Terlempar Ke Zaman Kuno

Terlempar Ke Zaman Kuno
Penghianat


__ADS_3

“Bisa di pastikan wanita buruk rupa itu pasti menculik ketua akademi lalu membawa kumpulan spirit beast yang telah dia sesatkan untuk menyerang akademi ini!!”


“Yang lain ayo mundur!! hati hati dengan wanita iblis itu!!!”


***


“Jian an, Mo Lan jika sekali lagi kalian berdua ngomongin hal gak penting akan aku pastikan wajah burik kalian itu akan lepas dari tempatnya” ujar Azka santai namun bisa di dengar jika nada bicaranya penuh penekanan untuk menggertak Mo Lan dan Jian An yang tadi sudah nerocos gak jelas menuduh Azka yang tidak tidak.


“Ka-ka-kamuuu aku tidak tak- akhh…..”


Kyaaaa!!!!!!


Teriakan ketakutan sontak keluar dari mulut para murid yang melihat betapa malangnya kepala Jian An yang kini tergeletak tidak berdaya tanpa tubuh akibat sentilan maut dari jari jari usil milik Tao.


Bisa di pastikan nyawa Jian An telah melayang.


“Cih Tao…. kau mengambil bagianku” ujar Azka dengan nada kesal namun senyum sinis telah terpatri dengan indah di balik cadarnya.


Groaaarrrr…..


Jawab Tao hanya berupa auman yang sukses membuat murid murid itu siaga, siapa tahu diantara mereka yang akan jadi korban selanjutnya dari keisengan Tao.


Bahkan para penjaga gerbang sudah mengarahkan tombak mereka ke arah Tao agar tidak bertingkah namun yang ada malah para penjaga itu di tatap lapar oleh para spirit beast yang lain.


Sedangkan Mo Lan? dia hanya mampu menangis, ingin rasanya memaki dan menyerang Azka namun apalah daya dia tidak ingin berakhir sama seperti Jian An yang harus kehilangan nyawanya.


“Jangan menodongkan senjata ke arah Tao atau para spirit beast itu akan mengamuk pada kalian, lebih baik kumpulkan semua orang di sini sekarang juga jika tidak aku akan merobohkan akademi yang hanya sebesar upil ini bersama Tao” perintah Azka dengan ancaman yang mampu membuat siapa pun ketakutan.


“Ingat SE MUA NYA sekalipun itu tukang masak, tukang sapu ataupun tukang cuci baju” lanjut Azka sembari menekankan kata SEMUANYA.


Jika sudah begini siapa yang akan membantah, bahkan untuk bernafas pun mereka ketakutan, sampai pada akhirnya 1 orang memberanikan diri untuk berlari memanggil yang lainnya.


“Nno no- nona, ada apa denganmu? bukankah kau murid dari ketua akademi? kenapa kamu melakukan ini?” tanya salah satu penjaga gerbang memberanikan diri meski berakhir dengan tangan yang gemetaran.


“Kau tenang saja guru tercinta ku ini sudah tenang di surga bersama tetua kedua, Guru Li, ah dan juga 3 murid idiot yang sayangnya sangat mahir dalam berpedang, apa kalian ingin menyusulnya juga?” tanya Azka santai namun tidak dengan kata kata nya yang mengandung pencabutan nyawa.


“Kka kamu… selain wajah buruk mu ternyata kelakuan mu juga sama buruknya, dan kau Zhishu apa selama ini kau juga jahat?” tanya senior Azka yang faham betul siapa 3 orang mahir berpedang menurut Azka.


“Apa ini adalah perbuatan jahat?” tanya Zhishu kembali sambil mengedip ngedipkan matanya polos, sangat terbalik dengan sifat aslinya yang bringas.


“Kalian berdua!!!”


“Ada apa ini?” tanya tetua pertama saat mendapat pemandangan mengerikan dari para penjaga gerbang dan murid muridnya yang bersiap menyerang Azka dan Zhishu yang sedang di kelilingi spirit beast tingkat tinggi lalu Mo Lan yang masih menangis di hadapan kepala Jian An.


