
“Selamat, putriku kau sangat baik dalam hal ini jadi siapa orang yang kau tunjuk untuk menjadi lawanmu yang selanjutnya?” tanya Jendral Fang tidak lupa memuji anaknya sendiri terlebih dahulu, siapa tahu Zhishu bakal kecantol.
“Aku memilih adik seperguruan Azka”
***
“Hey tidak bisa begitu, sesama murid seperguruan tidak bisa menjadi lawan” sahut Ketua Akademi Pedang Ilahi menentang keputusan Fang Yin.
“Jika anda lupa saya adalah penentu pertandingan di sini, dan saya tidak keberatan dengan hal itu” sahut Jendral Fang membuat Ketua Akademi terdiam, karna apa yang di katakana Jendral Fang benar adanya.
Anak – Bapak sama saja_-
“Kau serius?” tanya Azka sambil menyeringai membuat Fang Yin sedikit gentar.
“Ya aku serius asalkan kamu tidak menggunakan cambuk curah hujan mu itu, dan jika aku yang menang maka kau harus memberikan cambuk itu kepadaku” jawab Fang Yin dengan nada angkuhnya.
“Apa Nona Azka mempunyai cambuk curah hujan bersamanya”
“Wah wah, bukankah itu terlihat hebat jika dia berhasil mengontrak cambuk itu”
“Ya kupikir Yang Mulia Master Zhu tidak salah memilih calon istri”
“Kau benar, sepertinya Nona Azka adalah seseorang yang hebat meskipun tidak di ketahui asal usulnya”
Mendengar tanggapan orang orang tentang Azka yang mempunyai cambuk curah hujan bersamanya membuat Fang Yin benar benar ingin merebutnya.
“Ah tidak kusangka, senior yang kaya ini berniat merebut cambuk ku di hadapan banyak orang” sahut Azka membuat Fang Yin menahan emosinya sekuat mungkin.
“Tapi aku akan menyetujuinya” lanjut Azka membuat Fang Yin mengeluarkan smirknya.
‘Tuan kau serius, coba ku ingat kan, pertama kau belum bisa menggunakan elemen mu untuk berjaga jaga, kedua kau tidak bisa mengekspos pedang naga jika kau tidak mau di buru kultivator tua, jadi kau mau melawannya pakai apa’ sahut Bao yu dari ruang dimensi mencoba mengingatkan Azka untuk tidak sembarangan karna kesehatannya belum pilih sepenuhnya.
‘Heh kau tenang saja, aku tidak akan melepaskan milikku begitu saja lagi pula aku berniat menggunakan elemen api milik Xiao Bai untuk berjaga jaga, dan juga aku sudah membuat Fang Yin menahan emosi dan sebentar lagi dia pasti kehilangan kendali’ sahut Azka pada Bao Yu sambil mulai berjalan memasuki arena pertarungan.
‘Sesuai keinginan bunda’ sahut Xiao bai tiba tiba langsung melingkarkan tubuhnya ketangan Azka.
‘Ah Nona aku lupa kalau kau begitu licik’ ujar Bao Yu sambil terkekeh pelan.
‘Sialan, aku ini cerdik tau’ sahut Azka tidak terima di katai licik.
“Dimana senjatamu? atau kau tidak punya senjata lain selain cambuk andalan mu itu? huh dasar miskin masih bermimpi menjadi calon istri dari Yang Mulia Master Zhu” Ujar Fang Yin mengejek Azka yang tidak membawa senjata apapun di tangannya.
“Kakak senior bukankah kau adalah sosok lemah lembut yang terkenal di kerajaan barat, lalu dari mana kamu belajar kata kata kasar seperti itu?” tanya Azka tepat mengenai sasaran membuat orang orang langsung mencemooh Fang Yin yang katanya tidak sesuai rumor.
“Banyak bicara!!!” teriak Fang Yin lalu dengan cepat menerjang Azka dengan brutal, bahkan serangannya tepat menargetkan titik vital untungnya Azka bisa menghindar dengan lincah.
