
‘Apasih nih cowok urat malunya udah putus mungkin’ batin Azka menghujat pria tidak tahu malu didepannya.
“Pergilah mata cantikku sudah cukup tercemar karna melihat wajah standarmu itu”
***
“Ka-Kamuu beraninya menjelek jelekan ku dengan wajah buruk rupamu itu!!!” bentak Fang Lian yang naik pitam akibat ucapan pedas dari Azka.
“Ah apa itu menyinggung perasaan mu, aku hanya berbicara berdasarkan fakta” sahut Azka santai bahkan terkesan malas.
“Heh wanita buruk rupa, atas dasar apa kamu menjelek jelekkan senior Fang Lian bicara saja jika kamu telah menyukainya” sahut teman Fang Lian, Hao Cun.
Huh Azka benar benar sedang tidak mood untuk ribut, tapi apa!! bocah bocah bau kencur ini malah memperpanjang masalah serta membuang buang waktu berharganya untuk bersantai.
“Ya baik lah kau tampan jadi pergilah aku mau lewat” ujar Azka final supaya cepet selesai.
“Hahahaha tidak semudah itu, kau harus mencium kaki kita berempat terlebih dahulu” sahut Tian Ba teman Fang Lian dengan angkuh sambil memajukan kaki kanannya kedepan Azka.
“Tian Ba bukankah itu keterlaluan!!!” bentak Fang Lian membuat ketiga temannya terlonjak kaget namun Azka masih berwajah datar melihat drama anak anak TK di depannya.
“Tapi idemu boleh juga aku menyukainya” lanjut Fang Lian membuat ketiga temannya tertawa penuh kemenangan.
Melihat itu Azka hanya mengeluarkan smirk andalan di balik cadarnya lalu berjalan mendekati Fang Lian beserta ketiga temannya, dengan percaya diri bocah bocah itu menjulurkan salah satu kakinya untuk di cium Azka.
“Hehehehe terima hadiahmu” ujar Azka membuat keempat orang itu terheran heran dan setelah itu.
Arghhhhkkkkk……
Dengan kesal Azka menginjak kaki Hao Cun dan Qi Xuan sampai berdarah dan secara bersamaan mematahkan pergelangan kaki Fang Lian dan Tian Ba membuat teriakan kesakitan menggema di halaman Akademi Seribu Bayangan.
Murid murid yang semula beraktivitas seperti biasa kini beralih berkumpul melihat pertunjukan.
Puas melihat korbannya kesakitan sampai bersujud memegangi kakinya masing masing Azka pun berjalan mundur mengedarkan pandangannya melihat kekacauan yang telah dia buat sehingga halaman ini dipenuhi oleh murid murid Akademi.
“Bukankah kaki Hao Cun sama Qi Xuan hanya di injak lalu kenapa sampai bisa berdarah seperti itu” bisik Murid A yang sedari awal sudah melihat pertunjukan itu.
“Ahhh mungkin tenaga dalam milik perempuan itu sangat menyeramkan” sahut Murid B.
“Mana mungkin, kau lihat wanita itu baru mencapai ranah emas tingkat akhir” sahut murid C.
“Dan dia mampu melukai kaki mereka yang berada satu tungkat diatasnya” sahut murid A tidak percaya.
“Yang benar saja!!!” teriak murid murid itu bersamaan, ah mereka benar benar di buat tercengang dengan tenaga dalam yang dimiliki Azka.
Sebenarnya karna kesal akhirnya Azka menyuruh Bao Yu untuk mentransfer tenaga dalamnya agar injakannya terasa sangat menyakitkan, jika itu adalah tenaga dalam Azka sendiri tidak akan mampu untuk membuat kaki seseorang yang telah mencapai ranah Berlian sampai berdarah.
Di akademi ini rata rata para muridnya sudah mencapai ranah berlian karna untuk melewati hutan pinus sangat tidak memungkinkan untuk sesorang yang baru mencapai ranah Emas kebawah dan itu tentu saja kecuali Azka dan Zhishu yang bahkan menurut rumor tidak bisa berkultivasi.
Umumnya seseorang butuh 3 tahun untuk bisa naik tingkat, bahkan orang jenius pun paling tidak membutuhkan satu setengah tahun untuk menerobos ke tingkat selanjutnya, lantas Azka yang hanya 3 jam mampu menembus dari nol menuju ranah Emas tingkat akhir di sebut apa?
