Terlempar Ke Zaman Kuno

Terlempar Ke Zaman Kuno
116 Perhitungan


__ADS_3

Yah walau pun memang sudah sembuh sih berkat bantuan air surgawi, hanya saja Zhishu tidak bisa menerimanya begitu saja!!


***


“Kapan aku tidak baik baik saja?” bukannya menjawab pertanyaan Xiao Bai Azka malah balik bertanya dengan nada songongnya.


“Zhishu hentikan tanganmu, lagi pula luka itu sudah sembuh dan rasanya benar benar seperti tidak terjadi apapun” lanjutnya namun sama sekali tidak di gubris oleh Zhishu.


Seakan tuli Zhishu masih setia berjongkok di hadapan Azka untuk mengelus kaki gadisnya di dalam baskom air surgawi.


‘Shuwan, buat perhitungan pada Guru itu’ batin Zhishu mencoba bertelepati dengan bawahannya.


‘Haruskah kami membunuhnya lalu mayatnya di gantung di gerbang Akademi?’ tanya Shuwan dari sebrang sana.


Hari sudah malam, jadi Kerajaan Kegelapan sudah waktunya memulai latihan mereka, Shuwan sendiri masih jadi pemandu latihan akibat Jingmi yang sedang mengurusi surat lamaran yang akhir akhir ini sering datang entah karena apa.


Semenjak Zhishu datang ke pelalangan kemarin, Kerajaan Kegelapan sering menerima surat yang dikirim dari perbatasan, dan surat surat itu rata rata di tujukan untuk Zhishu, entah itu dari kalangan bangsawan maupun anggota Kerajaan, ada juga surat lamaran yang di tujukan untuk Minghao dan Shuwan yang sewaktu itu ikut menjadi pengawal Zhishu.


Tidak sedikit pula beberapa wanita yang mendaftar sebagai pelayan untuk Kerajaan Kegelapan, namun semuanya telah di tolak mentah mentah akibat Kerajaan Kegelapan yang memang hanya menerima laki laki sebagai pekerja mereka.


‘Jangan di bunuh, istri bisa marah jika Guru sialan itu mati, cukup buat kakinya sama dengan keadaan istri yang sebelumnya, jika tidak bisa kamu boleh menjatuhkan tandu Kerajan di atas kaki kirinya agar rasanya lebih menyakitkan lagi’ Jawab Zhishu sambil terus mengelus kaki Azka.


‘Ah dan jika kau sedang sibuk latihan, kau bisa menyuruh Jingmi saja biar pria itu punya sedikit kerjaan’ lanjut Zhishu.


‘Jingmi tidak bisa, dia sibuk mengurusi ratusan surat lamaran yang mendatangi Tuan akhir akhir ini’ jawab Shuwan membuat elusan Zhishu reflek terhenti, dan tentu saja mendatangkan tatapan menyelidik dari Azka.


Prianya ini kira kira sedang memikirkan apa.


‘Tolak semua!! dan sebarkan rumor jika aku akan segera menikah dengan tunanganku’ ujar Zhishu sambil mencengram pinggiran baskom dengan kesal, terlihat dari kerutan dahinya jika dia benar benar kesal.


“Sedang memikirkan apa hmm?” tanya Azka lembut sambil mengelus kerutan di dahi Zhishu membuat Zhishu sontak memandang Azka dengan seksama.


“Apa istri mencintai Zhishu?” bukannya menjawab Zhishu malah balik bertanya dengan nada serius membuat Azka memincingkan sebelah alisnya.


Mengerti situasi ini segera Xiao Bai mengajak Bao Yu, Tao dan juga Xi Long untuk segera pergi dari sini.


“Apa itu sebuah pertanyaan? kenapa perlu bertanya jika kau sudah tahu jawabannya?” tanya Azka beruntun.


“Jawab saja, apa istri mencintai Zhishu?” tanya Zhishu kembali untuk yang kedua kalinya.


“Tentu saja!!” jawab Azka jujur, ya dia memang mencintai Zhishu, sangat!!

__ADS_1


“Maka ayo menikah”


Uhukkk … uhukk uhukkk


Sontak Azka terbatuk hebat akibat tersedak salivanya sendiri, pria nya ini kenapa tiba tiba mengajaknya menikah lagi, apa ada seseorang yang memprovokasinya? apa ini karna Guru Fao.


“Zhi – Zhishu kau membuatku kaget tau, bukankah kita sudah setuju akan menikah di saat aku sudah siap” sahut Azka membuat Zhishu segera bangkit dari posisi duduknya.


“Lalu jika aku direbut wanita lain bagaimana?” tanya Zhishu menantang.


“Tentu saja aku akan membunuh wanita itu, beraninya dia merebut milikku” jawab Azka tak kalah menantang.


“Lantas jika aku yang mendekati wanita itu?” tanya Zhishu lagi membuat Azka ingin menggebrak meja kembali, tapi sayangnya pavilium ini sudah tidak memiliki meja.


“Kau mau aku memotong Tyt*d mu ha!!” maki Azka membuat Zhishu sontak menutupi ‘itu’ nya.


“Ah ayolah istri, apa kamu tidak khawatir dengan wanita wanita di luaran sana yang menginginkan Master Zhu yang sangat tampan ini?” tanya Zhishu sambil menggenggam kedua tangan Azka.


“Memangnya ada yang menginginkanmu, ku fikir reputasi mu di luar benar benar buruk, harusnya kamu mengkhawatirkan ku yang di sukai banyak pria, apa perlu aku menyebutkan pria pria itu?” tanya Azka kembali menantang Zhishu membuat Zhishu benar benar kesal.