Hehehehe kalian tidak lupa bukan jika Azka memang lemah masalah tenaga dalam namun tidak dengan kekuatan fisik.
Semua orang pasti punya kelemahan bukan.
“Jal*ng ini!!! kenapa kau terus menghindar, kau takut?” tanya Fang Yin tanpa menghentikan serangan demi serangannya, sedangkan Azka dia masih tetap mengelak dengan tangan kosong tanpa senjata.
“Serangan mu mengenai sejengkal tubuhku saja tidak, lantas apa yang harus aku takutkan?” tanya Azka kembali lalu tanpa aba aba menendang pedang emas 50 karat itu sampai keluar dari arena.
Tidak berhenti di situ Azka menendang tepat di dagu Fang Yin membuat wanita itu langsung jatuh tersungkur dengan darah yang keluar dari hidung dan mulutnya.
Sontak para penonton bersorak sorak mendukung Azka termasuk Minghao yang sedari tadi berujar pelan seperti “Iya begitu, iya terus, hahaha nyonya besar menendang muka b*bi wanita itu, iya tepat”
“Kakak senior kau salah karna menantangku di waktu aku sedang dalam suasana hati yang buruk, jadi relakan tubuh mu kujadikan samsak tinju untuk ku” sahut Azka lalu tertawa lebar dengan sangat mengerikan.
__ADS_1
Tidak memberi kesempatan untuk Fang Ying bangkit terlebih dahulu Azka sudah berlari menerjang Fang Yin menggunakan tinju nya.
Azka benar benar menjadikan tubuh Fang Yin sebagai samsak tinjunya, mulai dari meninju wajah yang dia banggakan lalu perut sebanyak 3X dan yang terkahir tidak lupa menendang wajahnya membuat Fang Yin tergeletak tidak berdaya.
“Ak- akuh men-yerah” ujar Fang Yin putus putus membuat Jendral Fang segera menghampiri anaknya.
“Bagus lah jika kau sadar” sahut Azka lalu pergi meninggalkan arena, namun belum juga kakinya melangkah keluar tiba tiba tubuhnya merasa di hantam sesuatu.
Wusshhh…. Blarrr…..
Tubuh Azka membeku, tiba tiba Fang Yin berdiri dari tersungkurnya di bantu sang ayah lalu tertawa dengan sangat mengerikan karna di dukung muka bonyok yang terpatri indah di wajahnya akibat ulah Azka.
“Hahahaha, Mati kamu!!!! itu adalah balasan karna sudah membuat wajah ku sakit” teriak Fang Yin sambil meludahkan darah dari mulutnya.
Ya!! Fang Yin adalah oknum yang membekukan Azka menggunakan elemen esnya di saat Azka sudah melepaskannya, ternyata dia hanya pura pura K.O dan menyerah agar Azka melepaskannya.
“Kau curang!!!!” teriak Ketua Akademi Seribu Bayangan tidak terima sambil berlari mendekati muridnya yang kini sudah membeku, Ketua akademi tidak bisa mencairkan Es itu karna elemennya adalah angin dan itu membuatnya Frustasi.
Melihat itu orang orang langsung berbisik bisik ada yang mencemooh perbuatan Fang Yin dan ada juga yang mendukungnya.
Sedangkan Kaisar Wei menatap takut ke arah Zhishu, yang sayangnya Zhishu tidak perduli dan bahkan hanya bertopang tangan melihat pertunjukan seru.
“Terserah yang penting aku menang” sahut Fang Yin angkuh membuat Ketua Akademi naik pitam.
“Tuan, tidak kah kau merasa khawatir dengan keadaan nyonya besar?” tanya Shuwan yang berada di samping Zhishu.
“Tidak, sebaliknya aku menghkawatirkan Fang Yin” jawab Zhishu acuh lalu mengambil Tao yang di biarkan Azka duduk di kursinya sendiri.
