
“Apa aku benar Nona Azka?”
Holly Shitt!!
***
“Mau lo apa sih sat!!!” maki Azka yang sudah terlampau kesal hingga membuat bahasa asalnya keluar.
“???”
Yah bagi orang kuno macam Haechan mana tahu bahasa modern yang menurutnya sedikit ngegas.
“Paman Haechan yang buluk dan baunya busuk karna gak mandi berhari hari” ujar Xiao Bai tiba tiba membuat Haechan sontak mencium bau badannya sendiri yang lebih mirip bunga bangkve.
“Mau paman Haechan itu apa sih?” tanya Xiao Bai sewot mencoba mentranslate bahasa Azka yang sedikit demi sedikit mulai bisa memahami.
“Mau ku? sangat sederhana” jawab Haechan setelah mengendus bau badannya membuat Azka menampilkan komuk jijiknya yang sengaja di perlihatkan agar Haechan menjauhinya.
Namun sepertinya hal itu tidak berguna sama sekali, malahan sekarang Haechan mendekat dengan tampang mesumnya membuat Azka waspada.
“Ayo menikah” ajak Haechan santai membuat Azka terjungkal kebelakang.
Untungnya dengan sigap Tao merubah wujudnya menjadi manusia untuk menahan Azka dari belakang lalu segera maju untuk menghadapi Haechan dengan tampang songongnya.
“Enak saja!! Nona ini sudah memiliki tunangan” maki Tao yang kini berdiri di depan Azka layaknya pendekar pelindung.
“Tao sarangheyo” sahut Azka centil mencoba menggoda Tao menggunakan wajah pria mesum miliknya.
“Hanya Zhishu kenapa aku harus takut” elak Haechan tak mau kalah.
“Hanya Zhishu?! lantas kamu menganggapku apa?” tanya Tao yang kini benar benar ikut andil dalam menjaga gadis impiannya.
Ya hanya impian, karna Tao masih sadar jika kenyataan seperti itu tidak akan datang.
“Huh hanya binatang kontrak tingkat Ilahi yang baru saja naik, bahkan Jia Li mampu membakarmu dengan tiupan saja” ledek Haechan membuat Azka jengkel.
Berani sekali dia mengejek Tao nya.
“Hanya di bakar?, demi Nona ku itu bukanlah masalah besar” jawab Tao serius membuat Azka semakin menggila.
“Unch unch sarangeyo, gomawoyo Tao yaaa” sahut Azka menirukan lagu Davichi – This Love, sambil menunjukkan finger love nya.
‘Mulai deh gilanya’ sahut Bao Yu yang sedikit terhibur dengan tingkah gila Azka yang jarang kelihatan.
“Wah wah … tingkah mu ini bukankah terlalu berlebihan untuk ukuran Binatang Kontrak ke Nona nya?” tanya Haechan mencoba memanaskan suasana membuat dahi Azka mengernyit.
Sedangkan Tao sendiri sudah ketar ketir takut ketahuan, begitupun dengan Xiao Bai.
“Tao ya” panggil Azka pelan membuat Tao mengeluarkan keringat dingin.
Dan yah hal itu sukses membuat Haechan menangkap sesuatu yang tidak seharusnya terjadi di antara Binatang Kontrak dan pemiliknya.
“Y-ya Nona” jawab Tao gugup membuat Xiao Bai ingin menendang pantatnya saat itu juga.
Oh ayolah, jangan malah gugup, seharusnya buat ekspresi senatural mungkin agar ibundanya tidak curiga.
__ADS_1
“Ayo pergi, jangan hiraukan dia” ajak Azka yang langsung nyelonong pergi dan di ikuti Tao dari belakang meninggalkan Haechan yang kini uring uringan.
Tidak terasa kini Azka sudah hampir sampai di dekat perbatasan Kerajaan Bulan dengan Kerajaan Iblis, dan selama perjalanan yang agak panjang itu Haechan masih setia mengintilinya di belakang dengan penampilan awut awutannya.
“Ayo menikah, aku benar benar menyukai mu”
Yah setidaknya perjalanannya tidak cukup sepi akibat Haechan yang selalu setia memberi backsound kata kata yang sama yang entah sudah sampai keberapa kalinya.
“156, huh … paman Haechan apa kamu tidak lelah mengatakan hal hal tidak penting itu berulang ulang” sahut Xiao Bai yang langsung di angguki setuju oleh Tao.
“Oh tenang saja, dalam hati seorang Hua Haechan tidak ada kata Lelah, dan menyerah!! apalagi ini untuk Nona Azka” jawab Haechan santai membuat Azka gedek sendiri.
Pria satu ini benar benar niat menjahilinya, dia bahkan tidak menghiraukan bisik bisik warga sekitar yang mengatakan seleranya anjlok.
Bagaimana tidak setelah seorang Tuan Pemimpin mengejar cinta Azka penyelamat Kerajaan Bulan baru baru ini, kini si Pemimpin itu mengejar ngejar Pria jelek dengan tampang mesum.
Apa itu yang tidak di namakan anjlok!!.
“Bukannya mendapat hati Nona Azka kamu malah membuat gendang telinga Nona sakit” sahut Tao membuat Haechan jengkel.
“Sayangnya aku masih tidak bisa berhenti, Tao ya kau tahu sekarang saingan ku yang terlihat bukan hanya Zhishu” ujar Haechan blak blakkan membuat Tao menahan nafasnya.
Pria ini sudah gila.
