Terlempar Ke Zaman Kuno

Terlempar Ke Zaman Kuno
145 Pejabat


__ADS_3

“Bagus!! jadi apa informasi yang aku inginkan sudah kalian dapatkan?”


***


“Hamba sudah mendapatkannya Nona” ujar pak tua Han sambil memberikan gulungan kertas kepada Azka.


“Sudah?” tanya Tao lagi memastikan.


“Sudah Tuan Tao” jawab pak tua Han lagi membuat Tao langsung melihat gulungan kertas di tangan Azka.


‘Wah wah pengikut baru Nona benar benar bisa di andalkan’ ujar Tao lewat telepati membuat Azka menyunggingkan senyumnya di balik selendang.


“Jadi para Petinggi Istana itu akan lewat secara bersamaan setelah pertemuan Istana, dan pertemuan Istana berlangsung 3 hari sekali” ujar Azka yang langsung di angguki oleh pak tua Han.


“Menurut mata mata yang hamba percayai, terkadang beberapa dari mereka akan berlama lama di Istana terlebih dahulu untuk membahas sesuatu, namun jika Nona beruntung mereka akan lewat jalur keluar dari Istana secara bersamaan” sahut pak tua Han membuat Azka mengangguk mengerti.


“Aku memang mempercayai sebuah keberuntungan, namun keberuntungan tidak datang begitu saja jika kita ingin, jadi aku akan mewujudkan keberuntungan itu sendiri” ujar Azka sembari menggulung kembali kertas yang isinya sudah dapat dia baca dan fahami.


Benar benar tidak sia sia dia belajar berhari hari di ruang dimensi.


“Maksudnya?” tanya keluarga pak tua Han bersamaan.


Yah mereka tidak mengerti dengan jalan fikiran Azka yang akan membuat keberuntungannya sendiri.


“Hei hei, aku ini bukan seorang Dewi, jadi aku tidak bisa menentukan keberuntunganku sendiri, dan jika menunggu keberuntungan itu datang, maka kemungkinan akan memakan waktu yang lama! aku tidak menyukainya” jawab Azka sambil menopang dagunya.


“Jadi apa Nona memiliki rencana untuk membuat keberuntungan itu datang secepatnya?” tanya Tao membuat Azka menyeringai dari balik cadar nya.


“Heh tentu saja, aku bahkan mampu membuat Benua ini tenggelam dalam banjir agar rencana ku berhasil” jawab Azka membuat keluarga Han meneguk salivanya kasar.


Oke, sepertinya Nona mereka tidak akan main main dengan ucapannya.


“Jadi kapan pertemuan itu akan berlangsung?” tanya Azka pada pak tua Han.


“Hari ini” jawab pak tua Han yakin membuat Azka terkekeh pelan.


“Baiklah kita masih punya waktu 3 hari untuk merampok massal”

__ADS_1


“APA!!!” teriak keluarga Han beserta Tao bersamaan.


Yang benar saja!! merampok!! lagi lagi MERAMPOK!!


“Nona kamu yakin ini masuk kedalam rencana?” tanya Tao memastikan.


“Menurutmu? aku bukanlah tipe orang yang gila harta” maki Azka membuat Tao mencibir di dalam hati.


Seseorang yang bukan gila harta namun sering mencoba melakukan perampokan, apalagi orang itu menganggap sebuah kartu hitam (blackcard) seperti anak sendiri.


“Ck!! ada apa dengan wajah tidak percayamu itu?” tanya Azka sambil menarik dagu Tao membuat Tao sontak menahan nafasnya dengan wajah yang memerah sempurna.


“Tao ya, kamu sakit?” tanya Azka dengan tangan satunya yang mencoba mengecek suhu tubuh Tao.


“T- ti tidak, tolong lepaskan Nona membuat sesuatu di dalam sana ingin meledak” jawab Tao sambil memegang dada kirinya membuat keluarga Han menganga melihatnya.


Sepertinya hubungan dua orang ini tidak sesimple kelihatannya.


“Ah … ehem … ehem … maafkan aku, kamu sih pakek gak percaya segala” ujar Azka sambil melepaskan tangannya membuat Tao bisa bernafas lega.


“Ampun Nona hamba ingin bertanya” ujar Kakek Han Mu Shi tiba tiba sontak membuat Azka dan Tao menatapnya dengan tajam secara bersamaan.


Kakek Han sendiri yang di tatap seperti itu oleh dua orang atasannya menjadi kalut dan langsung berkeringat dingin.


Jadi nanya gak ya?


Oh ayolah, apakah saat ini bertanya adalah sebuah kejahatan, ada apa dengan tatapan gak nyelow dua orang berbeda gender itu.


“Ehem … Anu … em – itu, tentang alasan kenapa merampok” ujar kakek Han gugup membuat Azka dan Tao bernafas lega dan segera memalingkan pandangan mereka.


“Pertama tama, bukankah kata mu tadi mereka akan keluar bersamaan saat sedang beruntung?” tanya Azka membuat Ketiga anggota keluarga itu mengangguk.


