
“Minghao tenanglah, sebenarnya aku juga baru tahu untuk yang kedua kalinya jika kemarahan Tuan bisa membuat langit bergemuruh, identitas tuan memang sangat menyeramkan” sahut Shuwan mencoba menenangkan Minghao meski keadaan jantungnya sangat tidak baik.
Tidak bukan karna jatuh cinta, dia juga takut tersambar petir hasil kemarahan Zhishu.
***
Akhirnya setelah semalaman penuh, Zhishu puas membuat satu benua Xifang geger akibat ulahnya yang mengundang petir petir ganas, kini dia beralih mengajak kedua bawahannya untuk kembali ke Istana Kerajaan Kegelapan.
Brakkk!!!!
“Jingmi!!!”
“Eh kodok🐸!!!” sahut Jingmi yang tiba tiba di kagetkan junjungannya yang datang sambil membanting pintu aula.
“Ah tuan mengagetkan ku, untung pangeran sabar” lanjutnya yang kini meratapi nasib kuasnya yang patah akibat kaget.
“Hanya pangeran kodok, apa yang mau kau banggakan” sahut Zhishu ketus membuat Jingmi ngelus dada.
Sedangkan Minghao dan Shuwan mereka hanya menertawakan kekonyolan Jingmi yang tidak lain adalah atasan mereka, meski Jingmi hanyalah tangan kiri Zhishu namun Jingmi lah yang bekerja paling lama pada Zhishu.
“Pangeran sabar, gak boleh marah marah nanti di pecat, jadi Tuan mau apa?” tanya Jingmi sekalem mungkin membuat bibir Zhishu sedikit berkedut.
“Jingmi kau tahu bagaimana cara meluluhkan hati seorang gadis yang sedang marah padamu?” tanya Zhishu to the point membuat Jingmi meletakkan kuasnya yang sudah patah menjadi dua di atas meja kerja.
“Ehem ehem” gini nih kalo upil di kasih nyawa, sekali di mintai tolong Rajanya langsung dah tuh dehem dehem cool ala ala professor.
“Tuan bertanya dengan orang yang tepat, perkenalkan saya Shin Jing Mi seorang pakar cinta yang telah suks-”
“Bisa tidak langsung saja” perintah Zhishu memotong perkenalan gak penting dari seorang Jingmi.
“Ishh… Tuan kasar ih, Jingmi gak suka” sahut Jingmi pura pura ngambek.
“Shuwan bukankah kita sedang kekurangan pasukan untuk menjaga perbatasan?” tanya Zhishu pada Shuwan mengalihkan pembicaraan, membuat Jingmi kebingunan.
“Benar Tuan, kira kira masih kurang 5 atau 7 pasukan khusus untuk menjaga perbatasan yang akhir akhir ini sering di datangi spirit beast mengamuk” jawab Shuwan panjang lebar.
Ji Shu Wan, dia dulunya adalah Bandit gunung yang sebelumnya di jadikan tawanan dan di bebaskan oleh Zhishu lalu di latih dengan keras hingga menjadi seperti ini, selain tangan kanan dari seorang Zhu Zhishu dia juga merangkap sebagai Jendral Pasukan Khusus Kemiliteran yang mengontrol wilayah perbatasan,
Sedangkan Han Ming Hao sebelumnya dia adalah gelandangan sukses yang sering kali berhasil lolos dari kejaran pengawal istana ketika mencuri makanan untuk bertahan hidup, Minghao bahkan tidak segan membunuh Pengawal yang hampir menangkapnya, dan akhirnya Zhishu menemukannya lalu mengangkatnya menjadi partner dari Shuwan serta melatihnya hingga bisa sampai seperti ini.
Bisa di tebak kan kenapa karakter mereka berdua bisa seganas itu, karna mereka berdua pernah mengalami begitu sulitnya mencoba bertahan hidup hanya demi sesuap makanan.
Lalu bagaimana dengan Jingmi si pria lebay dan anti panas namun hebat dalam mengelola istana.