“Bagaimana bisa?” tanya Shuwan tidak percaya.
Krakkk…….
“Aihh… ini sedikit dingin, tapi aku menyukainya” sahut Azka yang kini sudah terbebas lalu menggosok gosokkan telapak tangannya mencari kehangatan.
“Ba- ba- ba- bagaimana bisa!!!” teriak Fang Yin gagap lalu jatuh terduduk karna syok.
“Murid ku, aku tahu kau pasti tidak akan kalah begitu saja” sahut ketua akademi senng bahkan hampir memeluk murid yang sudah dia anggap sebagai cucunya ini.
“Guru tenang saja orang cantik tidak mudah di aniaya” sahut Azka membuat readers bernostalgia ke arah Jingmi yang mengatakan hal sama namun versi cowoknya.
“Dan kau, bukannya berterimakasih karna aku sudah melepaskanmu tapi malah cari mati” ujar Azka sambil menunjuk Fang Yin yang sedang menatap Azka ketakutan.
“Terima hadiah spesialmu” ujar Azka lalu dengan cepat mengambil tusuk rambut milik gurunya dan melemparkannya tepat mengenai rahang Fang Yin namun tidak menusuk terlalu dalam.
“Ka kamuu membunuh putri ku!!!” teriak Jendral Fang sambil menggerak gerakkan tubuh anaknya yang sudah lemas tidak berdaya.
“Enggak tuh, aku hanya iseng membuatnya pingsan agar dia kapok” sahut Azka enteng membuat Jendral Fang menghembuskan nafasnya lega, dia tidak jadi kehilangan anak perempuan kebanggaannya itu.
Perlahan Jendral Fang mencabut tusuk rambut milik Ketua Akademi lalu membuangnya kesembarang arah dan segera membalut luka anaknya menggunakan sobekan bajunya.
‘Nona aku tidak percaya kau hanya membuat musuhmu pingsan, bukan kah itu terlalu ringan’ sahut Bao Yu dari ruang dimensi.
“Ah iya aku lupa, tadi aku sengaja melemparkan aksesoris rambut itu sedikit kencang jadi jika kau mencabutnya kemungkinan anakmu akan bisu” sahut Azka santai sambil tersenyum manis membuat orang orang yang melihatnya menatap ngeri kearahnya.
Bagaimana bisa dia mengatakan hal sekejam itu dengan senyum manis di wajahnya.
Kata kata azka sontak membuat mata Jendral Fang membola“ Kenapa kau baru mengatakannya” ujar jendral Fang sambil melihat rahang anaknya yang sudah dia perban.
“Aku sengaja” sahut Azka sambil menyeringai lebar membuat jendral Fang kehabisan kata kata.
__ADS_1
“Guru aku duluan” lanjut Azka sambil dadah dadah ke arah Ketua Akademi lalu membungkuk kearah Kaisar Wei.
Setelah itu Azka berjalan menuju Zhishu dan mengambil Tao yang berada di pangkuan Zhishu dengan kasar.
“Ingat!!!! aku masih marah padamu” bisik Azka ketus di depan telinga Zhishu lalu pergi meninggalkan arena kompetisi dengan riang karna sudah membuat rivalnya bisu.
“Tuan kau benar, orang yang seharusnya di khawatirkan adalah nona Fang Yin karna sudah mencari masalah dengan nyonya besar” sahut Shuwan namun tidak di tanggapi oleh Zhishu.
Zhishu sendiri masih sibuk menahan tawanya akibat sikap Azka saat ngambek yang terlihat lucu dan menggemaskan di mata Zhishu.
“Yang Mulia!! saya ingin diberi keadilan dengan menghukum mati Nona Azka yang telah membuat putriku cacat!!” teriak jendral Fang setelah menyuruh pengawalnya untuk membawa Fang Yin ke tabib.
