
“Ada gitu ya blasteran Surga-Neraka” sahut Azka yang tiba tiba muncul di hadapan mereka bertiga sontak membuat ketiganya terpanjat kaget.
“Nona/ Bunda/ Tuan!!!”
***
“Lah kenapa? kok kalian kayak kaget gitu?” tanya Azka sambil memiringkan kepalanya lucu.
“Ya kaget lah bunda… sejak kapan bunda di situ?” tanya Xiao Bai kembali.
“Eumm sejak kalian ngomongin orang yang blasteran surga-neraka ituloh, kan kaget aja orang orang mah biasanya blasteran korea-china lah ini” jawab Azka mengeluarkan apa yang sempat dia dengar tadi.
“Oh ayolah Nona….. kalo ngomong jangan pakai bahasa aneh dong, blater apaan sih terus itu kor- apa tadi?” sahut Tao yang IQ nya tidak sampai pada pembicaraan Azka.
“Seperti biasa Tuan kalo lagi panik atau gak bingung bahasa asalnya pasti keluar” jawab Bao Yu menyahuti pertanyaan Tao membuat Azka mengerutkan dahinya.
“Jadi bunda kita itu lagi membicarakan rumor yang di dengar paman Tao, kalau keturunan Iblis setengah Dewa sudah memunculkan dirinya di Benua Xifang” ujar Xiao Bai menjelaskan apa yang sedari tadi di diskusikan.
“Tidak” sahut Azka sembari menatap tajam ke arah Bao Yu membuat yang lainnya bertanya tanya.
“Hah maksutnya?” tanya Tao bingung apanya yang tidak.
“Tidak bukan itu, aku penasaran kenapa Bao Yu sepertinya tahu semua tentang ku?” tanya Azka tajam membuat Bao Yu serasa tersengat ratusan lebah.
‘Sial’ batin Bao Yu yang tentu saja di dengar Azka.
“Bao Yu aku mendengarmu!! apa yang kamu coba sembunyikan!!!” tanya Azka dengan nada meninggi membuat ketiga binatang kontraknya sontak terkejud.
Baru kali ini Azka meninggikan suaranya di hadapan para binatang kontrak yang selalu dia jaga begitupun sebaliknya.
“Bunda kenapa?” tanya Xiao Bai yang masih terkejut.
“Tu- Tuan ini… itu… anu..” sahut Bao Yu gugup di tambah merinding dengan tatapan Azka yang menusuk.
“Nona kenapa ini, apa di antara kalian berdua ada kesalah pahaman?” tanya Tao mencoba meluruskan, dia sedikit kasihan dengan Bao Yu si binatang ilahi Yang Terhormat yang sekarang sedang ketakutan mendapatkan penindasan dari Tuannya.
“Huh…” bukannya menjawab Azka hanya menghela nafasnya kasar, apa benar Bao Yu mengetahi masa lalunya? tapi dari mana?.
“Bao Yu aku berharap jika ini memang hanya salah paham” lanjut Azka lalu pergi begitu saja meninggalkan ruang dimensi serta para binatang kontraknya yang sedang di rundung pertanyaan pertanyaan di dalam benaknya.
Suasana ruang dimensi yang sebelumnya ramai akan gosipan para penghuninya kini menjadi sepi sunyi, mereka masih sibuk dengan pemikiran pemikirannya sendiri.
Tao yang sedang mencari cari kesalahannya serta rekan rekannya sehingga membuat Nonanya mengeluarkan tatapan tajam serta aura yang tidak mengenakkan bagi Tao.
Bao Yu yang gelisah memikirkan kelangsungan hidupnya untuk kedepannya, apa masih baik baik saja atau tertekan dengan pertanyaan serta fakta yang menurutnya bisa membuat Tuannya jatuh hingga merasa paling tidak berguna.
Sedangkan Xiao Bai sedari tadi menatap Bao Yu penuh kecurigaan, meski terkadang Xiao Bai lah yang paling tidak tahu suasana namun dia tahu betul jika kakaknya ini sedang mencoba menyembunyikan sesuatu tentang ibundanya.
Kalian ingat kan meski Xiao Bai adalah iblis kecil yang sangat suka menindas orang yang kekuatannya masih di bawahnya namun dia juga tidak segan segan untuk berontak pada orang yang lebih kuat darinya jika itu menyangkut Azka, sosok yang sudah menjadi ibu baginya.
