
“Jika orang itu mampu membuat bunda jatuh cinta mengapa tidak, kau tau xi’er cinta itu tidak memandang rupa maupun tahta, tapi hati” jawab Azka disertai senyum manisnya.
Zhishu yang mendengar itu pun menyunggingkan senyum tipis nya, sangat tipis sampai tidak ada yang menyadarinya.
***
“Dimana tempat tinggal mu?” tanya Azka pada zhishu memulai sesi introgasi.
“Zhishu tinggal di ibukota” jawab Zhishu riang khas seperti anak anak.
“Lalu bagaimana paman bisa sampai disini?” tanya Bao Yu mewakili Azka.
“Bibi Feng berbaik hati mengajak Zhishu menemani sepupu mencari hewan kontrak di hutan kematian, tapi setelah sampai di perbatasan bibi Feng dan sepupu meninggalkan Zhishu, karna hari sudah malam jadi Zhishu memutuskan untuk kembali ke penginapan, disana perut Zhishu lapar tapi bibi Feng tidak memberi Zhishu makan malah mengusir Zhishu, akhirnya Zhishu pergi ke kedai tapi ternyata di sana juga ada sepupu tanpa pengawal” jawab zhishu panjang lebar sambil memainkan ujung hanfunya.
‘Baik apanya jelas jelas mereka tau kalau Zhishu tidak memiliki kultivasi tapi malah meninggalkannya di hutan kematian bukan kah itu artinya keluarganya menginginkan kematian Zhishu, tapi kenapa? sebenarnya dia itu siapa?’ batin Azka menerka nerka.
“Apa paman zhishu tidak ingin tau bagaiman keadaan sepupu paman?” tanya Xiao Bai.
“Ah iya apa istri baik baik saja, sepupu punya elemen api Zhishu takut istri kenapa napa karna sepupu?” Bukannya menjawab pertanyaan Xiao Bai dia malah menghawatirkan Azka.
“Kauuu…. berhenti memanggilku istri” teriak Azka penuh penekanan.
“Baik istri” jawab zhishu mantap.
Azka "-_-"
“Hais… sudahlah aku membuat sepupumu sedikit cacat apa kau marah?” tanya Azka sambil mengibaskan tangan nya.
‘Yaa hanya sedikit, memotong kedua tangannya memberi ukiran indah di dadanya lalu memotong lidahnya benar benar hanya sedikit’ batin Bao Yu.
“Bao Yu aku mendengarnya” ujar Azka menyahuti batin Bao Yu.
“Maaf Tuan” ujar Bao Yu sambil menundukkan kepalanya.
“Huh tidak apa apa lagi pula orang itu pantas menerimanya” ujar Azka sambil mengangkat kepala Bao Yu, Bao Yu sendiri hanya tersenyum atas perilaku Tuannya.
“Memangnya kenapa? istri hanya mencoba melindungi Zhishu” Sahut Zhishu menghentikan adegan romantis antara Tuan dan hewan kontrak yang sedang terjalin antara Azka dan Bao Yu.
‘Sama persis dengan jawaban Xiao Bai, apa dia mencontek’ batin Azka menerka nerka.
Sedangkan Bao Yu hanya mendengus kesal.
“Jadi jika aku ingin melindungimu dari keluarga bejat mu itu aku boleh membunuh keluargamu?” tanya Azka untuk kesekian kalinya.
“Tentu boleh, kata ibunda kalau ada yang berniat jahat pada Zhishu harus di bunuh sekalipun itu keluarga, karna yang namanya keluarga pasti tidak akan menjahati satu sama lain” jawab Zhishu meyakinkan Azka.
__ADS_1
“Sepertinya ibumu orang baik, dimana dia? lebih baik aku membawamu kesana” ucap Azka dengan pose berfikir.
“Sebelum ayahanda menyusul ibunda dia kata ibunda pergi ke surga, apa istri juga akan membawa zhishu kesana?” tanya Zhishu polos.
Seketika Azka, Xiao Bai juga Bao Yu terdiam.
“Ehem… tidak aku akan membawamu menemui keluargamu itu saja” jawab Azka canggung.
“Sebenarnya bibi Feng bukan keluarga Zhishu, dulu sebelum ayahanda menyusul ibunda, ayahanda menitipkan Zhishu pada keluarga Feng” ujar Zhishu menyangkal perkataan Azka.
“Zhishu, kenapa kau banyak bicara dengan ku, tidak kah kau takut kalau seandainya aku orang jahat” sahut Azka sambil menatap Zhishu tajam.
“Istri bukan orang jahat, Zhishu yakin” ujar Zhishu mantap.
“Siapa yang tau” sahut Azka sambil mengendikkan bahunya.
“Aku akan membawa anak anak ke kamar yang satunya kau tidurlah” lanjut Azka menarik bao yu serta xiao bai keluar dari kamar penginapan lalu memasuki ruang dimensi.
Setelah kepergian Azka tiba tiba terdapat dua orang berbaju serba hitam turun dari atap menghampiri Zhishu.