Shin Jing Mi sebelumnya menjadi bendahara tampan dari rumah pelac*ran ternama di ibukota Kerajaan Selatan, sayangnya akibat ketampanannya itu membuat istri dari pemilik rumah pelac*ran mengajaknya untuk berselingkuh dengan iming iming di berikan 50 keping emas, namun karna kesetiaan Jingmi pada atasannya, Jingmi menolak dan akhirnya dia difitnah menggelapkan beberapa uang oleh istri dari pemilik rumah pelacuran itu hingga dia hampir di hukum mati oleh pengadilan.
Untungnya Zhishu menebusnya, lalu melatihnya hingga menjadi seperti ini.
“Kirim Jingmi kesa-”
“Tuan!! berikan saja apa yang di sukai gadis itu, tidak lama lagi dia pasti memaafkan Tuan” sela Jingmi dengan cepat ah dia masih sayang kulit putihnya, bisa bisa rusak nanti jika terkena teriknya matahari di perbatasan.
“Aku akan mencobanya” sahut Zhishu santai lalu pergi begitu saja meninggalkan Jingmi, Shuwan serta Minghao di aula.
“Ah untung aku tampan” ujar Jingmi sambil mengelus dadanya merasa lega karna tidak jadi di kirim ke perbatasan.
“Apa hubungannya?” tanya Minghao kebingungan.
“Orang tampan tidak mudah di aniaya” jawab Jingmi sambil berpose layaknya model kalender.
“Hoekk…. permisi mau muntah” sahut Shuwan lalu menarik Minghao untuk pergi dari aula.
__ADS_1
“Apa salah pangeran!!!” teriak Jingmi menyedihkan yang kini ditinggal sendirian lagi di aula istana yang terbilang luas dan mewah ini.
Sedangkan di gudang penyimpanan harta, Zhishu sedari tadi sibuk menguras isinya untuk di masukkan kedalam cincin penyimpanan tingkat tinggi mengingat Azka sangat menyukai kepingan emas serta herbal langka.
Namun sayangnya belum juga sepertiga dari harta yang berada di gudang itu cincin penyimpanan Zhishu telah penuh, mungkin jika Zhishu memaksakan untuk memasukkan semua harta di gudang bakalan mencapai 9 atau 10 cincin lagi, masa Azka harus memakai satu cincin di setiap jari jarinya.
>>>>>>>
Pagi pagi sekali Azka bersama Tao dengan wujud kucingnya sudah pergi meninggalkan penginapan menuju Istana Kerajaan Barat karna hari ini adalah hari dimana kompetisi berlangsung, dan Azka tidak ingin mempermalukan gurunya dengan tidak menghadiri kompetisi itu.
Penampilan Azka kini sudah jauh lebih baik dari semalam dia juga sudah tidak memakai cadarnya, namun hatinya masih belum baik baik saja, jauh di lubuk hati Azka dia sedikit merasa bersalah karna sudah terlalu kasar dengan Zhishu semalam.
Tapi sebagian dirinya mengatakan jika Zhishu pantas menerima hal itu.
“Nona jika kamu masih melamun 3 langkah lagi kita akan tertab-”
Brukk…Akhhh….
“Brak” belum juga Tao menyelesaikan kata katanya, dahi mulus Azka sukses kejedot pohon di depannya.
“Sialan, siapa yang naro pohon ini di sini sih, gak tau apa ada orang lagi ngelamun!!!!” teriak Azka memaki pohon didepannya, membuat dirinya menjadi pusat perhatian orang orang yang sedang berlalu lalang.
“Psstt pstt itu bukannya Nona muda yang sudah menolak jadi istrinya Master Zhu ya” bisik warga A yang pernah melihat Azka tanpa cadar di penjamuan karna dia adalah salah satu tamu undangan di sana.
“Yang benar!! gila saja, wanita mana sih yang bakal nolak lamaran dari Master Hebat” sahut warga B sedikit berteriak karna kaget.
“Mungkin Nona itu ingin terkenal di kalangan petinggi dengan cara menolak Master Zhu namun pada akhirnya mau juga” sahut warga C setengah berbisik.
