
“Jadi bisakah kita memulai permainannya?” tanya azka mengeluarkan smirk andalannya saat menemukan mangsa yang empuk.
***
Azka berjalan mendekati perdana mentri kiri sambil menyeret pedang milik salah satu pengawal yang telah dia musnahkan dari muka bumi.
“Ka-ka – kau mmau apa?” tanya perdana mentri kiri tergagap sambil berjalan mundur menghindari azka.
Azka hanya mengeluarkan smirk andalannya tepat saat azka akan mengayunkan pedangnya ke arah tangan merdana mentri kiri buru buru nyonya feng menghalanginya alhasil malah tangan kanan nyonya feng yang terpotong.
“Ahh sayang sekali” ujar azka tanpa rasa bersalah.
Teriakan pilu keluar dari mulut nyonya feng meratapi nasib tangan kanannya yang tergeletak di lantai.
“Kau… beraninya rasakan api neraka milikku!!” teriak perdana mentri lalu melempari azka menggunakan gumpalan api miliknya.
Bukannya menghindar azka malah menerimanya dengan lapang dada.
Wushh…..
“Hahahahaha ternyata mengalahkan jal*** itu sangat lah mudah” tawa perdana mentri menggelegar tatkala melihat tubuh azka tertutup api miliknya.
Namun tak berselang lama api itu padam memperlihatkan azka yang sedang menguap karna kebosanan, tubuhnya utuh seperti tidak terkena apapun.
“Hoamm… ku kira beneran api neraka, ternyata hanya api kompor milik ibu rumah tangga” ujar azka dengan nada malas.
Brakkk!!! perdana mentri jatuh terduduk tatkala melihat azka baik baik saja.
“I..ini bagaimana bisa” sahut perdana mentri ketakutan.
“Kau tau api murahan mu itu tidak berarti apa apa buat ku, mari kita akhiri saja aku sudah mengantuk” ujar azka santai.
Azka mulai melumuri pedang ditangannya menggunakan tenaga dalamnya dia tidak berniat mengekspos elemennya lebih banyak lagi jadi dia memutuskan menggunakan tenaga dalam saja meski tidak seberapa namun cukuplah untuk membuat tubuh perdana mentri kiri beserta nyonya feng hancur.
Tanpa menunggu lebih lama azka langsung mengarahkan pedangnya ke arah leher perdana mentri kiri namun siapa sangka perdana mentri kiri malah menahannya menggutakan tangan yang sudah terlapisi tenaga dalam miliknya membuat azka terpental.
“Huh merepotkan” ujar azka kesal, azka memang akan kalah jika di bandingkan dengan tenaga dalam milik perdana mentri kiri karna kultivasi azka masih di bawah 2 tingkat dari perdana mentri.
“Tapi tak apa setidaknya tanganmu hancur” lanjut azka tersenyum manis melihat tangan kanan perdana mentri yang sudah tidak berbentuk.
“Akhhh…. aku akan membunuhmu hari ini!!” teriak perdana mentri kiri penuh amarah melihat tangan kanannya yang hancur bahkan terlalu menjijikkan untuk di lihat.
Azka benar benar sudah ingin mengakhiri permainannya jadi tanpa menunggu langkah perdana mentri dia terlebih dahulu melemparkan bola api menuju ke arah perdana mentri kiri beserta nyonya feng membuat tubuh mereka berdua hangus menjadi debu.
Semudah itu!!
Lalu kenapa tidak dari tadi saja? kan azka sudah bilang ingin bermain main terlebih dahulu.
__ADS_1
Azka berjalan menghampiri zhishu yang sedang menunduk ketakutan.
“Kau lihat, aku membunuh keluargamu tepat di depan matamu jadi apa sekarang kau membenciku?” tanya azka sambil menatap mata zhishu tajam.
“Ma- maaf” jawab zhishu terbata bata.
“Huh sudah kuduga, pergilah jauhi aku semakin kau berada di dekatku semakin tersakiti pula dirimu” ujar azka memalingkan wajahnya.
Entah kenapa azka sedikit berat mengatakan hal itu.
“Maafkan zhishu karna telah membuat kepala istri berdarah” ujar zhishu makin menundukkan kepalanya.
Azka tersentak kaget dengan ucapan zhishu, tunggu dulu bukannya takut dia malah mengkhawatirkan kepala azka yang bocor.
“Kau tidak takut pada ku?” tanya azka ragu.
“Zhishu takut” ujar zhishu pelan membuat azka menghela nafasnya kasar.
“Zhishu takut istri terluka karna zhishu” lanjut zhishu dengan mata berkaca kaca seperti hendak menangis.
