
“Kamu memang tidak pernah melepaskan musuhmu begitu saja” sahut Zhishu lalu mengecup kening Azka lama.
“Baiklah sekarang ayo pergi ke Benua Tengah”
***
Berbeda halnya dengan Azka yang sedang temu kangen bersama Zhishu di dapur, Xi Long dan juga Xiao Bai sedang mengintip mereka berdua dari samping pintu, sedangkan Tao dan Bao Yu hanya memandang kelakuan mereka berdua dengan tenang.
“Apa adegan seperti tadi pantas di lihat oleh anak anak?” tanya Xi Long yang masih setia mengintip adegan yang kini memperhatikan Zhishu yang sedang mengecupi pucuk kepala Azka.
“Wahh … pria bertopeng itu sangat beruntung bisa membuat Nona sekalem itu” lanjutnya lagi saat melihat Azka yang hanya terdiam dan bersandar di dada bidang Zhishu.
“Dan aku juga sangat beruntung bisa mendapatkan orang tua seperti mereka berdua” sahut Xiao Bai yang kini sedang membusungkan dadanya bangga.
Xi Long sendiri tidak membalas perkataan bocah itu lagi, namun sekarang terlihat ekspresinya yang berbeda, seperti sedang menahan sesuatu, dan jangan lupakan keringat dingin yang mulai membasahi dahinya.
“Paman kamu kebelet buang air?” tanya Xiao Bai polos lalu beralih melihat apa yang terjadi didalam sana hingga membuat Xi Long yang terhormat jadi begitu, namun.
Brak!!!
“Sumpah aku tidak melihat apapun!!” teriak Xi Long lalu menggendong Xiao Bai dan berlari menjauh dari depan pintu dapur.
“Menurutmu apa yang sedang di lihat Xi Long?” tanya Tao kepada Bao Yu yang kini tertawa cekikikan melihat tingkah dua orang beda wujud yang tidak lain adalah Xiao Bai dan Xi Long.
“Kurasa Master Zhu sedang menjahili Xi Long” jawab Bao Yu singkat dan tentu saja tidak di pahami oleh seorang Tao yang belum pernah menjalin hubungan asmara seumur hidupnya.
“Terserah, orang jomblo gak bakal faham” lanjut Bao Yu mulai menistakan Tao lalu menyusul Xiao Bai dan juga Xi Long yang sudah kebawah duluan.
Sedangkan yang di bicarakan, Azka dan Zhishu mereka berdua hanya terkekeh pelan mendengar perdebatan di luar sana.
“Kamu pasti sengaja?” tanya Azka yang lebih mengarah ke pernyataan.
“Salah sendiri ngintip” jawab Zhishu enteng lalu terkekeh lagi mengingat apa yang dia lakukan barusan.
Zhishu dengan sengaja mengecup pelan bibir Azka lalu berbicara pelan tepat di depan wajah Azka sambi memiring miringkan kepalanya. tentu saja jika dilihat dari belakang maka posisi itu jelas menunjukkan jika mereka berdua sedang berciuman dengan panas.
“Wah aku tidak menyangka, pria se hot dia bisa malu juga” sahut Azka membuat dahi Zhishu mengkerut.
“Hot? benda apa itu?” tanya Zhishu.
“Hot itu panas!! kau tahu aku benar benar menyesal karna menamainya Xi Long, seharusnya aku menamainya Kim Jong In, atau gak Oh Sehun karna mereka sama sama pria yang hot dan tentunya sangat tampan” jawab Azka sambil membayangkan ABS idol Kpop korea yang membuatnya gagal Move On bahkan di saat dia sudah berpindah dimensi sekalipun.
__ADS_1
Tuk!!
“Aww… kamu ini apa apaan sih?” tanya Azka sambil mengelus jidatnya yang di ketuk Zhishu.
“Jangan memikirkan pria lain selain aku dan anak anak” jawab Zhishu santai sambil meniup jidat Azka membuat Azka salah tingkah.
“Sudah sudah, ayo pergi” ajak Azka lalu segera keluar dari dapur sebelum jantungnya meledak.
“Tao” sapa Azka kepada Tao di luar dapur yang sedang Sweet Drop dengan penampilannya yang uwawwawaw, dan tentunya hasil maha karya seorang Zhu Zhishu.
“Kenapa diam saja? ayo pergi dan melanjutkan perjalanan kita” ajak Azka kepada Tao yang masih menatapnya dengan pandangan yang err sulit di artikan,
“Kita?” tanya Tao tanpa sadar membuat Zhishu beralih menatapnya.
“Iya” jawab Azka singkat.
Tao apa kabar? apa jantungnya masih berada di tempatnya? atau sudah jalan jalan di neraka? tidak tidak, ini lebih buruk dari jalan jalan di neraka, jantung Tao malah membuka party besar besaran di sana.
“Kita?” tanya Tao sekali lagi memastikan membuat Zhishu dengan segera menutup wajah cantik Azka menggunakan cadar miliknya, agar Tao tidak bisa menikmati asetnya lagi.
“Kau ini kenapa sih? ayo pergi Xiao Bai dan yang lain sudah menunggu di bawah” jawab Azka dengan nada sewot membuat Tao mengingat sesuatu.
