
“TIDUR DI LUAR!!!!!”
BRAKKK…….
Di akhiri dengan Azka yang membanting pintu pavilium dengan keras.
***
“Sialan Zhishu, belajar darimana kata kata sevulgar itu!!!” maki Azka yang kini tengah berguling guling di atas ranjang queen size miliknya di ruang dimensi.
Tepat setelah Azka mengusir Zhishu dari pavilium Azka segera pergi keruang dimensi untuk menghilangkan rasa malunya.
Ini benar benar…. Zhishu yang ngomong malah Azka yang jadi malu.
Namun bukannya menghilangkan rasa malu yang ada malah di godain sama Xiao Bai dan Tao yang ternyata sudah berada di ruang dimensi, kan jadi tambah malu.
Sedangkan di lain tempat di depan pintu pavilium Zhishu sedang meratapi nasibnya yang di usir Azka dari pavilium.
“Tuan apa kamu di tolak nyonya besar lagi?” tanya tangan kanan Zhishu yang tiba tiba muncul di hadapannya bersama rekannya.
“Ah Shuwan sepertinya kamu sudah mulai berani ya, Apa Jingmi yang telah mengajarkan hal baik untuk mu?” bukannya menjawab Zhishu malah bertanya dengan nada ramah, namun sebenarnya keramahan Zhishu adalah pertanda buruk.
“Ahahaha maaf kan bawahan ini, hanya saja ini sedikit mencengangkan mengingat sang Raja Kegelapan di usir dari pavilium oleh nyonya besar” sahut Shuwan tangan kanan Zhishu sambil tertawa garing.
“Di dunia ini hanya nyonya besar yang mampu memperlakukan tuan seperti itu, hehehe ini sedikit lucu” sahut Minghao rekan dari Shuwan.
“Ahh jadi Raja kalian di usir itu kejadian lucu ya?” tanya Zhishu di sertai senyuman yang mampu membuat kedua bawahannya sesak nafas saat itu juga.
“Sepertinya Jingmi benar benar terlalu memanjakan kalian berdua ya” lanjut Zhishu saat mengingat bahwa tangan kirinya atau di sebut Jingmi lah yang mengawasi serta membimbing kedua bawahannya ini sebelum menghadap Zhishu.
“Haruskah aku mengirim kalian ke akhirat secepatnya, mungkin itu adalah hal lucu jadi-”
“NYONYA BESAR!!!!” teriak kedua bawahan Zhishu yang sedari tadi menahan gemetaran akibat ancaman manis dari tuannya.
“Ah istri- sialaann!!!” maki Zhishu merasa di bohongi, dia kira Azka beneran datang namun apa yang kini dia lihat kedua bawahannya sudah menghilang dari hadapannya alias kabur.
“Beraninya mereka membohongi ku” ujar Zhishu namun bukannya marah sebaliknya Zhishu malah senyum senyum sendiri.
“Sepertinya aku benar benar telah jatuh cinta” gumam Zhishu, saat di rasakan jantungnya berdebar debar akibat kebohongan bawahannya yang secara tidak langsung mengatakan kalau Azka datang menghampirinya.
>>>>>>>
Tidak terasa hari pertandingan telah tiba, waktu kejadian Azka yang membuat kerusuhan sampai sekarang gurunya tidak pernah mengungkit hal itu, Azka yakin kalau gurunya gak mungkin buta, masa sih ketua akademi gak bisa membedakan hal yang benar ataupun yang salah.
Azka juga telah berlatih beberapa teknik pedang yang di ajarkan oleh Ketua Akademi, hal ini membuatnya semakin kuat saat dalam pertarungan, Ketua Akademi juga telah mengajarkan Zhishu tata cara menjadi Beast Tamer namun Zhishu belum pernah mencobanya langsung karna hari yang sudah mepet dengan pertandingan.
Dan kabar baiknya Azka udah baikan sama Zhishu, itu pun gara gara Xiao Bai yang selalu neror Azka untuk segera menyuruh Zhishu masuk ke pavilium kembali.
Takut kedinginan lah, takut di makan hantu lah, ada aja alasan Xiao Bai untuk membela Zhishu, sepertinya Xiao Bai sudah mulai masukin Zhishu ke dalam daftar calon kandidat ayahnya.
Saat ini Azka, Zhishu dan juga Tao kucing sedang menyaksikan pertandingan di samping Ketua Akademi.
Awalnya ada sedikit murid yang menentang keputusan Ketua Akademi yang tidak mengharuskan Azka mengikuti pertandingan namun tetap di ajak pergi ke penjamuan istana, tapi berkat ketegasan Ketua Akademi membuat mulut murid murid itu terdiam dan tidak membantah.