Ah dan jangan lupa kan ketua akademi yang tidak sadarkan diri, entah sudah meninggal atau belum.


“Tetua pertama tolong usir iblis iblis itu, mereka berniat untuk menghancurkan akademi, bahkan tetua kedua, ketua akademi dan juga guru dan murid2 murid yang berangkat ke penjamuan sudah mati di bunuh iblis wanita itu, apa jangan jangan Fang Yin dan Fang Lian juga sudah kau bunuh!!! dasar Jal*ng!!!” sahut Mo Lan mengadu pada para tetua beserta guru guru yang ada dan di akhiri dengan umpatan istimewa teruntuk Azka.


“Lan’er kau salah bahkan Ayah dari Fang Yin sendiri yang secara khusus menginginkan ku untuk menyerang akademi ini” Sahut Azka dengan nada memelas membuat semua orang menggertakkan giginya kesal sembari memandang sinis ke arah Mo Lan.


“Jangan berbohong!!!, mana mungkin Jendral Fang melakukan hal keji seperti itu, kau bahkan menuduh Fang Yin” ujar Mo Lan dengan gugup bercampur emosi yang telah mencapai puncak ubun ubunnya.


“Aiyya inilah sebabnya Jendral Fang menyuruhku untuk turun tangan, kau bahkan tidak tahu jika Fang Yin hanya berpura pura memusuhiku agar tidak ada yang curiga dengan kedekatan kita” sahut Azka santai membuat Mo Lan dan beberapa orang gelagapan dibuatnya.

__ADS_1


“Kalian semua dasar PENGHIANAT !!!” teriak tetua pertama lalu mengacungkan pedang peraknya ke arah Mo Lan namun di tahan oleh Tian Ba.


“Berani menyentuhnya maka aku tidak akan segan segan membunuhmu” sahut Tian Ba sembari menatap tetua pertama nyalang.


“Ka- kalian!!!!” teriak tetua pertama emosi, bencana apa yang telah menimpanya hari ini kenapa para murid murid didikannya berbondong bondong untuk menghianatinya.


“Tidak tidak tetua jangan percaya pada Jal*ng itu, dia hanya mengatakan omong kosong ini pasti hanya akal akalannya saja, mana mungkin Jendral Fang melakukan hal sekeji ini” sahut Mo Lan menolak percaya jika dia harus satu komplotan dengan Azka.


“Lan’er hatiku sakit loh kamu ngatain komplotanmu sendiri di hadapan semua orang, ah susah susah aku mengumpulkan para spirit beast ini untuk mengacaukan keadaan akademi dan menolongmu yang tidak becus itu, bahkan aku sudah membunuh ketua akademi, tetua kedua dan guru Li agar Jendral Fang dan para pasukannya dapat mengambil alih Akademi ini dengan mudah” ujar Azka panjang lebar membuat tetua dan guru guru meradang mendengar penuturannya yang kelewat santai bahkan di saat perang akan terjadi.


Berbeda halnya dengan Zhishu yang masih setia menjadi penonton sekaligus penyangga agar ketua akademi yang sedang terpejam di sebelahnya tidak jatuh tersungkur.


Sedangkan Mo Lan sendiri merasa bimbang apa benar ini suruhan jendral Fang lalu kenapa Jian An harus terbunuh?


“Jika memang kau benar benar orang suruhan Jendral Fang lantas mana buktinya? dan kenapa kau membunuh Jian An yang berada di pihakmu?” tanya Mo Lan pasrah, dia bahkan membongkar perangainya sendiri di hadapan semua orang, dan membuat orang orang kini menatapnya benci.


“Pertama aku membunuh Jian An bukan tanpa sebab, ayahnya telah menghianati Jendral Fang dengan cara membocorkan rencana Jendral kepada Kaisar, lalu yang kedua aku punya bukti sebuah surat perintah penyerangan dari jendral lengkap dengan stempelnya” ujar Azka sambil membuka surat yang sebelumnya dia simpan di lengan bajunya, surat itu memang memiliki stempel bewarna merah dengan tulisan hanja kuno.


Melihat itu sontak mata Mo Lan terbelalak kaget, ternyata benar.


