
“Ide bagus, aku yakin wajah di balik cadar itu adalah buruk rupa sama seperti pria idiot itu, jika tidak kenapa jal*ng itu mau berdekatan dengan pria idiot buruk rupa itu” sahut Fang Yin sambil tersenyum puas.
***
Sedangkan di tempat lain Azka sudah memasuki Pavilium Atas Awan dan di sambut dengan hangat oleh Ketua Akademi di halaman pavilium.
“Ohoho murid murid ku tersayang kenapa kalian lama sekali” ujar Ketua Akademi sambil mengelus kepala Zhishu menggunakan tangan kiri, sedangkan yang di elus hanya menampilkan wajah bodohnya saja.
Sekarang Azka sedikit merasa janggal, kenapa gurunya selalu menggunakan tangan kirinya, waktu dia mengusir spirit beast semalam pun melambaikan tangan kirinya, apa gurunya ini kidal.
“Salam kepada guru” salam Azka dan Zhishu serentak sambil membungkukkan tubuh mereka.
“Aiyya tidak perlu seformal itu dengan kakek tua ini” sahut Ketua Akademi.
“Kata Tetua pertama, guru akan mengetes bakat kita apa itu benar?” tanya Azka to the point.
‘Tuan, sebaiknya jangan lakukan itu atau gurumu akan mati terkejut akan bakat mu’ ujar Bao yu dari ruang dimensi.
‘Hahahaha kau terlalu memuji, susah ya jadi orang jenius’ sahut Azka mencoba merendah namun jatuhnya malah menyombongkan diri di mata Bao Yu.
‘Tuan sangat tidak cocok mengatakan hal baik seperti itu’ sahut Bao Yu sambil merotasikan kedua bola matanya kesal.
“Itu benar, aku perlu tahu kamu punya elemen apa” jawab Ketua Akademi namun Azka hanya menggeleng tidak setuju.
“Biar aku memberitahu guru saja tentang elemen ku dan Zhishu” sahut Azka yang di balas anggukan oleh Ketua Akademi.
“Boleh, tapi kalian harus membuktikannya” ujar Ketua Akademi.
“Zhishu apa elemen milik mu?” tanya Azka riang namun hanya di sambut dengan menunduknya kepala Zhishu.
Bocah ini kenapa?
“Is- istri maaf mengecewakan istri tapi Zhishu tidak memilikinya” jawab Zhishu pelan membuat Ketua Akademi terbelalak kaget.
Tidak bukan karna Zhishu yang tidak memiliki elemen sama sekali, Ketua Akademi sudah mengetahuinya dari rumor, namun dia terkejut akan panggilan ‘istri’ dari Zhishu untuk Azka.
Apa hubungan kedua muridnya ini ternyata lebih intim dari bayangannya, huh kini pikiran Ketua Akademi traveling kemana mana.
“Ahhhh maafkan aku, sungguh aku lupa” ujar Azka tidak enak hati, Azka melupakan hal ini karna saking semangatnya.
“Apa istri kecewa?” tanya Zhishu, dia siap menerima jawaban yang mungkin tidak mengenakkan dari Azka.
“Hei kenapa aku harus kecewa, kau tenang saja aku pasti akan melindungi mu semampuku” jawab Azka sambil tersenyum manis dari balik cadarnya, terlihat dari matanya yang menyipit seperti bulan sabit.
“Jika sudah begini apa Zhishu salah karna sudah jatuh cinta kepada istri?” tanya Zhishu dengan tatapan sendunya dan itu sukses membuat Azka salah tingkah.
Zhishu tidak menyangka jika Azka benar benar menerima segala kekurangannya, yah walaupun sebenarnya itu hanyalah rekayasa tapi Zhishu sedikit takut jika Azka bersikap baik padanya atas dasar kasihan semata.
Dan Zhishu benci hal itu.
“Ehem… maaf mengganggu” sela Ketua Akademi dia butuh kejelasan akan hubungan kedua muridnya ini.
Holly shit!! Azka lupa akan keberadaan Ketua Akademi, Zhishu sih tidak tahu tempat jika ingin menyatakan perasaannya.
“Anu guru…. ini-ini anu ituu loh aku tadi mau bilang apa ya?” tanya Azka dengan wajah penuh kebingungannya, padahal
‘Aku pura pura lupa aja deh biar guru gak nanya nanya’ nah tuh batin nya kayak gitu.
“Ahahahahaha tenang saja aku tidak mendengar apapun” ujar Ketua Akademi sambil tertawa garing, dia paham betul jika muridnya ini tidak ingin mengungkitnya.
Berhasil!!!
“Guru perihal Zhishu yang tidak memiliki elemen, aku ingin meminta tolong kepada guru untuk mengajarinya menjadi beast tamer sepertimu” sahut Azka mengalihkan pembicaraan membuat Zhishu tersenyum kecut.