“Kakak, aku tidak tahu apa yang sedang kamu coba sembunyikan dari kami tapi jika itu menyangkut ibunda maka aku tidak akan segan untuk menjambak serta mencakar cakar wajah imut mu itu jika kakak masih berniat untuk bungkam” ujar Xiao Bai mencoba mengancam dengan suara kekanak kanakannya yang jatohnya malah menggelikan di telinga Bao Yu dan Tao.
“Kamu masih anak anak” sahut Bao Yu lalu melesat pergi meninggalkan Tao dan Xiao Bai.
“Sialan rubah itu menyembunyikan sesuatu!!” teriak Xiao Bai penuh kemarahan bahkan dia lupa kalau saat ini dia masih di bawah umur untuk memaki seseorang yang lebih tua darinya.
“Xi’er tenanglah” sahut Tao mencoba menenangkan anak kecil di depannya ini, jika tidak maka habis lah dia di babuin Xiao Bai.
__ADS_1
“Tidak tidak, aku yakin kakak pasti menyembunyikan sesuatu aku bahkan sudah mencurigainya lama” ujar Xiao Bai sambil mondar mandir di hadapan Tao dengan pose berfikir yang imut membuat Tao pusing sendiri.
“Oh ayolah paman Tao lakukan sesuatu agar kakak mau mengaku, ah apa Xiao Bai harus menjambak rambutnya itu sampai rontok terlebih dahulu, atau mungkin harus mengepang kesembilan ekor nya menjadi satu atau mencabuti bulu bulu rubahnya secara paksa” lanjut Xiao Bai memikirkan ide ide yang menurutnya brilliant namun menurut Tao itu adalah penyiksaan.
“Emm Xi’er aku pikir cara itu sangatlah tidak mungkin, bagaimana pun Bao Yu itu lebih kuat dari kita” sahut Tao membuat Xiao Bai terduduk nelangsa.
Readers ayo bantu Xiao Bai berfikir bagaimana cara agar Bao Yu mau membuka mulut.
“Kakak memang lebih kuat dari kita, tapi dia tidak akan bisa menolak pesona menggemaskan serta wajah teraniaya Xiao Bai” ujar Xiao Bai final sambil menjentikkan jarinya.
“Baiklah aku akan merengek sekarang” lanjutnya lalu melesat pergi meninggalkan Tao yang entah ingin tertawa atau menangis.
Masalahnya Bao Yu itu bukanlah seseorang dengan hati yang mellow, melihat ekspresi teraniaya Xiao Bai di balik sifat iblis bocah itu apa mungkin akan berhasil.
“Apa hanya aku disini yang tidak tahu akar permasalahnnya apa?” tanya Tao dengan nada menyedihkan lalu pergi dari ruang dimensi untuk menghampiri Azka yang sedang bad mood.
Kini Tao sudah perada di pangkuan Azka yang ternyata sedang menenangkan fikirannya di atap Akademi bersama Zhishu menyaksikan penyiksaan orang orang Akademi terhadap para penghianat.
Dan sialnya Tao sedikit takut ketinggian jadi dia hanya bisa duduk kalem di pangkuan Azka dengan tangan Azka yang mulai mengelus bulu bulunya lembut.
“Istri entah kenapa aku merasa kamu tidak pernah memberi keringanan hadiah untuk para wanita, bukankah mereka sejenismu biasanya orang orang akan sedikit merasa kasihan?” tanya Zhishu mengutarakan pengamatannya sedari dulu tentang Azka yang tidak pernah pandang bulu untuk menghukum musuh musuhnya kecuali jika orang itu adalah anak anak maka Azka hanya akan mempercepat kematiannya saja tidak perlu mengalami kesengsaraan.
“Hanya ingin” jawab Azka singkat membuat Zhishu menghela nafasnya kasar.
Sudah sedari tadi Zhishu di kacangin Azka semenjak keluar dari ruang dimensi membuatnya frustasi sendiri.
Apa dia lagi ada salah?
Kini pandangan Zhishu beralih lagi melihat kejadian di halaman Akademi yang sekarang tinggal Mo Lan dan Guru Ma yang masih hidup namun dengan luka panah dimana mana akibat murid murid yang sengaja memeleset kan anak panahnya ke arah yang benar.