“Dan yang terakhir, apa perlu aku menunjukkan token anggota?” tanya Azka sembari merogoh lengan hanfunya kembali namun di hentikan oleh Mo Lan.


“Tidak perlu aku percaya, maaf kan aku senior” jawab Mo Lan lalu bergegas untuk berbaris di belakang Azka di ikuti Tian Ba.


“Ti Tian Ba!!! kamuu bagaimana bisa?” tanya Qi Xuan yang merasa di hianati temannya sendiri.


“Qi Xuan kamu terlalu polos” sahut Hao Cun lalu mengikuti jejak Tian Ba membuat Qi Xuan merasa di hianati sebanyak dua kali dalam sehari.


Sebenarnya Qi Xuan hanya lah pendatang baru yang datang bersama Xu Kai namun pada akhirnya dia malah jadi ikut ikutan sesat karna terlalu sering bermain dengan Hao Cun dan pada akhirnya melupakan Xu Kai yang merupakan teman semasa kecilnya.


Melihat itu tetua pertama benar benar naik pitam, bagaimana bisa seorang guru alchemist juga terlibat, lalu tidak lama setelah itu di susul juru masak dan juga salah satu penjaga gerbang yang langsung berdiri di pihak Azka.


“Heh, lihatlah tetua pertama orang orang mu berhianat tuh” ujar Azka sambil menaikkan salah satu alisnya membuat tetua pertama benar benar geram.


Dengan cepat tetua pertama serta guru guru dan pekerja yang tersisa segera menodongkan senjata mereka masing masing kepada Azka dan yang lainnya lalu membentuk banteng perlindungan untuk melindungi murid muridnya.


“Dan kau Qi Xuan, kau itu tampan dan cerdik sama seperti Xu Kai tapi kenapa kamu bisa jadi bodoh gini sih, mau saja di permainkan teman temanmu” lanjut Azka mengejek Qi Xuan yang sedari tadi sudah merasa terpukul akibat penghianatan para teman teman barunya.


“Ini semua gara kamu Jal*ng sialan!!!!” teriak Qi Xuan lalu melemparkan pedangnya tepat ke jantung Azka, namun Azka menghindar dengan cepat dan mengakibatkan pedang itu mengenai penjaga gerbang yang saat itu posisinya berada di belakang Azka.


“Beraninya kau!!!! TAO SEKARANG!!!! teriak Azka emosi lalu.


Brakk….. string…. string…. string….


Tiba tiba muncul penjara es dari dalam tanah lalu dengan segera mengurung para penghianat Akademi Seribu Bayangan yang tentunya kecuali Azka yang langsung melompat keluar di ikuti Zhishu dan ketua akademi yang masih setia menyender di bahu Zhishu dengan mata terpejam layaknya sepasang kekasih.


“Jal*ng!!!! sialan!!! seharusnya aku tidak akan pernah mempercayaimu!!” teriak Mo Lan sembari tangannya yang tidak terhenti memukuli mengoyak penjara es buatan Tao dan tentu saja hasilnya nihil.


Lalu dengan cepat guru alchemist Ma Dong Lin mengarahkan elemen apinya ke arah penjara es namun hasilnya kalian bisa menebak lah.


“Hoamm…. guru Ma, lihatlah elemen api rongsokan mu yang tidak ada artinya sama sekali di banding penjara es milik Tao, err apa itu pantas di sebut api?” tanya Azka sambil sesekali menguap malas membuat para penghiatan itu ingin mencincang tubuh Azka sekarang juga.


Sedangkan para petinggi akademi serta murid2 lainnya hanya menatap Azka dan Zhishu penuh kebingungan, sejak kapan Azka dan Zhishu berpindah tempat? lalu bukan kah mereka satu komplotan? kenapa Azka malah mengurung sekutunya?

__ADS_1


“Hahahaha jangan senang dulu kau Jal*ng sebentar lagi Jendral Fang akan kemari menyelamatkan kami serta menghancurkan perangai busuk mu itu, ah dan jangan lupakan kau sudah memberi jalan kepada kami dengan cara mengorbankan nyawa ketua akademi hanya sebagai ajang penguat sandiwara mu!!!” teriak Hao Cun di sela sela tawanya mengejek tindakan ceroboh Azka yang mengorbankan nyawa orang lain.