“Hus hati hati loh bisa bisa kalian di aduin ke Master Zhu” sahut warga D mengingatkan.
“Woyy!!! kalo mau bisik bisik jangan keras keras dong!!! aku denger nih” teriak Azka sewot membuat kerumunan warga itu lari terbirit birit menjauh dari pandangan Azka
“Nona melihatmu menjadi sering marah marah kayak gini semenjak tidak akur dengan Master Zhu, bukan kah lebih baik kamu memaafkannya saja” ujar Tao memberi pendapatnya namun hanya di balas tatapan tajam dari Azka membuatnya merinding disko.
“Bicara sekali lagi, aku akan menjadikan mu kucing goreng” sahut Azka membuat Tao langsung terdiam, bahkan dia sampai tidak sadar telah menahan nafasnya sekalian.
“Kucing pintar” lanjut Azka sambil mengelus bulu bulu Tao yang berdiri lalu melanjutkan perjalanannya membuat Tao akhirnya bisa bernafas lega.
Kini Azka sudah mulai memasuki gerbang istana dan lekas mencari keberadaan gurunya, namun dia merasa sedikit ganjal disini, kenapa orang orang sepertinya menunduk hormat kepadanya, dia bahkan di antar langsung oleh Penjaga gerbang untuk mencari gurunya.
“Murid ku!!!!” teriak ketua akademi saat melihat Azka berjalan di halaman istana, lalu berlari menghampirinya dengan kedua tangan yang di rentangkan membuat perasaan Azka menjadi tidak enak.
Dengan cepat Azka melemparkan Tao di gendongannya kepada Ketua Akademi agar tidak kebablas memeluknya.
Miawwww!!!!!
“Ah… Yang Mulia maafkan hamba” ujar Ketua Akademi sambil perlahan menurunkan Tao pelan pelan yang kini berada di dekapannya.
“Yang Mulia apaan sih, kucing burik gitu apa bagusnya” sahut Azka mengejek Tao.
Sekali lagi Tao sabar, kenapa ya selalu saja dia yang di jadikan pelampiasan kemarahan nonanya.
Poor Tao.
“Mm-murid ku dd-dia itu bin bin-”
“Sudahlah guru, mari pergi aku ingin menonton pertandingan” sela Azka sebelum gurunya ini ngomong yang iya iya.
“Ah iya, ayo” ajak ketua akademi.
‘Bao yu aku merasa sedikit aneh, bukan kah para warga seharusnya membicarakan ku yang menunggangi macan hitam bukannya malah menggosip kan ku dengan Zhishu?’ batin Azka bertanya kepada Bao yu.
__ADS_1
‘Entahlah Tuan, aku merasa jika ini ulah Zhishu yang selalu membersihkan kekacauan yang telah kau buat’ jawab Bao Yu membuat Azka naik pitam.
‘Jangan membahas orang itu’ sahut Azka ketus lalu memutuskan komunikasi memilih fokus untuk berjalan mengikuti gurunya dari belakang.
“Kakak, paman Tao benar bunda jadi emosional semenjak tidak akur dengan paman Zhishu, bahkan pohon pun tidak luput dari kemarahannya” sahut Xiao Bai yang tiba tiba muncul di depan Bao Yu sambil memakan gingseng berumur ribuan tahun di tangannya.
Tenang Bao Yu gak kaget kok, soalnya udah biasa sama sifat Xiao Bai yang suka tiba tiba muncul kayak jaelangkung.
“Apa seharusnya kita membantu Master Zhu saja biar bisa cepat cepat mendapatkan maaf dari tuan” ujar Bao Yu.
“Ide yang bagus”
Sedangkan Azka yang menjadi bahan pembicaraan kini sedang berada pada situasi yang sama sekali tidak di inginkan.
Kaisar Wei secara langsung menghampirinya dan Ketua Akademi lalu mengajaknya duduk di kursi keluarga Kerajaan bersama dirinya apa ini tidak terlihat terlalu berlebihan.
“Ah anu mohon maaf Yang Mulia, tapi bukankah ini terlalu berlebihan?” tanya Azka sedikit kaku karna di perhatikan semua orang yang berada di kursi penonton.
