
“Zhishu mencintai istri” sahut Zhishu tiba tiba melenceng dari pembahasan, sukses membuat Azka menjatuhkan tas ranselnya.
***
“ASTAGA!!! Zhishu tas gue hanyut anjer!! Black card gue!!!” teriak Azka panik.
Keluar deh bahasa asalnya, emang ya si Azka suka gitu kalo lagi panik.
Byurrrr!!!!!
Tidak bukan Azka yang nyebur kesungai melainkan Zhishu.
Tanpa fikir panjang langsung saja Zhishu berenang dengan lincah mengejar tas ransel milik Azka yang hampir hanyut mengikuti arus air terjun.
Azka yang semula frustasi memikirkan anak anaknya (Black card, Laptop, Ponsel) sekarang berubah cengo menatap Zhishu yang tengah asyik berenang mengejar tasnya.
Hap!! akhirnya tas ransel milik Azka tertangkap tangan kekar Zhishu membuat Azka menghembuskan nafas lega, tas itu masih berharga oke di dalamnya banyak alat medis, laptop sama Ponsel ya semoga aja enggak rusak, ah dan jangan lupakan Black card nya yang amat sangat berharga, yah meskipun gak guna di zaman kuno ini namun jika dia bisa kembali ke asalnya ini pasti sangat berguna.
“Zhishu cepat berenang kembali bawa tasnya sekalian” teriak Azka kegirangan.
Jderrr…….
Bagaikan disambar petir di siang bolong sepertinya Zhishu melupakan sesuatu yang penting.
‘Tunggu dulu!!! aku kan lagi nyamar!!!’ batin Zhishu, sungguh dia baru mengingat perannya.
“Kyaa!!! istrii tolong Zhishu tenggelam!!” teriak Zhishu sambil menepuk nepuk air sungai menggunakan tangan kanannya sedangkan tangan kirinya mengangkat tas ransel milik Azka tinggi tinggi.
‘Semoga belum terlambat, tidak tidak belum saatnya aku ketahuan’ batin Zhishu was was, dia sendiri bingung dengan dirinya sendiri, bagaimana bisa seseorang yang hebat dan di segani seperti dirinya bisa melupakan peran penting dengan sangat ceroboh.
Dengan langkah kesalnya Azka menceburkan dirinya kedalam sungai yang tingginya hanya mencapai dagunya membuat Zhishu seketika blank.
“Kau ini bodoh atau gimana ha!!!” teriak Azka marah marah sambil menenteng kerah hanfu milik Zhishu.
“Udah tahu bahaya terhantam aliran air terjun malah memaksakan diri, dan juga asal kau tahu sungai ini dangkal gak mungkin tenggelam, dasar lebay” lanjut Azka judes sambil menarik Zhishu untuk menepi.
Zhishu hanya diam, dia sedang merutuki kebodohannya sendiri.
__ADS_1
“Lihat lukamu jadi basah lagi kan” ujar Azka masih marah marah sambil menunjuk perban putih di tangan kanan Zhishu yang kini sudah berganti warna menjadi merah terkena darah.
“Is- istri ini kantong besar nya” sahut Zhishu sambil menyerahkan tas ransel milik Azka yang sudah basah kuyup.
“Ah iya tas nya!!” teriak Azka baru mengingat tas berharganya.
Langsung saja Azka membuka resleting tas miliknya dan memeriksa semua benda di dalamnya, Dompet masih ada dan Black card masih tersimpan dengan baik, untungnya dompet milik Azka tahan air, namun satu hal yang membuat Azka membuang nafasnya kasar, laptopnya!!!!.
Dengan berat hati Azka mengangkat laptop nya tinggi tingi dan sudah di pastikan dari beberapa lubang laptopnya mengeluarkan air, Azka tidak bisa memastikan apa laptop itu masih berguna atau tidak karna memang dari awal laptop itu sudah mati kehabisan batrai.
Azka beralih mengambil Ponsel nya yang ternyata masih bisa dinyalakan, layarnya menunjukkan wallpaper foto Baekhyun EXO yang sedang tertawa lebar dengan batrai yang menunjukkan angka 76%.
“Ah masih selamat” ujar Azka lega sambil mengusap usap layar Ponsel nya.
Kali ini dia mau mencoba kamera hanphonenya dengan menekan aplikasi kamera lalu mengarahkannya kepada wajah Zhishu yang tengah menatapnya heran.
Ckrikkk….
“Masih bisa, kau terlihat tampan di sini” lanjut Azka lalu menunjukkan hasil jepretannya kepada Zhishu.
“Hah kotak iblis!!!!” teriak Zhishu lalu merebut Ponsel Azka bersiap untuk melemparkannya sejauh mungkin.
Dengan cepat Azka menarik Ponsel nya kembali.