“Ah kenapa kalian bersujud di hadapanku, apa kalian telah berbuat salah?” tanya Azka dengan wajah polos nya memuat semua orang yang menyaksikan menjatuhkan rahang mereka.
Sedangkan keempat korban hanya mampu berteriak kesakitan tanpa bisa menyahuti perkataan Azka.
“Ini… keribuatan macam apa ini?” tanya Ketua Akademi tiba tiba saat memasuki kerumunan murid murid itu.
__ADS_1
Sontak semua murid pun membungkuk hormat ke arah ketua akademi kecuali keempat korban Azka yang kini tengah bersujud kesakitan.
“Salam guru” sapa Azka lalu berdiri tegak kembali.
“Murid ku coba kau bilang kekacauan apa lagi yang telah kau perbuat?” tanya Ketua Akademi lembut kepada Azka.
“Guru aku hanya menuruti perintah mereka” jawab Azka sambil menunjuk korban korbannya yang kini sudah berhenti berteriak kesakitan.
“Memangnya mereka menyuruhmu apa?” tanya ketua akademi keheranan, tidak mungkin kan mereka berempat menyuruh Azka untuk menghabisinya, kalau iya berarti mereka sudah tidak waras.
“Mereka menyuruhku untuk mencium kakinya, tapi aku tidak ingin bibir cantikku ini kotor jadi aku mencium kaki mereka menggunakan kaki dan tanganku, bukankah aku sudah bersikap baik?” tanya Azka dengan tampang memelasnya seakan akan dirinya benar benar tersakiti.
“Arghh ketua perempuan itu berbohong” elak Hao Cun sambil meringis menahan kakinya yang terus mengeluarkan darah.
“Itu benar ketua, kami hanya ingin menyapanya tapi dia malah menginjak serta mematahkan kaki kami” sahut Fang Lian dengan tampang teraniaya.
“Senior benar ketua” sahut Qi Xuan membenarkan kata Fang Lian.
“Wanita itu benar benar jahat, padahal kami bermaksud baik tapi malah memfitnah kami yang tidak tidak” sahut Tian Ba dramatis.
“Hiks kakak!!!!” teriak Fang Yin yang tiba tiba berlari memeluk Fang Lian yang sedang kesakitan, ah dan jangan lupakan dengan tangisan Bombay yang menyertai kedatangannya.
“Dasar wanita jahat, apa tidak cukup kamu mencambuki aku beserta teman temanku dan sekarang kamu melukai kakak ku beserta teman temannya, benar benar wanita iblis” maki Fang Yin dengan air mata yang mengalir deras di matanya.
Namun Azka hanya diam saja bahkan kini telah menguap, bosan melihat drama indosiar di depannya.
“Dasar B*tch!!!” maki Azka yang tentu saja tidak ada seorang pun yang tau artinya.
“Huhuhu Ketua akademi, anda mendengarkannya sendirikan dia baru saja mengumpatiku menggunakan bahasa iblis” ujar Fang Yin sesenggukan.
“Pfftt… pftt bwahahahaha, dasar lotus putih ******!!” maki Azka di sela sela tawanya yang mungkin terdengar menakutkan bagi orang orang.
“Ya aku mengumpatimu menggunakan bahasa iblis, jadi persiapkan dirimu mungkin sebentar lagi kau akan di terror para iblis yang menjadi bawahanku” ujar Azka sambil menyunggingkan senyum lebarnya di balik cadar.
“Huaaaaaa Ketua tolong usir wanita iblis ini dari Akademi” teriak Fang Yin dengan tangisan yang makin kencang membuat Azka sakit kepala.
Tidak lama setelah itu Azka merasakan keberadaan Tao yang mulai mendekat.
“Ini gawat aku masih marah dengan Zhishu” gumam Azka lalu beralih menatap gurunya.
“Guru, terserah kau mau percaya padaku yang tidak bersalah ini atau malah mempercayai para anak konglomerat angkuh yang tiba tiba menyapaku tanpa alasan, pokoknya aku harus pergi terlebih dahulu, jika guru ingin menghukumku tinggal cari aku saja” ujar Azka panjang lebar lalu pergi meninggalkan kerumunan dengan langkah anggunnya.
Setelah di rasa sudah jauh dari kumpulan orang orang, Azka segera berlari lari kecil menuju pavilium agar tidak berpapasan dengan Zhishu, yang penting dia sudah menyuruh Bao Yu untuk membuatkan Zhishu ilusi sepertinya agar penjaga gerbang tidak curiga.