“Heum … sebutkan saja dan aku akan membunuh mereka hari ini juga” jawab Zhishu sinis membuat Azka tersenyum pias.


“Ahahaha … Zhishu ya, aku hanya bercanda” ujar Azka sambil terkekeh garing.


Tanpa menghiraukan perkataan Azka segera Zhishu melepas cadar gadisnya lalu membopong tubuh Azka menuju kamar pavilium yang sebelumnya sudah di tata Bao Yu, bahkan ranjangnya juga sudah berganti menjadi Kasur Queen Size milik Azka sendiri,


“Zhishu!! Ya!! Zhu Zhishu!! kau mau apa ha!!” maki Azka sambil menendang nendang udara karna Zhishu menggendongnya seperti karung beras.


Bruk!!


“Aku lupa belum memberikan istri pelajaran karna telah menatap laki laki lain menggunakan mata indah mu” ujar Zhishu sambil membanting tubuh Azka di atas kasur lalu menindihnya menggunakan tubuhnya.


“Zhi- Zhishu- yyaa” panggil Azka gugup saat mendapati wajah Zhishu yang semakin dekat dengan wajahnya.


“Mata ini, bibir ini, wajah ini, tubuh ini, dan hati ini semuanya milik ku!! milik Zhu Zhishu!! jadi jangan sampai sekalipun pernah membuat orang lain punya keinginan merebutnya dari ku” ujar Zhishu sambil membelai alis Azka, bukannya membuat tenang malah semakin membuat jantung Azka melompat berkali kali dengan lancar tanpa nyangkut di ginjal atau di usus.


“Lan- lantas apa kau ingin menghukum mataku dengan mencongkelnya?” tanya Azka sambil menutup matanya mencoba untuk menetralkan jantung lebaynya yang semakin gak karuan di saat nafas hangat Zhishu menerpa wajahnya.


Cup … Cup.


Bukannya menjawab Zhishu malah mencium kedua bola mata Azka yang terpejam secara bergantian membuat Azka sontak membelalakkan matanya.

__ADS_1


Tidak berhenti di situ Zhishu juga mencium bibir Azka lembut bahkan melum*tnya dan sesekali memberikan gigitan gigitan kecil membuat Azka melengguh.


“Ini hukumannya” ujar Zhishu sambil menghapus salivanya yang tercecer di bibir ranum Azka membuat Azka tidak bisa melakukan apapun karna terlampau terkejut.


“Jika kamu terus menahan nafas cepat atau lambat aku akan kehilanganmu” ujar Zhishu membuat Azka sontak menghembuskan nafasnya.


Ah gadis itu bahkan lupa caranya bernafas.


“Azka kau cantik, saking cantiknya aku sampai benar benar ingin membuat semua laki laki genit di luaran sana buta agar tidak dapat memandangmu” ujar Zhishu membuat semburat merah terbit di pipi Azka.


Azka sangat menyukai saat di mana Zhishu memanggil namanya.


“Ingat, kau hanya milikku jadi jangan pernah melihat laki laki lain seperti tadi” lanjutnya sambil mencium kening Azka lama membuat Azka benar benar di buat salah tingkah.


“Ya!! aku bisa mati serangan jantung jika kamu terus melanjutkan kalimat mu” protes Azka dengan suara tertahan akibat wajahnya yang dia tutupi menggunakan kedua tangannya.


“Hahahaha … baiklah tidurlah aku tidak akan memaksamu lagi” ujar Zhishu lalu beralih memindahkan tubuhnya di samping Azka lalu menarik gadisnya yang masih salah tingkah kedalam dekapan hangatnya.


Mendengar itu sukses membuat Azka merasa berasalah tingkat akut, entah kenapa rasanya dia seperti menggantung Zhishu begitu saja tanpa mengikatnya.


Dan Azka tidak menyukainya.


“Zhishu, ini tentang pertanyaanmu tadi” ujar Azka sedikit ragu masih dengan suara tertahan akibat posisi tidurnya yang menghadap ke dada bidang Zhishu.


“Jangan di jawab, sudah ku bilang bukan aku tidak akan memaksamu lagi Zhishu masih bisa kok menunggu sampai kamu siap” sahut Zhishu sambil mengelus pucuk rambut Azka yang berada di dekapannya.


Posisi ini benar benar membuat Zhishu melayang hingga tidak ingin turun kembali.


“Tidak!! aku akan menjawabnya” ujar Azka sontak membuat elusan tangan Zhishu terhenti dan beralih melepaskan dekapannya untuk melihat wajah sang gadis yang masih memerah.


“Aku benar benar akan memberimu jawaban saat aku sudah mendapatkan Token Iblis” ujar Azka serius.


Yah dia sudah memutuskan, setelah dia mendapatkan Token Iblis maka secara tidak langsung dia juga sudah menyelesaikan berbagai pertanyaan yang berhubungan dengan Kerajaan Iblis, entah itu hubungan Tuan Jovanka atau bahkan hubungannya dengan Dewi Perang.


“Baiklah aku sangat tidak sabar menantikan jawaban itu” ujar Zhishu sambil mengeratkan pelukannya dan kembali membenamkan wajah Azka di dada bidangnya.


Karna Zhishu tidak ingin Azka melihat semburat pilu yang tercetak jelas di matanya.


TBC.


Jangan lupa tinggalkan jejak vote, like, komen dan rate 5nya ya guys❤❤ biar author makin semangat ngetiknya💪💪

__ADS_1


__ADS_2