
Sepertinya jadwalnya akan padat, lantas bagaimana caranya dia keluar untuk menyelidiki Token Iblis serta keterkaitan Tuan Jovanka penyelamatnya.
Haruskah dia menyesal telah masuk ke sini.
***
Oh ayolah di Akademi yang sebelumnya Azka benar benar memiliki banyak sekali waktu senggang mengingat dia adalah Murid khusus pemilik dari Akademi itu, namun sekarang, huhuhu Azka ingin menangis.
“Semua Murid harus mengikuti semua kelas namun tidak dengan alchemist yang mengharuskan mereka memiliki elemen api terlebih dahulu, jadi bisakah kita mengetes bakatmu sekarang?” tanya Guru Ling kepada Azka yang kini air mukanya benar benar berubah tidak enak untuk di lihat.
Untung dia pakai selendang.
“Haruskah kita mengetesnya?” tanya Azka memastikan, dia benar benar tidak ingin semua elemennya terlihat atau semua Guru Guru itu akan pingsan.
“Tentu saja! atau Nona ini mau menunjukkannya langsung?” tantang Guru Fao sambil mengangkat satu alisnya membuat Azka menyimpulkan satu hal.
Mungkin dia akan sedikit kesusahan untuk akrab dengan Guru berpedang yang sayangnya amat sangat dia butuhkan untuk meningkatkan pertahanan serta penyerangannya.
“Wahh Guru itu sangat menyebalkan” ujar Xi Long yang tiba tiba ikutan berkumpul bersama Zhishu dan juga Tao di gazebo.
“Itu lebih baik, jadi Guru muda itu tidak akan menyukai istri/Azka” sahut Zhishu dan Tao bersamaan membuat keduanya langsung menoleh satu sama lain.
Xi Long sendiri sangat tercengang dengan kekompakan mereka serta Xiao Bai yang kini kesusahan menahan tawanya.
“Baiklah, elemen saya adalah tanaman” jawab Azka sambil mengeluarkan sulur tanaman rambat dari tangan kanannya.
Ini lebih baik, Azka sudah memutuskan untuk hanya mengeluarkan satu elemen saja, ehem biar lebih mudah dan terbebas dari kelas alchemit dan akhirnya waktu luangnya semakin meningkat.
“Elemen tanaman, dengan kultivasi tingkat emas akhir, hmmm melihat keterampilan formasimu sebelumnya aku benar benar tertarik untuk menjadi kan mu Murid khusus namun aturan tetaplah aturan, jadi untuk hari sabtu minggu kamu akan belajar Berpedang bersama Guru Fao, senin selasa kamu akan belajar Formasi bersamaku dan yang terakhir Rabu Kamis kamu akan belajar sastra bersama Guru Yao”
“What the ya!!!” ingin rasanya Azka meneriaki kata itu, oh ayolah jadwalnya tetap padat meski dia meninggalkan kelas alchemist.
__ADS_1
“Lalu jum’at?” tanya Azka berharap hari libur.
“Jum’at kamu bisa beristirahat, sebenarnya di sini kita punya istirahat 3 hari tapi itu hanya untuk yang memiliki elemen api, karna mereka akan mengukuti per kelas hanya sehari” jawab Guru Ling membuat Azka benar benar menyesal karna tidak mengeluarkan elemen apinya.
Bisakah dia meralatnya, atau mengulangnya.
“Baiklah, besok hari minggu jadi saya akan belajar dengan Guru Fao terlebih dahulu, apa ada sesuatu yang lain?” tanya Azka pasrah, sepertinya dia harus sering beralasan sakit untuk menciptakan waktu luangnya sendiri.
“Err itu … karna Nona adalah seorang perempuan kami sedikit kekurangan pavilium, tapi ada satu pavilium kosong di belakang karna masih dalam proses pembangunan, apa Nona ini mau tinggal di sana lagi pula pembangungannya tinggal sedikit jadi paviliumnya masih bisa di tempati” ujar Guru Yao sedikit tidak enak hati.
Di Akademi ini kebanyakan Muridnya laki laki jadi mereka hanya membuat 2 pavilium untuk perempuan dan sayangnya sudah penuh, jadi mau tidak mau Azka harus menginap di sana.
“Tidak masalah” jawab Azka santai karna itu memang lebih baik, jadi dia tidak perlu berbagi kamar dengan orang lain.