Kini Azka sudah memasuki pavilium khusus, namun dia masih kebingungan untuk mencari tempat persembunyian yang pas menurutnya, Azka memasuki kamar namun keluar lagi lalu masuk kekamar mandi tapi keluar lagi, dia benar benar kebingungan mau bersembunyi dimana.
Dan akhirnya dia memilih untuk bersembunyi di kolong meja makan namun setelah itu.
“Kenapa aku harus bersembunyi” gumam Azka merutuki kebodohannya, kan yang salah Zhishu lalu kenapa dia harus bersembunyi.
“Bunda!!!”
Dughh…Akhhhh
Fiks kepala Azka kejedot meja makan akibat teriakan Xiao Bai yang tiba tiba keluar dari ruang dimensi menggunakan wujud naga kecilnya.
__ADS_1
“Akhh Xi’er kau itu selalu mengagetkan ku” protes Azka sambil mengelus kepalanya.
“Ah maaf bunda, Xiao Bai hanya ingin menanyakan sesuatu” ujar Xiao Bai dengan nada kekanak kanakan sangat kontras dengan wujud sangarnya.
“Memangnya mau menanyakan apa?” tanya Azka kebingungan, kenapa tidak bertanya dari ruang dimensi saja, ah Azka baru ingat kenapa dia juga tidak bersembunyi di ruang dimensi saja agar lebih aman.
“Kenapa bunda terlihat panik dan bersembunyi, apa ada sesuatu yang membahayakan?” tanya Xiao Bai membuat Azka gelagapan mau menjawab apa.
“Ahahahaha bunda hanya mencari aksesoris ini kok” ujar Azka sambil tertawa garing lalu menunjukkan tusuk rambut yang baru saja dia ambil diam diam dari ruang dimensi.
“Ini sedikit aneh tidak biasanya bunda begitu panik hanya untuk satu tusuk rambut yang tidak berharga, dan juga bagaimana bisa aksesoris itu sampai di bawah meja?” tanya Xiao Bai dengan tatapan penuh kecurigaan.
Azka sudah menduga kalau cara ini gak bakalan berhasil, secara Xiao Bai anak yang pintar.
“Emm itu… tadi kan anu... itulohh emm tadi aku mau bilang apa ya?” tanya Azka kembali membuat Xiao Bai sontak terjatuh seakan lupa caranya terbang, bundanya ini kenapa sih.
‘Hehehehe pura pura lupa adalah jalan ninja ku’ batin Azka tertawa puas.
“Istri ngapain disitu?”
Mampuss….
Sianying ke geep kan si Azka, sejak kapan Zhishu disitu? kenapa Azka gak merasakan kehadirannya?.
“Ah sejak kapan kamu di situ?” tanya Azka pada Zhishu yang sekarang sedang berjongkok di depannya.
Sedangkan mata Azka melirik dimana Xiao Bai berada namun tidak di temukan, mungkin dia sudah kembali ke ruang dimensi.
“Baru saja” jawab Zhishu singkat sambil menunjukkan senyum bodohnya.
Kini Azka sudah keluar dari bawah meja dia berniat langsung masuk ke dalam kamar biar Zhishu gak nanya yang aneh aneh, misalnya “ngapain semedi di bawah meja” lah kalo nanyanya kayak gitu sudah pasti Azka bakalan bingung mau jawab apa.
“Istri” panggil Zhishu membuat Azka mengurungkan niatnya.
“Hmm”
“Itu yang tadi di hutan zhi-”
“Udah ya gak usah di bahas” sela Azka sebelum Zhishu menyelesaikan kalimatnya.
“Lagian waktu itu kan istri nanya apa keinginan Zhishu” lanjut Zhishu tanpa menghiraukan himbauan Azka.
“Terus apa hubungannya?” tanya Azka yang kini merasa gak nyambung dengan arah pembicaraan Zhishu.
“Zhishu hanya ingin mencium istri jadi- kyaaaa istri ngapain!!!!” teriak Zhishu kaget saat Azka tiba tiba mendorongnya keluar dari pavilium lalu.
“TIDUR DI LUAR!!!!!”
BRAKKK…….
Di akhiri dengan Azka yang membanting pintu pavilium dengan keras.
TBC.
Jangan lupa tinggalkan jejak ya guys😊
__ADS_1