“Ku rasa yang seharusnya tidak boleh merasa senang dahulu adalah kamu” sahut Azka santai membuat Hao Cun bertanya tanya, apa ada yang salah.


“Guru bangunlah, aku tau kau sudah sadar sedari tadi”


“Hah sudah selesai? wah wah murid ku kau memang yang paling bisa di andalkan” sahut ketua akademi yang tiba tiba terbangun dari pura pura pingsannya saat mendengar panggilan Azka.


Brukkk……


“Ba ba…. bagaimana bisa?” tanya Tian Ba seraya terduduk lemas di dalam penjara membuat Azka menyeringai di balik cadarnya.


“Nikmati waktu terindah kalian di penjara” jawab Azka sembari melambai lambai kan tangannya berniat mengejek para penghianat itu.


Prangg…..prangg… prang…


“Sialan!!! aku pasti akan membalasmu kembali!!!” teriak Mo Lan frustasi sembari terus menerus menendang penjara es buatan Tao.


“Berusaha lah yang keras jika ingin membalas dendam, dan kau Tao! jika mereka masih terus memberontak, lepaskan saja” sahut Azka santai membuat mata semua orang membola tidak percaya.


Semudah itu?


“Lalu jadikan mereka makan siangmu bersama teman temanmu hahhahahaha” lanjut Azka di akhiri dengan tawa mengerikannya membuat semua orang bergidik ngeri menatapnya, kecuali para petinggi yang masih belum memahami keadaan ini.


Groaaarrr….. auman Tao tanda setuju membuat nyali para penghianat itu langsung menciut.


“Dan untuk kalian semua jika ingin penjelasan ikut lah dengan ku!” perintah Azka yang langsung di setujui semua orang.


^^^^^^


Setelah Azka menyanggupi orang orang dari Akademi Seribu Bayangan sebuah penjelasan, kini semua orang sudah berada di aula Akademi menunggu suara yang akan keluar dari mulut Azka, ketua akademi, maupun Zhishu si pria idiot yang sayangnya ikut terlibat.


“Siapa yang merekrut mendiang guru Formasi?” tanya Azka membuka pembicaraan.


“Jendral Fang” jawab ketua akademi mantap.


“Bagaimana bisa guru seceroboh itu?” tanya Azka dengan nada meninggi membuat orang orang meneguk salivanya susah payah.


“I- itu sebenarnya – Jendral Fang membawa dekrit Kaisar yang mengharuskan akademi memilih berupa bantuan keuangan atau pendidikan karna rumor berdar di masyarakat tentang akademi kita yang kurang mampu membuat Kaisar Wei menurunkan dekrit itu atas usulan Jendral Fang” jawab ketua akademi sedikit gugup saat melihat muridnya sedikit marah.


“Lalu?” tanya Azka singkat.


“Karna akademi sudah punya banyak harta jadilah kami memilih bantuan pendidikan, awalnya aku kira bantuan itu berbentuk gulungan teknik pedang langka atau buku kultivasi, namun yang datang ternyata guru Su” jawab ketua akademi apa adanya.


“Kemungkinan pertama Kaisar tidak tahu menahu tentang guru yang di usulkan jendral Fang lalu yang kedua dekrit itu palsu” sahut Azka membuat mata tetua pertama membola.


“Mana mungkin! bahkan aku sendiri yang memastikan apakah dekrit itu palsu atau asli, di sana bahkan ada stempel kerajaan makanya kami tidak dapat membantah” sahut tetua pertama tidak terima.


“Maka dari itu bisa kita lihat jika kemungkinan pertamalah yang paling kuat” ujar Azka membuat semua orang mengangguk setuju.


“Errr… tapi kenapa kita malah membahas mendiang guru Su?” tanya salah satu murid akademi kepada Azka.


“Karna dia adalah akar permasalahan yang di tanam jendral Fang untuk mengambil alih akademi ini”

__ADS_1


TBC


__ADS_2