“Bagaimana?” tanya Zhishu tegas, sangat berbeda dengan Zhishu yang sebelumnya.
“Lapor Tuan bibi serta sepupu Tuan sudah pulang ke ibukota untuk mengobati sepupu Tuan, hamba juga sudah membungkam seluruh saksi mata di kedai” jawab salah satu dari dua orang berbaju serba hitam.
“Kerja bagus, kembalilah” ujar Zhishu sambil mengibaskan tangannya.
“Selamat tidur istri atau ratu masa depanku” gumam Zhishu pelan lalu membaringkan tubuhnya menuju alam mimpi.
🐣🐣🐣
Keesokan harinya.
Azka sudah keluar dari ruang dimensi hari ini dia menggunakan hanfu pria bewarna putih dengan motif Rubah berekor Sembilan bewarna hitam di bagian dada sampai lengan, rambut panjangnya di kucir seperti bisa namun kali ini bukan menggunakan pita melainkan gelang rambut dengan ukiran Naga, Azka terlihat sangat cantik juga tampan, ditangannya terdapat selendang bewarna senada dengan hanfunya.
Dengan langkah santai Azka menuju kamar Zhishu kali ini dia hanya sendirian, tanpa mengetok pintu Azka langsung masuk begitu saja ke dalam kamar Zhishu.
“Astaga!! aku tidak melihat apapun, sungguh mataku minus” ujar Azka buru buru menutup kedua matanya menggunakan tangan.
Di depannya Zhishu sedang bertelanjang dada sepertinya habis mandi namun dia masih menggunakan separuh topengnya.
“Istri kenapa?” tanya Zhishu polos sambil memiringkan kepalanya.
Ingat Zhishu masih belum memakai baju.
“Kenapa kau tidak bilang kalau kau sedang tidak pakai baju!! cepat pakai bajumu!!” teriak Azka masih dengan menutup matanya.
__ADS_1
“Istri tidak bertanya, dan juga Zhishu pakai baju apa” jawab Zhishu.
Azka mengambil hanfu pria asal dari ruang dimensi nya lalu memberikannya kepada zhishu dengan mata tertutup.
“Aku tunggu di luar” ujar Azka singkat lalu pergi meninggalkan Zhishu yang sedang senyum senyum sendiri.
Tidak lama kemudian Zhishu keluar menggunakan hanfu bewarna biru navy dengan sulaman Phoenix bewarna emas di bawahnya rambut panjangnya yang bewarna putih di ikat tinggi menggunakan pita bewarna hitam.
Zhishu terlihat tampan meski di wajahnya terdapat topeng bewarna putih, andai Zhishu tidak menggunakan topeng mungkin Azka akan terpesona dengan ketampanan Zhishu.
Eh tunggu dulu ... terpesona? yang benar saja!!! tidak mungkin Azka adalah wanita yang seleranya setinggi langit dia tidak akan mudah terpesona ... author ini gimana sih!!.
Sudah sekarang kembali kepada Azka dan Zhishu.
“Istri Zhishu sudah siap” ujar Zhishu riang sambil mengayun ngayunkan tangan Azka.
“Ah iya, keluargamu menginap dimana?” tanya Azka sambil melepaskan tangannya dari pegangan Zhishu lalu menutup separuh wajah nya dari hidung sampai leher menggunakan selendang putih lalu mengikatnya kebelakang.
“Di pavilium penginapan bulan bibi mengambil kelas atas” jawab Zhishu.
“Sepertinya keluargamu benar benar bangsawan kaya, ayo pergi kau yang tunjukkan jalannya” ujar Azka lalu mendorong pelan Zhishu agar berjalan di depannya namun Zhishu lebih memilih berjalan beriringan.
“Istri tidak mengajak anak anak?” tanya zhishu di perjalanan.
“Mereka berdua anak ku bukan anak mu, panggil saja mereka dengan namanya” bukannya menjawab pertanyaan Zhishu, Azka malah menegurnya.
“Zhishu tidak tau namanya, memangnya tidak boleh ya mereka kan anaknya istri Zhishu” ujar Zhishu pelan sambil memilin ujung hanfunya.
Azka hanya menghela nafas pelan.
“Yang kecil namanya Xiao Bai yang berumur 5 tahun namanya Bao Yu, mereka aku titipkan pada teman ku” jawab Azka seketika menimbulkan senyum lebar di wajah Zhishu tapi sayang hanya terlihat setengahnya saja.
Sedari tadi di perjalanan sebenarnya Azka sedikit merasa aneh, orang orang memandang Azka penuh kekaguman akan ketampanannya walau hanya terlihat separuh.
“Ini aneh bukan kah seharusnya orang orang membicarakan ku karna telah melukai bangsawan, namun ini ... apakah kabar itu belum menyebar tapi itu tidak mungkin” gumam Azka pelan.
.
.
.
.
TBC.
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak vote, like, komen dan rate 5nya ya guys❤❤ biar author makin semangat ngetiknya💪💪