Sedangkan Tian Ba, Hao Cun serta Juru masak, mereka bertiga telah pulang ke akhirat akibat panahan dari Ketua Akademi, Tetua Akademi serta para penggemar Azka yang memang punya dendam kesumat pada mereka dan akhirnya Para anak panah mereka selalu meleset lalu membuat ketiga penghianat itu mati kehabisan darah.
“Tenanglah setelah Xu Kai datang mungkin perasaannya akan membaik” jawab Azka santai, dia tahu jika Qi Xuan mengalami trauma berteman karna penghianatan namun melihat hati mellow Qi Xuan yang tidak tegaan meski telah di jahati mungkin dengan adanya teman lama bisa menyembuhkannya.
“Apa istri sedang mengharapkan kedatangan Xu Kai?” tanya Zhishu dengan tatapan mengintimidasi.
“Apa kamu cemburu?” bukannya menjawab Azka malah balik bertanya.
“Tentu saja!!! asal kamu tahu aku bisa melihat arti tatapan Xu Kai yang begitu menginginkanmu” jawab Zhishu menggebu gebu membuat Azka ingin tertawa.
“Heh tidak perlu cemas karna kamu lebih tampan dari pada Xu Kai” ujar Azka membuat Zhishu bukannya malu atau salah tingkah malah was was.
“Jadi jika ada orang yang lebih tampan dari aku apa kamu akan berpaling?” tanya Zhishu lagi membuat Azka tidak bisa menahan tawanya.
“Hahahahaha mungkin aku akan mempertimbangkannya” jawab Azka lalu melesat pergi menggunakan jurus meringankan tubuhnya sambil menggendong Tao.
“Hei!!!” teriak Zhishu tidak terima.
“Tidak tidak, jangan marah tetap kalem, tetap santai, belum tentu ada laki laki lain yang ketampanannya melebihi ku” gumam Zhishu percaya diri mencoba menenangkan fikirannya.
Sedangkan di tempat lain tepatnya di dalam kamar pavilium khusus, Tao sedang bertanya mengenai ucapan Azka yang sebelumnya.
“Nona tidak kah kau terlalu kasar pada Master Zhu, bisa bisa dia jadi banyak berfikir”
“Tidak!! salah sendiri meragukan ku, memangnya aku ini wanita plin plan apa” jawab Azka yang tidak di mengerti Tao di bagian plin plan nya namun Tao sendiri enggan bertanya.
“Tapi jika laki laki itu adalah Baekhyun EXO mungkin aku benar benar akan mempertimbangkannya” gumam Azka lalu meletakkan Tao di atas meja sedangkan dirinya langsung mencari posisi enak untuk tidur siang.
__ADS_1
Percayalah setelah perang, pengobatan serta pesta Azka benar benar butuh istirahat.
Sedangkan di halaman Akademi kini Ketua Akademi serta Tetua pertama sedang membahas tentang kultivasi pintu tertutup dari Tetua ketiga yang di perkirakan akan segera selesai.
“Entah bagaimana respon Chan’er nantinya setelah tahu Akademi ini punya penghianat” ujar Ketua Akademi membuat Tetua pertama hanya menopang dagunya.
“Hmm… mengingat dia benar benar tidak menyukai penghianatan mungkin hal ini akan membuatnya kecewa” sahut Tetua pertama menimpali ucapan Ketua Akademi.
“Huh, aku penasaran kira kira sudah sampai mana tingkat kultivasinya entah melebihi ku atau tidak”
“Melebihi atau tidak apa itu penting, lagi pula kan dia memang selalu menyembunyikan tingkat kultivasi serta kekuatannya”
“Huh biarkan saja, aku penasaran apa alasan kultivasi pintu tertutupnya ini beneran atau jangan jangan sama seperti yang sebelum sebelumnya” ujar Ketua Akademi mengingat dia sering termakan alasan klasik dari Tetua ketiga.
“Hahaha anda mengingatnya?” tanya Tetua Akademi sambil tertawa.
“Bagaimana bisa aku melupakan tingkahnya yang sering berkata akan pelatihan di gunung tapi nyatanya bukannya kegunung dia malah pergi ke rumah bordir untuk bersenang senang, atau yang waktu itu dia bilang akan pergi mencari guru ahli membuat senjata untuk menggantikannya namun yang ada dia malah pergi ke benua lain untuk jalan jalan” jawab Ketua Akademi panjang lebar.
