Terlempar Ke Zaman Kuno

Terlempar Ke Zaman Kuno
151 Tubuh Baru


__ADS_3

Nona ya.


Sepertinya Azka benar benar melewatkan sesuatu.


...***...


“Kenapa?” tanya Azka ketus.


“I-ituu, sepertinya Nona tidak mengingat apapun tentang kejadian 13 tahun yang lalu saat Nona berusia 2 tahun, jadi aku memutuskan untuk memulainya saat sudah di zaman modern saja” jawab cicak itu sedikit was was jika Azka tidak menerima alibinya.


“Dari mana kamu mendapatkan kesimpulan seperti itu?”


“Aih … bukankah Nona sendiri kebingungan perihal dunia Dewa Dewi?” bukannya menjawab cicak itu malah kembali bertanya membuat Azka semakin melebarkan senyumnya di balik selendang.


Mungkin perkataan Bao Yu ada benarnya, memahami sesuatu sebelum waktunya bisa membuat kesalahpahaman besar di masa depan, jadi Azka hanya perlu mengikuti cara main dunia ini.


“Terserah, lagi pula aku hanya ingin tahu tentang bagaimana bisa kamu sampai kezaman modern lalu kembali lagi kezaman kuno ini” jawab Azka membuat ketiga lawan bicaranya menghembuskan nafas lega.


“Baiklah, jadi saat itu aku mengikuti Dewa Perang untuk menebus kesalahannya dengan melindungi Nona di zaman modern, demi penebusan itu Dewa Perang merelakan tubuh Dewanya lalu meninggalkan Alam Dewa hanya dengan Roh nya saja.


Berbeda halnya dengan diriku yang mengikutinya secara utuh hanya saja entah kenapa saat sampai kemampuanku menghilang begitu saja dan lebih bodohnya lagi saat itu aku mengambil bentuk cicak agar tidak memakan tempat”


“Pftt … untung bukan kecoa” sela Xiao Bai dengan tawa mengejeknya membuat si cicak naik pitam namun segera di lerai Azka.


“Xi’er jangan memotongnya dulu, kali ini aku tidak bisa berlama lama di ruang dimensi” ujar Azka lembut.

__ADS_1


“Memangnya siapa yang mengganggu ibunda di luar sana?”


“Hanya orang lewat, sudah lanjutkan”


“Yah … Nona tahu bukan hidup sebagai cicak di zaman modern benar benar tidak mudah, kadang bertemu anak anak nakal yang akan mengejarku sampai dapat lalu mencoba menguburku hidup hidup atau bertemu ibu rumah tangga yang siap memukuli ku menggunakan sapu, dan yang paling parah!! semprotan anti cicak yang mungkin harus ku hindari seumur hidup” adu cicak itu membuat Azka dan yang lain menahan tawanya.


“Untungnya Dewa Perang cepat cepat menemukan sebuah rumah untuk di tinggali jadi selama beberapa bulan kami tinggal di sana dengan sembunyi sembunyi, di sana lah aku belajar tentang benda benda aneh beserta fungsinya, terlebih lagi penghuni rumah itu sepertinya menyukai Film Action dari barat yang kebetulan bahasanya sangat cocok untuk gayaku yang keren ini” lanjutnya membuat Azka menguap.


“Sudah sudah aku tidak ingin mendengar yang itu, sekarang aku ingin tahu tentang Dewa Perang? bagaimana kamu bisa berpisah dengannya dan apa yang kamu maksud dengan melindungiku?” tanya Azka beruntun saat merasa cerita si cicak sedikit ada unsur pamernya.


Mungkin jika ada Bao Yu mereka akan adu debat bahasa inggris dengan Tao yang plonga plongo menjadi saksi.


“Ini … setelah 7 bulan berada di rumah yang tidak di ketahui itu kami berdua mencari informasi dan akhirnya tahu jika saat itu kami berada di Daegu Korea Sela-”


“Tunggu Daegu? ceritakan lebih lengkap” perintah Azka setelah menyela cerita si cicak.


“Alamat itu … tepat 2 KM dari Panti asuhan milikku, jadi bagaimana kamu melindungiku dengan posisi sejauh itu?”