“Jika kau lupa bukan kah kau sendiri yang bersikeras untuk membiarkan putrimu melawan Nona Azka, lagi pula putrimu itu telah berbuat curang!!!” sela Ketua Akademi Pedang Ilahi membalik omongan Jendral Fang yang sebelumnya.
“Sahabat ku benar, ini semua salahmu dan anakmu sendiri” sahut Ketua Akademi Seribu bayangan.
Sahabat? itu benar Ketua Akademi Pedang Ilahi dan Ketua Akademi Seribu Bayangan adalah sahabat baik, maka dari itu Ketua Akademi Pedang Ilahi terlihat membela Azka karna dia adalah murid langsung dari sahabatnya.
“Tetap saja, ini adalah tindakan kekerasan, wanita itu bahkan sedikit lagi membunuh putriku, hamba ingin keadilan yang mulia” ujar Jendral Fang sambil bersujud lalu memukul mukulkan dahinya di tanah.
“Dasar tidak tahu malu!!! jelas jelas putrimu lah yang curang dan sudah mencoba membunuh Nona Azka dengan cara membekukannya!! bukankah hanya membuatnya cacat itu sudah termasuk konspensasi besar!! bahkan aku akan membiarkannya jika Nona Azka memang berniat membunuh putrimu!!! karna itu sepadan dengan yang putrimu lakukan!!” teriak Kaisar Wei marah marah membuat Jendral Fang menggertakkan giginya kesal.
Sedangkan di tempat lain Azka sudah sampai di penginapan, karna jarak istana dengan penginapan barunya tidak terlalu jauh dari istana.
“Kotak apa itu?” gumam Azka saat melihat kotak berukuran sedang yang sudah terparkir dengan cantik di atas meja kamarnya.
Segera Azka meletakkan Tao dan langsung membuka kotak itu yang ternyata berisi 10 cincin ruang kelas tinggi dan sebuah amplop bewarna hitam perpaduan emas di dalamnya.
Tanpa basa basi Azka segera membuka isi amplop itu yang ternyata adalah surat yang cukup rumit menurut Azka, Azka bahkan sudah membolak balik kertas itu namun masih tidak mengerti dengan isinya.
“Bunda sedang apa” Tanya Xiao Bai santai yang tiba tiba muncul dan tiduran di atas Kasur dengan wujud bocah kecilnya.
Sedangkan Bao Yu yang juga menggunakan wujud bocahnya langsung menghampiri nonanya yang terlihat kebingungan melihat seonggok kertas yang di baca terbalik oleh Azka.
“Bao yu aku sedang malas membaca, tolong bacakan ini untukku” perintah Azka membuat Xiao Bai dan Tao melongo tidak percaya.
“Cih, malas membaca katanya, ngomong aja tidak bisa membaca tulisan ini” sahut Bao Yu sambil mendecih mengejek Azka.
“Ehem siapa bilang, aku kan hanya malas” ujar Azka di sertai deheman canggungnya.
Ya namanya aja Azka wanita zaman modern mana bisa membaca tulisan hanja china zaman kuno.
“Iya iya, malas tapi pegang suratnya kebalik” sahut Bao Yu membuat Tao dan Xiao Bai menahan tawa sedangkan Azka hanya ngedumel tidak jelas.
“Maafkan aku tertanda Zhishu” ujar Bao Yu membaca surat yang di berikan Zhishu kepada Azka.
“Itu isi suratnya, singkat namun mampu membuat Tuan meneliti surat itu Selama sepuluh menit” lanjut Bao Yu lalu meletakkan surat itu di atas meja.
Tanpa menghiraukan perkataan Bao Yu Azka segera memeriksa satu satu isi dari kesepuluh cincin ruang yang di berikan Zhishu.
Hening…. namun setelah itu.
“ZHISHU SIALAN!!!!! KAMU PIKIR AKU CEWEK MATRE!!!!”
Zhishu be like “Kok merinding ya”
TBC.
Jangan lupa tinggalkan jejak ya guys😁
__ADS_1