Terlempar Ke Zaman Kuno

Terlempar Ke Zaman Kuno
147 Gunung Binatang Iblis


__ADS_3

“Oiyaa lupa!! mau nanya itu tempat paling tinggi di Kerajaan Iblis dimana ya?” tanya Azka yang tiba tiba berhenti di tengah tengah pintu sambil menoleh kearah pak tua Han.


...***...


Setelah menyelesaikan rencananya bersama keluarga pak tua Han segera Azka menyuruh Tao berangkat ketempat yang di maksud pak tua Han sebagai tempat tertinggi di Benua Tengah.


Yakni gunung binatang iblis.


“Kira kira kalau kita kesana banyak binatang iblisnya gak ya?” tanya Xiao Bai yang kini ikut menunggangi Tao dengan wujud bocahnya.


“Ya namanya aja gunung binatang iblis, kalo gunung emas mah banyak emasnya” sahut Xi Long yang berada di pundak Azka dengan wujud Anj*ng berkepala tiga namun versi mininya.


“Apasih nyaut aja, lagian kan Xiao Bai cuman mastiin aja, kalau beneran ada banyak Xiao Bai bakal siap siap” ujar Xiao Bai ketus mengingat peringatan Zhishu yang menyuruhnya waspada dengan binatang iblis itu.


“Xi’er tenanglah, selagi binatang iblis itu bukan peliharaan Kaisar Iblis maka semuanya akan berjalan dengan lancar” sahut Azka membuat Xi Long langsung menolehkan tiga kepalanya bersamaan.


“Lalu jika salah satu dari mereka ada yang peliharaan Kaisar Iblis Nona akan bagaimana?” tanya Xi Long.


“Tentu saja kita akan berhenti untuk membunuhnya” jawab Azka singkat membuat Xi Long menelan salivanya susah payah.


“Huh Kaisar Iblis ini … Xiao Bai memiliki dendam pribadi jadi sebelum membunuhnya mari kita siksa dulu, misalnya ambil organ tubuhnya satu per satu dalam keadaan sadar” usul Xiao Bai yang terdengar amat kejam.


“Xi’er bukankah kamu belum pernah bertemu dengan Kaisar Iblis sebelumnya, kamu ini baru saja menetas bagaimana bisa kamu memiliki dendam?” tanya Tao yang kini ikut ikutan nimbrung dengan pembicaraan mereka.


Untungnya mereka sudah memasuki kawasan gunung, jadi tidak perlu takut jika seandainya orang lain akan mendengarkan pembicaraan yang keluar dari mulut seekor macan hitam.


“Itu namanya Dendam Klan, kami Klan Naga Merah yang selalu setia pada Dewi Perang akan membunuh Kaisar busuk itu untuk membalas dendam” jawab Xiao Bai Serius.


“Hahahaha entah kenapa aku setuju dengan ucapan Xi’er, baiklah ibunda akan membantumu untuk membalaskan dendam” sahut Azka sambil mengepalkan tangannya.


‘Tentu saja kamu setuju, jelas jelas kalian memiliki hubungan’


“Dan Tao sebagai pengikut setia Nona pasti akan membantu Nona untuk menyelesaikan dendam Klan Naga Merah” sahut Tao.


“Long Long, kenapa kamu diam saja? apa kamu tidak ikut untuk membalaskan dendam Xiao Bai? bukankah kalian teman baik?” tanya Azka beruntun membuat Xiao Bai mendecih tidak suka namun segera di cubit oleh Azka agar diam dan tidak menimbulkan konflik sebelum waktunya.


“Tenang saja, para binatang iblis itu tidak akan mendekat selagi aku bersama Nona” jawab Xi Long melenceng dari pertanyaan membuat Azka terkekeh pelan.


“Benar saja, jika buku sejarah tidak salah maka seharusnya kasta mu lebih tinggi dari mereka” sahut Azka membuat Tao dan yang lainnya malotot.


Bagaimana Azka mengetahuinya?.


Huh … bahkan di buku cerita anak anak menjelaskan jika Anj*ng berkepala tiga memiliki posisi tinggi sebagai penjaga dunia bawah dengan kemampuan pemburu arwah jahat yang berpengalaman.

__ADS_1


Dan jangan lupakan jika dia peliharaan Dewa Kematian.


Jadi secara status jelas jelas masih tinggian Xi Long dari pada binatang iblis lainnya.


“Nona, kamu yakin ingatanmu masih belum kembali?” tanya Xi Long hati hati membuat Azka mengernyitkan dahinya.


“Apa? gimana? ingatan apanya? apa hubungannya sama ingatan milikku?”


“Nona yakin?!! jelas jelas Nona ingat jika aku adalah binatang iblis dengan kasta tinggi!! di dunia ini yang mengerti silsilah itu hanya para Dewa Dewi beserta sesama binatang iblis lain-”


“DIAMLAH!! kita sudah sampai” potong Bao Yu yang tiba tiba keluar dari ruang dimensi dengan wujud bocahnya lalu segera menarik salah satu kepala Xi Long dan membawanya pergi.


“Tuan aku dan Xi Long akan mencari tempat yang bagus untuk telur itu menetas!!” teriak Bao Yu dari kejauhan membuat Azka menyunggingkan senyum di balik selendangnya.