“Kami tidak tahu jika Nona berada di area sekitar itu, jadi kami berdua memutuskan untuk pergi dari rumah dan mencari Nona sampai kesegala penjuru hingga akhirnya tepat 11 tahun yang lalu kami akhirnya menemukan Nona!! hahahahaha Bravoo beri aplaus yang meriah untuk usaha kami!!!” teriak si cicak di akhir kalimatnya membuat Xi Long, Xiao Bai dan Tao tersentak kaget sedangkan Azka masih terdiam.


“Jadi setelah menemukanku apa yang kalian lakukan? kenapa aku tidak tahu sama sekali”


“Saat itu usia Nona baru mencapai 4 tahun, mungkin beberapa bulan lagi Nona sudah berusia 5 tahun jadi Tuan mengutusku untuk menjaga Nona sedangkan dia mulai mencari orang mati yang tubuhnya cocok untuk di tinggali, namun setelah banyaknya pencarian kita berdua tidak menghasilkan apapun!!”


“Sampai pada usia Nona mencapai 5 tahun hari itu aku benar benar di buat panik saat Nona di pukuli oleh dua orang pria berbadan besar hingga membuat Nona tidak sadarkan diri, dan selama sisa hidupku baru kali itu aku di buat setidak berdaya itu karna tidak mampu membantu sedikitpun!!” lanjut si cicak, kali ini sedikit membuahkan ekspresi berbeda dari wajah Azka.

__ADS_1


Jika awalnya Azka hanya menanggapi semua ceritanya dengan wajah agak agak malas campur penasaran namun kali ini Azka mulai di buat terkejut, karna kejadian yang di ceritakan si cicak benar benar tidak meleset sedikitpun dari kejadian 10 tahun yang lalu.


“Sial!! aku benar benar membenci tubuh cicak ini, tapi itu tidak berlangung lama karna setelah itu aku memuji wujudku sendiri karna mampu di ajak kompromi untuk menjahili kucing kucing liar disana agar mengejarku hingga bertarung satu sama lain dan membuat keributan.


Yah … meski aku tahu kucing tidak suka makan cicak namun cara itu berhasil, akhirnya ada orang yang terganggu hingga mengusir kucing2 itu dan mendapati Nona yang tengah pingsan, perkiraan ku tidak meleset karna setelahnya orang itu membantu Nona sampai di panti asuhan kembali.


Setelah itu kupikir semuanya telah berakhir, namun saat Nona sadar Nona tiba tiba berlari membuatku panik dan terus mencari hingga keesokan harinya, Nah!! di situlah Dewa Perang tiba tiba kembali dan bilang jika sudah menemukan tubuh yang amat sangat cocok untuk ditinggali, kami tentu saja merasa senang dan Dewa Perang segera pergi untuk mengambil alih tubuh orang mati-”


“Tunggu- dari tadi kenapa harus tubuh orang mati? maksudnya jiwa asli dari pemilik tubuh yang mau di pakai Dewa Perang itu harus sudah mati?” tanya Azka yang tiba tiba memotong pembicaraan membuat Xiao Bai dan yang lain mulai serius memperhatikan.


“Tentu saja!! jika belum mati mana bisa jiwa lain menempatinya, yang ada mereka akan perang berebut Raga, jadi agar tidak menimbulkan bencana di masa depan Jiwa jiwa orang kuat yang masih bertahan hanya bisa mengambil Raga dari orang mati” jawab si cicak penuh keyakinan.


“Orang mati ya, coba jelasin dimana Dewa Perang dapat raga baru dan apa aku mengenalnya hingga membuat Dewa Perang mengatakan jika tubuh barunya amat sangat cocok untuk di tinggali?”


“Itu … di rumah sakit ternama di Daegu”


Deg …


“Itu … tempat di mana aku dirawat sebelumnya” gumam Azka pelan dengan ekspresi sulit di jelaskan.


“Untuk kenal atau bukannya seharusnya Nona mengenalnya karna Dewa Perang bilang tubuh itu milik keluarga Nona”


BRAKKK!!!


DAMN IT!! kali ini Azka benar benar membenci otak pintar nya.

__ADS_1


TBC.


Jangan lupa tinggalkan jejak vote, like, komen dan rate 5nya ya guys❤❤ biar author makin semangat ngetiknya💪💪


__ADS_2