“Nona tidak perlu sungkan, mari” jawab Kaisar ramah sambil mempersilahkan Azka duduk di sebelah kursi yang terlihat mewah.
Jika sudah begini apa Azka terlihat bisa menolak.
Tepat saat Azka akan menempatkan pantatnya di atas kursi bersama Tao di gendongannya tiba tiba.
“SALAM YANG MULIA RAJA KEGELAPAN SEMOGA HIDUP SAMPAI SERATUS RIBU TAHUN” salam semua orang sambil bersujud kecuali keluarga kerajaan yang hanya membungkuk dan tentu saja tidak dengan Azka yang masih melanjutkan acara duduk yang tertundanya.
‘Sial’ batin Azka merutuki kesialannya saat dunia memilih agar Zhishu selalu berada di dekatnya meski sedang tidak akur.
‘Tidak jangan kesini jangan kesini’ batin Azka mewanti wanti saat Zhishu menghampiri tempat duduk di sebelahnya.
Namun takdir berkehendak lain, ternyata Kaisar Wei telah menyiapkan kursi Zhishu tepat di samping Azka, membuat Azka melayangkan tatapan membunuh ke arah Zhishu yang sekarang sudah duduk tepat di sebelahnya.
Zhishu? dia hanya tersenyum miris di balik tudungnya.
Shuwan dan Minghao yang merasakan atmosfir tidak enak akibat tatapan Azka pada Zhishu pun hanya bisa meneguk salivanya susah payah, jika di fikir fikir hanya Azka saja yang mampu melayangkan tatapan membunuh ke arah Raja Kegelapan dan masih hidup di keesokan harinya.
“Bangunlah!!” perintah Zhishu dengan suara beratnya yang langsung di patuhi semua orang.
Ah suara ini, suara yang mampu membuat hati Azka lompat tali di dalam sana.
“Kompetisi tahunan 6 akademi resmi di mulai!!!” teriak Kaisar Wei mutlak membuat semua orang bersorak bahagia, akhirnya kompetisi yang mereka tunggu tunggu datang juga.
Pertandingan pertama adalah bertarung menggunakan senjata andalan, sebelumnya Azka belum tahu tentang pertandingan ini karna Xu Kai tidak memberitahunya sebelumnya.
Peraturan di pertandingan bertarung menggunakan senjata andalan ini cukup menarik bagi Azka, yang pertama peserta boleh memakai senjata apapun yang dia punya, kedua system pertandingan pemenang berhak menentukan lawan selanjutnya dengan syarat lawan itu harus murid Akademi, dan yang ketiga tidak akan berhenti sebelum lawan menyerah.
Cukup menarik bukan.
“Peserta pertama, Akademi Pedang Bulan melawan Akademi Seribu Bayangan” teriak Jendral Fang mengumunkan urutan permainan pertama.
Tidak lama setelah itu Fang Yin naik keatas arena sambil membawa Pedang bewarna emas yang sangat berkilau membuat para penonton silau melihatnya.
Sudah bukan rahasia lagi kan jika seorang Fang Yin adalah patung emas berjalan, jadi bukan hal baru jika dia menggunakan pedang emas itu.
Sedangkan lawan Fang Yin adalah seorang wanita yang terlihat lemah lembut dan hanya membawa cambuk di tangannya.
Pertandingan pun di mulai, Fang Yin lebih mendominasi karna sedari awal dia memang terlihat sangat brutal menyerang musuh sehingga membuat musuh itu kewalahan sendiri, dan akhirnya pertandingan pertama ini sukses di menangkan Fang Yin.
“Selamat, putriku kau sangat baik dalam hal ini jadi siapa orang yang kau tunjuk untuk menjadi lawanmu yang selanjutnya?” tanya Jendral Fang tidak lupa memuji anaknya sendiri terlebih dahulu, siapa tahu Zhishu bakal kecantol.
“Aku memilih adik seperguruan Azka”
__ADS_1
TBC.
Jangan lupa tinggalkan jejak ya guys😊