“Jika anda kesal dengannya lalu kenapa anda memilihnya untuk menjadi Tetua ketiga serta memberikan dia wewenang atas kelas membuat senjata” protes Tetua pertama.
“Nyatanya memang tidak bisa di pungkiri, dia adalah Tetua dengan kepribadian tenang meski gempa bumi melanda, dia juga pandai dalam memecahkan masalah membuat strategi dan ahli membuat senjata, apa lagi di tambah dengan kejeniusannya memang sepantasnya dia aku pilih menjadi Tetua” ujar Ketua Akademi.
“Hahahahaha anda benar Ketua, saking tenangnya sampai sampai dialah yang sering membuang buang waktu” sahut Tetua Akademi membuat kedua petinggi itu tertawa senang.
Kita beralih pada Xiao Bai yang kini tengah merengek kepada Zhishu agar di biarkan bertemu dengan binatang kontrak milik Zhishu yang tidak lain adalah Naga Emas yang sudah dia anggap senior bagi Xiao Bai, karna memang tingkatan Naga Emas berada satu tingkat di atas Naga Merah.
“Oh ayolah Ayahanda, jika kamu tidak memperbolehkan Xiao Bai untuk bertemu dengan senior Naga maka Xiao Bai tidak akan merestui hubungan ayahanda dan ibunda” ancam Xiao Bai sambil bergelantungan di lengan Zhishu.
“Xi’er kan anak baik jadi tidak boleh ya menggunakan istri untuk hal hal seperti itu” ujar Zhishu mengelak dari ancaman Xiao Bai.
“Tidak mau pokoknya ayah harus memperbolehkan Xiao Bai untuk bertemu dengan senior Naga” sahut Xiao Bai keukuh membuat Zhishu menghelas nafasnya.
“Baiklah baiklah tapi tidak sekarang” ujar Zhishu mengalah membuat Xiao Bai langsung melompat turun kegirangan.
“Beneran ya ayah janji!!! janji ya!!” sahut Xiao Bai sambil berjoget layaknya anak TK di atas atap Akademi karna posisi Zhishu yang masih disana.
Zhishu sendiri hanya mengangguk pasrah membuat Xiao Bai tertawa senang lalu melesat pergi setelah mencium pipi kanan Zhishu tanda terimakasih.
“Bocah itu kenapa tiba tiba ingin bertemu dengan Fan Fan (Naga Emas)” gumam Zhishu pelan lalu berteleport menuju pavilium khusus.
>>>>> BONUS PEMANIS SAAT XIAO BAI MERENGEK PADA BAO YU <<<<<
“Hikss…. kakak jahat, kakak tidak mau memberi tahu Xiao Bai yang sebenarnya tentang bunda” rengek Xiao Bai dengan air mata buaya nya.
Air mata hasil tetesan air surgawi yang dia gunakan agar Bao Yu percaya kalau dia menangis.
Sedangkan Bao Yu yang sebelumnya sedang menyirami herbal langka di halam belakang istana ruang dimensi pun di bikin kaget dengan kedatangan Xiao Bai yang langsung menangis dengan ingus yang belepotan di area sekitar hidung, membuatnya menghentikan kegiatannya dan lebih memilih untuk melihat drama Xiao Bai.
“Kau tahu kan kalau cara itu tidak akan mempan” sahut Bao Yu cuek lalu kembali menyirami tanamannya membuat Xiao Bai hanya mendengus kesal.
“Hapus ingus mu dan juga air surgawi yang hampir menetes dari pipimu, pintar sedikit dong kalau mau menipu ku, bisa bisanya memakai air surgawi yang punya bau khas tersendiri untuk di jadikan air mata palsu” lanjut Bao Yu membuat Xiao Bai semakin kesal.
“Terserah jika kakak tidak mau membocorkannya Xiao Bai akan pergi mencari tahu sendiri, dan bila perlu Xiao Bai akan mencari bantuan informasi dari binatang ilahi yang lain” ujar Xiao Bai sambil menghapus ingusnya yang emang lagi meler.
Xiao Bai Be Like : Mencari bantuan adalah jalan ninjaku.
TBC.
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak ya guys😊.