“Murid ku kenapa kamu tidak ingin Zhishu ikut serta dengan kita menghadiri penjamuan?” tanya Ketua Akademi penasaran dengan keputusan Azka yang meninggalkan Zhishu di Akademi.
__ADS_1
“Guru, istana bukanlah hal baik, aku hanya tidak ingin Zhishu mendapat perlakuan yang tidak adil disana mengingat orang orang sudah mengenal siapa Zhishu” jawab Azka sambil memainkan tangan kecil Tao yang berada di pangkuannya.
“Tapi bukan kah dengan meninggalkannya malah semakin membuatnya berada dalam bahaya, di dunia ini orang yang kuat bebas menindas orang yang lemah, aku sedikit khawatir jika nanti ada murid yang berani mencelakainya saat kita tidak ada di sampingnya” ujar Ketua Akademi panjang lebar.
Azka benar benar puas akan kepribadian gurunya, dia tidak pernah memperlakukan Zhishu yang terkenal idiot dengan buruk, sebaliknya dia berusaha melindunginya karna Zhishu juga adalah muridnya.
“Guru tenang saja, aku sudah menyipkan perlindungan untuknya” sahut Azka singkat namun mampu membuat Ketua Akademi bernafas lega.
Ketua Akademi percaya dengan kemampuan muridnya ini.
Sedangkan Zhishu yang menjadi bahan pembicaraan hanya acuh, dia lebih menikmati waktunya saat melihat wajah cantik Azka dari samping.
“Ah iya, kenapa kucing itu selalu mengikutimu, apa dia binatang kontrak mu?” tanya Ketua Akademi sambil menunjuk Tao yang sedang bermalas malasan di pangkuan Azka.
“Itu benar” jawab Azka.
“Ahhh” sahut Ketua Akademi singkat, namun jauh di lubuk hatinya menyayangkan nasib muridnya yang hanya mendapatkan kucing sebagai hewan kontraknya.
Dia tidak tahu saja seberapa ganas kucing itu.
Di dunia ini orang orang hanya bisa mengontrak satu spirit beast tidak lebih, jadi Ketua Akademi benar benar menyayangkannya.
Sudahlah mari fokus ke pertandingan.
Akademi Seribu Bayangan ini menyiapkan 5 pemenang pertandingan berpedang untuk di ajak pergi ke penjamuan istana.
Sejauh ini akademi baru mendapatkan 4 pemenang di antaranya Fang Lian beserta Fang yin lalu dua senior dari kelas berpedang, kini hanya tinggal mencari satu pemenang lagi lalu pertandingan ini selesai.
Di urutan terakhir terdapat seorang laki laki tampan berambut coklat yang sedang menendang lawannya sampai keluar dari arena, membuatnya menang telak saat itu juga.
“Apa masih ada yang berani menantang Xu Kai?” tanya guru Li guru ahli pedang sedikit berteriak di atas arena karna dia adalah wasitnya.
“Aku!!!” teriak Azka membuat guru Li menyipitkan matanya, sedangkan Azka sudah berlari lari kecil memasuki arena.
‘Tuan sebaiknya jangan gunakan pedang naga banyak Tetua disini, gunakanlah pedang biasa’ batin Bao Yu mencoba berkomunikasi dengan Azka dari ruang dimensi.
‘Baiklah aku akan meminjam saja’ batin Azka menjawab Bao Yu.
“Bukankah kamu murid dari Ketua Akademi?” tanya guru Li saat Azka sudah sampai di arena.
“Benar, salam guru Li namaku adalah Azka” jawab Azka sambil memperkenalkan dirinya lalu membungkuk sopan di depan guru Li.
“Bukankah murid ketua tidak perlu bertanding?” tanya guru Li lagi.
“Aku hanya ingin, lagi pula guru juga memperbolehkannya” jawab Azka ramah.
“Baiklah, mari kita mulai” ujar guru Li.
“Tunggu dulu, bisa aku meminjam pedang mu?” tanya Azka sontak membuat bisikan para penontok menyeruak mengatainya.
“Apa dia hanya main main, bagaimana bisa seseorang yang bahkan tidak memiliki pedang ingin menantang senior dari kelas berpedang” ujar Murid A mulai ghibahin Azka.
“Huh ku kira dia hanya berani bersembunyi di balik punggung ketua akademi, ternyata dia juga berani mempermalukan dirinya sendiri dengan kemampuan berpedang yang mungkin masih abal abal” sahut murid B nambahin gas ke arah api.
