
Dia fikir semua orang kaya itu manja! buktinya dia tidak tuh.
***
Gak papa, Azka cantik, Azka pintar dan orang cantik harus bersabar.
“Maaf atas kelalaian Murid ini, semalam saya sibuk membereskan Pavilium baru hingga membuat saya bangun kesiangan hari ini, dan juga untuk masalah seragam saya benar benar menyesal karna belum pernah memakai hanfu wanita sama sekali, jadi saya sedikit tidak tahu cara memakainya” jawab Azka mencoba berlaku sopan.
“Alasan macam apa itu? apa kamu tidak bisa memikirkan alasan lain yang lebih masuk akal dari tidak tahu cara memakai hanfu wanita?” tanya Guru Fao mulai memojokkan Azka yang kini sudah di perbincangkan seluruh Murid yang tengah menghadiri kelas berpedang.
“Tidak ada, karna itu memang kendala saya! haruskah saya berbohong dan mencari alasan lain?” bukannya menjawab Azka malah balik bertanya dengan mata yang menatap tajam Guru songong di depannya ini.
“Alasan mu tidak di terima, sekarang lari kelilingi arena ini sebanyak 100 kali anggap itu adalah sebuah keringanan dari ku” ujar Guru Fao membuat semua Murid membelalakkan matanya.
Lapangan seluas stadion sepak bola dan Azka di suruh berlari mengitarinya sebanyak 100 kali!! bahkan jika itu hanya 50 kali mereka tidak akan menjamin apa kaki Azka masih akan baik baik saja.
‘Gini kek dari tadi’ batin Azka lalu segera berlari tanpa mengucapkan sepatah katapun.
Percayalah Azka benar benar muak dengan Guru banyak bicara yang hanya menceramahinya tanpa henti, bukankah lebih baik langsung keinti dan menghukumnya, lagi pula hanya lari sebanyak 100 kali, Azka bahkan pernah melakukannya sebanyak 200 putaran lalu mengulanginya lagi di hari yang sama serta jumlah yang sama.
Pelatihan seperti ini benar benar tidak ada apa apanya di banding pelatihannya sewaktu memasuki dunia gelap dulu.
“Istri apa kamu baik baik saja? apa perlu aku membunuh Guru itu?” tanya Zhishu dari ruang dimensi membuat Azka terkekeh pelan.
“Jangan mengajakku bicara, aku masih marah” jawab Azka sambil terus berlari mengelilingi arena itu dengan riang gembira.
“Baiklah, aku akan keluar dan membunuhnya sekarang juga” sahut Zhishu lalu segera beranjak sebelum.
“Jangan khawatir, ini hanya pelatihan untuk ku” ujar Azka santai membuat Zhishu mengurungkan niatnya.
“Bunda, apa perlu Xiao Bai membakar arena ini agar hukuman bunda di hentikan?” kini giliran Xiao Bai yang bertanya.
“Itu benar, aku akan membantu Xiao Bai membakarnya dengan senang hati” sahut Xi Long yang ikut ikutan.
“Tidak perlu, kalau arena ini terbakar aku yang di dalamnya juga akan ikut terbakar” jawab Azka sambil terus berlari dengan kencang.
Yah kini dia sudah memasuki putaran ke 17 hingga membuat semua orang melongo tidak percaya.
__ADS_1
“Apa gadis itu benar benar manusia?”
“Wah wah … haruskah aku memanggil Murid baru itu si cepat?”
“Gadis itu benar benar masih berlari tanpa lelah atau bahkan ngos ngosan”
“Dengan tubuhnya yang sekecil itu, kupikir tulangnya akan keropos saat putaran ke 5”
“Putaran ke 5 apanya, dia bahkan sudah mulai memasuki putaran ke 18 dan tubuhnya masih sehat bugar”
Kira kira seperti itu komentar para netizen yang sedang menyaksikan Azka yang masih berlari tanpa menghiraukan mereka, bahkan Guru Fao benar benar di buat jengkel saat melihat kecepatan lari Azka yang luar biasa berkali kali lipat jika di bandingkan dengannya.
Apa Azka menggunakan suatu jurus.
“Sudah kuputuskan, aku akan membuat ilusi Tuan yang sedang berlari dan sekarang Tuan beristirahatlah ke ruang dimensi” ujar Bao Yu tiba tiba membuat Zhishu dan yang lain serentak menoleh kesumber suara.
Sebegitu wownya kah suara Bao Yu hingga membuat semua orang terdiam.
Tidak bukan karna suaranya sebagus Lady Gaga atau Selena Gomez, melainkan sejak dari Kerajaan Awan Bao Yu tidak berani berbicara sepatah kata pun kepada Azka, bahkan jika itu adalah bersin maka Bao Yu akan menahannya dan berlari sejauh mungkin dari Azka baru berani bersin.
Hanya saja mereka tidak tahu jika yang menjadi peta berjalan Azka saat berada di Akademi ini adalah Bao Yu, Bao Yu saja yang sengaja hanya berbicara lewat telepati dan bukan terang terangan seperti yang lainnya.