Hati azka menghangat mendengar perkataan zhishu, namun dia enggan mengakuinya.
Tanpa berkata kata azka langsung menarik zhishu agar berdiri lalu memapahnya masuk kedalam kamar penginapan milik azka.
Azka mendudukkan zhishu di ranjang miliknya lalu mengeluarkan satu botol air surgawi ukuran sedang dari ruang dimensinya.
“Tapi kepala ist-”
“Aku akan mengobatinya nanti, minumlah terlebih dahulu” sahut azka memotong ucapan zhishu.
Dengan patuh zhishu meminum air yang di berikan azka seketika wajah zhishu yang sebelumnya penuh memar berangsur angsur membaik sampai tidak meninggalkan bekas.
“Air itu bisa menyembuhkan luka mu tapi aku tidak tahu apa bekas luka milikmu itu bisa sembuh sekalian atau tidak” ujar azka puas menatap wajah zhishu yang kembali tampan namun sayang seperempat wajahnya masih tertutup topeng miliknya.
“Semalam aku membuatkanmu topeng yang baru” lanjut azka sambil memberikan topeng yang sebelumnya berada di nakas tempat tidurnya kepada zhishu.
Zhishu mengambil topeng dari azka dengan mata penuh binar bahagia.
“Zhishu berterimakasih kepada istri” ujar zhishu senang.
Saking senangnya dia berdiri hendak memeluk azka namun dengan cekatan azka menahan dada zhishu membuat zhishu kecewa.
“Jangan sembarangan menyentuh ku, duduklah aku ingin membicarakan sesuatu dengan mu” ujar azka serius lalu duduk di sebelah zhishu.
“Zhishu akan mendengarkan istri” sahut zhishu.
“Kenapa kau berniat menyembunyikanku dari perdana mentri kiri padahal kau tau persis letak kamar ku?” tanya azka sambil menatap zhishu tajam setajam silet.
__ADS_1
“Karna zhishu takut paman akan melukai istri” jawab zhishu sambil memilin ujung hanfunya.
“Dan membiarkan dirimu dipukuli?” tanya azka lagi kali ini dengan tatapan lebih tajam.
“Istri jangan khawatir, zhishu tidak akan kenapa napa asalkan istri baik baik saja” jawab zhishu mendonggakkan kepalanya menatap azka penuh keyakinan.
“Lain kali utamakan dirimu sendiri baru orang lain” ujar azka pelan.
“Tapi istri bukan orang lain” sahut zhishu merasa keberatan dengan ucapan azka.
Azka hanya diam tidak menyahuti perkataan zhishu, dia benar benar kehabisan kata kata karna zhishu.
“Kembalilah ke kamarmu dan bersihkan tubuhmu setelah itu kita akan sarapan” ujar azka yang di angguki zhishu.
Setelah zhishu keluar, azka segera memasuki ruang dimensi untuk membersihkan tubuhnya serta meminta informasi dari tao.
Sedangkan di tempat lain tepatnya di kamar zhishu dua orang berpakaian hitam datang menghadap zhishu yang sedang duduk mengamati topeng pemberian azka di tangannya.
“Bagaimana?” tanya zhishu dingin.
“Menjawab tuan, saat kami akan menghabisi keluarga feng ternyata dikediamannya sudah banyak mayat berserakan, semua penghuni kediaman itu mati dengan luka cabikan serta terdapat beberapa organ dalam berceceran termasuk seluruh anggota keluarga feng, karna mereka semua sudah musnah kita berdua hanya meratakan kediamannya saja, sekarang nama keluarga feng sudah hilang dari dunia ini” ujar tangan kanan zhishu memberi informasi tentang kediaman perdana mentri kiri.
“Hahahahaha” seketika zhishu tertawa puas membuat kedua bawahannya meneguk salivanya sendiri.
“Jadi apa perlu kami menyelidiki siapa pembunuhnya tuan?” tanya pengawal bayangan zhishu hati hati.
“Tidak perlu aku sudah tau pelakunya, ah dia benar benar menepati ucapannya untuk membunuh semua keturunan keluarga feng” ujar zhishu puas lalu melambaikan tangannya.
Seketika kedua bawahan zhishu menghilang dari hadapannya.
“Itu akibat karna telah melukai istri masa depan ku” gumam zhishu sambil mengeluarkan smirknya yang lebih menakutkan dari azka.
.
.
.
.
TBC.
Jangan lupa tinggalkan jejak, vote, like, ⭐5 dan komen.
Buat part selanjutnya di tunggu nanti malam ya😉
Terimakasih sudah membaca😊.
__ADS_1
Salam dari “Terlempar Ke Zaman Kuno”