“Benar benar tidak tahu malu” sahut Murid C namun Azka masih tidak menghiraukannya.
__ADS_1
Tanpa menjawab guru Li segera mengeluarkan pedangnya dari cincin dimensi lalu memberikannya kepada Azka.
Pedang itu hanya pedang biasa dengan ganggang bewarna hitam mengkilap, simple menurut Azka.
Setelah Azka mendapatkan pedangnya segera guru Li memulai pertandingan, di awali dengan kedua peserta yang mulai membungkuk memberi salam penghormatan lalu saling menyerang.
Striinggg….stringg…..
Suara dari pedang Azka dan Xu Kai yang saling beradu, sedari tadi Azka hanya menahan serangan dari Xu Kai yang terkesan santai kepadanya, mungkin dia berfikir kalau Azka perempuan jadi tidak perlu tergesa gesa.
“Jangan menahan seranganmu” ujar Azka yang di angguki Xu Kai.
“Kau juga jangan hanya menangkis dan menghindar, cobalah menyerangku” sahut Xu Kai lalu mulai menyerang Azka dengan kemampuannya yang sesungguhnya.
Namun lagi lagi Azka mampu menahan semua itu membuat Xu Kai mengembangkan senyumnya.
“Tidak buruk” sahut Xu Kai merasa senang karna baru kali ini ada yang bisa mengimbangi permainan pedangnya.
“Sekarang giliran ku” ujar Azka di sertai senyum lebarnya di balik cadar lalu mulai menyerang Xu Kai dengan membabi buta, mulai dari menusuk, menebas melompat bahkan berguling sampai membuat Xu Kai sendiri kewalahan.
Para penonton yang awalnya meremehkan Azka yang hanya bisa bersembunyi di balik punggung Ketua Akademi pun mulai bersorak menyemangati Azka, ternyata Ketua Akademi memang tidak salah mencari murid.
Cih ternyata semua manusia sama saja, akan merendahkan orang yang lemah, lalu menjilat orang yang kuat.
“Kau lelah?” tanya Azka tanpa mengentikan serangannya.
“Benar mari akhiri, cepat kalahkan aku” jawab Xu Kai mulai pasrah namun tetap tersenyum, membuat para wanita mimisan melihatnya, hehhehe tentu saja selain Azka yang sudah sering melihat wajah tampan para artis korea.
Azka benar benar mengakhiri pertandingan ini dengan cara berhenti menyerang Xu Kai dan itu sukses membuat semua orang melongo tidak percaya.
“Kenapa? apa sudah selesai, siapa yang menang?” tanya guru Li menyadari di antara Azka dan Xu Kai tidak ada yang kalah.
“Dia yang menang” ujar Azka sambil menunjuk ke arah Xu Kai yang sedang memandanginya penuh kebingungan.
“Bagaimana bisa, di antara kalian kan tidak ada yang keluar dari arena?” tanya guru Li lagi.
“Ya bisalah, aku sudah lelah lagi pula aku hanya ingin membuktikan kalau aku juga bisa berpedang, dan satu hal lagi menang ataupun kalah aku masih tetap di ajak guru ke penjamuan istana, jadi biarkan dia saja yang menang” jawab Azka sambil memberikan kembali pedang milik guru Li lalu beranjak kembali.
“Hah bagaimana bisa, jika aku kalah maka aku akan mematuhi peraturan dengan tidak ikut ke penjamuan istana” sahut Xu Kai membuat Azka menghentikan langkah kakinya.
“Tidak apa lagi pula kau adalah teman berpedang yang baik, jadi ikutlah ke penjamuan karna kau layak” ujar Azka lalu pergi meninggalkan Xu Kai yang sedang menatap Azka penuh arti.
Sedangkan di lain tempat terdapat dua murid laki laki dan perempuan yang sedang berbincang di bawah pohon.
“Kenapa kau belum melancarkan rencana kita, padahal hari pertandingan sudah tiba?” tanya murid laki laki yang ternyata adalah Fang Lian.
“Kakak tenang saja, mempermalukan wanita itu di dalam akademi masih kurang seru” jawab murid perempuan itu yang ternyata adik dari Fang Lian yaitu Fang Yin.
“Lantas”
“Aku berencana mempermalukan dia di istana Kerajaan Barat agar di tonton semua orang bahkan Kaisar dan para Pangeran sekalipun, bukan kah itu menyenangkan?”
“Kau memang paling bisa di andalkan”
TBC.
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak ya guys😊