“Kenapa diam? apa aku salah bicara? bagaimana bisa aku menyerah jika saingan ku yang satunya berada sangat dekat dengan Non-”
“Tuan Pemimpin Haechan yang terhormat” panggil Azka memotong ucapan Haechan membuat Haechan menghentikan ucapannya dan langsung menatap Azka penuh binar bahagia.
“Apa Nona sudah berubah fikiran? haruskah kita menikah lusa? besok? atau sekarang? aku benar benar tidak keberatan” tanya Haechan ngegas membuat Azka pusing sendiri.
“Hei … jangan begitu sungkan panggil saja aku Calon Suami, suami ku, atau Chan’er saja” ujar Haechan melenceng dari pembahasan.
Benar benar pria gila.
“Baiklah baiklah” pasrah Haechan saat tak kunjung mendapat balasan dari Azka.
“Aku memang belum bisa menginjakkan kakiku disana, namun kamu bisa menungguku Calon Istri” lanjut Haechan membuat Azka mendecih.
“Pergilah, mata ku benar benar hampir rusak karna melihatmu” tolak Azka semakin membuat Haechan bersemangat.
Gadis ini benar benar tidak mudah.
“Apapun untuk Nona Azka” ujar Haechan lalu melesat pergi.
“INGAT!! AKU PASTI AKAN DATANG KEMBALI UNTUK MENDAPATKAN CINTAMU!!!” teriak Haechan dari kejauhan membuat Azka sukses menjadi pusat perhatian.
“Akhirnya pria itu pergi juga” ujar Azka sambil menghela nafasnya lalu membawa rombongannya masuk kedalam lahan kosong yang sedikit sepi namun terdapat beberapa pohon dan juga semak semak.
Yah area ini masih termasuk Kerajaan Bulan karna Azka masih belum memasuki perbatasan.
“Sebentar lagi sudah Kerajaan Iblis, lebih baik kalian masuk kedalam Ruang Dimensi biar aku bersama Tao saja” ujar Azka sambil menurunkan Xiao Bai dari gendongannya lalu memberikan pil penyembunyi energy kepada Tao.
“Kenapa hanya paman Tao?” tanya Xiao Bai merengek.
“Karna aku belum gila untuk membawa Naga, Rubah ataupun Anj*ng berkepala tiga ke sarang Iblis” jawab Azka santai lalu membaringkan tubuhnya di tanah.
__ADS_1
Dengan cepat Tao merubah wujudnya menjadi Macan Hitam lalu menarik sedikit tubuh Azka untuk di sandarkan di tubuhnya yang hangat.
“Tuan benar, meskipun kita memakan pil penyembunyi energy namun hal itu masih tidak menutup kemungkinan bahwa kita adalah Klan Naga dan Klan Rubah Berekor Sembilan” sahut Bao Yu yang tiba tiba keluar menggunakan wujud manusianya membuat Xiao Bai bersiap protes.
“Beraninya kakak keluar di hadapan ku!!!” maki Xiao Bai sambil menggulung lengan bajunya.
“Memangnya kenapa?” tanya Bao Yu kebingungan.
“Huh … Kakak bahkan tidak menyadari kesalahan mu yang tidak membela Ayahanda di hadapan si kolot Haechan!!” jawab Xiao Bai membuat Bao Yu tertawa.
“Tentu saja!! aku kan berada di pihak Haechan” ujar Bao Yu santai.
“Sial!!!” maki Xiao Bai lalu segera menyerbu Bao Yu.
Dan terjadilah hal kurang ajar yang menimpa seseorang yang lebih tua.
Xiao Bai menghajar Bao Yu habis habisan hingga membuat Bao Yu terjungkal berkali kali.
“Apa Nona tidak ingin melerainya?” tanya Tao hati hati.
“Biarkan saja, mereka sedang bermain main” jawab Azka sambil memejamkan matanya membuat Tao meringis.
Main main apanya!! hidung dan sudut mulut Bao Yu sampai berdarah gitu.
“Ehhmm … Nona, kurasa Haechan benar benar mengambil kesempatan saat Master Zhu tidak ada” ujar Tao membuat Azka menghela nafasnya.
“Pria itu sangat gigih, aku takut Nona aka –”
“Akan berpaling?” potong Azka membuat Tao tersenyum miris lalu menggeleng.
“Takut Nona akan merasa terganggu” jawab Tao membuat Azka kembali menghela nafasnya.
Tao cukup mengerti Azka, Nona nya ini tipe orang setia yang susah berpaling, dan hal itu mampu menampar Tao untuk kembali ke kenyataan bahwa dirinya tidak akan mendapat cinta Azka barang sedikit pun.
Andaikan Azka mudah berpaling bukankah dia akan memiliki secuil kesempatan untuk mendapatkannya.
Berbeda halnya dengan Tao yang memikirkan perasaannya, Azka sendiri memikirkan perkataan Haechan yang terdengar tidak main main.
Apa benar laki laki itu akan menyusulnya.
“Bagaimana dengan mu?” tanya Azka sontak membuyarkan lamunan Tao.
“Apa kamu berada di pihak Zhishu seperti Xiao Bai? atau di pihak Haechan seperti Bao Yu?”
Damn it!!
Bagaimana bisa Tao menjawab pertanyaan semenyakitkan itu.
Unchh unchhh Tao miris banget sih😭, sini sama author aja biar gak sakit hati😂.
TBC.
Jangan lupa tinggalkan jejak vote, like, komen dan rate 5nya ya guys❤❤ biar author makin semangat ngetiknya💪💪
__ADS_1