Terlempar Ke Zaman Kuno

Terlempar Ke Zaman Kuno
131 Salah Paham


__ADS_3

Mau bagaimana lagi, elemen Guru Yao adalah Tanaman, jadi dia tidak bisa mencairkan pintu beku di depannya.


“Dia tidak bisa membaca”


***


Hancur sudah imej Azka.


“Kok kamu bisa masuk?” tanya Azka judes.


Yaahh … dia melupakan imejnya yang udah ancur, dan lagi tidak memperdulikan ekspresi kaget dari Guru Yao, dia lebih penasaran bagaimana bisa Haechan masuk.


Ah dan juga bagaimana bisa dia tahu kalau Azka gak bisa membaca.


“Aku punya Jia Li untuk membakar es mu” jawab Haechan membuat Azka mendengus kesal.


Siapa pula itu Jia Li, dia bahkan tidak kenal namun lebih memilih untuk tidak melanjutkan pertanyaan yang itu.


“Terserah, lagi pula jangan ngaco deh, bukannya aku gak bisa membaca hanya saja tulisan di sini terlalu aneh” elak Azka mencoba memperbaiki imej ancurnya di depan Guru Yao.


“Sama saja” sahut Haechan membuat Azka mendengus kesal.


“Lagian kamu ngapain sih kesini, ganggu aja” maki Azka yang hanya di sambut senyum tulus dari Haechan.


“Karna aku mencintai mu” jawab Haechan gamblang membuat Guru Yao tersedak salivanya sendiri.


Azka? jangan di tanya dia sudah kebal.


“Hallah bosan aku di cintai mulu” protes Azka membuat Guru Yao tersedak untuk yang kedua kalinya, bahkan sampai terbatuk hebat.


Haechan sendiri bingung dengan perkataan Azka, apa dia salah dengar?


Baru kali ini mereka dengar omongan ‘Bosan di cintai’.


Heh bambang!! dimana mana tuh orang pengennya di cintai, di sukai bukannya pengen dimusuhin.


“Maksudnya?” tanya Haechan sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


“Ya aku bosan aja, masa semua laki laki tampan ujung ujung nya suka sama aku, kan akunya jadi bosan, pengen gitu sekali kali punya musuh yang tampan, yang ada musuh aku kakek kakek semua!! mana udah peyot lagi (Tetua Pertama)” jawab Azka dengan pd nya membuat Xiao Bai menahan tawa di balik lengan hanfu Azka.


Oh ayolah, dimana lagi kalian nemu cewek se percaya diri Azka yang menyebut dirinya dicintai banyak lelaki.


Tapi yaahh … memang itu faktanya.


“Tidak tidak … kamu itu terlalu menarik untuk di jadikan musuh, lebih baik jadi calon istri saja bukan” goda Haechan sambil mencoba menoel dagu Azka namun segera di hentikan oleh tangan Azka yang tak kalah cekatan untuk menodongkan tusuk rambutnya ke leher Haechan.

__ADS_1


“Ck … lihat, penolakan mu benar benar membuatku semakin bersemangat sayang” lanjutnya membuat Azka ingin muntah kodok.


“Dasar player!!” maki Azka yang tidak di mengerti Haechan sama sekali.


Yah … Azka benar benar tidak bisa mengerti Haechan.


Bukankah Haechan hanya iseng untuk membuat Zhishu kesal? tapi … oh ayolah Zhishu bahkan sedang tidak bersamanya sekarang.


Hal ini benar benar membuat Azka penasaran.


Apa tujuan Haechan yang sebenarnya?


Apa pria ini ingin membalas dendam dengan menggunakannya?


Apapun itu Azka benar benar tidak akan membiarkan hal buruk menimpanya beserta orang orangnya.


Kini suasana Pavilium yang di tempati Azka cukup sunyi, Azka sendiri sibuk menatap tajam Haechan berharap mendapat suatu jawaban dari pertanyaan pertanyaan batinnya tadi.


Sedangkan Haechan balik menatap Azka, namun dengan tatapan sayu membuat Guru Yao yang menyaksikan keduanya sedikit salah tingkah.


Suasana apa ini!!


Haechan terlihat menginginkan sesuatu sedangkan Azka terlihat fokus menyelidiki sesuatu!!


Sudah cukup obat nyamuknya, waktunya Guru Yao bersuara.


“Siapa bilang!!! aku kan hanya tidak tahu tulisan apa yang ada di buku ini” elak Azka membuat Haechan menahan tawanya.


Sama aja sianyink!!


Untung sayang.


