Terlempar Ke Zaman Kuno

Terlempar Ke Zaman Kuno
13 Menuju Ibukota


__ADS_3

“Ini aneh bukan kah seharusnya orang orang membicarakan ku karna telah melukai bangsawan, namun ini ... apakah kabar itu belum menyebar tapi itu tidak mungkin” gumam Azka pelan.


***


“Apa istri mengatakan sesuatu?” tanya Zhishu yang samar samar mendengar gumaman Azka.


“Tidak ... kau pasti salah dengar” jawab Azka acuh, Zhishu hanya menyunggingkan senyum tipis mendengar jawaban Azka.


Tidak membutuhkan banyak waktu mereka berdua sudah sampai di penginapan pavilium bulan, langsung saja Azka menanyakan keperluannya kepada pelayan penginapan.


“Permisi apa Nyonya Feng masih disini?” tanya Azka sedikit ramah ingat hanya sedikit.


Pelayan perempuan itu sedikit kaget, dia kira Azka adalah Tuan Muda namun ketika mendengar suaranya ternyata seorang Nona.


“Ah Nona, Nyonya Feng sudah pergi dari semalam dengan terburu buru membawa kereta” jawab pelayan wanita itu ramah.


“Terimakasih” ujar Azka singkat sambil memberi pelayan itu dua keping emas lalu menarik Zhishu keluar dari penginapan.


“Terimakasih Nona Muda, terimakasih banyak” teriak pelayan wanita tadi sambil bersujud.


Azka tidak menghiraukan teriakan pelayan itu, dia memang pantas menerimanya karna telah memberi informasi yang jujur, kenapa Azka tau? karna sebelum Azka kesini dia sudah memastikannya terlebih dahulu, dia bahkan melihat bagaimana marahnya Nyonya Feng saat tau anaknya cacat.


Sedangkan Zhishu yang ditarik Azka secara tiba tiba hanya diam memandangi pergelangan tangan nya entah apa yang ada di benaknya yang jelas dia terlihat bahagia.


“Kau tidak bertanya aku akan membawamu kemana?” tanya Azka di perjalanan.


“Tidak perlu, karna Zhishu akan mengikuti kemanapun istri pergi” jawab Zhishu membuat Azka seketika berhenti lalu menghadap ke arah Zhishu.


“Meski ke dunia lain sekalipun? tanya Azka lagi.


“Iya” jawab Zhishu mantap tanpa berfikir terlebih dahulu.


Azka hanya tersenyum dibalik selendangnya lalu membatin Bao Yu.


‘Apa Tao sudah keluar dari kultivasi pintu tertutupnya?’ tanya Azka membatin Bao Yu.


‘Ini baru 1 bulan di ruang dimensi tapi jika tao memakan pil peningkat kultivasi tingkat tinggi mungkin sekarang sudah selesai’ jawab Bao Yu.


‘Baiklah jika dia sudah selesai suruh dia menemuiku menggunakan wujud manusianya’ ujar Azka lalu memutuskan komunikasinya dengan Bao Yu.


Setelah itu Azka kembali menarik Zhishu menuju kedai terdekat untuk sarapan, Azka memesan banyak sekali makanan terutama daging dan sayur karna dia yakin Tao akan segera keluar dari kultivasi pintu tertutupnya, lagi pula dia juga perlu memberi makan kedua anaknya.


“Istri kenapa kamu pesan banyak sekali makanan?” tanya zhishu sambil mulai mengambil daging didepannya menggunakan sumpit.


Segera azka mengambil daging beserta sumpitnya dari tangan zhishu.


“Biar aku mengeceknya terlebih dahulu” ujar azka lalu menaruh daging itu kembali beserta sumpitnya.


Azka mengambil 3 sumpit serta sendok lain dari ruang dimensinya yang sudah bersih, lalu mulai mencicipi juga meneliti semua makanan di sana, setelah di rasa aman dia pun mengambil dua porsi makanan untuk di masukkan kedalam ruang dimensi lalu memperbolehkan Zhishu memakan nya.

__ADS_1


Namun Zhishu tidak segera makan melainkan memandang Azka dengan lekat.


“Ada apa?” tanya Azka yang merasa di tatap.


“Kenapa istri melakukan itu?” tanya Zhishu penasaran.


“Hanya ingin memastikan makanan ini aman atau tidak untuk di konsumsi” jawab Azka lalu mulai memakan daging di depannya.


“Apa istri tidak takut terkena racun?” tanya Zhishu kembali.


“Tidak” jawab Azka singkat membuat raut wajah Zhishu menggelap.


“Pokoknya istri tidak boleh melakukannya lagi” ujar Zhishu serius sangat serius.


‘Ada apa dengannya’ batin Azka bertanya tanya.


Tanpa menjawab pertanyaan Zhishu, Azka lebih memilih melanjutkan makan nya.


Sedangkan di ruang dimensi Bao Yu serta Xiao Bai yang melihatnya benar benar merasa hangat serta khawatir secara bersamaan.


