
“Long Long, apa maksudmu?” tanya Azka dengan tatapan menyelidik membuat Xi Long teringat sesuatu.
Sial!! sepertinya ada cerita yang sumbang disini.
***
“Tunggu dulu, kenapa kamu terlihat kaget dengan nama Jovanka? Jovanka siapa yang kamu maksud? dan apa kamu mengenal Jovanka lain disini?” tanya Azka beruntun yang kini balik menarik lengan hanfu Xi Long yang masih ling lung.
Harus kah dia mengatakannya?
Jika nanti terjadi kesalah pahaman bagaimana?
Dia sudah berjanji dengan Dewa Kegelapan untuk meluruskan masalah ini agar tidak terjadi pertengkaran antara keturunan para Dewa Dewi.
Harus kah dia jujur saja?
Seseorang tolong mulut besar Xi Long!!
“Kenapa diam! jawab!!” teriak Azka membuat Xi Long terlonjak kaget.
“Anu … em … sepertinya terjadi suatu kesalah pahaman disini” ujar Xi Long sedikit gugup membuat tatapan Azka semakin menusuk.
“Ada apa ini?” tanya Tao yang tiba tiba datang dengan wujud manusianya, dan jangan lupakan hanfunya yang penuh bercak darah.
Sebenarnya apa yang dia lakukan pada si mata mata itu sampai bajunya penuh dengan bercak darah.
Azka “…”
Xi Long “…”
Zhishu “…”
Okeh, Tao merasa spesial di sini, karna yang namanya martabak spesial itu di kacangin.
“Ahahahaha … Tuan sepertinya Xi Long terlalu terbawa suasana, dia pasti mengingat tentang Jovanka teman seperbinatang Iblisnya, bukankah begitu Xi Long?” tanya Bao Yu yang tiba tiba datang membantu Xi Long membuat Azka semakin curiga.
‘Suasana apa ini’ batin Tao yang mulai kebingungan, apa sesuatu yang besar telah terjadi.
“Bunda!! Xiao Bai sudah membuatnya bisu!! namun Xiao Bai tidak sengaja menyentuh urat lehernya jadi dia meninggal” ujar Xiao Bai yang tiba tiba datang sambil berlari lari kearah Azka.
“Hais … bocah ini kenapa kamu tidak bisa menahan diri” sahut Azka sambil membawa Xiao Bai kedalam gendongannya.
Kini semua orang merasa tertolong dengan kehadiran bocah kecil jelmaan iblis itu, akhirnya perhatian Azka teralihkan.
__ADS_1
“Itu bukan salah Xiao Bai, salah sendiri paman itu tidak mau diam dan terus bergerak” ujar Xiao Bai membuat Azka tertawa di balik selendangnya.
“Kalian semua pergilah keruang dimensi, aku benar benar tidak ingin di ganggu” perintah Azka lalu segera pergi bersama Xiao Bai di gendongannya.
Percayalah Azka benar benar tidak percaya dengan alasan klasik Bao Yu, mana mungkin semua itu kebetulan, lagi pula mana ada nama zaman modern di zaman kuno ini, namun jika dia terus mendesak maka kebohongan mereka akan semakin besar dan pasti akan membuatnya kecewa.
Jadi Azka memutuskan untuk mencari tahunya sendiri, kali ini targetnya bukan hanya token iblis, melainkan siapa Dewi Perang? siapa Dewa Perang? apa hubungan Jovanka penyelamatnya dengan Dewa Perang dan hukuman yang di katakan Xi Long barusan?
Wah … Azka benar benar merasa beban di pundaknya semakin besar.
“Kenapa bunda menyuruh mereka ke ruang dimensi, bukankah bunda berniat mendaftar bersama?” tanya Xiao Bai sambi memainkan ujung rambut Azka yang berkibar terkena angin.
“Tidak, aku akan mendaftar sendiri tanpa mereka, bukan hal bagus jika wajah Zhishu serta Xi Long sering terlihat banyak orang, apalagi ini Benua Tengah” jawab Azka santai namun jauh di lubuk hatinya Azka benar benar tertekan dengan Xi Long yang mengetahui nama Jovanka.
Apapun itu jika hal itu menyangkut sang penyelamat maka Azka benar benar tidak akan diam saja.
“Jika besar nanti Xiao Bai ingin menikah dengan wanita seperti ibunda” ujar Xiao Bai tiba tiba lalu mengeratkan pelukannya kepada Azka membuat sang empu hanya terkekeh kecil.
“Kenapa tiba tiba?” tanya Azka di sela sela kekehannya.
“Xiao Bai tau ibunda sedang kesal sama mereka, tapi ibunda juga masih mementingkan keselamatannya” jawab Xiao Bai.
“Aku ini jahat loh, jadi cari yang lebih baik dari aku saja, mengerti!” sahut Azka namun tak kunjung mendapat jawaban.
Kini dia bergegas mencari penjual kuda untuk perjalanannya.
Entah ini perasaannya aja atau emang karna Azka sudah sampai di jalan utama jadi dia jadi pusat perhatian orang orang seperti sebelum sebelumnya, entah karna tingkat kultivasinya atau karna dirinya yang menggendong Xiao Bai, dia tidak tahu.
Azka sendiri tidak begitu memperdulikannya, segera Azka membeli satu ekor kuda dan langsung menungganginya bersama Xiao Bai yang tertidur di depannya.