“Ehem … baiklah berhubung Nona Azka tidak mengerti tulisan apa ini, maka saya sebagai Guru Sastra akan mengajari Nona sampai bisa” sahut Guru Yao sedikit canggung namun malah membuat Azka mengangguk dengan semangat.


“Hahahaha ini baru benar” ujar Azka sambil menepuk bahu Guru Yao, membuat Guru muda itu langsung menegang.


“Cepat ayo mulai” sahut Azka sambil menarik Guru Yao ke tempat duduknya kembali lalu membuka buku tentang kehamilan yang membuat Guru Yao grogi untuk memulai pelajarannya.


“Dan kamu” lanjutnya sambil menunjuk ke arah Haechan. “Cepat pergi dari sini!” perintah Azka membuat wajah Haechan menampilkan ekspresi sangat tidak memuaskan.


Srett!!!


“Apa apaan sih!!” maki Azka saat buku kehamilan yang dia curi berhasil di rebut Haechan.


“Jangan membuat orang salah paham dengan buku seperti ini” ujar Haechan santai sambil memberi Azka buku lain yang berjudul “Pelatihan Karakter Huruf” namun bagi Azka yang tidak bisa membaca tetap saja melihat tulisan itu seperti melihat sekumpulan uget uget.

__ADS_1


“Memangnya kenapa? apa itu mengganggumu?” tanya Azka sinis membuat Haechan mengeluarkan smirknya.


“Tentu saja, selain anak dariku maka aku akan menggagalkan semuanya yang mencoba memiliki anak bersamamu” jawab Haechan vulgar membuat Azka mematung.


“Termasuk Zhishu sialan itu”


Oh ayolah itu sangat memalukan, ada Guru Yao disini.


Dan Azka masih di bawah umur untuk mengerti hal hal seperti itu.


“Jadi ku harap kamu mau membuatnya bersamaku” lanjutnya berbisik tepat di telinga Azka membuat Azka naik pitam.


Namun sebelum dia melampiaskan kemarahannya Haechan sudah ngacir pergi meninggalkan suasana absurt antara Azka dan Guru Yao.


“Nona percayalah, saya tidak mendengar apapun”


Omong kosong!!


Tidak mendengar apapun, bagaimana bisa tiba tiba Guru Yao mengatakan hal itu, bisanya orang tuli bakalan kayak kambing cengo kalo gak denger, bukannya cepat tanggap kayak Guru Yao.


“Guru kamu salah paham” elak Azka membuat Guru Yao menutup telinganya.


“Tidak, Nona jangan sungkan saya benar benar tidak mendengar apapun” sahut Guru Yao membuat Azka frustasi.


Apa salah hamba!!


Sedangkan di tempat lain, tepatnya di ruang dimensi milik Azka kini Bao Yu sedang memikirkan permintaan Zhishu sebelumnya.


Yah … setelah Zhishu menanyakan kalimat bahasa inggris yang panjang dan berhasil membuat Bao Yu mumet karna gak tahu artinya, Zhishu membuat sebuah permintaan yang sukses membuat Bao Yu berada pada jalur kebimbangan stadium akhir.


“Meskipun kamu enggak suka sama aku akibat latar belakangku yang kurang memuaskan, tapi aku benar benar minta tolong buat jagain istri karna kali ini aku bakalan pergi sedikit lama” pinta Zhishu membuat Bao Yu mendecih tidak suka.


“Bukannya yang bikin Tuan dalam bahaya itu Master sendiri?” tanya Bao Yu dengan nada sinisnya membuat Zhishu merasa bersalah.


“Bao Yu!!” bentak Zhishu kala itu membuat Bao Yu sedikit tersentak.


“Aku mohon” pinta Zhishu sambil bersimpuh di hadapan Bao Yu membuat rubah kecil itu merasa kalau rasa sayang Zhishu pada Tuannya tidak main main.


“Cihh tanpa di suruh aku juga bakalan ngelindungin Tuan sampai mati” gumam Bao Yu sambil menendang kerikil di depannya.


“Lagian gak cukup apa bikin aku puyeng sama artinya ‘maybe we can live together’ (chpter Marah) masih aja di tambahin” lanjutnya lalu terduduk di tanah sambil mengacak ngacak rambut kecilnya.


Percayalah Bao Yu sedang bingung mau ngerestuin hubungan Azka sama Zhishu atau tidak, yah … setelah dia mengetahui identitas Zhishu yang sebenarnya Bao Yu benar benar gak ikhlas.


Namun saat merasakan betapa dalam perasaan Zhishu sepertinya pria itu tidak main main.

__ADS_1


TBC.


Jangan lupa tinggalkan jejak vote, like, komen dan rate 5nya ya guys❤❤ biar author makin semangat ngetiknya💪💪


__ADS_2