Ada apa dengan dirinya? apa yang dia harapkan? kenapa dia malah berharap lebih seperti ini? tidak tidak dia harus move on, Tao sudah bertekat akan menjadi penjaga keselamatan Azka saja, dan bukan penjaga hati azka.
Sesampainya di bawah mereka bertiga di sambut dengan suasana awkard dari Xi Long yang sedang menatap mereka malu dan juga Xiao Bai dan Bao Yu yang sedang bermain batu kertas gunting atas ajaran dari Bao Yu.
“Ayahanda!! Ibunda!!” teriak Xiao Bai lalu berlari ke gendongan Zhishu meninggalkan Bao Yu yang sedang kesal karna dia hampir menang dan tinggal menghempaskan Xiao Bai menggunakan elemen anginnya.
“Kamu semakin lincah saja” ujar Zhishu pada Xiao Bai.
“Tentu saja, ayahanda kan sudah kembali” jawab Xiao Bai dengan riang.
‘Bocah iblis ini kenapa jadi sangat manja jika di hadapan Nona Azka dan juga pria bertopeng itu’ batin Xi Long.
“Long Long, ada apa dengan wajah mu itu?” tanya Azka saat mendapati Xi Long yang memalingkan wajahnya yang memerah.
“Tidak ada” jawab Xi Long singkat membuat Azka ingin tertawa.
“Kamu bisa memanggilnya Zhishu, paman Zhishu, kakak Zhishu, atau apapun terserah” ujar Azka mengenalkan Zhishu kepada Xi Long yang hanya di balas anggukan oleh Anj*ng berkepala tiga itu.
Ketahuilah Xi Long masih ingat dengan betul kejadiannya.
__ADS_1
“Apa kita benar benar pergi sekarang?” tanya Bao Yu yang langsung di angguki oleh Azka lalu segera membawa orang orangnya keluar dari ruang dimensi dan melanjutkan perjalanan.
Perjalanan kali ini mereka tempuh hanya dengan berjalan kaki berombongan, setidaknya mungkin akan membutuhkan waktu sekitar 2 sampai 3 jam perjalanan.
Di perjalanan Xiao Bai tidak henti hentinya menceritakan ini itu membuat telinga semua orang panas mendengarnya, mulai dari cerita lelaki bangsawan yang doyan menikah, sampai pada cerita penjual tanghulu yang hanya mampu menjual 50 tusuk per hari, maka dari itu para penjual biasanya hanya menyetok 50 tusuk saja.
Tidak terasa sudah 2 jam lebih perjalanan, dan itu artinya rombongan mereka akan segera sampai, segera Azka memasukkan ketiga binatang kontraknya ke dalam ruang dimensi dan meninggalkan Xi Long dan juga Zhishu yang masih setia berjalan bersamanya.
“Apa ini yang namanya pelabuhan zaman kuno?” tanya Azka pada Zhishu yang langsung di jawab anggukan kepala oleh Zhishu.
Pelabuhan zaman kuno tidak jauh berbeda dengan zaman modern, hanya saja di sana tidak ada kapal yang terbuat dari besi dan ada lampu serta restoran di dalamnya, macam titanic gitu loh guys.
Semuanya terbuat dari kayu, di tengah tengah perahu besarnya juga terdapat bendera lambang kerajaan, atau lambang perguruan yang artinya kapal itu milik kerajaan atau organisasi mereka.
Jadi kali ini Azka akan menyewa perahu yang mana?
“Nona Azka!!” teriak seseorang dari kejauhan sambil melambai lambaikan tangannya membuat Azka menoleh untuk melihat asal suara.
“Tetua ketiga” gumam Azka pelan membuat Zhishu mengangguk.
“Kamu tahu, menurut mata mata A Chan sudah menunggumu di sini sejak kita memasuki perbatasan Kerajaan Anyelir” ujar Zhishu tiba tiba membuat Azka dan Xi Long menoleh secara bersamaan.
“Kenapa kamu baru bilang, harus kah kita kabur dan berteleport? aku tidak ingin jika kalian bertemu dan bertengkar lagi untuk yang kedua kalinya? atau aku jeburkan saja dia ke laut lalu melarikan diri?” tanya Azka beruntun membuat Zhishu tertawa namun tidak dengan Xi Long yang kini banyak sekali tanda tanya di benaknya.
Siapa Chan?
Mereka berdua pernah bertengkar?
Apa karna memperebutkan Nona Azka?
Atau dia dan Zhishu musuh lama yang bersemi kembali?
Yah kira kira seperti itu pertanyaan pertanyaan di otak Xi Long.
“Hahaahahha, tidak perlu kita hanya perlu masuk kedalam permainan A Chan, aku tidak sejahat itu dengan membuatnya kesal untuk yang kesekian kalinya” jawab Zhishu dengan kekehan manisnya.
“Aku baru tahu jika kamu bisa baik juga” sahut Azka santai lalu beralih menatap Haechan yang sudah semakin dekat ke arahnya.
“Nona Azka, aku benar benar tidak menyangka kita akan bertemu di sini”
TBC.
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak vote, like, komen dan rate 5nya ya guys❤❤ biar author makin semangat ngetiknya💪💪