“Apa ibunda sering begitu?” tanya Xiao Bai sedikit serak karna menahan amarah.


“Entahlah aku baru kali ini melihatnya karna sebelumnya dia selalu memasaknya sendiri” jawab Bao Yu dengan tatapan nanar melihat makanan di depannya.


“Nona benar benar menjaga kita” sahut Tao tiba tiba muncul di depan Bao Yu serta Xiao Bai dengan wujud manusianya membuat mereka berdua ternganga.


Bagaimana tidak wujud manusia Tao benar benar tampan terlihat seperti pria berumur 20 tahun padahal mah umurnya udah ratusan tahun, alis yang sangat lebat namun rapi, hidung mancung seperti perosotan ancol, matanya bulat bewarna hitam pekat, kulitnya putih seputih giok, rambutnya yang bewarna hitam legam di biarkan tergerai begitu saja tanpa hiasan.


“Apa ini benar benar paman Tao” tanya Xiao Bai memastikan.


“Lalu siapa lagi?” tanya Tao kembali dengan suara bass nya.


“Wah paman benar benar tampan, tapi masih di bawah Xiao Bai lah” jawab Xiao Bai sombong namun hanya di balas senyuman oleh Tao.


“Ah iya paman pil buatan Tuan benar benar manjur, sebaiknya paman segera menemuai Tuan” ujar Bao Yu yang di angguki Tao.


Tao segera keluar dari ruang dimensi menemui Nonanya.


“Salam Nona” ujar Tao tiba tiba muncul di depan Azka dan Zhishu.


Untung saja Azka menyewa ruangan khusus jadi hanya Azka dan Zhishu yang melihat kemunculan Tao secara tiba tiba.


“Ah kau mengagetkan ku” teriak Azka kaget.


“Wahh apa ini benar benar Tao ku, kau terlihat tampan” lanjut Azka berniat menggoda Tao.


Uhukkk....


Sekita Zhishu tersedak buru buru Azka mengambilkan Zhishu air surgawi dari ruang dimensinya lalu menyuruhnya meminumnya setelah itu Azka juga menyuruh Tao makan bersama.

__ADS_1


“Apa Nona butuh sesuatu?” tanya Tao setelah mereka bertiga selesai makan


“Benar, aku ingin kau pergi menyewa kereta kuda untuk perjalanan kita ke ibukota” jawab Azka.


“Baik” ujar Tao lalu berdiri dari tempat duduknya.


“Tunggu, sebelum itu perkenalkan dia Zhishu lalu Zhishu perkenalkan dia Tao paman paman dari Xiao Bai dan Bao Yu” ujar Azka memperkenalkan mereka berdua satu sama lain.


“Jadi kamu saudaranya istri Zhishu” ujar Zhishu riang.


“Istri???? Non-” ucapan Tao terpotong karna sahutan Azka.


“Dia teman ku, dan kau Tao jangan hiraukan dia” sahut Azka di angguki Tao.


Mereka bertiga pun segera meninggalkan kedai, Azka mengajak Zhishu menunggu Tao di bawah pohon manga tidak jauh dari kedai sedangkan Tao pergi mencarikan pesanan Nonanya.


Tidak berselang lama Tao kembali dengan menunggangi kuda yang menyeret kereta mewah di belakangnya.


Segera Azka menaiki kereta itu di ikuti Zhishu, mereka bertiga pun mulai melakukan perjalanan.


Sedangkan di tempat lain.


Kediaman Mentri Kiri Keluarga Feng terjadi keributan yang sangat besar, bagaimana tidak Mentri Feng yang seharusnya mendapat kabar tentang kematian Zhishu malah melihat anak sulungnya kembali dengan keadaan cacat parah.


“Bagaimana ini bisa terjadi!!!” teriak Mentri Feng meledakkan amarahnya.


“SSh…sss…uuhh” sepupu Zhishu mencoba menjelaskan namun sia sia karna lidahnya sudah terpotong.


Keluarga Feng terlihat sangat marah melihat keadaan Tuan Muda mereka yang tidak hanya cacat namun juga tidak bisa bicara.


Nyonya Feng benar benar sudah tidak tahan melihat penderitaan anaknya pun akhirnya pingsan.


“Pelayan!!! bawa Nyonya Feng ke kediaman nya lalu panggilkan tabib” teriak Mentri Feng, para pelayan pun segera membawa Nyonya nya pergi.


“Dimana anak idiot itu, apa itu ada hubungannya dengannya?” tanya Mentri Feng karna sedari tadi tidak melihat Zhishu.


Seketika sepupu nya Zhishu mengangguk antusias membuat seluruh Keluarga Feng mengeram marah.


“Akan aku bunuh anak sialan itu!!!” ucap Tetua Keluarga Feng sambil mencengkram pendangnya.


.


.


.


.


TBC.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak vote, like, komen dan rate 5nya ya guys❤❤ biar author makin semangat ngetiknya💪💪


__ADS_2