“Hei hei, itu akan sedikit mustahil dan tentunya membutuhkan waktu yang lama, jadi kita harus membuat keributan di kediaman mereka agar mereka tidak bisa berlama lama meninggalkan kediaman” lanjut Azka membuat kakek Han menganga.


Bagaimana bisa seseorang memikirkan rencana jenius hanya dengan beberapa menit.


“Jadi keributan yang Nona maksud adalah perampokan selama 3 hari berturut turut?” tanya Kakek Han lagi memastikan.

__ADS_1


“Bingo!!” jawab Azka sambil menjentikkan jari nya dengan semangat.


“Sekarang cepat beri aku informasi tentang berapa banyak anggota Petinggi Istana sekaligus alamat mereka” lanjut Azka membuat pak tua Han segera berlari mengambil kertas dan kuas untuk mencatatnya.


Pak tua Han sebagai seseorang penghuni pasar gelap sekaligus pemilik toko obat terbesar di Kerajaan Iblis jelas mengenal dengan baik siapa saja para Petinggi Kerajaan Iblis.


“Di dalam Kerajaan Iblis terdapat 3 tingkatan untuk para Pejabat termasuk Petinggi Kerajaan, mereka di bagi menjadi 3, Pejabat kelas rendah, menengah dan Atas.


Pejabat kelas rendah biasanya hanya mengurusi desa desa kecil, mereka adalah kepala desa, pengadilan desa, dan sebagainya, lalu untuk kelas menengah biasanya mereka akan mengurusi urusan di ibukota, perbatasan dan juga di dalam Istana mereka adalah para Jendral yang menjaga Kerajaan, dan beberapa Mentri kecil seperti Mentri Perpajakan, Mentri Kehakiman, dan sebagainya.


Dan yang terakhir untuk Pejabat kelas atas, hanya ada 3 orang mereka adalah Jendral Besar yang biasanya akan turun hanya jika ada perang besar besaran, Mentri Kanan atau biasa di sebut Mentri Keuangan yang mengurusi masalah pemasukan, pengeluaran, dan tentu saja yang selalu mengambil keuntungan dari kami para pedagang, lalu Pejabat kelas atas yang terakhir adalah Penasihat Kerajaan.


Mereka bertiga termasuk kedalam jajaran orang orang yang sering berlama lama di dalam Istana untuk membahas sesuatu bersama Kaisar Iblis” jelas pak tua Han panjang lebar dengan tangan yang menuliskan nama nama beserta alamat lengakap dari para Petinggi yang baru saja dia sebutkan.


“Satu dua tiga … wah wah para Pejabat itu … kenapa jumlahnya sangat banyak?” tanya Azka sambil menunjuk kertas di meja yang sedang di kerjakan oleh pak tua Han.


“Haishh benar benar merepotkan!!” gumam Azka kesal membuat Tao tertawa melihatnya.


“Pejabat kelas rendah berjumlah 7 orang, lalu Pejabat kelas menengah berjumlah 10 orang dan untuk Pejabat kelas atas mereka berjumlah 3 orang, maka semuanya total 20 orang!! Haiss!!! paling tidak nanti malam kita harus merampok di 9 kediaman, lalu besok malam 8 kediaman, benar benar menjengkelkan” ujar Azka kesal sendiri dengan rencananya.


“Jika satu kediaman bisa menghasil ratusan koin emas dan benda berharga lainnya, maka dalam semalam Nona bisa kaya melebihi para bangsawan” sahut Tao membuat Azka yang semula kesal menjadi kelebihan semangat.


“Aku memang sudah kaya tahu!! tapi menambah kekayaan bukanlah masalah besar!!” ujar Azka semangat sambil menggebrak meja membuat Tao tertawa senang.


Berbeda halnya dengan Tao yang ikutan bahagia, Keluarga Han malah menatap keduanya dengan tatapan sedikit aneh dan tentunya khawatir.


Aneh dengan tingkah keduanya yang sangat bahagia saat membayangkan kekayaan hasil rampokan, lalu khawatir akan siapa yang nantinya Azka suruh untuk merampok.


“Tapi kenapa yang Nona jumlahkan tadi hanya ketemu 17 orang dalam dua hari, lalu 3 sisa nya bagaimana?” tanya Tao.


“Kamu tahu yang belum kena rampok justru yang akan menjadi paling waspada, jadi aku menyisahkan 3 sisanya untuk permainan akhir agar mereka tidak berlama lama di Istana” jawab Azka santai.


“Itu artinya 3 sisanya adalah Pejabat kelas atas?”


“Tentu saja!!” jawab Azka lalu mengambil kertas yang berisikan nama nama para Pejabat.


“Tapi siapa saja yang nantinya akan Nona suruh untuk merampok kediaman para Pejabat itu?”

__ADS_1


TBC.


Jangan lupa tinggalkan jejak vote, like, komen dan rate 5nya ya guys❤❤ biar author makin semangat ngetiknya💪💪


__ADS_2