.


“Pantas jomblo” sahut Xiao Bai mencibir Tao.


“Lah apa hubungannya!!” tanya Tao emosi, ehem dia sedikit sentiment jika menyangkut pasangan hidup karna hal itu memang benar adanya.


“Sadar diri dong paman!! masalah kaya gini aja gak peka!!” sahut Xiao Bai ikut ikutan emosi.


“Sudah sudah kalian berdua ini kapan akurnya sih” sahut Bao Yu menengahi karna hanya dia yang paling waras dari Xiao Bai dan Tao.


“Paman Tao sih yan-”


“Tunggu dulu” sahut Bao Yu memotong Xiao Bai yang akan melakukan pembelaan.


“Ada yang mendekat!!” ujar mereka bertiga bersamaan lalu melesat pergi menuju ruang dimensi.


Sedangkan Zhishu dia segera memakaikan salah satu cadar miliknya ke wajah Azka mengingat Azka tidak memakai cadar, berbeda dengan dirinya yang selalu setia memakai topeng selagi tidak ada kejadian mendesak, misalnya saat membandingkan ketampanan di depan Azka yang mengharuskannya untuk membuka topeng.


Brakkk!!!!


“Muridku!!!”


TBC.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak😁.


__ADS_2