“Heh nyatanya buku cerita anak anak tidak pernah meleset” gumam Azka pelan sambil menggendong Xiao Bai turun dari punggung Tao.


“Ibunda bilang apa?” tanya Xiao Bai yang tidak mendengar dengan jelas gumaman Azka.


“Tidak ada? aku hanya bingung, aku kan memiliki elemen petir lalu kenapa tidak aku sambar saja telurnya agar menetas?” tanya Azka mengalihkan pembicaraan sambil melepaskan cadarnya.


“Hanya petir dari langit yang bisa melakukannya” sahut Tao lalu memposisikan dirinya tiduran di depan pohon besar agar Azka dan yang lainnya bisa menjadikan tubuh besarnya sebagai sandaran.


“Tapi apa ibunda benar benar akan menetaskan telur itu? apa ibunda tidak curiga? ini … satu spesies loh dengan Xi Long?” tanya Xiao Bai yang benar benar melupakan sopan santunnya terhadap Xi Long yang lebih tua.


“Kita perlu waspada” jawab Xiao Bai membuat Tao sedikit kebingungan.


“Waspada? katanya Xi Long binatang peliharaan Dewa Kematian? jadi kenapa harus waspada?”


“Huh Dunia ini luas, jadi siapapun dapat menyimpan keburukannya”


“Haishh … apapun itu aku pasti akan terus di sisi Nona untuk melindunginya”


“NONA KITA SUDAH MENEMUKAN TEMPATNYA!! CEPAT BAWA TELUR ITU KESINI!!” teriak Xi Long dari kejauhan memotong pembicaraan serius Tao dan Xiao Bai, dengan Azka yang menjadi pendengar setianya.


“Ck … jauh amat, andai diri ini memiliki dua sayap yang menemani” gumam Azka mellow meratapi nasibnya yang akan mendaki puncak gunung.


“Xiao Bai bisa membawa ibunda keatas dengan cepat” seru Xiao Bai yang hendak merubah wujudnya sebelum Azka benar benar menghentikannya.


“Hehehe … tidak perlu repot repot, kalian di sini saja, lain kali aku akan mempelajari dengan sungguh sungguh jurus jalan pintas (teleport) yang di berikan Zhishu” potong Azka lalu segera berlari menggunakan jurus Qiqongnya.


Bukannya ingin melarat, hanya saja Azka tidak akan membiarkan Benua ini terguncang dengan kedatangan seekor Naga Balita.


Bisa bisa dia di jadikan buronan.

__ADS_1


Tidak membutuhkan waktu yang lama bagi Azka untuk terus berlari, melompat sana sini dan akhirnya sampai di tempat yang di maksud oleh kedua binatang beda klan di depannya.


“Huh … anggep aja olahraga malam” ujar Azka sambil menegak habis sebotol air surgawi yang baru saja dia ambil dari ruang dimensi.


“Taruh sini Nona” ujar Xi Long sambil menunjuk sangkar buatannya yang mungkin tidak akan tahan sambaran petir.


Yah … apa yang di harapkan dari sekelompok batu yang di susun membentuk mangkuk.


“Bentar bentar” sela Azka yang masih ngos ngosan meskipun sudah minum air surgawi sebotol.


“Kenapa gak terbang aja sih? bukankah Tuan memiliki elemen Angin? bakat Tuan jadi sia sia kan” sahut Bao Yu.


“Lah njirr aku lupa kalau bisa terbang” maki Azka mambuat Bao Yu dan Xi Long tertawa cekikikan.


“Ini boleh di tinggal gak?” tanya Azka setelah menaruh telur hitam pada tempatnya.


“Di tungguin juga boleh kalau Tuan mau ikut ikutan tersambar” sahut Bao Yu yang langsung dapat pelototan dari Azka.


“Emang kapan petirnya muncul?”


“Gak tau? tadi belum nanya sama Dewi cuaca” jawab Bao Yu asal asalan karna mulai kesal dengan pertanyaan pertanyaan gak penting Azka.


“Fak!! semoga isinya binatang terbang” gumam Azka membuat Bao Yu tertawa mengejek.


“Laler mau?” tanya Bao Yu frontal yang langsung dapet tonjokan dari Azka.


Sudah cukup kesabarannya dalam menghadapi sikap ngeselin Bao Yu.


“Emang isinya binatang terbang kok” sahut Xi Long yang langsung menghentikan pertikaian mereka berdua.


“Loh kok tau?”


🙈🙈🙈


HAI SEMUANYA👋 APA KABAR? LAMA TIDAK UP😂 MAAF🙏UDAH BUAT PARA READERS KU TER❤ MENUNGGU, HARI HARI KEMARIN AUTHOR BENAR BENAR SIBUK🙏 HABIS INI PASTI DI USAHAIN UP SETIAP HARI KOK😊 TERIMAKASIH🙏


BUAT YANG MASIH SETIA DI CERITA INI, SINI DAPET PELUKAN SAYANG DARI AUTHOR🤗😁


Hehehe canda guys😅


Sekali lagi terimakasih😊


TBC.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak vote, like, komen dan rate 5nya ya guys❤❤ biar author makin semangat ngetiknya💪💪


__ADS_2