“Dan juga kami tidak memiliki pelayan ataupun penjaga, jadi Nona bisa mulai membersihkan pavilium itu sendiri, mencuci sendiri, memasak sendiri!! apa Nona muda kaya ini keberatan?!” tanya Guru Fao kembali menantang Azka.
Sepertinya Guru yang satu ini benar benar tidak menyukai Azka, lihat dia bahkan secara tidak langsung mengatai Azka orang kaya manja, memang benar sih Azka kaya, tapi dia tidak manja! huh.
See mereka akan sulit untuk akur satu sama lain.
“Mulai sekarang Nona Azka sudah resmi menjadi Murid Akademi Gujao, selamat dan juga silahkan menikmati hari harinya” ujar Guru Hwang sambil memberikan 2 buah hanfu perempuan dan juga satu token yang baru dia ambil dari cincin ruang kepada Azka.
“Terimakasih, saya undur diri” sahut Azka memberi salam lalu segera pergi keluar dari Pavilium itu dengan hati yang tidak henti hentinya mengumpat.
“Yan’er kenapa kamu sepertinya tidak menyukai Nona Azka?” tanya Guru Hwang pada Guru Fao Yan yang sedari tadi bersikap ketus kepada Azka.
“Aku hanya tidak menyukai perempuan manja” jawab Guru Fao enteng membuat Guru Hwang terkekeh.
“Dari mana kamu tahu kalau dia itu anak manja” sela Guru Yao yang paling muda dan juga paling ramah tentunya.
“Kau lihat saja tingkahnya, dia itu sangat manja! apa lagi pakaiannya yang terlalu berlebihan mungkin dia berniat untuk menekankan kekayaannya di sini agar di perlakukan khusus” Jawab Guru Fao mengolok Azka.
__ADS_1
“Hei, apa yang kamu maksud dengan berlebihan dia bahkan tidak menggunakan satu emas pun di tubuhnya selain gelang ular bewarna merah yang sekilas terlihat seperti ular beneran” sahut Guru Ling yang mulai ikut menggosip.
“Wah … Guru Ling tidak tahu, lihat saja hanfu yang di pakainya itu bahkan bisa membeli 7 pavilium kecil di sini, dia sangat boros aku tidak bisa membayangkan betapa tidak senangnya para Tetua karna kita menerima Murid seperti itu” ujar Guru Fao masih tetap keukuh membuat Guru Yao memincingkan sebelah alisnya.
“Guru Fao kenapa kamu banyak bicara hari ini?” tanya Guru Yao saat menyadari Fao Yan nya yang pendiam kini berubah sedikit cerewet.
“Siapa yang banyak bicara?! lihat saja aku akan menyulitkan Nona manja itu disini, huh akan aku pastikan semua ajaran pedang pedang yang susah dengan pelatihan nyata akan ku kerahkan semuanya agar dia kapok lalu pergi kembali ke punggung ayahnya” jawab Guru Fao sewot lalu segera pergi meninggalkan Guru Guru yang lain.
“Hahahaha, bocah itu kenapa jadi labil begini, apa dia salah makan?” tanya Guru Hwang membuat Guru yang lain mulai memikirkan sesuatu.
“Kurasa Nona Azka dan Guru Fao akan cepat akur” jawab Guru Yao yang langsung di angguki dengan setuju oleh Guru Ling.
“Akur dari mananya? dari awal saja mereka sudah adu argument berkali kali” sahut Guru Hwang tidak setuju.
“Guru Hwang, apa ini karna umurmu yang sudah tua lantas tidak mengetahui strategi anak muda zaman sekarang?” tanya Guru Yao.
“Apa maksudmu? kenapa bawa bawa umur?” tanya Guru Hwang yang memang sedikit sensitive dengan kenyataan dia lah yang paling tua di sini.
“Cek cek cek, lihatlah dia bahkan tidak tahu strategi seperti ini” bukannya menjawab Guru Yao malah semakin menggoda kakek tua itu membuat Guru Ling harus turun tangan.
“Semakin mereka saling bertengkar karna hal hal kecil, semakin cepat pula mereka memahami satu sama lain” jawab Guru Ling membuat Guru Hwang mulai mengerti.
Apa itu artinya Guru Fao memang ingin lebih mengenal Nona Azka?
Untuk apa?
🐣🐣🐣
Ehem hari ini double up soalnya semalem ketiduran😅😅 maaf ya🙏
TBC.
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak vote, like, komen dan rate 5nya ya guys❤❤ biar author makin semangat ngetiknya💪💪