__ADS_1
Kenapa Azka selalu mengalihkan pembicaraan di saat dia menyatakan perasaannya, apa Azka tidak menyukainya, apa benar Azka bersikap baik padanya hanya sebatas kasihan.
Ah… Zhishu benar benar kalut akan pemikirannya.
“Murid ku kau tenang saja karna Zhishu adalah murid ku juga jadi aku akan mengajarinya semampuku” ujar Ketua Akademi membuat Azka mengembangkan senyumnya.
“Lalu kau mempunyai elemen apa?” tanya Ketua Akademi penasaran.
“Aku punya elemen ganda, Elemen Tumbuhan dan Api” ujar Azka santai namun respon gurunya jauh dari kata santai.
“Kau Serius!!! demi apa!!!, aku punya murid dengan bakat ganda, astaga ya dewa!!” teriak Ketua Akademi histeris sontak menurunkan wibawanya di hadapan Azka dan Zhishu.
‘Apa aku bilang, dia cuma tahu 2 elemen milik Tuan saja sudah histeris begitu apalagi tau semuanya’ sahut Bao Yu membuat Azka terkekeh pelan.
Azka memang sudah memutuskan hanya akan mengekspos elemen tumbuhan dan apinya saja agar tidak menimbulkan mala petaka.
Tanpa menjelaskan lebih lanjut Azka lebih memilih membuktikannya dengan mengeluarkan sulur tanaman rambat menggunakan elemen tumbuhannya lalu membakar sulur itu menggunakan elemen api murni miliknya.
Hal itu sukses membuat ketua akademi jatuh terduduk di rerumputan halaman pavilium.
“Astaga guru!!” ujar Azka kaget lalu membantu Ketua Akademi berdiri kembali dan
Gotchaa!!!
Azka menemukan keganjalan dari Ketua Akademi, ini bukan kidal melainkan telapak tangan kanan ketua akademi menghilang alias buntung.
Melihat Azka yang terdiam setelah membantunya berdiri membuat ketua akademi menyadari sesuatu.
“Ah maaf, apa kalian akan malu karna mempunyai guru yang cacat” ujar Ketua Akademi pelan sambil memberlihat kan pergelangan tangan kanannya yang buntung.
Sontak Zhishu memasang wajah kagetnya saat melihat itu padahal dia sudah tau dari anak buahnya saat Zhishu menyuruh orangnya mencari tahu identitas Ketua Akademi yang akan menjadi guru istrinya.
“Aku menghilangkan telapak tangan ku saat menjinakkan Elang api tingkat 8, dan itu membuatku cukup terpuruk karna Ketua Akademi seharusnya tidak boleh cacat” jelas Ketua Akademi tanpa disuruh.
“Di benua ini sedikit sulit mencari pil jenis itu karna sangat jarang alchemist yang mampu membuatnya” jawab Ketua Akademi murung.
‘Xi’er apa kita masih memiliki persediaan pil regenerasi?’ batin Azka bertanya pada Xiao Bai.
‘Itu Xiao bai sudah menghabiskannya 3 hari yang lalu untuk cemilan, bunda sih terlalu malas membuat pil pil untuk kita makan’ jawab Xiao Bai sedikit protes.
‘Huh sudahlah, jika ada waktu luang aku akan membuat banyak’ ujar Azka membuat Xiao Bai bersorak gembira.
“Heyy ada apa dengan suasana sepi ini, tenanglah murid ku meskipun pergelangan tangan ku cacat namun aku masih bisa mengajarimu berpedang serta membimbing Zhishu menjadi beast tamer sesuai keinginanmu” sahut Ketua Akademi yang melihat Zhishu dan Azka tidak menyahutinya.
Tanpa menyahuti perkataan ketua akademi Azka segera mengeluarkan botol porselen kecil dari ruang dimensinya lalu memberikannya kepada Ketua Akademi.
“Apa ini?” tanya ketua akademi kebingungan sambil meneliti botol pemberian muridnya itu.
“Jika aku mengatakan itu air surgawi apa guru akan percaya?” tanya Azka balik.
“Apa kau sedang bercanda?” tanya Ketua Akademi lalu membuka tutup botol itu menggunkan mulutnya seketika bau harum khas air surgawi menguak dari botol itu membuat tangan Ketua Akademi gemetaran hebat.
Jika holy water memiliki aroma herbal yang pekat akibat dari campuran akar kehidupan maka air surgawi memiliki bau harum yang khas dan menenangkan.
“I- ini yang benar saja!!” teriak Ketua Akademi tidak percaya dengan apa yang dia lihat.
“Jika guru tidak percaya, maka buktikan sendiri dan lihat hasilnya” ujar Azka santai sedangkan Zhishu kini dia tau salah satu dari sifat istrinya.
Dia akan menjadi iblis kepada orang yang berniat buruk kepadanya dan orang orangnya, namun dia akan berubah menjadi bidadari kepada orang yang memperlakukannya dengan baik.