Beberapa jam kemudian akhirnya Azka sudah sampai di perbatasan Kerajaan Bulan dengan bantuan google maps ala Bao Yu yang sedari tadi memberikan arahan namun tidak dia sahuti sama sekali.
Jika menurut penjaga gerbang waktu perjalanan akan memakan 1 hari maka Azka hanya menempuhnya sekitar 5 sampai 8 jam karna dia menaiki kuda.
Xiao Bai sendiri sudah terbangun dari 3 jam yang lalu dan baru saja beranjak keruang dimensi akibat Azka yang akan memasuki ibukota Kerajaan itu.
Suasana di Kerajaan Bulan benar benar bertolak belakang dengan Kerajaan Awan, di sini kebanyakan orang sangat ramah tingkat kultivasi mereka juga terbilang rendah jika di bandingkan dengan wilayah Kerajaan Awan yang rata rata sudah sampai tingkat Berlian – Kristal.
Disini Azka sering menemui orang orang yang tingkatannya masih setara dengannya namun dia belum menemukan yang berada di bawahnya, kira kira apa alasan mereka kok bisa ketinggalan dengan Kerajaan lain.
Apa ini karna tingkatan Kerajaan beserta Akademinya yang berada di urutan terbawah, atau factor lain Azka tidak tahu, yang terpenting sekarang dia akan memulainya dari sini.
Tidak membutuhkan waktu yang lama bagi Azka untuk segera sampai di gerbang Akademi Gujao, dan lagi lagi Azka di buat tercengang dengan pertahanan mereka yang terbilang lemah, oh ayolah tidak ada satupun penjaga di gerbang itu! apa mereka tidak takut akan ada maling yang masuk.
__ADS_1
“Nona yakin masih mau kesini? lihatlah Akademi ini tidak ada penjaganya sama sekali, sebentar lagi malam kita masih punya waktu untuk mencari penginapan” ujar Tao dari ruang dimensi membuat Azka menahan tawanya.
“Selain polos paman Tao juga kurang waspada ya” sahut Xiao Bai.
“Maksudnya?” tanya Tao bingung, bukankah dia membahas keamanan Akademi kenapa sekarang malah membahas kepolosannya.
“Ayahanda melihatnya bukan?” bukannya menjawab Xiao Bai malah bertanya ke Zhishu.
“Tentu saja, istri sangat keren saat menunggangi kuda, dia juga sudah bisa menghentikan laju kudanya jadi semakin keren” jawab Zhishu sambil menopangkan dagunya di bangku gazebo.
Ya, kini Zhishu, Xiao Bai dan juga Tao sedang berada di gazebo ruang dimensi memperhatikan serta memantau apa yang di lakukan Azka di luar.
Berbeda dengan mereka yang sedang berkumpul, Xi Long lebih memilih menikmati berenang di sungai air surgawi dengan Bao Yu yang sedari tadi melamun sambil menyirami tanaman herbalnya.
“Cih, lihat dua budak cinta ini, yang satu sangat mengkhawatirkan dan yang satunya sibuk menikmati” ujar Xiao Bai tanpa sadar.
“Maksudmu?!” tanya Zhishu, Tao serta Azka yang dari luar bersamaan membuat Xiao Bai tersadar.
Ah … dia keceplosan dan hampir membunuh karakter cinta paman kesayangannya yang tidak lain adalah Tao.
Bisa di lihat, Tao sangat panik mengingat hanya Xiao Bai yang menyadari perasaannya pada Azka, sedangkan Azka dan Zhishu mereka bertanya karna benar benar tidak tahu maksud dari Xiao Bai.
“Mak – Mkk maksudnya ya itu … emm … iya!! lihat saja di depan ibunda terdapat banyak sekali kepungan formasi perlindungan, dan jebakan” jawab Xiao Bai sedikit gugup dan akhirnya berhasil menemukan pengalihan pembicaraan.
“Serius?!!” tanya Tao tidak percaya membuat Azka beserta Zhishu langsung tertawa.
“Cha, lihat bocah itu benar benar polos” sahut Azka dari luar sambil tertawa senang di balik selendangnya membuat hati Tao menghangat.
Keinginan Tao tercapai bukan, dia memang tidak bisa menjadi sumber kebahagiaan Azka, namun dia berharap bisa menjadi secuil orang yang bisa menerbitkan senyum indah itu di wajah Azka, dan dia berhasil.
Senang rasanya.
“Sudahlah, kupikir semua Akademi memang punya ujian masuk versi mereka sendiri sendiri, ada Akademi yang melihat status kedudukan terlebih dahulu baru kemampuan, dan ada Akademi yang melakukan sebaliknya juga, dan Akademi ini menggunakan formasi untuk menguji tamunya, entah itu maling ataupun murid baru sepertiku” ujar Azka panjang lebar membuat semua orang mengerti.
“Sebentar lagi malam, lebih baik kita bergegas” sahut Zhishu dari ruang dimensi.
“Apa!! aku masih marah” sahut Azka ketus namun tetap melaksanakan perintah Zhishu membuat si doi terkekeh dari ruang dimensi.
TBC.
Jangan lupa tinggalkan jejak vote, like, komen dan rate 5nya ya guys❤❤ biar author makin semangat ngetiknya💪💪
see you💃💃
__ADS_1