“Kalau rusak gimana, di sini tuh banyak data data penting yang belum aku pindahkan” ujar Azka marah marah membuat Zhishu menundukkan kepalanya.
“Maaf istri benda aneh itu bisa menangkap jiwa nanti kalau jiwa istri tertangkap juga Zhishu harus bagaimana” sahut Zhishu mencoba membela diri sendiri.
“Hah jiwa, jiwa apa sih” ujar Azka yang tidak faham kemana arah pembicaraan Zhishu.
“Itu jiwa Zhishu sudah tertangkap kotak iblis itu, jadi cukup Zhishu saja yang tidak punya jiwa, istri jangan” sahut Zhishu sambil menunjuk fotonya di ponsel Azka.
“Hahahahaha, kamu ini ngomong apa sih ini itu kamera mana ada iblis kotak pengambil jiwa, jangan ngada ngada deh” ujar Azka sambil tertawa.
Kini Azka sudah faham kemana arah bicara Zhishu, namun tidak dengan Zhishu yang masih menatap ponsel Azka linglung seperti tiada jiwanya.
Dengan gemas Azka menarik Zhishu agar berdekatan dengannya lalu memotret dirinya sendiri beserta Zhishu di sampingnya membuat Zhishu melonjak kaget.
__ADS_1
“Tidak istri!!! kita belum menikah dan jiwa kita sudah terperangkap, ini bagaimana cara keluarnya” teriak Zhishu histeris sambil menggoyang goyangkan ponsel Azka lalu meniup niup lubang cargernya dengan harapan jiwanya bisa terbang kembali.
Bukannya ingin meluruskan kesalahpahaman Zhishu, Azka lebih memilih diam sambil memijit keningnya pusing.
‘Dasar orang kuno kolot, dibilang bukan iblis penangkap jiwa masih aja nyolot’ batin Azka memaki Zhishu yang masih meniup lubang untuk mencharger ponselnya sekuat tenaga.
‘Nona apa benar jiwa mu terperangkap’ batin Tao mencoba berkomuikasi dengan Azka dari ruang dimensi.
‘Bunda!!! hikss… jika jiwa bunda terperangkap hiks… bagaimana dengan Xiao Bai’ sahut Xiao Bai di sertai suara tangisannya.
“Tuan, jika butuh bantuan aku akan keluar’ sahut Bao Yu mencoba tenang.
Mungkin dari percakapan ketiga binatang kontraknya hanya Bao Yu yang terlihat sedikit waras menurut Azka.
‘Kalian diamlah, satu aja aku udah pusing masa kalian tambahin, intinya aku gak kenapa napa aku baik baik saja jadi diam dan perhatikan’ sahut Azka membuat ketiga binatang kontraknya diam.
Kini Azka beralih menatap Zhishu yang sedang mengetuk ngetuk ponselnya menggunakan dua jari tangan kanannya, dia bahkan membiarkan lukanya begitu saja.
“Ini sulit” gumam Azka lalu menarik tangan kanan Zhishu membuka perbannya dan mengganti dengan yang baru, untungnya kotak medis milik Azka juga tahan air jadi perbannya masih kering dan obat obatan di dalamnya masih utuh.
Awalnya Zhishu kaget dengan Azka yang tiba tiba menarik tangannya dari kotak iblis berupa ponsel namun lambat laut Zhishu malah menikmati sentuhan tangan Azka pada lukanya.
“Zhishu apa sekarang kau merasa jiwamu hilang?” tanya Azka setelah menyelesaikan perawatannya untuk tangan Zhishu.
“Memang tidak, tapi Zhishu tidak akan tertipu dengan iblis kotak itu” ujar Zhishu yakin membuat Azka menahan gemas.
“Itu namanya kamera ponsel, benda itu untuk menyimpan foto kita atau kalian sebut gambar, jadi yang di ambil cuma gambar saja bukan jiwanya sekalian, faham!!” jelas Azka panjang lebar membuat Zhishu manggut manggut tanda mengerti.
“Berikan ponsel ku” ujar Azka meminta ponselnya kembali yang langsung di turuti Zhishu.
“Aku akan menyimpan gambarmu untuk kenang kenangan” ujar Azka sambil mengeringkan tas ranselnya menggunakan elemen api miliknya lalu memasukkan kembali barang barang.
“Oh iya kamu belajar berenang dari mana?” tanya Azka merasa heran dengan kemampuan berenang Zhishu sebelumnya, ah dia pikir Zhishu hanya bisa menggoda wanita saja ternyata juga bisa berenang toh.
Lain halnya dengan Azka yang sedang terheran heran, sebaliknya Zhishu sedang berusaha keras memutar otak untuk mencari alasan yang tepat.
TBC.
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak😊