Kenapa bidadari dan bukan malaikat? kan kebalikan dari iblis itu malaikat? karna Azka cantik layaknya bidadari.
“Tidak tidak, kau lebih membutuhkannya untuk meningkatkan kultivasi mu jika kau ingin menerobos” ujar ketua akademi sambil mengembalikan botol itu namun di tolak Azka.
__ADS_1
Kegunaan air surgawi adalah mempercepat kultivasi jika orang itu berniat menggunakannya untuk menerobos, menyembuhkan luka luar, penawar segala racun, serta memiliki fungsi layaknya pil regenerasi.
“Guru jangan sungkan kau lebih membutuhkannya, lagi pula aku punya banyak” sahut Azka enteng tanpa memikirkan gurunya yang pikirannya sedang berkelana menerka nerka.
Apa muridnya ini monster? atau harta karun berjalan? bukan hanya memiliki cambuk curah hujan namun juga punya air surgawi yang sangat langka bahkan hampir tidak ada.
Murid nya ini penuh kejutan.
“Aku akan pergi mendaftar kelas bersama Zhishu, guru pulihkan dulu telapak tangan mu” ujar Azka lalu menarik Zhishu pergi meninggalkan ketua akademi yang masih tidak percaya dengan kenyataan dia mendapatkan air surgawi secara cuma cuma.
Sebenarnya Azka tidak berniat untuk mendaftar di kelas manapun karna dia sudah punya Ketua Akademi untuk mengajarinya berpedang serta mengajri Zhishu menjadi beast tamer.
Dia pergi karna ingin memberi privasi pada gurunya agar mau meminum air surgawi pemberian Azka, lagi pula proses tumbuhnya anggota tubuh yang baru akan sangat menyakitkan, jika melihat dari sifat gurunya dia pasti jaim jika ingin berteriak kesakitan di depan muridnya, maka dari itu Azka ingin memberikannya privasi.
“Istri kita akan mendaftar di kelas mana?” tanya Zhishu di perjalanan menuju ke kamar khusus alias pavilium khusus.
“Kita tidak akan mendaftar” jawab Azka.
“Lalu?”
“Apa kau ingin mendaftar?” bukannya menjawab Azka malah balik bertanya.
“Jika istri mendaftar maka Zhishu dengan senang hati juga akan mengikuti istri” jawab Zhishu.
“Tidak aku sudah punya seseorang yang akan mengajariku formasi, membuat pedang serta berkultivasi yang bahkan lebih hebat dari para Tetua sekalipun, dan juga aku adalah seorang alchemist tingkat tinggi jadi buat apa belajar lagi” jawab Azka sedikit menyombongkan kemampuannya di hadapan Zhishu.
Yang di maksud azka adalah Xiao Bai sang ahli formasi, Tao sang ahli membuat senjata dan yang terakhir Bao Yu yang kultivasinya paling tinggi diantara yang lainnya, dan juga ahli dalam membuat ilusi.
Zhishu hanya tersenyum melihat sikap sombong dan percaya diri Azka yang tidak tahu tempat, namun sikap Azka adalah berdasarkan kenyataan jadi Zhishu tidak pernah mempermasalahkannya.
“Zhishu kau tidak perlu mendaftar, aku juga akan menyuruh guru untuk mengajarimu memanah agar kemampuan memanah mu berkembang” sahut Azka sambil tersenyum senang.
Pilihannya tepat bukan, jika berpedang dapat melukai Zhishu maka memanah adalah pilihan tepat untuk meminimalisir resiko terluka.
“Busur yang pernah kau pakai itu ambil saja untuk di jadikan senjata pengganti pistol” lanjut Azka.
“Hey apa kau sudah mendengar tentang pertandingan yang akan di adakan Akademi untuk menentukan murid yang akan di bawa ke penjamuan istana”
Tiba tiba Azka berhenti saat mendengar salah satu murid yang sedang bergosip membuat Zhishu otomatis menghentikan langkahnya juga.
“Ya, para Tetua tidak bisa memilih sembarang murid begitu saja untuk di ajak memenuhi undangan istana” ujar murid B.
“Wah wah pasti akan jadi perebutan” sahut murid C.
“Maka dari itu Tetua mengadakan pertandingan untuk memilih beberapa pemenang yang akan di ajak ke istana untuk penjamuan” sahut murid A.
“Pertandingan ya, mungkin akan sedikit seru” gumam Azka lalu melanjutkan perjalanannya di ikuti Zhishu dari belakang.
‘Tuan aku merasa orang orang yang meminta cambuk mu kemarin pasti akan berulah lagi’ sahut Bao Yu dari ruang dimensi.
‘Kakak benar, mungkin mereka akan menggunakan pertandingan ini untuk mecari kesempatan melukai bunda’ sahut Xiao Bai mengeluarkan pendapatnya.
‘Heh kita lihat saja’
.
.
.
.
TBC.
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak ya guys😊