“Apa? kenapa? apa aku salah?” tanya Bao Yu beruntun.
“Tidak, hanya saja kamu tidak perlu melakukannya” jawab Azka sambil tersenyum cerah di balik selendangnya.
Azka sendiri merasa Bao Yu nya sedikit berubah, Bao Yu memang pendiam namun kali ini lebih parah dari biasanya, apa karna Rubah itu sedang merasa bersalah? memangnya sebesar apa kebohongannya hingga membuat dia merasa sebersalah itu?
“Non –”
“Apa! apa kamu mau membekukan arena ini juga? oh ayolah tidak perlu berlebihan aku hanya berlari dan bukannya sekarat” sela Azka memotong perkataan Tao yang bahkan belum genap satu kata.
“Tidak, aku hanya ingin menyemangati Nona, jadi Nona yang semangat ya larinya” ujar Tao membuat Azka terkekeh.
“Ooo Tao ku sudah dewasa ya” sahut Azka sambil tertawa membuat Tao sukses memerah namun berhasil menyembunyikannya.
“Kalian tenang saja, 50 putaran lagi aku akan selesai dan aku pasti akan membungkam mulut Guru belagu itu” lanjut Azka lalu mempercepat larinya hingga membuat orang orang kembali terpana.
__ADS_1
“Guru kamu yakin tidak terlalu keras kepada Murid baru itu?” tanya seorang Murid perempuan yang tidak tega saat melihat Azka yang sudah di banjiri keringat.
“Yah, aku menyesal” jawab Guru Fao sontak membuat beberapa Murid yang mendengar menoleh secara bersamaan.
“Benarkah?” tanya Murid perempuan itu.
“Benar, aku menyesal karna hanya menyuruhnya berlari dan bukan lompat kodok, harus kah aku menambah hukumannya?” tanya Guru Fao membuat beberapa Murid tepuk jidad mengingat sikap Gurunya yang terlalu keras.
Guru Fao ini terkenal dengan ketegasan serta kekerasannya dalam mendidik Murid, apa lagi jika Murid itu dari golongan orang kaya dia akan lebih mempersulitnya lagi, entah trauma apa yang di milikinya pada orang kaya hingga membuatnya menjadi seperti ini.
Sebenarnya Guru Fao adalah Guru yang menduduki peringkat tertampan bahkan mengalahkan Murid Muridnya, namun buat apa hanya tampan jika perilakunya kasar, maka dari itu prediket ketampanannya telah tergeser oleh Guru Yao yang tak kalah tampan dengan sifat ramah serta lemah lembutnya membuat Guru itu menjadi nomor satu di mata para gadis dan lelaki.
“Guru saya sudah selesai” ujar Azka yang tiba tiba datang dengan keringat membasahi hanfu bagian atasnya serta selendangnya.
“Hei bro, kamu punya elemen angin gak?” tanya Azka kepada seorang pria yang kebetulan berdiri di sampingnya.
“P-pp pu ppunya” jawabnya gagap membuat Azka menaikkan satu alisnya.
Dia kan hanya bertanya kenapa harus sampai tergagap seperti itu, penampilan pria ini juga aneh, terkesan nerd dan tentunya tanpa kaca mata karna di zaman ini kaca mata belum di temukan.
Dan juga jubahnya kedodoran pake banget, rambutnya meski hanya di gerai namun dia menutupi sebelah matanya dengan poni panjangnya membuat separuh wajahnya hampir tidak terlihat.
“Bisa pinjam? gerah nih” ujar Azka lalu duduk selonjoran di tanah dengan tangan yang menarik pria gagap itu untuk segera mengeluarkan elemen anginnya dan mengipasi keringatnya.
“Istri kamu tidak di izinkan untuk menyentuh laki laki lain!!” teriak Zhishu dari ruang dimensi sambil menggebrak meja gazebo.
“Apasih, ini kan genting lagi pula aku hanya butuh anginnya” sahut Azka santai masih menikmati terpaan angin dari pria gagap itu.
“Kk- Kam mmu b- bbilang ss ssesuatu (Translate : Kamu bilang sesuatu?) ” tanya pria gagap itu menghentikan terpaan anginnya membuat Azka meliriknya dengan tatapan tajam.
“Tidak ada, lanjutkan!!” perintahnya membuat pria gagap itu segera mengeluarkan elemen anginnya lagi.
Azka benar benar menyesal karna tidak mengekpose elemen anginnya saja, tahu gitu dia tidak akan kesusahan mencari orang lain yang punya bakat elemen angin untuk sekedar mengipasinya.
“Siapa yang menyuruhmu beristirahat!!”
Sial Azka melupakan Guru galak itu.
__ADS_1
TBC.
Jangan lupa tinggalkan jejak vote, like, komen dan rate 5nya ya guys❤❤ biar author makin semangat ngetiknya💪💪